Memuat...
👋 Selamat Pagi!

10 Kesalahan Umum Landing Page yang Menurunkan Konversi

Setiap pemilik website pasti pernah merasakan frustrasi ketika upaya pemasaran digital tidak menghasilkan konversi yang diharapkan. Salah satu faktor krusial y...

10 Kesalahan Umum Landing Page yang Menurunkan Konversi

Setiap pemilik website pasti pernah merasakan frustrasi ketika upaya pemasaran digital tidak menghasilkan konversi yang diharapkan. Salah satu faktor krusial yang sering diabaikan adalah performa landing page.

Jika landing page Anda tidak mampu menarik perhatian dan mendorong pengunjung untuk bertindak, semua investasi iklan dan upaya SEO bisa menjadi sia-sia. Artikel ini akan membahas 10 kesalahan umum yang sering terjadi pada landing page dan bagaimana cara memperbaikinya agar tingkat konversi Anda melesat naik.

Apa Itu Landing Page dan Mengapa Sangat Penting?

Landing page adalah halaman web mandiri yang dirancang khusus untuk tujuan pemasaran atau kampanye tertentu. Berbeda dengan halaman website pada umumnya yang memiliki navigasi luas, landing page fokus pada satu pesan utama dan satu ajakan bertindak (Call to Action/CTA).

Tujuan utamanya adalah untuk mengkonversi pengunjung menjadi prospek atau pelanggan. Ini bisa berarti mendorong mereka untuk mengisi formulir, mendaftar webinar, mengunduh e-book, atau melakukan pembelian produk.

Pentingnya landing page terletak pada kemampuannya untuk menyajikan informasi yang relevan dan terfokus, sehingga mengurangi hambatan bagi pengunjung untuk mengambil tindakan yang diinginkan. Sebuah landing page yang efektif adalah kunci sukses dari berbagai kampanye digital marketing.

10 Kesalahan Umum Landing Page yang Menurunkan Tingkat Konversi

Banyak faktor yang bisa membuat landing page Anda gagal mencapai tujuannya. Mari kita bedah satu per satu kesalahan umum yang sering terjadi:

1. Navigasi yang Mengalihkan Perhatian

Landing page seharusnya menjadi sebuah 'jalan satu arah' yang memandu pengunjung menuju tujuan tertentu. Kehadiran menu navigasi utama, tautan ke halaman lain, atau bahkan ikon logo yang bisa diklik, justru berpotensi mengalihkan perhatian pengunjung dari tujuan utama.

Pengunjung yang bingung atau tergoda untuk menjelajahi bagian lain dari website Anda akan lupa dengan apa yang Anda tawarkan di landing page tersebut. Ini adalah pemborosan peluang konversi yang sangat signifikan.

2. Teks Call to Action (CTA) yang Tidak Konsisten

Tombol Call to Action (CTA) adalah elemen paling penting dalam sebuah landing page. CTA yang jelas dan konsisten akan memberikan arahan yang tegas kepada pengunjung tentang apa yang harus mereka lakukan selanjutnya.

Menggunakan berbagai macam teks, desain, atau warna untuk tombol CTA di halaman yang sama dapat menimbulkan kebingungan. Pengunjung mungkin tidak yakin mana yang harus mereka klik atau apa yang akan terjadi setelah mereka mengkliknya.

Idealnya, semua tombol CTA di satu landing page harus memiliki pesan, desain, dan warna yang sama agar mudah dikenali dan mengurangi friksi dalam proses konversi.

3. Tidak Dioptimalkan untuk Perangkat Seluler (Mobile-Friendly)

Di era digital saat ini, mayoritas pengguna mengakses internet melalui perangkat seluler. Jika landing page Anda tidak responsif atau tampil buruk di layar ponsel, Anda akan kehilangan sebagian besar audiens potensial.

Pengalaman pengguna yang buruk di perangkat seluler, seperti teks yang terlalu kecil, gambar yang terpotong, atau tata letak yang berantakan, akan membuat pengunjung segera pergi.

Selalu uji landing page Anda di berbagai perangkat seluler sebelum dipublikasikan. Pastikan ukuran font, tata letak, dan kecepatan muatnya optimal di semua ukuran layar.

4. Headline yang Lemah dan Tidak Menarik

Headline adalah hal pertama yang dilihat oleh pengunjung. Jika headline Anda tidak mampu menarik perhatian dalam hitungan detik, kemungkinan besar pengunjung akan langsung meninggalkan halaman Anda.

Headline yang lemah biasanya terlalu umum, membingungkan, atau tidak jelas dalam menyampaikan manfaat apa yang akan didapatkan pengunjung.

Headline yang efektif harus singkat, padat, fokus pada manfaat, dan relevan dengan kebutuhan audiens. Hindari penggunaan jargon atau bahasa yang terlalu teknis.

5. Lupa Menyertakan Bukti Sosial dan Manfaat

Mengapa pengunjung harus percaya pada Anda dan melakukan tindakan yang Anda minta? Jawaban atas pertanyaan ini sering kali ditemukan dalam bukti sosial dan penjelasan manfaat yang jelas.

Tanpa testimonial pelanggan, ulasan positif, penghargaan, atau studi kasus, landing page Anda akan terasa kurang kredibel. Pengunjung akan ragu untuk memberikan informasi pribadi atau melakukan pembelian jika mereka tidak yakin dengan nilai atau keamanan yang Anda tawarkan.

Pastikan Anda menyoroti manfaat utama dari produk atau layanan Anda secara jelas dan didukung oleh bukti nyata dari pihak ketiga.

6. Waktu Muat Halaman yang Lambat

Kecepatan adalah segalanya di dunia digital. Pengunjung memiliki kesabaran yang sangat terbatas, dan halaman yang membutuhkan waktu lebih dari 3 detik untuk dimuat kemungkinan besar akan ditinggalkan.

Penyebab umum lambatnya waktu muat adalah ukuran gambar yang terlalu besar, terlalu banyak elemen visual, atau kode yang tidak efisien. Ini sangat merugikan, terutama karena banyak pengunjung datang dari iklan berbayar yang biayanya dihitung per klik.

Optimalkan ukuran gambar, gunakan format gambar yang efisien (seperti WebP), dan pertimbangkan penggunaan Content Delivery Network (CDN) untuk mempercepat pengiriman konten.

7. Formulir yang Terlalu Panjang atau Rumit

Permintaan informasi yang berlebihan dalam formulir dapat menjadi 'pembunuh konversi' yang efektif. Pengunjung cenderung enggan menghabiskan banyak waktu untuk mengisi data yang mereka anggap tidak relevan atau terlalu pribadi.

Fokuslah untuk meminta informasi seminimal mungkin yang benar-benar dibutuhkan untuk mencapai tujuan kampanye Anda. Jika hanya nama dan email yang diperlukan, jangan meminta nomor telepon, alamat, atau detail lain yang tidak krusial.

Menghapus kolom formulir yang redundan atau tidak perlu akan secara signifikan meningkatkan tingkat kelengkapan formulir.

8. Desain yang Kurang Menarik atau Berantakan

Desain visual landing page memiliki dampak langsung pada persepsi pengunjung terhadap kredibilitas dan profesionalisme Anda. Desain yang buruk, berantakan, atau tidak sesuai dengan identitas brand dapat membuat pengunjung pergi.

Penggunaan terlalu banyak jenis font, kombinasi warna yang tidak harmonis, atau elemen visual yang berlebihan dapat mengganggu pesan utama. Sebaliknya, desain yang terlalu minimalis tanpa kejelasan juga bisa kurang efektif.

Penting untuk menciptakan keseimbangan antara estetika yang menarik dan fungsionalitas yang jelas, dengan tetap mempertahankan ruang putih (white space) agar tidak terlihat penuh sesak.

9. Pesan yang Tidak Jelas atau Bertele-tele

Setiap landing page harus memiliki satu pesan utama yang jelas dan mudah dipahami. Jika pengunjung harus menebak-nebak apa yang Anda tawarkan atau apa yang harus mereka lakukan, konversi tidak akan terjadi.

Hindari penggunaan jargon, istilah teknis yang rumit, atau kalimat yang terlalu panjang dan berbelit-belit. Gunakan bahasa yang sederhana dan langsung ke intinya, yang berbicara langsung kepada kebutuhan dan keinginan audiens target Anda.

10. Tidak Melakukan A/B Testing

Meskipun Anda telah berusaha semaksimal mungkin, seringkali sulit untuk mengetahui elemen mana yang paling efektif dalam landing page Anda tanpa pengujian. Inilah mengapa A/B testing sangat krusial.

A/B testing melibatkan pembuatan dua versi halaman (versi A dan versi B) dengan satu elemen yang berbeda (misalnya, warna tombol CTA, judul, atau gambar utama) dan membandingkan mana yang menghasilkan konversi lebih tinggi.

Tanpa pengujian, Anda hanya menebak-nebak. A/B testing memberikan data objektif untuk membuat keputusan berbasis bukti dan terus meningkatkan performa landing page Anda.

Studi Kasus: Bagaimana Perbaikan Landing Page Meningkatkan Konversi

Sebuah perusahaan software SaaS meluncurkan kampanye iklan digital untuk produk baru mereka. Landing page yang mereka gunakan memiliki navigasi utama, formulir yang cukup panjang, dan headline yang kurang fokus pada manfaat.

Setelah menganalisis data, mereka menyadari tingkat konversi sangat rendah. Mereka kemudian melakukan serangkaian perubahan:

  • Menghapus navigasi utama dan tautan eksternal.
  • Memperpendek formulir, hanya meminta email dan nama.
  • Mengubah headline agar lebih menyoroti solusi masalah yang dihadapi audiens.
  • Menambahkan testimonial dari pengguna awal.
  • Mengoptimalkan gambar agar waktu muat lebih cepat.

Hasilnya, dalam beberapa minggu setelah perubahan tersebut, tingkat konversi landing page mereka meningkat lebih dari 70%. Ini menunjukkan betapa pentingnya setiap elemen dalam landing page dan kekuatan optimasi.

Rekomendasi Tools untuk Optimasi Landing Page

Ada banyak tools yang bisa membantu Anda dalam membuat dan mengoptimalkan landing page. Beberapa yang direkomendasikan antara lain:

  • Page Builder Tools: WordPress Page Builders seperti Elementor, Beaver Builder, atau Divi memungkinkan Anda membuat landing page yang menarik secara visual tanpa perlu coding.
  • A/B Testing Tools: Google Optimize, Optimizely, atau VWO (Visual Website Optimizer) sangat penting untuk menguji berbagai elemen landing page Anda.
  • Heatmap & Session Recording Tools: Hotjar atau Crazy Egg membantu Anda memahami bagaimana pengunjung berinteraksi dengan halaman Anda, menunjukkan area yang paling banyak diklik dan di mana mereka cenderung keluar.
  • Image Compression Tools: TinyPNG, Compressor.io, atau fitur kompresi gambar bawaan di page builder dapat membantu mempercepat waktu muat halaman.
  • Headline Analyzer: CoSchedule's Headline Analyzer atau Sharethrough Headline Analyzer dapat memberikan skor dan saran untuk membuat headline yang lebih menarik.

Kesimpulan

Landing page adalah garda terdepan dalam upaya konversi digital Anda. Dengan menghindari 10 kesalahan umum yang telah dibahas, mulai dari navigasi yang mengganggu, teks CTA yang tidak konsisten, hingga desain yang buruk, Anda dapat secara drastis meningkatkan efektivitas kampanye Anda.

Fokus pada kejelasan pesan, pengalaman pengguna yang mulus, dan bukti sosial yang kuat. Ingatlah untuk selalu menguji perubahan Anda melalui A/B testing agar Anda dapat terus menemukan apa yang paling efektif untuk audiens Anda.

Bagikan artikel ini kepada rekan atau tim Anda agar mereka juga dapat mengoptimalkan landing page mereka!

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Berapa biaya membuat landing page yang efektif?

Biaya pembuatan landing page sangat bervariasi. Jika Anda membuatnya sendiri menggunakan page builder gratis atau berbayar dengan langganan hosting dan domain, biayanya bisa mulai dari ratusan ribu rupiah per tahun. Jika Anda menyewa jasa profesional, biayanya bisa jutaan hingga puluhan juta rupiah tergantung kompleksitas dan fitur yang diminta.

Tools apa yang paling wajib dipakai untuk pemula dalam optimasi landing page?

Untuk pemula, tool yang paling wajib adalah page builder yang mudah digunakan (seperti Elementor atau Beaver Builder jika menggunakan WordPress) dan tool untuk mengukur performa seperti Google Analytics. Jika anggaran memungkinkan, menambahkan tool heatmap seperti Hotjar akan memberikan wawasan visual yang sangat berharga tentang perilaku pengguna.

Apakah setiap landing page harus menggunakan formulir?

Tidak selalu. Formulir adalah salah satu bentuk CTA yang umum, tetapi tujuan landing page bisa bermacam-macam. Landing page untuk penjualan produk mungkin langsung mengarah ke halaman checkout, sementara landing page untuk mendaftar webinar akan membutuhkan formulir pendaftaran. Pilihan bentuk CTA sangat bergantung pada tujuan kampanye Anda.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang