Table of Contents
▼Pernahkah Anda merasa sebuah website terasa lambat saat pertama kali dibuka, padahal isinya terlihat menarik? Salah satu teknik yang sering digunakan untuk mempercepat tampilan awal adalah lazy loading, terutama untuk gambar. Namun, tahukah Anda bahwa teknik ini justru bisa menjadi bumerang dan menunda metrik penting bernama Largest Contentful Paint (LCP)? Artikel ini akan mengupas tuntas pernyataan dari perwakilan Google mengenai potensi negatif lazy loading terhadap LCP, serta bagaimana mengoptimalkannya agar tidak berdampak buruk pada pengalaman pengguna dan peringkat pencarian Anda.
Memahami Konsep Lazy Loading dan LCP
Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita samakan persepsi mengenai dua istilah kunci ini. Lazy loading adalah sebuah teknik yang menunda pemuatan elemen (biasanya gambar atau iframe) hingga elemen tersebut benar-benar dibutuhkan atau terlihat oleh pengguna. Tujuannya jelas: mengurangi beban awal saat halaman dimuat, sehingga pengguna bisa segera berinteraksi dengan bagian atas halaman (above-the-fold).
Di sisi lain, Largest Contentful Paint (LCP) adalah salah satu metrik inti dari Core Web Vitals. LCP mengukur waktu yang dibutuhkan oleh elemen konten terbesar pada tampilan awal (viewport) untuk dimuat sepenuhnya. Elemen terbesar ini bisa berupa gambar, video, atau blok teks berukuran besar. LCP yang cepat menunjukkan bahwa halaman Anda memuat konten utamanya dengan efisien, memberikan pengalaman positif bagi pengguna.
Idealnya, lazy loading dan LCP seharusnya bekerja sama untuk menciptakan pengalaman pengguna yang cepat dan mulus. Namun, ternyata ada skenario di mana keduanya justru bertabrakan.
Pernyataan Kunci dari Perwakilan Google
Para ahli di Google, termasuk Martin Splitt dan John Mueller, telah menyuarakan kekhawatiran mengenai penerapan lazy loading yang kurang tepat. Dalam diskusi mereka, terungkap bahwa lazy loading yang diterapkan secara default pada semua gambar, terutama yang berada di area above-the-fold, berpotensi besar untuk menunda LCP.
Bayangkan seperti ini: browser memiliki "tugas" untuk menampilkan konten secepat mungkin. Ketika sebuah gambar penting berada di bagian atas halaman, browser akan memprioritaskannya untuk diunduh dan ditampilkan lebih dulu. Namun, jika gambar tersebut diberi instruksi lazy loading, browser akan berpikir, "Tunggu dulu, gambar ini tidak perlu segera dimuat."
Hal ini menyebabkan penundaan. Browser harus menyelesaikan tugas-tugas lain terlebih dahulu sebelum akhirnya memuat gambar tersebut. Akibatnya, waktu yang dibutuhkan untuk menampilkan elemen konten terbesar menjadi lebih lama, sehingga metrik LCP pun ikut memburuk.
Martin Splitt memberikan contoh nyata dari website developers.google.com sendiri. Ia mengakui bahwa content management system yang mereka gunakan secara default menerapkan lazy loading pada semua gambar, sebuah praktik yang ia sebut "tidak bagus" jika tidak dikelola dengan benar.
Mengapa Lazy Loading Bisa Menghambat LCP?
Alasan utama di balik masalah ini adalah bagaimana browser memproses permintaan pemuatan konten. Secara bawaan, browser akan memindai halaman dan mengidentifikasi aset-aset penting yang perlu diunduh dengan prioritas tinggi. Gambar yang terlihat di awal halaman biasanya masuk dalam kategori ini.
Ketika Anda menambahkan atribut loading="lazy" pada gambar yang sebenarnya merupakan elemen LCP, Anda secara efektif memerintahkan browser untuk menunda pemuatan elemen prioritas tersebut. Browser mungkin akan menunggu hingga proses rendering halaman lebih lanjut selesai, atau bahkan menunggu interaksi pengguna, sebelum memutuskan untuk memuat gambar tersebut.
Perubahan urutan prioritas inilah yang menjadi akar masalahnya. Alih-alih menampilkan elemen terbesar dengan cepat, browser malah menundanya, yang secara langsung berdampak negatif pada skor LCP Anda.
Dampak pada User Experience dan Pergeseran Tata Letak
Penundaan LCP bukan hanya sekadar angka dalam metrik. Pengalaman pengguna yang buruk bisa menjadi konsekuensinya. Jika elemen konten terbesar yang seharusnya langsung terlihat justru baru muncul setelah beberapa saat, pengguna bisa merasa frustrasi.
Lebih buruk lagi, jika gambar yang tertunda tersebut tidak memiliki dimensi (lebar dan tinggi) yang ditetapkan, peramban tidak akan bisa mengalokasikan ruang yang tepat untuknya sebelum gambar dimuat. Saat gambar akhirnya muncul, tata letak halaman bisa bergeser secara tiba-tiba. Pergeseran tata letak yang tidak terduga ini dikenal sebagai Cumulative Layout Shift (CLS), yang juga merupakan metrik penting dalam Core Web Vitals.
Kombinasi LCP yang buruk dan CLS yang tinggi dapat sangat merusak pengalaman pengguna, membuat mereka cenderung meninggalkan situs Anda.
Kendala SEO dengan Berbagai Library Implementasi
Seiring berkembangnya teknologi web, banyak library dan plugin yang memudahkan pengembang untuk menerapkan lazy loading. Platform populer seperti WordPress, misalnya, kini telah mengadopsi lazy loading bawaan untuk gambar dan iframe. Ini berarti, secara otomatis, banyak website yang menggunakan WordPress kini menerapkan teknik ini tanpa perlu konfigurasi tambahan.
Meskipun kemudahan ini sangat membantu, penting untuk diingat bahwa implementasi bawaan ini mungkin tidak selalu optimal untuk semua skenario. Seperti yang diungkapkan Martin Splitt, adanya atribut bawaan di browser untuk lazy loading gambar dan iframe memang menyederhanakan banyak hal dan mengurangi kebutuhan akan JavaScript eksternal yang berat. Namun, ini tidak berarti bahwa semua penggunaan atribut `loading="lazy"` akan selalu aman untuk LCP.
Kuncinya terletak pada bagaimana atribut ini digunakan dan elemen mana yang menjadi targetnya. Jika library atau plugin tersebut secara otomatis menerapkan lazy loading pada gambar-gambar di bagian atas halaman tanpa pengecualian, maka risiko penundaan LCP sangatlah tinggi.
Memahami Atribut Loading Bawaan Browser
Browser modern mendukung atribut loading="lazy" dan loading="eager". Atribut eager (atau tanpa atribut sama sekali, yang seringkali diasumsikan sebagai eager) memberi tahu browser untuk memuat elemen segera. Sebaliknya, lazy memberi tahu browser untuk menundanya hingga elemen tersebut mendekati viewport.
Meskipun ini adalah fitur yang sangat berguna untuk menghemat data dan mempercepat pemuatan awal, kesalahpahaman dalam penerapannya dapat menyebabkan masalah performa yang signifikan, terutama terkait LCP.
Strategi Mengaudit dan Mengoptimalkan Lazy Loading
Untuk memastikan lazy loading Anda memberikan manfaat tanpa merusak metrik performa, audit dan optimasi adalah langkah yang krusial. Berikut beberapa cara yang bisa Anda lakukan:
1. Gunakan Google Search Console (GSC) untuk Audit Halaman
Google Search Console adalah alat yang sangat berharga untuk memahami bagaimana Google melihat halaman Anda. Fitur URL Inspection memungkinkan Anda untuk melihat pratinjau HTML yang dirender oleh Googlebot. Periksa apakah gambar yang seharusnya menjadi elemen LCP Anda telah dimuat dalam HTML awal atau justru tertunda.
Martin Splitt menyarankan untuk memastikan bahwa HTML yang ditampilkan berisi URL gambar di atribut sumber (src) dari tag gambar. Jika Anda melihat semua gambar tertunda atau hanya sebagian yang dimuat di awal, ini adalah tanda bahwa ada masalah dengan implementasi lazy loading Anda.
2. Identifikasi Elemen LCP Anda
Langkah pertama yang paling penting adalah mengidentifikasi elemen mana yang menjadi LCP di setiap halaman Anda. Gunakan alat seperti Google PageSpeed Insights, GTmetrix, atau WebPageTest untuk menganalisis performa halaman Anda. Alat-alat ini akan secara jelas menunjukkan elemen mana yang berkontribusi pada LCP.
Setelah Anda mengetahui elemen LCP, Anda bisa mulai membuat pengecualian untuk teknik lazy loading Anda.
3. Pengecualian untuk Elemen LCP
Ini adalah strategi yang paling direkomendasikan. Untuk gambar atau elemen lain yang teridentifikasi sebagai LCP, jangan terapkan lazy loading. Biarkan elemen-elemen ini dimuat secara "normal" (atau dengan prioritas tinggi) agar browser dapat menampilkannya secepat mungkin.
Cara melakukannya bervariasi tergantung pada implementasi Anda:
- Jika Anda menggunakan plugin atau framework, cari pengaturan yang memungkinkan Anda mengecualikan gambar tertentu dari lazy loading.
- Jika Anda menerapkan lazy loading secara manual menggunakan JavaScript, pastikan untuk tidak menerapkan kode Anda pada elemen LCP.
- Jika Anda mengandalkan atribut `loading="lazy"`, pastikan untuk menghapusnya dari tag gambar yang merupakan LCP.
4. Tetapkan Atribut Width dan Height untuk Gambar
Meskipun ini tidak secara langsung terkait dengan penundaan pemuatan, menetapkan atribut `width` dan `height` pada gambar sangat penting untuk mencegah CLS. Browser dapat mengalokasikan ruang yang tepat untuk gambar bahkan sebelum gambar tersebut dimuat. Ini akan menjaga tata letak halaman tetap stabil saat gambar muncul.
Pastikan semua gambar, terutama yang berada di area above-the-fold, memiliki atribut dimensi yang akurat.
5. Manfaatkan Preload Link untuk Aset Kritis
Untuk aset yang sangat penting, seperti font atau gambar LCP yang ukurannya relatif kecil namun krusial, Anda bisa menggunakan di bagian `
` dokumen HTML Anda. Ini memberi sinyal kepada browser bahwa elemen ini akan dibutuhkan segera dan harus diunduh dengan prioritas lebih tinggi lagi.
Contoh:
<link rel="preload" as="image" href="hero-image.jpg">
6. Uji Implementasi Anda Secara Berkala
Dunia digital terus berubah, dan algoritma browser serta praktik terbaik SEO juga demikian. Penting untuk secara berkala menguji kembali performa halaman Anda, terutama setelah pembaruan besar pada situs web Anda atau setelah menambahkan plugin baru.
Perhatikan tren LCP dan metrik performa lainnya. Jika Anda melihat penurunan kualitas, segera lakukan audit ulang dan sesuaikan strategi lazy loading Anda.
Dampak Terhadap Peringkat SEO
Pertanyaan yang sering muncul adalah, seberapa besar dampak buruk lazy loading yang salah ini terhadap peringkat SEO? Martin Splitt sendiri menganggap ini sebagai "faktor yang kecil dalam kebanyakan kasus."
Memang benar, Core Web Vitals (termasuk LCP dan CLS) berkontribusi pada peringkat SEO, tetapi biasanya bukan satu-satunya faktor penentu. Namun, jangan pernah meremehkan dampaknya. Di SERP yang sangat kompetitif, bahkan perbedaan kecil dalam performa dapat membuat perbedaan besar.
Jika situs web Anda memiliki banyak elemen yang tertunda atau mengalami pergeseran tata letak yang signifikan karena lazy loading yang tidak tepat, ini bisa menjadi sinyal negatif bagi Google. Pengalaman pengguna yang buruk cenderung membuat pengguna menghabiskan lebih sedikit waktu di situs Anda dan meningkatkan rasio pentalan (bounce rate), yang keduanya dapat memengaruhi peringkat.
Oleh karena itu, meskipun dampaknya mungkin kecil, mengoptimalkan LCP dan CLS melalui pengelolaan lazy loading yang cerdas adalah investasi yang sangat berharga untuk kesehatan SEO jangka panjang Anda.
Kesimpulan
Lazy loading adalah alat yang ampuh untuk meningkatkan kecepatan pemuatan halaman, tetapi seperti alat lainnya, ia harus digunakan dengan bijak. Menerapkan lazy loading secara membabi buta pada semua elemen, terutama yang berada di area penting tampilan awal, dapat berakibat fatal bagi metrik Largest Contentful Paint (LCP) dan pengalaman pengguna.
Pernyataan dari perwakilan Google menegaskan pentingnya mengidentifikasi elemen LCP Anda dan mengecualikannya dari teknik lazy loading. Dengan audit yang cermat, penetapan dimensi gambar yang benar, dan pengujian berkala, Anda dapat memanfaatkan kebaikan lazy loading sambil memastikan halaman Anda tetap cepat, responsif, dan ramah bagi mesin pencari.
Jangan lupa untuk selalu menguji implementasi Anda dan memantau performa LCP secara berkelanjutan. Bagikan pengalaman Anda dalam mengoptimalkan lazy loading di kolom komentar di bawah!
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
1. Apakah semua gambar harus di-lazy load?
Tidak. Gambar yang merupakan elemen Largest Contentful Paint (LCP) atau elemen penting lainnya yang berada di area above-the-fold sebaiknya tidak di-lazy load agar dimuat dengan cepat.
2. Bagaimana cara mengetahui elemen LCP saya?
Anda bisa menggunakan alat seperti Google PageSpeed Insights, GTmetrix, atau WebPageTest. Alat-alat ini akan menganalisis halaman Anda dan menunjukkan elemen mana yang berkontribusi pada LCP.
3. Apa dampak buruk utama dari lazy loading yang salah pada LCP?
Dampak utamanya adalah penundaan pemuatan elemen konten terbesar di tampilan awal, yang secara langsung meningkatkan skor LCP dan dapat merusak pengalaman pengguna.