Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Cara Mudah Menemukan dan Memperbaiki Broken Link Website

Pernahkah Anda mengklik sebuah tautan di website, berharap menemukan informasi menarik, namun malah disambut dengan halaman error atau notifikasi "Page No...

Cara Mudah Menemukan dan Memperbaiki Broken Link Website

Pernahkah Anda mengklik sebuah tautan di website, berharap menemukan informasi menarik, namun malah disambut dengan halaman error atau notifikasi "Page Not Found"? Pengalaman ini tentu sangat menjengkelkan, bukan? Bagi pemilik website, masalah seperti ini dikenal sebagai broken link atau tautan rusak. Keberadaan tautan rusak bukan sekadar mengganggu kenyamanan pengunjung, tetapi juga membawa dampak negatif serius bagi kesehatan SEO website Anda.

Memiliki website yang mulus dan informatif adalah dambaan setiap pebisnis online. Namun, seiring berjalannya waktu dan dinamika pembaruan konten, tautan yang tadinya berfungsi baik bisa saja menjadi rusak. Ini bisa terjadi karena berbagai alasan, mulai dari perubahan URL halaman, kesalahan pengetikan saat membuat tautan, hingga konten yang dihapus begitu saja. Jika dibiarkan, broken link dapat membuat pengunjung frustrasi, meninggalkan website Anda, dan yang lebih parah, merusak peringkat pencarian di mesin telusur. Artikel ini akan memandu Anda secara praktis bagaimana menemukan dan memperbaiki broken link di website Anda agar pengalaman pengguna tetap optimal dan SEO Anda terjaga.

Mengapa Tautan Internal dan Eksternal Sangat Penting untuk SEO?

Sebelum menyelami cara mengatasi broken link, mari kita pahami dulu mengapa tautan, baik internal maupun eksternal, memegang peranan krusial dalam strategi SEO.

Tautan Internal Fondasi Struktur Website

Tautan internal adalah tautan yang mengarah dari satu halaman di website Anda ke halaman lain di website yang sama. Fungsinya sangat vital.

  • Membantu Mesin Pencari Mengenali Struktur Website

    Google dan mesin pencari lainnya menggunakan tautan internal untuk menjelajahi (crawl) dan mengindeks halaman-halaman di website Anda. Semakin baik struktur tautan internal, semakin mudah mesin pencari memahami hierarki dan hubungan antar halaman.

  • Meningkatkan Pengalaman Pengguna (User Experience)

    Tautan internal memungkinkan pengunjung untuk bernavigasi dengan mudah antar halaman yang relevan. Ini membuat mereka betah berlama-lama di website Anda dan menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan lebih efisien.

  • Mendistribusikan "Link Equity" atau "PageRank"

    Saat sebuah halaman memiliki banyak tautan masuk (backlink) dari website lain, ia akan memiliki otoritas yang lebih tinggi. Tautan internal memungkinkan otoritas ini disebarkan ke halaman lain di website Anda, membantu halaman-halaman tersebut juga mendapatkan peringkat yang lebih baik.

Tautan Eksternal Membangun Kredibilitas dan Jaringan

Tautan eksternal adalah tautan yang mengarah dari website Anda ke website lain. Meskipun terdengar berlawanan dengan tujuan membawa pengunjung bertahan di situs Anda, tautan eksternal memiliki manfaat tersendiri.

  • Menunjuk Sumber Informasi yang Kredibel

    Saat Anda mengutip data, statistik, atau pendapat dari sumber lain yang terpercaya, menautkannya secara eksternal akan meningkatkan kredibilitas konten Anda di mata pembaca dan mesin pencari.

  • Menunjukkan Relevansi Topik

    Menautkan ke sumber eksternal yang relevan dapat membantu mesin pencari memahami konteks dan topik dari konten Anda.

  • Membangun Hubungan dengan Website Lain

    Memberikan tautan keluar ke website lain yang relevan terkadang dapat membuka peluang kolaborasi atau interaksi di masa depan.

Apa Itu Broken Link dan Mengapa Harus Diwaspadai?

Broken link adalah tautan yang ketika diklik tidak mengarah ke halaman yang dituju, melainkan menampilkan pesan error. Pesan error ini biasanya berupa kode status HTTP seperti 404 Not Found, 500 Internal Server Error, atau pesan lain yang menandakan halaman tidak dapat diakses.

Tautan rusak bisa berupa:

  • Internal Broken Link: Tautan dari halaman di website Anda ke halaman lain di website yang sama, namun halaman tujuan tidak lagi ada atau URL-nya berubah.
  • External Broken Link: Tautan dari website Anda ke website lain, namun halaman tujuan di website eksternal tersebut sudah tidak ada atau URL-nya berubah.

Membiarkan broken link bergentayangan di website Anda dapat menimbulkan berbagai dampak negatif yang merugikan.

Dampak Buruk Keberadaan Broken Link

  1. Pengalaman Pengguna yang Buruk Saat pengunjung mengklik tautan yang rusak, mereka akan merasa kecewa dan frustrasi. Hal ini dapat menyebabkan mereka segera meninggalkan website Anda dan beralih ke pesaing.

  2. Hilangnya Potensi Trafik Tautan internal yang rusak berarti mesin pencari tidak dapat menemukan dan mengindeks halaman-halaman penting di website Anda. Ini akan mengurangi potensi trafik organik yang seharusnya bisa Anda dapatkan.

  3. Efek Negatif pada Peringkat SEO Mesin pencari menganggap website yang penuh dengan tautan rusak sebagai website yang tidak terawat atau berkualitas rendah. Ini dapat menurunkan otoritas website Anda dan berdampak buruk pada peringkat di hasil pencarian.

  4. Pemborosan "Link Equity" Tautan internal yang rusak tidak dapat menyalurkan "link equity" dari halaman sumber ke halaman tujuan. Ini berarti potensi peningkatan peringkat halaman tujuan hilang begitu saja.

Penyebab Umum Munculnya Broken Link

Memahami akar permasalahan adalah langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat. Ada beberapa alasan umum mengapa broken link bisa muncul di website Anda.

1. Perubahan atau Penghapusan URL Halaman

Ini adalah penyebab paling umum. Ketika Anda mengubah URL sebuah halaman (misalnya dari domainanda.com/tentang-kami menjadi domainanda.com/mengenai-kami) atau menghapus halaman tersebut tanpa melakukan penyesuaian pada tautan yang mengarah padanya, tautan lama tersebut akan menjadi rusak.

2. Kesalahan Pengetikan atau Copy-Paste URL

Manusia kerap melakukan kesalahan. Kesalahan ketik saat membuat tautan, seperti salah mengeja nama domain, lupa menambahkan ekstensi .html, atau salah memasukkan karakter, dapat langsung menciptakan broken link. Demikian pula saat menyalin URL, spasi tambahan atau karakter yang terpotong bisa menjadi masalah.

3. Tautan ke Konten Eksternal yang Sudah Tidak Ada

Website lain juga mengalami pembaruan. Halaman yang tadinya ada di website eksternal bisa saja dihapus atau dipindahkan. Jika website Anda menautkan ke halaman tersebut, tautan eksternal Anda akan menjadi rusak.

4. Perubahan Struktur URL Website Tanpa Redirect

Saat melakukan perombakan besar pada struktur URL website (misalnya mengubah dari domainanda.com/kategori/nama-artikel menjadi domainanda.com/nama-artikel), jika tidak dilakukan pengalihan (redirect) yang tepat dari URL lama ke URL baru, semua tautan internal yang masih menggunakan struktur lama akan menjadi rusak.

5. Masalah Teknis pada Elemen Halaman

Terkadang, broken link bukan hanya berasal dari tautan teks, tetapi juga dari elemen lain yang gagal dimuat, seperti gambar, skrip JavaScript, atau stylesheet CSS. Jika elemen-elemen ini tidak dapat diakses, halaman yang menggunakannya bisa mengalami error, termasuk tautan di dalamnya. Malfungsi pada plugin atau tema website juga bisa menjadi penyebabnya.

Cara Praktis Menemukan Broken Link di Website Anda

Memeriksa setiap tautan di website secara manual jelas memakan waktu dan tidak efisien, terutama untuk website yang besar. Untungnya, ada beberapa alat dan metode yang bisa Anda gunakan untuk menemukan broken link dengan cepat dan akurat.

1. Manfaatkan Google Search Console

Jika website Anda sudah terdaftar dan terverifikasi di Google Search Console (GSC), Anda memiliki akses ke laporan yang sangat berharga.

  • Akses Laporan Cakupan (Coverage Report) Masuk ke akun Google Search Console Anda, lalu navigasikan ke bagian "Indeks" dan pilih "Cakupan". Di sini, Anda akan melihat ringkasan status pengindeksan halaman website Anda.

  • Identifikasi Error "Not Found (404)" Perhatikan bagian "Error". Cari jenis error seperti "Not Found (404)". Laporan ini akan menampilkan URL yang dilaporkan oleh Googlebot sebagai tidak dapat diakses.

  • Periksa Halaman Perujuk (Referring Pages) Klik pada error 404 yang teridentifikasi. GSC akan menampilkan daftar URL yang mengarah ke tautan rusak tersebut. Anda juga bisa melihat halaman mana saja di website Anda yang menautkan ke URL yang bermasalah.

Menggunakan GSC sangat efektif untuk menemukan broken internal link yang paling sering ditemukan oleh Google.

2. Gunakan Alat Crawling Website seperti Screaming Frog

Screaming Frog SEO Spider adalah tool website crawler yang sangat populer di kalangan praktisi SEO. Alat ini dapat menjelajahi website Anda secara mendalam dan mengumpulkan berbagai data penting, termasuk broken link.

  • Unduh dan Instal Screaming Frog Anda bisa mengunduh versi gratisnya yang memiliki batasan hingga 500 URL. Jika website Anda lebih besar, pertimbangkan untuk membeli lisensinya.

  • Jalankan Crawling Masukkan URL utama website Anda di kolom yang tersedia, lalu klik "Start". Tunggu hingga proses crawling selesai.

  • Temukan Tautan Rusak Setelah selesai, navigasikan ke tab "Response Codes". Filter berdasarkan "Client Error (4xx)" atau "Server Error (5xx)". Ini akan menampilkan semua tautan yang menghasilkan kode error.

  • Lihat Halaman Sumber Tautan Klik pada salah satu URL yang bermasalah, lalu lihat tab "Inlinks" di bagian bawah. Tab ini akan menunjukkan halaman-halaman mana saja di website Anda yang menautkan ke URL yang rusak tersebut.

Screaming Frog memberikan gambaran yang sangat komprehensif mengenai broken link baik internal maupun eksternal.

3. Coba Alat Online Gratis Lainnya

Selain Screaming Frog, ada banyak alat online gratis yang bisa membantu Anda menemukan broken link:

  • Broken Link Checker Alat ini akan memindai website Anda dan melaporkan semua tautan yang rusak. Cukup masukkan URL website Anda dan mulai pemindaian.

  • Online Broken Link Checker (dari Ahrefs atau SEMrush) Platform SEO ternama seperti Ahrefs dan SEMrush juga menyediakan alat gratis untuk memeriksa tautan rusak. Alat ini biasanya memberikan laporan yang cukup detail.

Alat-alat ini sangat membantu untuk mendapatkan gambaran cepat mengenai kondisi tautan di website Anda.

Solusi Efektif Memperbaiki Broken Link

Setelah Anda berhasil menemukan daftar broken link, saatnya menerapkan solusi yang tepat untuk memperbaikinya.

1. Lakukan Redirect (Pengalihan)

Jika broken link disebabkan oleh perubahan URL halaman atau penghapusan halaman yang masih relevan, solusi terbaik adalah melakukan pengalihan.

  • 301 Redirect (Permanent Redirect) Ini adalah jenis pengalihan yang paling direkomendasikan. Gunakan 301 redirect untuk memberitahu mesin pencari bahwa halaman tersebut telah pindah secara permanen ke URL baru. Ini memastikan "link equity" tetap tersalurkan ke halaman baru. Anda bisa melakukannya melalui file .htaccess (untuk server Apache) atau menggunakan plugin redirect di WordPress.

  • 302 Redirect (Temporary Redirect) Gunakan ini jika perpindahan halaman bersifat sementara. Namun, untuk perbaikan broken link secara permanen, 301 lebih disukai.

Contoh: Jika domainanda.com/lama kini menjadi domainanda.com/baru, buat redirect 301 dari /lama ke /baru.

2. Perbarui Tautan Langsung

Untuk kasus kesalahan pengetikan URL atau jika halaman yang ditautkan masih ada tetapi URL-nya tidak sengaja salah ditulis, solusinya adalah mengedit langsung tautan tersebut.

  • Perbaiki Kesalahan Pengetikan Buka halaman yang berisi tautan rusak, edit tautan tersebut, dan masukkan URL yang benar. Pastikan tidak ada spasi tambahan atau karakter yang salah.

  • Update URL Eksternal Jika tautan eksternal rusak karena URL website lain berubah, coba cari URL baru halaman tersebut dan perbarui tautan Anda. Jika halaman tersebut sudah tidak ada sama sekali, pertimbangkan untuk menghapus tautan tersebut.

3. Hapus Tautan yang Tidak Perlu Lagi

Dalam beberapa situasi, tautan yang rusak merujuk ke halaman yang memang sudah tidak ada dan tidak relevan lagi.

  • Hapus Konten yang Tidak Relevan Jika tautan tersebut mengarah ke halaman yang sudah dihapus dan tidak ada penggantinya, maka hapus saja tautan tersebut dari halaman Anda. Ini akan membersihkan website dari potensi error.

  • Ganti dengan Tautan Alternatif Jika halaman yang ditautkan tidak ada lagi, tetapi informasinya masih relevan, cari sumber lain yang menyediakan informasi serupa dan ganti tautan Anda dengan yang baru.

4. Perbaiki Broken Elements

Jika broken link disebabkan oleh elemen halaman yang tidak bisa dimuat (gambar, skrip, dll.), Anda perlu menanganinya dari sisi teknis.

  • Periksa Path File Pastikan path ke file gambar, CSS, atau JavaScript sudah benar dan file-file tersebut ada di lokasi yang seharusnya.

  • Periksa Fungsi Plugin/Tema Jika masalah muncul setelah menginstal plugin atau memperbarui tema, coba nonaktifkan sementara untuk melihat apakah masalah teratasi. Jika ya, hubungi pengembang plugin/tema atau cari alternatif lain.

Kesimpulan

Broken link memang terdengar sepele, namun dampaknya terhadap pengalaman pengguna dan SEO website tidak bisa diabaikan. Dengan temuan yang tepat dan penerapan solusi yang cerdas, Anda dapat menjaga kesehatan website Anda. Jadwalkan pemeriksaan rutin, misalnya sebulan sekali, untuk memindai dan memperbaiki tautan yang rusak. Website yang terawat baik tidak hanya disukai pengunjung, tetapi juga sangat dihargai oleh mesin pencari.

Jika Anda menemukan kesulitan dalam proses ini atau ingin mendiskusikan strategi SEO lainnya, jangan ragu untuk bergabung dalam komunitas para pegiat SEO.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Berapa sering saya harus memeriksa broken link di website?

Disarankan untuk memeriksa *broken link* setidaknya sebulan sekali. Untuk website yang sering diperbarui, pemeriksaan lebih sering bisa sangat membantu.

2. Apakah broken link pada halaman yang tidak terindeks (misalnya halaman draft) juga berbahaya?

Jika halaman tersebut memang sengaja tidak ingin diindeks dan tidak diakses oleh publik, *broken link* di dalamnya tidak akan berdampak langsung pada SEO. Namun, tetap disarankan untuk memperbaikinya agar struktur internal website tetap bersih.

3. Bagaimana cara mengetahui apakah broken link itu internal atau eksternal?

Saat Anda menemukan *broken link* menggunakan alat seperti Screaming Frog atau Google Search Console, Anda bisa melihat detailnya. Jika URL yang rusak dimulai dengan domain Anda sendiri, itu adalah *internal broken link*. Jika dimulai dengan domain lain, itu adalah *external broken link*.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang