Bagaimana Menyusun Desain Website Yang User-Friendly

Jasa Pembuatan Website Murah

Pernah nggak sih kamu masuk ke sebuah website dan langsung merasa betah? Navigasinya mudah, informasinya jelas, tampilannya menarik… Rasanya pengen berlama-lama di sana, kan?

Sebaliknya, pernah juga kan nemuin website yang bikin frustrasi? Loadingnya lama, informasinya berantakan, desainnya bikin sakit mata… Pengennya langsung kabur aja!

Nah, pengalaman online yang nyaman dan menyenangkan itu nggak terjadi begitu aja. Semua itu berkat bagaimana menyusun desain website yang user-friendly. Website yang user-friendly itu bukan cuma soal estetika, tapi juga soal fungsionalitas dan kemudahan penggunaan.

Di artikel ini, kita bakal bedah tuntas bagaimana menyusun desain website yang user-friendly. Kita akan bahas prinsip-prinsip dasarnya, elemen-elemen pentingnya, dan tips praktisnya. Jadi, siap bikin website-mu jadi favorit pengunjung? Yuk, simak!

Pentingnya Desain Website yang User-Friendly

Kenapa sih desain website yang user-friendly itu penting banget? Bayangin aja, website itu kayak toko online-mu. Kalau tokonya berantakan, pengunjung pasti males masuk dan akhirnya pergi ke toko lain. Sama halnya dengan website, kalau desainnya nggak user-friendly, pengunjung akan langsung bounce dan mencari informasi di tempat lain.

Berikut beberapa alasan kenapa desain website yang user-friendly itu krusial:

  • Meningkatkan Kepuasan Pengguna: Pengguna yang merasa nyaman dan mudah menggunakan website-mu akan lebih puas dan cenderung kembali lagi.
  • Meningkatkan Engagement: Desain yang baik akan membuat pengguna lebih tertarik untuk menjelajahi website-mu lebih dalam dan berinteraksi dengan konten yang ada.
  • Meningkatkan Konversi: Kalau pengguna mudah menemukan apa yang mereka cari dan prosesnya lancar, kemungkinan mereka untuk melakukan konversi (misalnya, membeli produk, mendaftar newsletter, atau menghubungi kamu) akan meningkat.
  • Meningkatkan Ranking di Mesin Pencari: Google dan mesin pencari lainnya menyukai website yang user-friendly. Semakin baik pengalaman pengguna di website-mu, semakin tinggi kemungkinan website-mu untuk muncul di halaman pertama hasil pencarian.
  • Membangun Brand Image yang Positif: Website yang profesional dan user-friendly akan memberikan kesan positif tentang brand-mu dan meningkatkan kepercayaan pelanggan.

Prinsip Dasar Desain Website yang User-Friendly

Sebelum kita masuk ke elemen-elemen desain, penting untuk memahami prinsip-prinsip dasarnya terlebih dahulu. Prinsip-prinsip ini akan menjadi panduanmu dalam membuat desain yang efektif dan berpusat pada pengguna.

Fokus pada Pengguna

Prinsip utama desain user-friendly adalah selalu memprioritaskan kebutuhan dan keinginan pengguna. Pahami siapa target audiensmu, apa yang mereka cari di website-mu, dan bagaimana mereka menggunakan website-mu.

  • Lakukan riset pengguna: Cari tahu apa yang mereka butuhkan dan inginkan.
  • Buat persona pengguna: Gambarkan profil ideal pengguna website-mu.
  • Uji desainmu dengan pengguna: Dapatkan feedback langsung dari pengguna tentang desainmu.

Kesederhanaan

Desain yang sederhana dan minimalis cenderung lebih user-friendly. Hindari elemen-elemen yang tidak perlu dan fokus pada hal-hal yang penting.

  • Gunakan whitespace: Berikan ruang kosong yang cukup agar elemen-elemen desain tidak terasa penuh dan mudah dibaca.
  • Batasi jumlah warna: Gunakan palet warna yang konsisten dan tidak terlalu ramai.
  • Hindari animasi yang berlebihan: Animasi bisa menarik perhatian, tapi terlalu banyak animasi justru bisa mengganggu.

Konsistensi

Konsistensi dalam desain akan membantu pengguna untuk lebih mudah memahami dan menggunakan website-mu. Gunakan elemen-elemen desain yang sama di seluruh halaman website.

  • Gunakan font yang sama: Pilih font yang mudah dibaca dan gunakan secara konsisten di seluruh website.
  • Gunakan gaya visual yang sama: Pastikan semua elemen visual, seperti ikon dan gambar, memiliki gaya yang seragam.
  • Gunakan layout yang konsisten: Atur tata letak halaman website dengan cara yang sama agar pengguna mudah mengenali pola dan menemukan informasi yang mereka cari.
Baca Juga:  Cara Memulai Bisnis Jasa Pembuatan Website Dari Nol

Kejelasan

Pastikan semua informasi di website-mu mudah dipahami dan dicerna. Gunakan bahasa yang jelas dan ringkas, serta hindari jargon teknis yang sulit dimengerti.

  • Gunakan heading dan subheading: Bagi konten menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan mudah dibaca.
  • Gunakan bullet points dan daftar bernomor: Sajikan informasi dalam format yang terstruktur dan mudah dipahami.
  • Gunakan visual: Tambahkan gambar, video, atau infografis untuk memperjelas informasi.

Aksesibilitas

Pastikan website-mu dapat diakses oleh semua orang, termasuk mereka yang memiliki disabilitas. Ikuti pedoman aksesibilitas web (WCAG) untuk memastikan website-mu ramah bagi semua pengguna.

  • Berikan teks alternatif untuk gambar: Deskripsikan gambar dengan teks alternatif agar pengguna dengan gangguan penglihatan dapat memahami isi gambar.
  • Gunakan kontras warna yang cukup: Pastikan teks mudah dibaca dengan latar belakang yang kontras.
  • Sediakan navigasi yang mudah digunakan dengan keyboard: Pastikan pengguna dapat menjelajahi website-mu tanpa menggunakan mouse.

Elemen Penting Desain Website yang User-Friendly

Setelah memahami prinsip-prinsip dasarnya, sekarang kita akan membahas elemen-elemen penting yang perlu diperhatikan dalam bagaimana menyusun desain website yang user-friendly.

Navigasi

Navigasi adalah kunci untuk membantu pengguna menemukan apa yang mereka cari di website-mu. Buat navigasi yang jelas, intuitif, dan mudah digunakan.

  • Menu utama yang jelas: Tempatkan menu utama di bagian atas halaman dan gunakan label yang jelas dan mudah dipahami.
  • Search bar: Sediakan search bar agar pengguna dapat mencari informasi dengan cepat dan mudah.
  • Breadcrumbs: Gunakan breadcrumbs untuk membantu pengguna melacak lokasi mereka di website.
  • Footer yang informatif: Tempatkan informasi penting di footer, seperti tautan ke halaman kontak, halaman kebijakan privasi, dan peta situs.

Layout

Layout adalah tata letak elemen-elemen desain di halaman website. Buat layout yang terstruktur, seimbang, dan mudah dipindai.

  • Gunakan grid system: Grid system akan membantu kamu mengatur elemen-elemen desain dengan rapi dan terstruktur.
  • Perhatikan visual hierarchy: Atur elemen-elemen desain berdasarkan tingkat kepentingannya. Gunakan ukuran, warna, dan kontras untuk menarik perhatian pengguna ke elemen-elemen yang paling penting.
  • Gunakan whitespace: Berikan ruang kosong yang cukup agar elemen-elemen desain tidak terasa penuh dan mudah dibaca.

Warna

Warna dapat mempengaruhi emosi dan persepsi pengguna. Pilih warna yang sesuai dengan brand-mu dan gunakan secara konsisten di seluruh website.

  • Pilih palet warna yang harmonis: Gunakan alat bantu online untuk menemukan palet warna yang cocok.
  • Perhatikan kontras warna: Pastikan teks mudah dibaca dengan latar belakang yang kontras.
  • Gunakan warna untuk menyoroti elemen penting: Gunakan warna yang berbeda untuk menarik perhatian pengguna ke tombol call-to-action atau elemen-elemen penting lainnya.

Tipografi

Tipografi adalah seni mengatur teks agar mudah dibaca dan menarik secara visual. Pilih font yang sesuai dengan brand-mu dan gunakan secara konsisten di seluruh website.

  • Pilih font yang mudah dibaca: Hindari font yang terlalu dekoratif atau sulit dibaca.
  • Gunakan ukuran font yang sesuai: Pastikan teks mudah dibaca di berbagai ukuran layar.
  • Perhatikan line height dan letter spacing: Atur line height dan letter spacing agar teks tidak terlalu rapat atau terlalu renggang.

Gambar dan Video

Gambar dan video dapat memperkaya konten website-mu dan menarik perhatian pengguna. Gunakan gambar dan video yang berkualitas tinggi dan relevan dengan konten.

  • Optimalkan ukuran gambar: Kompres ukuran gambar agar website-mu tidak lambat dimuat.
  • Berikan teks alternatif untuk gambar: Deskripsikan gambar dengan teks alternatif agar pengguna dengan gangguan penglihatan dapat memahami isi gambar.
  • Gunakan video dengan bijak: Jangan terlalu banyak menggunakan video karena dapat memperlambat loading website.
Baca Juga:  Cara Menggunakan User Feedback Untuk Meningkatkan Website Bisnis Anda

Call-to-Action (CTA)

Call-to-action adalah ajakan kepada pengguna untuk melakukan tindakan tertentu, seperti membeli produk, mendaftar newsletter, atau menghubungi kamu. Buat CTA yang jelas, menarik, dan mudah ditemukan.

  • Gunakan kata-kata yang persuasif: Gunakan kata-kata yang mendorong pengguna untuk melakukan tindakan yang kamu inginkan.
  • Gunakan warna yang kontras: Gunakan warna yang berbeda untuk membuat CTA menonjol.
  • Tempatkan CTA di tempat yang strategis: Tempatkan CTA di tempat yang mudah dilihat dan diakses oleh pengguna.

Tips Praktis Menyusun Desain Website yang User-Friendly

Berikut beberapa tips praktis yang bisa kamu terapkan dalam bagaimana menyusun desain website yang user-friendly:

  • Mobile-First Design: Desain website-mu untuk perangkat mobile terlebih dahulu, baru kemudian sesuaikan untuk perangkat desktop. Semakin banyak orang mengakses internet melalui perangkat mobile, jadi penting untuk memastikan website-mu responsif dan mudah digunakan di perangkat mobile.
  • Kecepatan Loading Website: Optimalkan kecepatan loading website-mu. Website yang lambat dimuat akan membuat pengguna frustrasi dan meninggalkan website-mu.
  • Uji Desainmu Secara Teratur: Uji desainmu dengan pengguna secara teratur untuk mendapatkan feedback dan melakukan perbaikan.
  • Gunakan Tools Analitik: Gunakan tools analitik seperti Google Analytics untuk melacak perilaku pengguna di website-mu dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.
  • Inspirasi dari Website Lain: Cari inspirasi dari website lain yang kamu anggap user-friendly. Perhatikan bagaimana mereka mengatur navigasi, layout, dan elemen-elemen desain lainnya.
  • Perbarui Desain Secara Berkala: Tren desain web terus berubah, jadi penting untuk memperbarui desain website-mu secara berkala agar tetap relevan dan modern.
  • Pertimbangkan Jasa Pembuatan Website Profesional: Jika kamu merasa kesulitan atau tidak punya waktu untuk mendesain website sendiri, pertimbangkan untuk menggunakan jasa pembuatan website profesional seperti Kerjakode.com. Mereka memiliki tim ahli yang berpengalaman dalam membuat website yang user-friendly dan efektif.

Penting juga untuk diingat bahwa bagaimana menyusun desain website yang user-friendly adalah proses yang berkelanjutan. Kamu perlu terus belajar, bereksperimen, dan beradaptasi dengan perubahan tren dan teknologi.

Salah satu aspek penting dalam desain website adalah memastikan bahwa website tersebut mudah dinavigasi dan memberikan pengalaman yang optimal bagi pengguna. Untuk itu, penting untuk memahami Bagaimana Menyusun Desain Website yang User-Friendly agar website Anda tidak hanya menarik secara visual tetapi juga fungsional.

Kesimpulan

Bagaimana menyusun desain website yang user-friendly adalah kunci untuk kesuksesan online. Dengan fokus pada pengguna, kesederhanaan, konsistensi, kejelasan, dan aksesibilitas, kamu dapat membuat website yang disukai pengguna dan membantu mencapai tujuan bisnismu. Ingatlah untuk selalu menguji desainmu, mengoptimalkan kecepatan loading website, dan memperbarui desain secara berkala.

Punya pengalaman menarik tentang website yang user-friendly? Atau punya pertanyaan seputar desain website? Yuk, share di kolom komentar! Kami tunggu cerita dan pendapatmu. Dan jika kamu butuh bantuan profesional untuk mewujudkan website impianmu, jangan ragu untuk menghubungi Kerjakode.com.

FAQ

1. Apa itu user-friendly?

User-friendly adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang mudah digunakan dan dipahami oleh pengguna. Dalam konteks website, user-friendly berarti website tersebut mudah dinavigasi, informatif, dan memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengguna.

2. Bagaimana cara menguji apakah website saya user-friendly?

Ada beberapa cara untuk menguji apakah website-mu user-friendly:

  • Mintalah feedback dari teman atau kolega: Minta mereka untuk menggunakan website-mu dan berikan feedback tentang pengalaman mereka.
  • Lakukan user testing: Rekrut beberapa pengguna untuk menggunakan website-mu dan amati bagaimana mereka berinteraksi dengan website-mu.
  • Gunakan tools analitik: Gunakan tools analitik seperti Google Analytics untuk melacak perilaku pengguna di website-mu dan mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.

3. Berapa biaya untuk membuat website yang user-friendly?

Biaya untuk membuat website yang user-friendly bervariasi tergantung pada kompleksitas website, fitur yang dibutuhkan, dan jasa pembuatan website yang kamu gunakan. Kamu bisa mendapatkan penawaran harga yang lebih akurat dengan menghubungi jasa pembuatan website seperti Kerjakode.com dan menjelaskan kebutuhanmu.

Ingin Memiliki Website untuk Bisnis Anda?

Kami hadir sebagai solusi jasa pembuatan website yang cepat, menarik, dan siap bantu perkembangan bisnismu.

Tags:

Bagikan ini:

Picture of Ajie Kusumadhany

Ajie Kusumadhany

SEO Specialist | Mahasiswa Teknik Informatika | Membahas Teknik Informatika & Pemrograman | Optimasi Konten Berbasis Data | Web Developer Enthusiast

Anda mungkin menyukainya