10 Kesalahan Umum Yang Harus Dihindari Saat Mendesain Website

Jasa Pembuatan Website No 1

Pernah nggak sih kamu merasa website yang sudah kamu bangun susah banget dapat perhatian? Atau pengunjung langsung kabur begitu mendarat di halaman depan? Tenang, kamu nggak sendirian! Banyak banget pemilik website yang mengalami hal serupa.

Seringkali, masalahnya bukan pada ide bisnis atau konten yang kamu tawarkan, tapi pada desain website itu sendiri. Tanpa disadari, ada beberapa kesalahan umum dalam desain website yang bikin pengunjung ilfeel dan akhirnya memilih website kompetitor.

Nah, di artikel ini, kita akan membahas tuntas 10 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Mendesain Website. Kita kupas satu per satu, biar kamu bisa langsung perbaiki dan bikin website kamu makin kece dan efektif! Jadi, siap bikin website kamu jadi magnet pengunjung? Yuk, simak!

1. Navigasi yang Membingungkan: Tersesat di Website Sendiri?

Pernah nggak sih kamu masuk ke sebuah toko, tapi bingung mau cari barang yang kamu butuhin di mana? Nggak enak, kan? Nah, pengalaman serupa juga bisa terjadi di website dengan navigasi yang buruk.

H3. Menu yang Terlalu Rumit

Menu yang terlalu banyak pilihan, dropdown yang berlapis-lapis, atau label yang nggak jelas, bikin pengunjung frustrasi. Mereka jadi kesulitan mencari informasi yang mereka butuhkan.

Bayangin aja, kamu mau cari harga sebuah produk, tapi harus klik sana-sini, scroll panjang, dan akhirnya nyerah karena nggak ketemu. Pasti males banget, kan?

H3. Struktur Website yang Tidak Logis

Struktur website yang nggak jelas, misalnya halaman "Tentang Kami" diletakkan di footer, atau halaman "Kontak" disembunyikan di dalam halaman lain, bikin pengunjung bingung dan merasa nggak nyaman.

Pastikan navigasi website kamu intuitif dan mudah dimengerti. Gunakan menu yang sederhana, label yang jelas, dan struktur website yang logis. Dengan begitu, pengunjung bisa dengan mudah menemukan apa yang mereka cari dan betah berlama-lama di website kamu.

2. Loading Website yang Lambat: Bye-Bye Pengunjung!

Di era serba cepat ini, nggak ada yang suka nunggu. Apalagi nunggu website yang loading-nya lama banget. Bayangin aja, kamu udah penasaran banget pengen lihat produk baru, tapi website-nya malah muter-muter terus. Pasti langsung tutup, kan?

H3. Gambar yang Terlalu Besar

Gambar dengan resolusi tinggi memang terlihat bagus, tapi kalau ukurannya terlalu besar, bisa bikin website loading-nya lambat. Optimalkan gambar kamu dengan cara mengompresnya tanpa mengurangi kualitas visualnya.

H3. Kode yang Berantakan

Kode website yang berantakan dan nggak efisien juga bisa memperlambat loading website. Pastikan kode website kamu bersih, terstruktur, dan dioptimalkan.

H3. Hosting yang Kurang Memadai

Hosting yang kurang memadai juga bisa jadi penyebab website loading-nya lambat. Pilih hosting yang sesuai dengan kebutuhan website kamu dan pastikan memiliki server yang cepat dan stabil.

Baca Juga:  Apa Itu CMS Dan Bagaimana Itu Membantu Mempermudah Pengelolaan Website Anda

Website yang loading-nya lambat bukan cuma bikin pengunjung kabur, tapi juga bisa menurunkan peringkat website kamu di mesin pencari. Jadi, pastikan website kamu loading-nya cepat dan responsif.

3. Desain yang Tidak Responsif: Website Pecah di Smartphone?

Di era smartphone ini, sebagian besar orang mengakses internet melalui perangkat mobile. Kalau website kamu nggak responsif, alias tampilannya berantakan di smartphone, pengunjung pasti langsung ilfeel.

H3. Teks yang Terlalu Kecil

Teks yang terlalu kecil di smartphone bikin pengunjung kesulitan membaca dan akhirnya menyerah. Pastikan teks website kamu mudah dibaca di berbagai ukuran layar.

H3. Tombol yang Terlalu Kecil

Tombol yang terlalu kecil di smartphone bikin pengunjung kesulitan mengklik dan akhirnya frustrasi. Pastikan tombol website kamu mudah diklik di smartphone.

H3. Layout yang Berantakan

Layout website yang berantakan di smartphone bikin pengunjung bingung dan nggak nyaman. Pastikan layout website kamu rapi dan terstruktur di berbagai ukuran layar.

Desain website yang responsif itu wajib hukumnya di era sekarang. Pastikan website kamu tampil sempurna di semua perangkat, baik desktop, tablet, maupun smartphone.

4. Konten yang Tidak Menarik: Bikin Ngantuk!

Konten adalah raja. Tapi, konten yang bagus aja nggak cukup. Konten juga harus menarik dan relevan dengan target audiens kamu.

H3. Teks yang Terlalu Panjang dan Membosankan

Teks yang terlalu panjang dan membosankan bikin pengunjung ngantuk dan akhirnya kabur. Buatlah konten yang ringkas, padat, dan mudah dipahami.

H3. Tidak Ada Visual

Konten yang hanya berisi teks tanpa visual (gambar, video, atau ilustrasi) terasa hambar dan kurang menarik. Tambahkan visual yang relevan untuk mempercantik tampilan konten kamu.

H3. Tidak Ada Nilai Tambah

Konten yang tidak memberikan nilai tambah bagi pengunjung, misalnya hanya berisi promosi produk tanpa informasi yang bermanfaat, bikin pengunjung merasa buang-buang waktu. Buatlah konten yang informatif, edukatif, atau menghibur.

Buatlah konten yang menarik, relevan, dan memberikan nilai tambah bagi pengunjung. Dengan begitu, mereka akan betah berlama-lama di website kamu dan kembali lagi di kemudian hari.

5. Call-to-Action (CTA) yang Buruk: Bingung Mau Ngapain?

Call-to-action (CTA) adalah tombol atau tautan yang mengajak pengunjung untuk melakukan tindakan tertentu, misalnya membeli produk, berlangganan newsletter, atau menghubungi kamu. CTA yang buruk bikin pengunjung bingung mau ngapain dan akhirnya pergi begitu saja.

H3. CTA yang Tidak Jelas

CTA yang tidak jelas, misalnya hanya bertuliskan "Klik di sini" tanpa menjelaskan apa yang akan terjadi setelah diklik, bikin pengunjung ragu dan enggan mengklik.

H3. CTA yang Tersembunyi

CTA yang tersembunyi di dalam halaman atau sulit ditemukan bikin pengunjung kesulitan melakukan tindakan yang kamu inginkan.

H3. CTA yang Tidak Menarik

CTA yang tidak menarik, misalnya menggunakan warna yang sama dengan background atau font yang kurang jelas, bikin pengunjung nggak tertarik untuk mengklik.

Pastikan CTA kamu jelas, mudah ditemukan, dan menarik perhatian. Gunakan warna yang kontras, font yang jelas, dan pesan yang persuasif. Dengan begitu, kamu bisa meningkatkan konversi website kamu.

6. Tidak Ada Ruang Kosong (Whitespace): Terlalu Penuh!

Ruang kosong (whitespace) adalah area kosong di sekitar elemen website, seperti teks, gambar, dan tombol. Ruang kosong yang cukup bikin website terlihat lebih bersih, rapi, dan mudah dibaca. Kekurangan ruang kosong bikin website terasa penuh sesak dan membingungkan.

H3. Teks yang Terlalu Rapat

Teks yang terlalu rapat bikin pengunjung kesulitan membaca dan akhirnya menyerah. Berikan ruang yang cukup di antara baris teks dan paragraf.

H3. Elemen yang Terlalu Dekat

Elemen website yang terlalu dekat, misalnya gambar dan teks yang saling menempel, bikin website terlihat berantakan dan sulit dicerna. Berikan ruang yang cukup di antara elemen website.

Ruang kosong itu penting untuk kenyamanan visual. Jangan takut untuk memberikan ruang kosong yang cukup di website kamu.

7. Tipografi yang Buruk: Sakit Mata!

Tipografi adalah seni memilih dan mengatur jenis huruf. Tipografi yang buruk bikin pengunjung sakit mata dan enggan membaca konten kamu.

H3. Font yang Sulit Dibaca

Font yang terlalu rumit atau kecil bikin pengunjung kesulitan membaca dan akhirnya menyerah. Pilih font yang mudah dibaca dan sesuai dengan karakter website kamu.

Baca Juga:  Pembuatan Website Profesional Di Kecamatan Bae Kudus Untuk Usaha Kecil

H3. Warna Font yang Tidak Kontras

Warna font yang tidak kontras dengan background bikin pengunjung kesulitan membaca. Pilih warna font yang kontras dengan background.

H3. Ukuran Font yang Tidak Konsisten

Ukuran font yang tidak konsisten bikin website terlihat tidak profesional. Gunakan ukuran font yang konsisten di seluruh website kamu.

Pilih tipografi yang baik untuk kenyamanan pembaca. Font yang mudah dibaca, warna yang kontras, dan ukuran yang konsisten akan membuat website kamu terlihat lebih profesional dan mudah dinikmati.

8. Tidak Ada Uji Coba (Testing): Asal Jadi!

Uji coba (testing) adalah proses menguji website kamu untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik dan memberikan pengalaman yang optimal bagi pengunjung. Tanpa uji coba, kamu nggak akan tahu apakah website kamu sudah benar-benar siap digunakan.

H3. Tidak Ada Uji Coba di Berbagai Browser

Website kamu mungkin terlihat bagus di browser Chrome, tapi belum tentu terlihat sama di browser Firefox atau Safari. Uji coba website kamu di berbagai browser untuk memastikan tampilannya konsisten.

H3. Tidak Ada Uji Coba di Berbagai Perangkat

Website kamu mungkin responsif, tapi belum tentu berfungsi dengan baik di semua perangkat. Uji coba website kamu di berbagai perangkat untuk memastikan semuanya berfungsi dengan baik.

H3. Tidak Ada Uji Coba dengan Pengguna Nyata

Uji coba dengan pengguna nyata akan memberikan kamu feedback yang berharga tentang bagaimana website kamu digunakan dan apa yang perlu diperbaiki.

Lakukan uji coba secara berkala untuk memastikan website kamu berfungsi dengan baik dan memberikan pengalaman yang optimal bagi pengunjung.

9. Mengabaikan SEO: Website Tak Terlihat!

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses mengoptimalkan website kamu agar mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google. Mengabaikan SEO sama saja dengan membangun toko di tengah hutan tanpa papan nama.

H3. Tidak Ada Riset Kata Kunci

Riset kata kunci adalah proses mencari tahu kata kunci apa yang paling sering digunakan oleh target audiens kamu saat mencari informasi di internet. Tanpa riset kata kunci, kamu nggak akan tahu kata kunci apa yang perlu kamu targetkan di website kamu.

H3. Tidak Ada Optimasi Konten

Optimasi konten adalah proses mengoptimalkan konten website kamu agar relevan dengan kata kunci yang kamu targetkan. Tanpa optimasi konten, website kamu akan sulit ditemukan di mesin pencari.

H3. Tidak Ada Link Building

Link building adalah proses mendapatkan tautan dari website lain ke website kamu. Tautan dari website lain akan meningkatkan otoritas website kamu di mata mesin pencari.

Optimalkan website kamu untuk SEO agar mudah ditemukan di mesin pencari. Dengan begitu, kamu bisa menjangkau lebih banyak target audiens dan meningkatkan traffic website kamu.

10. Keamanan yang Diabaikan: Rentan Serangan!

Keamanan website adalah hal yang sangat penting, terutama jika website kamu menyimpan data pribadi pengguna. Mengabaikan keamanan website sama saja dengan mengundang hacker untuk mencuri data dan merusak website kamu.

H3. Tidak Menggunakan HTTPS

HTTPS adalah protokol yang mengenkripsi komunikasi antara browser dan server website. Tidak menggunakan HTTPS membuat website kamu rentan terhadap serangan man-in-the-middle.

H3. Password yang Lemah

Password yang lemah mudah ditebak oleh hacker. Gunakan password yang kuat dan unik untuk setiap akun website kamu.

H3. Tidak Melakukan Update Software

Software website yang tidak diupdate rentan terhadap celah keamanan yang bisa dimanfaatkan oleh hacker. Lakukan update software secara berkala untuk menambal celah keamanan.

Jaga keamanan website kamu agar terhindar dari serangan hacker. Gunakan HTTPS, password yang kuat, dan lakukan update software secara berkala.

Butuh bantuan untuk memastikan website Anda aman dan optimal? Kerjakode.com siap membantu! Mereka adalah jasa pembuatan website profesional yang berpengalaman dan terpercaya. Kerjakode.com akan memastikan website Anda tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga aman, cepat, dan mudah ditemukan di mesin pencari. Mereka juga memahami pentingnya menghindari 10 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Mendesain Website yang kita bahas tadi.

Kesimpulan

Itulah 10 kesalahan umum yang harus kamu hindari saat mendesain website. Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, kamu bisa membuat website yang lebih menarik, efektif, dan profesional.

Ingat, website adalah wajah bisnis kamu di dunia maya. Jadi, pastikan website kamu memberikan kesan yang baik dan membuat pengunjung betah berlama-lama di sana.

Punya pengalaman menarik seputar desain website? Atau punya tips lain yang ingin kamu bagikan? Yuk, diskusi di kolom komentar!

FAQ

1. Berapa lama waktu ideal untuk loading website?

Idealnya, website harus loading dalam waktu kurang dari 3 detik. Lebih dari itu, pengunjung cenderung akan meninggalkan website kamu.

2. Bagaimana cara menguji responsivitas website?

Kamu bisa menggunakan berbagai tools online untuk menguji responsivitas website kamu, misalnya Google Mobile-Friendly Test atau Responsinator.

3. Apa saja faktor yang mempengaruhi SEO website?

Banyak faktor yang mempengaruhi SEO website, antara lain:

  • Kata kunci yang relevan
  • Konten yang berkualitas
  • Struktur website yang baik
  • Kecepatan loading website
  • Desain website yang responsif
  • Link building
  • Social media signals

4. Bagaimana cara membuat navigasi website yang baik?

Pastikan navigasi website kamu intuitif dan mudah dimengerti. Gunakan menu yang sederhana, label yang jelas, dan struktur website yang logis.

5. Apa saja yang harus diperhatikan dalam memilih font untuk website?

Pilih font yang mudah dibaca dan sesuai dengan karakter website kamu. Pastikan warna font kontras dengan background dan gunakan ukuran font yang konsisten di seluruh website kamu.

Jangan lupa untuk membaca artikel kami lainnya tentang 10 Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Saat Mendesain Website untuk menghindari kesalahan dalam mendesain website.

Ingin Memiliki Website untuk Bisnis Anda?

Kami hadir sebagai solusi jasa pembuatan website yang cepat, menarik, dan siap bantu perkembangan bisnismu.

Tags:

Bagikan ini:

Picture of Ajie Kusumadhany

Ajie Kusumadhany

SEO Specialist | Mahasiswa Teknik Informatika | Membahas Teknik Informatika & Pemrograman | Optimasi Konten Berbasis Data | Web Developer Enthusiast

Anda mungkin menyukainya