Pernah nggak sih, kamu buka sebuah website dan langsung merasa, "Wah, website ini keren banget!"? Atau sebaliknya, kamu langsung menutup website karena desainnya bikin pusing?
Desain website itu penting banget, lho! Ibaratnya, website itu etalase toko online kamu. Kalau etalasenya berantakan, siapa juga yang mau mampir?
Nah, di artikel ini, kita akan membahas 7 Langkah Membuat Website yang Memiliki Tampilan yang Profesional. Bukan cuma sekadar tampilan cantik, tapi juga website yang mudah digunakan dan bikin pengunjung betah. Yuk, simak!
Mengapa Tampilan Website Profesional Itu Penting?
Tampilan website profesional itu bukan cuma soal estetika. Lebih dari itu, ini soal kepercayaan, kredibilitas, dan pengalaman pengguna.
- Membangun Kepercayaan: Website yang profesional menunjukkan bahwa kamu serius dengan bisnis kamu. Pengunjung akan lebih percaya untuk bertransaksi atau berinteraksi dengan website kamu.
- Meningkatkan Kredibilitas: Desain yang baik mencerminkan kualitas produk atau layanan yang kamu tawarkan. Website yang asal-asalan bisa merusak citra brand kamu.
- Meningkatkan Pengalaman Pengguna (UX): Website yang mudah dinavigasi, informatif, dan responsif akan membuat pengunjung betah dan meningkatkan peluang mereka untuk menjadi pelanggan.
- Meningkatkan Konversi: Tampilan yang menarik dan user-friendly akan mendorong pengunjung untuk mengambil tindakan, seperti membeli produk, mengisi formulir, atau menghubungi kamu.
Jadi, jangan anggap remeh desain website, ya! Ini adalah investasi penting untuk kesuksesan bisnis online kamu.
7 Langkah Membuat Website yang Memiliki Tampilan yang Profesional
Oke, sekarang kita masuk ke inti pembahasan. Ini dia 7 Langkah Membuat Website yang Memiliki Tampilan yang Profesional:
1. Tentukan Tujuan dan Target Audiens Website Kamu
Sebelum mulai mendesain, kamu perlu tahu dulu, website ini untuk apa? Apa tujuan utama dari website kamu? Siapa target audiens kamu?
- Tujuan Website: Apakah untuk menjual produk, memberikan informasi, membangun komunitas, atau yang lainnya?
- Target Audiens: Siapa yang akan mengunjungi website kamu? Apa demografi, minat, dan kebutuhan mereka?
Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini akan membantu kamu menentukan desain yang paling efektif. Misalnya, website untuk anak muda akan berbeda dengan website untuk profesional.
2. Pilih Platform Website yang Tepat
Ada banyak platform website yang bisa kamu pilih, seperti WordPress, Wix, Squarespace, dan lain-lain. Setiap platform memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.
- WordPress: Platform paling populer dan fleksibel. Cocok untuk berbagai jenis website, dari blog sederhana hingga toko online kompleks. Membutuhkan sedikit pengetahuan teknis, tapi menawarkan banyak pilihan tema dan plugin.
- Wix & Squarespace: Platform yang lebih mudah digunakan, cocok untuk pemula. Menawarkan template yang menarik dan fitur drag-and-drop. Tapi, kurang fleksibel dibandingkan WordPress.
Pilih platform yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan kamu. Jika kamu tidak punya banyak waktu atau pengetahuan teknis, Wix atau Squarespace bisa menjadi pilihan yang baik. Tapi, jika kamu ingin kontrol penuh atas website kamu, WordPress adalah pilihan yang lebih baik. Jika Anda membutuhkan bantuan dalam pembuatan website yang profesional, Anda bisa mempertimbangkan jasa pembuatan website seperti kerjakode.com.
3. Buat Wireframe dan Mockup
Wireframe adalah kerangka kasar dari layout website kamu. Mockup adalah visualisasi yang lebih detail, dengan warna, gambar, dan teks.
- Wireframe: Fokus pada struktur dan tata letak. Tentukan di mana elemen-elemen penting akan ditempatkan, seperti logo, menu navigasi, konten utama, dan footer.
- Mockup: Fokus pada desain visual. Pilih warna, font, dan gambar yang sesuai dengan brand kamu. Pastikan desainnya menarik dan mudah dibaca.
Membuat wireframe dan mockup akan membantu kamu memvisualisasikan website kamu sebelum mulai coding atau menggunakan template. Ini juga akan membantu kamu mengidentifikasi masalah desain sejak dini.
4. Pilih Tema atau Template yang Responsif
Tema atau template adalah desain siap pakai yang bisa kamu gunakan untuk website kamu. Pilih tema atau template yang responsif, artinya website kamu akan terlihat bagus di semua perangkat, dari desktop hingga smartphone.
- Responsif: Pastikan tema atau template kamu responsif. Cek di berbagai ukuran layar untuk memastikan semuanya terlihat baik.
- Sesuai Brand: Pilih tema atau template yang sesuai dengan brand kamu. Warna, font, dan gaya desain harus konsisten dengan identitas brand kamu.
- Mudah Dikustomisasi: Pilih tema atau template yang mudah dikustomisasi. Kamu harus bisa mengubah warna, font, dan layout agar sesuai dengan kebutuhan kamu.
5. Gunakan Tipografi yang Jelas dan Mudah Dibaca
Tipografi adalah seni memilih dan mengatur font. Pilih font yang jelas, mudah dibaca, dan sesuai dengan brand kamu.
- Pilih Font yang Tepat: Gunakan maksimal 2-3 font yang berbeda. Pilih font yang mudah dibaca untuk teks utama dan font yang lebih dekoratif untuk judul.
- Ukuran Font yang Sesuai: Pastikan ukuran font cukup besar agar mudah dibaca di semua perangkat.
- Kontras Warna yang Baik: Pastikan teks memiliki kontras warna yang baik dengan latar belakang. Teks hitam di latar belakang putih adalah pilihan yang aman.
Tipografi yang baik akan membuat website kamu lebih mudah dibaca dan dinikmati.
6. Gunakan Gambar dan Video yang Berkualitas Tinggi
Gambar dan video adalah elemen penting dalam desain website. Gunakan gambar dan video yang berkualitas tinggi, relevan, dan menarik.
- Resolusi Tinggi: Pastikan gambar dan video kamu memiliki resolusi yang tinggi agar terlihat tajam dan jelas.
- Relevan: Pilih gambar dan video yang relevan dengan konten website kamu.
- Optimasi: Optimasi gambar dan video kamu agar tidak memperlambat loading website.
Gambar dan video yang berkualitas tinggi akan membuat website kamu lebih menarik dan informatif.
7. Optimasi Website untuk Kecepatan dan SEO
Kecepatan website adalah faktor penting dalam pengalaman pengguna dan SEO. Optimasi website kamu agar loadingnya cepat.
- Kompres Gambar: Kompres gambar kamu agar ukurannya lebih kecil tanpa mengurangi kualitasnya.
- Gunakan Caching: Gunakan caching untuk menyimpan data website kamu sehingga loadingnya lebih cepat.
- Optimasi Kode: Optimasi kode website kamu agar lebih efisien.
Selain kecepatan, optimasi website kamu untuk SEO (Search Engine Optimization) agar mudah ditemukan di mesin pencari seperti Google.
- Kata Kunci: Gunakan kata kunci yang relevan di judul, deskripsi, dan konten website kamu.
- Meta Deskripsi: Buat meta deskripsi yang menarik dan informatif untuk setiap halaman website kamu.
- Internal Link: Buat internal link ke halaman-halaman lain di website kamu. Misalnya, Anda bisa mempelajari lebih lanjut tentang 7 Langkah Membuat Website yang Memiliki Tampilan yang Profesional di https://kerjakode.com.
Kesimpulan
Membuat website dengan tampilan profesional memang membutuhkan usaha dan perhatian. Tapi, dengan mengikuti 7 langkah membuat website yang memiliki tampilan yang profesional di atas, kamu bisa menciptakan website yang menarik, user-friendly, dan efektif untuk mencapai tujuan bisnis kamu. Ingatlah, website adalah representasi online dari bisnis Anda, jadi pastikan untuk memberikan kesan yang terbaik. Apakah kamu punya tips lain untuk membuat website yang profesional? Bagikan pengalamanmu di kolom komentar!
FAQ
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sering diajukan tentang membuat website dengan tampilan profesional:
1. Berapa biaya untuk membuat website profesional?
Biaya pembuatan website profesional bervariasi tergantung pada kompleksitas website, platform yang digunakan, dan jasa yang kamu gunakan. Jika kamu menggunakan platform seperti WordPress dan mendesain sendiri, biayanya bisa relatif murah. Tapi, jika kamu menyewa jasa profesional, biayanya bisa lebih mahal.
2. Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk membuat website profesional?
Waktu yang dibutuhkan untuk membuat website profesional juga bervariasi tergantung pada kompleksitas website dan pengalaman kamu. Jika kamu sudah memiliki semua materi (teks, gambar, video), prosesnya bisa lebih cepat. Tapi, jika kamu masih perlu membuat materi, prosesnya bisa lebih lama.
3. Apakah saya perlu belajar coding untuk membuat website profesional?
Tidak selalu. Jika kamu menggunakan platform seperti Wix atau Squarespace, kamu tidak perlu belajar coding. Tapi, jika kamu menggunakan WordPress dan ingin kustomisasi yang lebih dalam, pengetahuan dasar tentang HTML, CSS, dan PHP akan sangat membantu.
Ingin Memiliki Website untuk Bisnis Anda?
Kami hadir sebagai solusi jasa pembuatan website yang cepat, menarik, dan siap bantu perkembangan bisnismu.