Memuat...
👋 Selamat Pagi!

AMP Tidak Pengaruhi Ranking Google Lagi

Apakah Anda masih ingat lambang petir yang dulu sering menghiasi hasil pencarian Google untuk konten mobile? Ya, itu adalah penanda Accelerated Mobile Pages at...

AMP Tidak Pengaruhi Ranking Google Lagi

Apakah Anda masih ingat lambang petir yang dulu sering menghiasi hasil pencarian Google untuk konten mobile? Ya, itu adalah penanda Accelerated Mobile Pages atau AMP. Dulu, AMP dianggap sebagai kunci untuk situs yang super cepat di perangkat seluler, bahkan banyak yang percaya ini adalah tiket emas untuk menduduki posisi teratas di Google News dan carousel.

Namun, seiring perkembangan teknologi dan pembaruan algoritma Google, peran AMP kini telah bergeser. Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa AMP tidak lagi menjadi prioritas utama Google dalam menentukan peringkat dan apa yang kini lebih penting untuk Anda perhatikan demi visibilitas online yang optimal. Bersiaplah untuk memahami pergeseran lanskap SEO mobile!

Perjalanan AMP dari Fenomena ke Masa Lalu

Diperkenalkan pada tahun 2016, AMP adalah inisiatif Google yang bertujuan untuk menciptakan pengalaman web seluler yang luar biasa cepat. Ide dasarnya adalah menyederhanakan halaman web menggunakan komponen HTML khusus, yang menghasilkan waktu muat kurang dari satu detik. Ini sangat krusial mengingat semakin banyaknya pengguna yang mengakses internet melalui ponsel.

Manfaat utama AMP yang paling disorot adalah peningkatan kecepatan halaman (page speed) dan pengalaman pengguna seluler (mobile user experience). Bagi media dan penerbit konten, ini menjadi peluang besar untuk masuk ke dalam "Top Stories Carousel" di Google News, sebuah fitur yang sangat didambakan karena menawarkan visibilitas tinggi.

Lambang petir AMP yang muncul di samping hasil pencarian menjadi simbol bahwa konten tersebut dioptimalkan untuk kecepatan. Banyak yang beranggapan bahwa keberadaan lambang ini secara langsung berkontribusi pada peningkatan peringkat dan lalu lintas organik. Ini menciptakan semacam perlombaan di kalangan publisher untuk mengadopsi AMP demi keunggulan kompetitif.

Perubahan Lanskap: Mengapa AMP Tidak Lagi Unggul?

Titik balik utama dalam relevansi AMP datang bersamaan dengan peluncuran algoritma Page Experience dan metrik Core Web Vitals (CWV) oleh Google pada Juni 2021. Perubahan ini menandai pergeseran fokus Google dari teknologi spesifik seperti AMP ke pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Dengan adanya Core Web Vitals, Google kini memiliki standar yang lebih komprehensif untuk mengukur kualitas pengalaman pengguna di halaman web. Metrik seperti Largest Contentful Paint (LCP), First Input Delay (FID), dan Cumulative Layout Shift (CLS) menjadi indikator utama seberapa baik sebuah halaman berkinerja.

Yang paling signifikan, Google mengumumkan bahwa halaman konten tidak lagi memerlukan format AMP untuk bisa muncul di Top Stories Carousel. Semua halaman, terlepas dari apakah mereka menggunakan AMP atau tidak, kini memiliki kesempatan yang sama untuk tampil di fitur ini, asalkan mereka memenuhi standar Page Experience yang ditetapkan Google.

Hal ini secara efektif menghilangkan salah satu insentif terbesar bagi banyak publisher untuk menggunakan AMP. Klaim bahwa AMP adalah faktor penentu peringkat menjadi tidak relevan lagi. Bahkan, John Mueller dari Google sendiri telah mengkonfirmasi melalui cuitan di Twitter bahwa penggunaan AMP bukanlah faktor peringkat yang secara langsung mendongkrak posisi situs di hasil pencarian.

Implikasinya, pengelola situs web tidak perlu lagi terlalu memusingkan implementasi AMP ketika tujuan utamanya adalah meningkatkan kecepatan, peringkat, atau visibilitas di SERP. Fokus kini beralih ke aspek-aspek yang lebih fundamental dari performa web.

Analisis Dampak: Apa yang Terjadi Saat Situs Meninggalkan AMP?

Beberapa studi kasus menunjukkan bahwa meninggalkan AMP tidak selalu berujung pada penurunan performa yang signifikan. Irish Independent News & Media, bersama dengan sister company-nya, Belfast Telegraph dan Sunday World, melakukan pengujian dengan menonaktifkan AMP sebelum pembaruan Core Web Vitals diluncurkan.

Menurut laporan dari Press Gazette UK, Head of SEO Independent, Dan Smullen, menyatakan bahwa penonaktifan AMP tidak berdampak negatif pada lalu lintas secara keseluruhan. Namun, mereka mencatat adanya penurunan pengguna baru (new users) yang cukup signifikan, berkisar antara 40% hingga 50%.

Menariknya, saat mereka memutuskan untuk mengaktifkan kembali AMP, Google justru merilis pembaruan Core Web Vitals. Hasilnya, lalu lintas dan jumlah pengguna The Independent kembali normal, bahkan melampaui kondisi saat AMP masih aktif. Ini mengindikasikan bahwa faktor lain, seperti performa halaman yang diukur oleh CWV, memiliki pengaruh yang lebih besar.

Studi serupa juga dilakukan oleh Future plc Inc., sebuah penerbit majalah. Mereka menguji dampak penonaktifan AMP terhadap lalu lintas dan pendapatan. Dikutip dari Digiday, Stuart Forrest, Director of Audience Operations Future, melaporkan bahwa percobaan ini tidak memberikan dampak negatif pada lalu lintas maupun pendapatan. Penurunan jumlah tayangan dari perangkat seluler juga tidak terjadi.

Search Engine Land juga melaporkan pengalaman serupa, di mana perpindahan mereka dari format AMP tidak mempengaruhi lalu lintas maupun peringkat pencarian. Pengalaman-pengalaman ini secara konsisten menunjukkan bahwa ketiadaan AMP tidak secara otomatis menurunkan visibilitas konten, bahkan di fitur-fitur yang sebelumnya dianggap eksklusif untuk halaman AMP.

Kesimpulannya, data dari berbagai sumber menunjukkan bahwa situs web dapat tetap bersaing dan mempertahankan visibilitasnya tanpa AMP. Penonaktifan AMP tidak secara inheren merugikan lalu lintas, peringkat, atau peluang tampil di Top Stories Carousel, terutama setelah Google menekankan pentingnya Core Web Vitals.

Fokus Baru: Faktor Penentu Peringkat yang Lebih Penting dari AMP

Meskipun AMP tidak lagi menjadi bintang utama, Google tetap sangat peduli dengan kecepatan dan pengalaman pengguna. Pergeseran fokus ini membawa kita pada dua pilar utama yang kini lebih penting untuk diperhatikan:

1. Core Web Vitals (CWV): Ukuran Kualitas Pengalaman Halaman Web

Core Web Vitals adalah seperangkat metrik yang dikembangkan Google untuk mengukur pengalaman pengguna secara langsung di halaman web. Metrik ini mencakup:

  • Largest Contentful Paint (LCP): Mengukur waktu pemuatan elemen konten utama yang terlihat di viewport. Tujuannya adalah agar LCP kurang dari 2.5 detik.
  • First Input Delay (FID): Mengukur waktu respons situs web terhadap interaksi pertama pengguna, seperti mengklik tombol atau tautan. Tujuannya adalah agar FID kurang dari 100 milidetik.
  • Cumulative Layout Shift (CLS): Mengukur stabilitas visual halaman web selama pemuatan. Tujuannya adalah agar CLS kurang dari 0.1.

Mengoptimalkan metrik-metrik ini secara langsung berkontribusi pada pengalaman pengguna yang lebih baik, yang merupakan faktor penting bagi Google. Halaman yang memenuhi standar CWV cenderung memberikan pengalaman yang lebih menyenangkan, membuat pengunjung betah lebih lama dan berinteraksi lebih aktif.

Untuk memastikan halaman Anda berkinerja baik, sangat penting untuk memantau skor CWV Anda secara berkala. Gunakan alat seperti Google Search Console (bagian Page Experience) atau PageSpeed Insights untuk mengidentifikasi halaman mana yang memerlukan perbaikan. Dengan pemahaman yang jelas tentang skor CWV, Anda dapat mengambil tindakan perbaikan yang tepat sasaran, mulai dari optimasi gambar, perbaikan kode, hingga peningkatan kecepatan server.

2. Interaktivitas dan Keterlibatan Pengguna (User Engagement)

Kecepatan saja tidak cukup. Google juga memperhatikan bagaimana pengguna berinteraksi dengan konten Anda. Pengalaman pengguna yang positif melampaui sekadar waktu muat yang cepat; ia mencakup bagaimana pengguna merasa terlibat dan dihargai saat berada di situs Anda.

Elemen interaktif dan fitur yang dirancang untuk menjaga pengguna tetap terlibat adalah kunci. Ini bisa berupa:

  • Navigasi yang intuitif dan mudah digunakan, memungkinkan pengguna menemukan konten lain dengan cepat.
  • Fitur "instant swipe" antar artikel, memberikan pengalaman membaca yang mulus seperti di aplikasi seluler.
  • Infinite scroll yang memungkinkan konten dimuat secara otomatis saat pengguna menggulir ke bawah, menjaga alur bacaan tanpa henti.
  • Tombol ajakan bertindak (Call to Action/CTA) yang jelas dan menarik, mendorong interaksi lebih lanjut.
  • Konten yang kaya dan menarik, seperti video, infografis, atau elemen interaktif lainnya yang membuat pengunjung betah.

Fokus pada interaktivitas dan keterlibatan pengguna akan membuat situs Anda tidak hanya cepat tetapi juga menyenangkan untuk dijelajahi. Pengguna yang merasa terhubung dengan konten Anda cenderung menghabiskan lebih banyak waktu, menjelajahi lebih banyak halaman, dan kembali lagi di kemudian hari. Ini adalah sinyal positif bagi Google bahwa situs Anda memberikan nilai yang tinggi.

Kesimpulan: Selamat Tinggal AMP, Selamat Datang Pengalaman Pengguna Berkualitas

Era di mana lambang petir AMP menjadi penentu utama visibilitas tampaknya telah berlalu. Dengan pergeseran fokus Google ke Core Web Vitals dan pengalaman pengguna secara keseluruhan, pengelola situs kini memiliki peluang lebih besar untuk bersaing tanpa harus terbebani oleh kompleksitas implementasi AMP.

Memutuskan untuk meninggalkan AMP tidak akan serta merta menurunkan peringkat atau lalu lintas Anda. Sebaliknya, fokuslah pada metrik Core Web Vitals untuk memastikan kecepatan dan stabilitas halaman Anda. Selain itu, ciptakan interaktivitas dan fitur yang membuat pengguna betah dan terlibat dengan konten Anda.

Dengan strategi yang tepat, Anda dapat meningkatkan performa situs Anda di mata Google dan pengunjung, memastikan situs Anda tetap relevan dan unggul di lanskap digital yang terus berkembang.

Bagaimana pengalaman Anda dengan AMP? Apakah Anda sudah beralih fokus ke Core Web Vitals? Bagikan pemikiran Anda di kolom komentar di bawah atau bergabunglah dengan komunitas kami untuk berdiskusi lebih lanjut.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apakah AMP benar-benar tidak lagi mempengaruhi ranking Google?

Google telah mengkonfirmasi bahwa AMP bukan lagi faktor peringkat langsung. Fokus utama kini adalah pada metrik Page Experience, termasuk Core Web Vitals.

2. Apa yang harus saya prioritaskan jika tidak lagi menggunakan AMP?

Prioritaskan optimasi Core Web Vitals (LCP, FID, CLS) dan tingkatkan interaktivitas serta keterlibatan pengguna di situs Anda.

3. Apakah situs tanpa AMP masih bisa muncul di Google News Top Stories?

Ya, sejak pembaruan algoritma Page Experience, semua halaman konten memiliki peluang untuk muncul di Top Stories Carousel, terlepas dari apakah mereka menggunakan AMP atau tidak, asalkan memenuhi standar yang ditetapkan Google.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang