10 Cara Mendesain Website Yang Memiliki Navigasi Yang Mudah Digunakan

Jasa Pembuatan Website Profesional

Pernah nggak sih kamu frustrasi saat mengunjungi sebuah website dan nggak tahu harus klik ke mana? Atau malah nyasar entah ke halaman mana? Nah, itu dia masalah navigasi website yang buruk!

Bayangkan, kamu punya produk keren atau informasi super penting yang ingin dibagikan, tapi pengunjung website-mu malah kebingungan dan akhirnya kabur. Sayang banget, kan?

Tenang, jangan panik! Di artikel ini, kita akan membahas tuntas 10 Cara Mendesain Website yang Memiliki Navigasi yang Mudah Digunakan. Kita akan bongkar rahasia navigasi yang intuitif, bikin pengunjung betah, dan tentunya meningkatkan konversi. Siap? Yuk, simak!

10 Cara Mendesain Website yang Memiliki Navigasi yang Mudah Digunakan

Navigasi website yang baik adalah kunci utama untuk pengalaman pengguna yang positif. Pengunjung harus bisa dengan mudah menemukan apa yang mereka cari, tanpa perlu berpikir keras. Ini bukan cuma soal estetika, tapi juga soal fungsionalitas.

1. Sederhanakan Menu Navigasi

Menu navigasi adalah peta jalan website-mu. Jangan bikin pengunjung tersesat dengan terlalu banyak pilihan.

  • Batasi jumlah item menu: Idealnya, antara 5-7 item utama. Lebih dari itu, bisa bikin pengunjung kewalahan.
  • Gunakan label yang jelas dan deskriptif: Hindari jargon atau istilah teknis yang membingungkan. Gunakan bahasa sehari-hari yang mudah dimengerti.
  • Prioritaskan item yang paling penting: Letakkan halaman yang paling sering dikunjungi di posisi yang paling menonjol.

2. Gunakan Struktur Hierarki yang Jelas

Pikirkan website-mu seperti pohon. Menu utama adalah batang pohon, dan sub-menu adalah cabangnya.

  • Buat struktur logis: Kelompokkan halaman yang terkait secara tematis.
  • Gunakan dropdown menu dengan bijak: Jika kamu punya banyak sub-halaman, dropdown menu bisa membantu merapikannya. Tapi, jangan terlalu dalam! Usahakan maksimal 2 level saja.
  • Pastikan setiap halaman mudah diakses: Pengunjung seharusnya bisa mencapai halaman manapun dalam 3 klik atau kurang.

3. Terapkan Desain Visual yang Konsisten

Desain visual yang konsisten membantu pengunjung mengenali dan memahami navigasi website-mu.

  • Gunakan warna dan font yang sama: Ini membantu menciptakan identitas visual yang kuat dan mudah diingat.
  • Pastikan tombol dan link terlihat jelas: Gunakan warna kontras dan ukuran yang cukup besar agar mudah diklik.
  • Pertimbangkan ruang kosong (whitespace): Ruang kosong membantu memisahkan elemen navigasi dan membuatnya lebih mudah dibaca.
Baca Juga:  Apa Itu Sitemap Dan Mengapa Itu Penting Untuk SEO?

4. Manfaatkan Breadcrumbs

Breadcrumbs adalah jejak langkah yang membantu pengunjung mengetahui di mana mereka berada di website-mu.

  • Letakkan breadcrumbs di bagian atas halaman: Biasanya, tepat di bawah menu navigasi.
  • Gunakan format yang jelas: Misalnya, Home > Kategori > Sub-Kategori > Halaman.
  • Pastikan breadcrumbs berfungsi dengan baik: Setiap item breadcrumb harus bisa diklik dan membawa pengunjung kembali ke halaman yang sesuai.

5. Optimalkan Fungsi Pencarian

Fungsi pencarian adalah penyelamat bagi pengunjung yang kesulitan menemukan apa yang mereka cari.

  • Letakkan kotak pencarian di tempat yang mudah dilihat: Biasanya, di sudut kanan atas halaman.
  • Gunakan fitur autocomplete: Ini membantu pengunjung menemukan apa yang mereka cari dengan lebih cepat.
  • Pastikan hasil pencarian relevan: Algoritma pencarian harus bisa memberikan hasil yang akurat dan sesuai dengan kata kunci yang dicari.

6. Buat Footer yang Informatif

Footer adalah area di bagian bawah website yang sering diabaikan. Padahal, footer bisa menjadi tempat yang strategis untuk menampilkan informasi penting.

  • Sertakan link ke halaman penting: Misalnya, About Us, Contact Us, Privacy Policy, dan Terms of Service.
  • Tambahkan informasi kontak: Alamat email, nomor telepon, atau alamat kantor.
  • Sertakan copyright notice: Ini melindungi konten website-mu dari penyalahgunaan.

7. Desain Responsif untuk Mobile

Semakin banyak orang mengakses internet melalui perangkat mobile. Pastikan navigasi website-mu berfungsi dengan baik di semua ukuran layar.

  • Gunakan menu hamburger: Menu hamburger (ikon tiga garis horizontal) adalah cara yang umum untuk menampilkan menu navigasi di perangkat mobile.
  • Pastikan tombol dan link cukup besar untuk disentuh: Pengguna mobile menggunakan jari mereka untuk menavigasi website.
  • Uji website-mu di berbagai perangkat: Pastikan navigasi berfungsi dengan baik di smartphone dan tablet dengan berbagai ukuran layar.

8. Gunakan Internal Linking Secara Strategis

Internal linking adalah praktik menautkan halaman-halaman di dalam website-mu. Ini membantu pengunjung menemukan konten yang relevan dan meningkatkan SEO.

  • Tautkan ke halaman yang relevan: Jika kamu menyebutkan topik tertentu di sebuah halaman, tautkan ke halaman lain yang membahas topik tersebut secara lebih mendalam.
  • Gunakan anchor text yang deskriptif: Anchor text adalah teks yang digunakan untuk membuat tautan. Gunakan anchor text yang relevan dengan halaman yang dituju.
  • Hindari tautan yang berlebihan: Jangan menautkan terlalu banyak halaman di satu halaman. Ini bisa membuat pengunjung bingung dan menurunkan kualitas kontenmu.

Contohnya, jika kamu sedang membahas tentang pentingnya navigasi yang baik, kamu bisa menautkan ke artikel lain yang membahas secara spesifik 10 Cara Mendesain Website yang Memiliki Navigasi yang Mudah Digunakan.

Baca Juga:  Fitur Penting Yang Wajib Ada Di Website Bisnis Anda

9. Uji dan Analisis Navigasi Website-mu

Navigasi yang baik adalah navigasi yang terus dioptimalkan. Gunakan alat analisis web untuk memantau perilaku pengunjung dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

  • Gunakan Google Analytics: Google Analytics adalah alat analisis web gratis yang bisa memberikan banyak informasi tentang bagaimana pengunjung menggunakan website-mu.
  • Perhatikan bounce rate: Bounce rate adalah persentase pengunjung yang meninggalkan website-mu setelah hanya mengunjungi satu halaman. Bounce rate yang tinggi bisa menjadi indikasi bahwa navigasi website-mu kurang baik.
  • Lakukan A/B testing: A/B testing adalah proses membandingkan dua versi halaman web untuk melihat mana yang berkinerja lebih baik. Kamu bisa menggunakan A/B testing untuk menguji berbagai perubahan pada navigasi website-mu.

10. Pertimbangkan Jasa Profesional

Jika kamu merasa kesulitan mendesain navigasi website yang efektif, jangan ragu untuk menggunakan jasa profesional. Ada banyak desainer web dan pengembang yang berpengalaman yang bisa membantumu.

  • Cari desainer web yang berpengalaman: Pastikan desainer web yang kamu pilih memiliki pengalaman dalam mendesain navigasi website yang intuitif dan mudah digunakan.
  • Minta portofolio: Lihat portofolio desainer web untuk melihat contoh pekerjaan mereka sebelumnya.
  • Dapatkan penawaran harga: Dapatkan penawaran harga dari beberapa desainer web sebelum membuat keputusan.

Nah, buat kamu yang lagi cari jasa pembuatan website profesional, Kerjakode.com bisa jadi pilihan yang tepat. Mereka punya tim ahli yang siap membantu mewujudkan website impianmu dengan navigasi yang mudah digunakan dan desain yang menarik.

Kesimpulan

Navigasi website yang baik adalah investasi penting untuk kesuksesan online-mu. Dengan menerapkan 10 Cara Mendesain Website yang Memiliki Navigasi yang Mudah Digunakan di atas, kamu bisa meningkatkan pengalaman pengguna, meningkatkan konversi, dan mencapai tujuan bisnismu.

Ingat, website yang mudah dinavigasi adalah website yang disukai pengunjung. Jadi, jangan tunda lagi, segera optimalkan navigasi website-mu sekarang!

Bagaimana pengalamanmu dengan navigasi website? Apakah ada tips lain yang ingin kamu bagikan? Yuk, diskusi di kolom komentar!

FAQ

Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang desain navigasi website:

1. Berapa jumlah item menu yang ideal?

Idealnya, antara 5-7 item utama. Lebih dari itu, bisa bikin pengunjung kewalahan.

2. Apa itu breadcrumbs dan mengapa penting?

Breadcrumbs adalah jejak langkah yang membantu pengunjung mengetahui di mana mereka berada di website-mu. Ini penting karena membantu pengunjung bernavigasi dengan mudah dan kembali ke halaman sebelumnya.

3. Bagaimana cara menguji navigasi website?

Kamu bisa menggunakan alat analisis web seperti Google Analytics untuk memantau perilaku pengunjung dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan. Selain itu, kamu juga bisa melakukan A/B testing untuk menguji berbagai perubahan pada navigasi website-mu.

Ingin Memiliki Website untuk Bisnis Anda?

Kami hadir sebagai solusi jasa pembuatan website yang cepat, menarik, dan siap bantu perkembangan bisnismu.

Tags:

Bagikan ini:

Picture of Ajie Kusumadhany

Ajie Kusumadhany

SEO Specialist | Mahasiswa Teknik Informatika | Membahas Teknik Informatika & Pemrograman | Optimasi Konten Berbasis Data | Web Developer Enthusiast

Anda mungkin menyukainya