Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Pahami Kode Status HTTP dan Optimasi SEO Website Anda

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah halaman web dan disambut oleh pesan error yang membingungkan seperti 404 atau 500? Di balik angka-angka tiga digit tersebut t...

Pahami Kode Status HTTP dan Optimasi SEO Website Anda

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah halaman web dan disambut oleh pesan error yang membingungkan seperti 404 atau 500? Di balik angka-angka tiga digit tersebut tersimpan informasi krusial tentang bagaimana sebuah situs web berinteraksi dengan browser dan search engine. Memahami kode status HTTP bukan hanya sekadar mengetahui istilah teknis, tetapi merupakan kunci penting dalam menjaga kesehatan SEO website Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu kode status HTTP, mengapa penting bagi SEO, kategori-kategorinya, hingga cara menanganinya agar website Anda selalu optimal dan disukai mesin pencari.

Apa Itu Kode Status HTTP?

Setiap kali Anda mengetikkan alamat web di browser atau mengklik sebuah tautan, browser Anda secara otomatis mengirimkan permintaan ke server tempat website tersebut berada. Server kemudian akan merespons permintaan tersebut dengan sebuah kode numerik tiga digit. Kode inilah yang kita kenal sebagai kode status HTTP (Hypertext Transfer Protocol).

Kode status ini berfungsi sebagai "bahasa" antara browser (klien) dan server. Ia memberitahukan apakah permintaan Anda berhasil dipenuhi, apakah ada masalah, atau apakah ada tindakan lain yang perlu dilakukan. Bagi pemilik website dan praktisi SEO, memahami kode-kode ini sangat vital karena mereka memberikan petunjuk langsung mengenai kondisi halaman web Anda dari perspektif search engine bot dan pengunjung.

Mengapa Kode Status HTTP Penting untuk SEO?

Search engine seperti Google menggunakan bot (crawler) untuk menjelajahi dan mengindeks miliaran halaman web di seluruh dunia. Ketika bot ini mengunjungi halaman Anda, kode status HTTP yang diterima server akan memengaruhi bagaimana halaman tersebut diperlakukan dalam proses pengindeksan dan peringkat.

Kode status yang positif (seperti 200 OK) menandakan bahwa halaman Anda sehat dan siap untuk diindeks. Sebaliknya, kode status error (seperti 404 Not Found atau 500 Internal Server Error) dapat menghalangi bot untuk mengakses konten Anda, merusak pengalaman pengguna, dan secara signifikan menurunkan peringkat SEO Anda. Mengelola kode status HTTP secara proaktif adalah bagian integral dari strategi teknis SEO yang efektif.

Kategori Utama Kode Status HTTP

Kode status HTTP dikategorikan ke dalam lima kelas utama, yang ditunjukkan oleh digit pertama dari angka tiga digit tersebut. Masing-masing kategori memiliki arti dan implikasi yang berbeda.

1xx: Informational (Informasional)

Kode dalam rentang ini memberitahukan bahwa permintaan klien sedang diterima dan diproses oleh server. Ini adalah respons sementara yang jarang terlihat oleh pengguna akhir.

2xx: Success (Sukses)

Ini adalah kategori yang paling diinginkan. Kode 2xx menandakan bahwa permintaan klien telah berhasil diterima dan diproses oleh server. Halaman web Anda dapat diakses dengan baik.

3xx: Redirection (Pengalihan)

Kode 3xx memberitahukan bahwa sumber daya yang diminta telah dipindahkan ke lokasi atau URL lain. Ini sering digunakan untuk mengarahkan pengguna atau bot dari URL lama ke URL baru.

4xx: Client Error (Kesalahan Klien)

Kategori ini menunjukkan bahwa ada kesalahan pada permintaan yang dikirim oleh klien (browser atau bot). Server tidak dapat menemukan atau memproses halaman yang diminta karena ada masalah di sisi pengguna atau URL yang salah.

5xx: Server Error (Kesalahan Server)

Kode 5xx berarti permintaan klien valid, tetapi server mengalami masalah internal dan tidak dapat memenuhi permintaan tersebut. Ini menandakan ada masalah teknis pada server Anda.

Kode Status HTTP Paling Krusial untuk SEO

Meskipun ada puluhan kode status HTTP, beberapa di antaranya memiliki dampak langsung dan signifikan terhadap upaya SEO Anda. Memahami dan mengelolanya adalah prioritas utama.

HTTP Status Code 200 OK

Ini adalah kode status ideal yang semua pemilik website inginkan. Kode 200 OK berarti server berhasil menemukan dan mengirimkan konten yang diminta oleh browser atau search engine bot. Halaman Anda dapat diakses tanpa masalah dan siap untuk diindeks. Jika Anda menemukan banyak halaman dengan kode status ini, itu pertanda baik untuk kesehatan SEO teknis website Anda.

HTTP Status Code 301 Moved Permanently

Kode 301 adalah pengalihan permanen. Ini memberi tahu browser dan search engine bahwa halaman web yang diminta telah pindah secara permanen ke URL baru. Pengalihan ini penting untuk SEO karena ia meneruskan sebagian besar "otoritas" atau "link juice" dari URL lama ke URL baru. Ini sangat berguna ketika Anda mengubah struktur URL, beralih dari HTTP ke HTTPS, menggabungkan konten, atau memindahkan seluruh situs ke domain baru.

Kesalahan umum dalam menggunakan 301 adalah mengalihkannya ke halaman beranda (homepage) secara sembarangan. Google bisa saja menganggap ini sebagai soft 404 jika kontennya tidak relevan. Pastikan pengalihan 301 selalu mengarah ke halaman yang memiliki konten serupa atau setidaknya relevan dengan URL sumbernya.

HTTP Status Code 302 Found (atau Temporary Redirect)

Berbeda dengan 301, kode 302 menunjukkan pengalihan yang bersifat sementara. Server memberi tahu browser untuk mengunjungi URL lain untuk saat ini, tetapi URL asli masih dianggap sebagai URL yang valid dan mungkin akan digunakan kembali di masa mendatang. Pengalihan 302 sering digunakan saat melakukan pemeliharaan situs sementara atau ketika menguji halaman baru sebelum diluncurkan secara permanen.

Secara SEO, 302 tidak meneruskan "link juice" sebanyak 301 karena search engine menganggapnya sementara. Namun, jika pengalihan 302 dibiarkan dalam jangka waktu yang sangat lama, Google mungkin akan memperlakukannya sebagai pengalihan permanen. Gunakan 302 hanya jika memang pengalihannya bersifat sementara.

HTTP Status Code 403 Forbidden

Kode 403 berarti server memahami permintaan Anda, tetapi menolak untuk mengizinkannya. Ini biasanya terjadi karena masalah otorisasi atau izin akses. Pengguna atau bot tidak memiliki hak yang cukup untuk melihat konten di URL tersebut. Dalam konteks SEO, ini bisa berarti halaman penting Anda diblokir dari akses search engine, yang tentu saja berdampak buruk. Periksa pengaturan izin file atau direktori jika Anda menemukan kode ini.

HTTP Status Code 404 Not Found

Mungkin kode status yang paling sering ditemui. 404 Not Found memberitahukan bahwa server tidak dapat menemukan sumber daya yang diminta di URL yang diberikan. Ini bisa disebabkan oleh kesalahan pengetikan URL oleh pengguna, tautan rusak (broken link) di situs Anda atau situs lain yang mengarah ke URL yang tidak ada, atau halaman yang telah dihapus tanpa pengalihan yang tepat.

Halaman 404 yang sering dijumpai merusak pengalaman pengguna dan memberikan sinyal negatif kepada search engine. Penting untuk secara rutin mengaudit dan memperbaiki semua tautan yang mengarah ke halaman 404, serta membuat halaman 404 kustom yang informatif dan membantu pengunjung menemukan apa yang mereka cari.

HTTP Status Code 500 Internal Server Error

Ini adalah kode error generik yang menunjukkan bahwa server mengalami masalah tak terduga yang mencegahnya memenuhi permintaan. Penyebabnya bisa beragam, mulai dari kesalahan dalam kode skrip di server, masalah konfigurasi file .htaccess, hingga masalah dengan plugin atau tema di CMS Anda. Kode 500 membuat seluruh halaman tidak dapat diakses.

Untuk menanganinya, Anda perlu melakukan debugging pada sisi server. Periksa log error server, coba nonaktifkan plugin satu per satu, atau periksa file konfigurasi penting.

HTTP Status Code 503 Service Unavailable

Kode 503 berarti server saat ini tidak dapat menangani permintaan. Ini biasanya terjadi karena server kelebihan beban (terlalu banyak pengunjung) atau sedang dalam proses pemeliharaan (maintenance). Berbeda dengan 500, 503 seringkali bersifat sementara. Search engine biasanya akan mencoba kembali mengunjungi halaman ini nanti.

Jika situs Anda sering mengalami 503 karena kelebihan beban, pertimbangkan untuk meningkatkan kapasitas server Anda atau mengoptimalkan kinerja situs agar lebih efisien.

Cara Mengetahui Kode Status HTTP di Website Anda

Untuk menjaga kesehatan SEO teknis, Anda perlu mengetahui kode status dari setiap halaman di website Anda. Untungnya, ada beberapa cara mudah untuk melakukannya.

Menggunakan Google Search Console

Google Search Console adalah alat gratis dari Google yang memberikan wawasan mendalam tentang kinerja website Anda di hasil pencarian. Bagian "Coverage" atau "Indeksasi Halaman" akan menampilkan laporan tentang halaman mana yang diindeks, tidak diindeks, dan mengapa. Di sini, Anda akan menemukan daftar URL yang dilaporkan dengan berbagai kode status error, termasuk 404 dan 5xx, beserta alasan spesifiknya. Ini adalah titik awal yang sangat baik untuk mengidentifikasi masalah.

Memanfaatkan Tools Website Crawler

Tools seperti Screaming Frog SEO Spider, Ahrefs Site Audit, atau SEMrush Site Audit sangat efektif untuk memindai seluruh website Anda. Alat-alat ini akan merayapi setiap halaman, mengumpulkan data penting, termasuk kode status HTTP. Anda bisa mendapatkan laporan komprehensif yang merangkum jumlah URL per kode status, memungkinkan Anda untuk dengan cepat mengidentifikasi halaman mana yang bermasalah dan perlu segera ditangani. Screaming Frog, misalnya, memiliki kolom khusus untuk menampilkan kode status dan bahkan mengelompokkannya untuk memudahkan analisis.

Menggunakan Ekstensi Browser

Beberapa ekstensi browser seperti "HTTP Status Code Checker" atau "Web Developer" dapat menampilkan kode status HTTP dari halaman yang sedang Anda kunjungi. Ini berguna untuk pemeriksaan cepat saat Anda sedang menavigasi situs Anda atau situs lain.

Daftar Lengkap Kode Status HTTP yang Perlu Anda Ketahui

Selain kode-kode krusial di atas, memahami kategori kode status lainnya dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap.

1xx: Informational

  • 100 Continue: Server telah menerima header permintaan dan siap menerima body.
  • 101 Switching Protocols: Server akan beralih ke protokol yang diminta oleh klien.

2xx: Success

  • 200 OK: Permintaan berhasil diproses dan konten dikirim.
  • 201 Created: Permintaan berhasil dan sumber daya baru telah dibuat.
  • 202 Accepted: Permintaan telah diterima untuk diproses tetapi belum selesai.
  • 203 Non-Authoritative Information: Informasi dalam respons berasal dari sumber non-otoritatif (misalnya, proxy).
  • 204 No Content: Permintaan berhasil tetapi tidak ada konten untuk dikirim kembali.
  • 205 Reset Content: Server berhasil memproses, dan klien harus mengatur ulang tampilan.
  • 206 Partial Content: Server mengirimkan sebagian konten sesuai permintaan header Range.

3xx: Redirection

  • 300 Multiple Choices: Klien harus memilih salah satu dari beberapa representasi sumber daya yang tersedia.
  • 301 Moved Permanently: Sumber daya telah dipindahkan secara permanen ke URL lain.
  • 302 Found: Sumber daya telah dipindahkan sementara ke URL lain.
  • 303 See Other: Klien harus melakukan permintaan GET ke URL yang disediakan di header Location.
  • 304 Not Modified: Sejak permintaan terakhir, sumber daya belum diubah.
  • 307 Temporary Redirect: Klien harus melakukan permintaan yang sama ke URL yang berbeda (sementara).
  • 308 Permanent Redirect: Klien harus melakukan permintaan yang sama ke URL yang berbeda (permanen).

4xx: Client Error

  • 400 Bad Request: Server tidak dapat memahami permintaan karena sintaks yang salah.
  • 401 Unauthorized: Klien harus mengotentikasi dirinya untuk mendapatkan permintaan.
  • 403 Forbidden: Klien tidak memiliki izin untuk mengakses konten.
  • 404 Not Found: Server tidak dapat menemukan sumber daya yang diminta.
  • 405 Method Not Allowed: Metode HTTP yang digunakan dalam permintaan tidak diizinkan.
  • 406 Not Acceptable: Server tidak dapat menghasilkan respons yang sesuai dengan nilai header Accept klien.
  • 407 Proxy Authentication Required: Klien harus mengotentikasi dirinya ke proxy.
  • 408 Request Timeout: Server mengakhiri koneksi karena klien tidak mengirim permintaan dalam waktu yang wajar.
  • 409 Conflict: Permintaan tidak dapat diproses karena konflik dengan keadaan sumber daya saat ini.
  • 410 Gone: Sumber daya yang diminta telah dihapus secara permanen.
  • 411 Length Required: Permintaan harus menyertakan header Content-Length.
  • 412 Precondition Failed: Kondisi yang ditentukan oleh klien dalam header permintaan tidak terpenuhi.
  • 413 Payload Too Large: Permintaan klien terlalu besar untuk diproses server.
  • 414 URI Too Long: URI yang diminta terlalu panjang untuk diproses server.
  • 415 Unsupported Media Type: Server menolak jenis media yang diminta.
  • 416 Range Not Satisfiable: Rentang yang diminta dalam header tidak dapat dipenuhi.
  • 417 Expectation Failed: Server tidak dapat memenuhi persyaratan header Expect klien.
  • 421 Misdirected Request: Permintaan dikirim ke server yang tidak dapat memprosesnya.
  • 422 Unprocessable Entity: Server memahami tipe konten permintaan, tetapi tidak dapat memproses instruksi yang terkandung di dalamnya.
  • 426 Upgrade Required: Server menolak pemrosesan permintaan menggunakan protokol saat ini dan akan meng-upgrade.

5xx: Server Error

  • 500 Internal Server Error: Server mengalami kondisi yang tidak terduga.
  • 501 Not Implemented: Server tidak mendukung fungsi yang diperlukan untuk memenuhi permintaan.
  • 502 Bad Gateway: Server bertindak sebagai gateway atau proxy dan menerima respons yang tidak valid dari server hulu.
  • 503 Service Unavailable: Server tidak siap menangani permintaan (kelebihan beban atau maintenance).
  • 504 Gateway Timeout: Server bertindak sebagai gateway atau proxy dan tidak menerima respons tepat waktu dari server hulu.
  • 505 HTTP Version Not Supported: Server tidak mendukung versi protokol HTTP yang digunakan dalam permintaan.

Kesimpulan

Memahami dan mengelola kode status HTTP adalah fondasi penting dalam optimasi teknis SEO. Dengan memantau secara rutin kode seperti 200, 301, 404, dan 5xx, Anda dapat memastikan bahwa website Anda mudah diakses oleh search engine dan memberikan pengalaman terbaik bagi pengunjung. Lakukan audit berkala menggunakan Google Search Console atau tools crawler untuk menemukan dan memperbaiki masalah sebelum berdampak negatif pada peringkat Anda.

Bagikan artikel ini jika Anda merasa informasinya bermanfaat!

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Seberapa sering saya harus memeriksa kode status HTTP website saya?

Frekuensi audit kode status HTTP sebaiknya disesuaikan dengan seberapa sering Anda memperbarui atau menambah konten di website. Untuk website yang aktif, audit bulanan atau bahkan mingguan sangat disarankan. Untuk website yang lebih statis, audit triwulanan mungkin sudah cukup.

2. Apa dampak langsung dari banyak halaman 404 pada SEO?

Banyaknya halaman 404 dapat menurunkan pengalaman pengguna karena mereka akan diarahkan ke halaman yang tidak ada. Ini juga bisa mengindikasikan kurangnya pemeliharaan teknis website. Search engine seperti Google bisa melihat ini sebagai sinyal negatif, yang berpotensi menurunkan peringkat halaman lain di website Anda dan otoritas domain secara keseluruhan.

3. Bisakah saya menggunakan pengalihan 301 untuk semua jenis perpindahan halaman?

Pengalihan 301 ideal untuk perpindahan permanen. Jika Anda mengubah struktur URL secara permanen, memindahkan konten ke domain baru, atau menggabungkan halaman, 301 adalah pilihan terbaik untuk mempertahankan peringkat dan otoritas. Namun, jika perpindahan hanya bersifat sementara (misalnya, maintenance), gunakan 302.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang