Memuat...
👋 Selamat Pagi!

5 Cara Jitu Backup Website WordPress Anda

Setiap pemilik website pasti pernah merasa cemas membayangkan data berharga mereka hilang begitu saja. Mulai dari konten yang sudah dibuat susah payah, data pe...

5 Cara Jitu Backup Website WordPress Anda

Setiap pemilik website pasti pernah merasa cemas membayangkan data berharga mereka hilang begitu saja.

Mulai dari konten yang sudah dibuat susah payah, data pelanggan, hingga reputasi yang terbangun bertahun-tahun, semuanya bisa lenyap dalam sekejap.

Kekhawatiran ini sangat beralasan, mengingat berbagai ancaman seperti serangan siber, kegagalan teknis server, atau bahkan kesalahan manusia yang tidak disengaja.

Untungnya, ada solusi ampuh untuk mengatasi risiko ini, yaitu dengan melakukan backup website secara rutin.

Artikel ini akan membimbing Anda langkah demi langkah untuk melakukan backup pada website WordPress Anda, mulai dari pemahaman dasar hingga berbagai metode praktis yang bisa Anda terapkan.

Apa Itu Backup Website WordPress?

Bayangkan backup website seperti membuat salinan digital dari seluruh isi rumah Anda. Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, Anda punya cadangan yang siap digunakan untuk mengembalikannya seperti semula.

Dalam konteks website, backup adalah proses membuat salinan lengkap dari semua elemen penting yang membangun website Anda.

Ini mencakup dua komponen utama:

File Website

Ini adalah semua file yang membentuk tampilan dan fungsionalitas website Anda. Termasuk di dalamnya adalah tema, plugin, gambar, skrip, dan semua aset lain yang terlihat oleh pengunjung.

Database WordPress

Database inilah yang menyimpan semua konten dinamis website Anda. Mulai dari postingan blog, halaman, komentar, data pengguna, hingga pengaturan plugin dan tema.

Tanpa kedua komponen ini, website Anda tidak akan berfungsi sebagaimana mestinya.

Mengapa Melakukan Backup Website WordPress Sangat Penting?

Banyak pemilik website baru menyadari pentingnya backup hanya setelah mereka menghadapi musibah kehilangan data. Padahal, melakukan backup secara proaktif adalah salah satu langkah paling krusial dalam pengelolaan website.

Berikut adalah alasan-alasan mengapa Anda tidak boleh menunda lagi untuk melakukan backup:

Perlindungan Terhadap Serangan Siber

Dunia digital memang penuh dengan peluang, namun juga rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Website Anda bisa menjadi target serangan malware, peretasan, atau bahkan serangan Distributed Denial of Service (DDoS).

Dengan adanya backup, Anda bisa memulihkan website ke kondisi aman sebelum serangan terjadi, sehingga kerugian bisa diminimalisir.

Mengantisipasi Kegagalan Teknis dan Pembaruan

Server hosting bisa saja mengalami masalah teknis, pembaruan perangkat lunak yang salah, atau bahkan kegagalan perangkat keras. Hal-hal ini di luar kendali Anda sebagai pemilik website.

Selain itu, pembaruan plugin atau tema WordPress terkadang bisa menimbulkan konflik yang membuat website error. Backup memastikan Anda punya titik pemulihan jika hal-hal ini terjadi.

Mengatasi Kesalahan Manusia (Human Error)

Tidak jarang, kesalahan sederhana seperti menghapus file penting secara tidak sengaja, salah mengkonfigurasi pengaturan, atau salah dalam pengeditan kode bisa merusak website.

Backup ibarat tombol "undo" raksasa yang bisa menyelamatkan Anda dari konsekuensi fatal akibat kesalahan yang tidak disengaja.

Efisiensi Waktu dan Biaya

Membangun website dari nol membutuhkan investasi waktu dan biaya yang signifikan. Jika semua data hilang, Anda harus mengulang proses dari awal, yang tentu saja akan memakan lebih banyak sumber daya.

Melakukan backup secara rutin jauh lebih hemat dibandingkan harus membangun kembali website yang sudah ada.

Menjaga Kepercayaan dan Reputasi Pengguna

Website yang sering down atau tidak dapat diakses akan membuat pengunjung kecewa dan beralih ke kompetitor.

Dengan kemampuan memulihkan website dengan cepat melalui backup, Anda dapat menjaga pengalaman pengguna tetap positif dan membangun kepercayaan jangka panjang.

Memahami Komponen yang Perlu Dibackup

Untuk melakukan backup yang efektif, penting untuk mengetahui apa saja yang perlu diselamatkan.

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada dua komponen utama yang menjadi jantung website WordPress Anda:

File Website (WordPress Core, Themes, Plugins, Uploads)

Ini adalah semua file yang membentuk struktur dan konten visual website Anda.

Meliputi:

  • File inti WordPress (core files) yang memungkinkan platform ini berjalan.
  • Folder tema (themes) yang menentukan tampilan visual website Anda.
  • Folder plugin (plugins) yang menambahkan fungsionalitas dan fitur.
  • Folder uploads, tempat semua media yang Anda unggah (gambar, video, dokumen) disimpan.

Database WordPress

Database ini seperti perpustakaan pusat yang menyimpan semua informasi penting tentang website Anda.

Isinya meliputi:

  • Seluruh konten postingan dan halaman yang telah Anda buat.
  • Komentar dari pengunjung.
  • Data pengguna (username, email, password terenkripsi).
  • Pengaturan situs, tema, dan plugin.
  • Informasi lain yang diperlukan agar website berfungsi dinamis.

Pastikan setiap metode backup yang Anda pilih mencakup kedua komponen ini secara komprehensif.

Metode Melakukan Backup Website WordPress

Untungnya, WordPress dikenal dengan fleksibilitasnya, termasuk dalam hal backup. Ada beberapa cara yang bisa Anda tempuh, tergantung pada tingkat kenyamanan teknis dan kebutuhan Anda.

1. Backup Manual Melalui File Manager dan phpMyAdmin

Metode ini memberikan kontrol penuh atas seluruh proses backup. Cocok bagi Anda yang sudah familiar dengan manajemen file dan database server.

Langkah-langkah Backup Manual:

  1. Akses Akun Hosting Anda

    Masuk ke panel kontrol hosting Anda (biasanya cPanel, Plesk, atau panel kustom lainnya).

  2. Unduh File Website

    Cari "File Manager" atau "Pengelola File". Navigasikan ke direktori root website Anda (biasanya bernama `public_html` atau `www`). Pilih semua file dan folder di dalamnya, lalu kompres menjadi satu file arsip (misalnya `.zip` atau `.tar.gz`). Unduh file arsip tersebut ke komputer lokal Anda.

  3. Backup Database WordPress

    Cari aplikasi bernama "phpMyAdmin" di panel kontrol hosting Anda. Pilih database yang terkait dengan website WordPress Anda (nama database biasanya tertera di file `wp-config.php`). Setelah memilih database, klik tab "Export". Pilih metode ekspor "Quick" (atau "Custom" jika Anda ingin opsi lebih spesifik) dan format "SQL". Klik "Go" atau "Export" untuk mengunduh file database Anda.

  4. Simpan di Lokasi Aman

    Simpan kedua file hasil backup (arsip file website dan file SQL database) di beberapa lokasi yang aman, terpisah dari server hosting Anda. Contohnya, di hard drive eksternal, layanan cloud storage (Google Drive, Dropbox), atau komputer pribadi Anda.

Kelebihan Backup Manual:

  • Kontrol penuh atas seluruh proses dan file yang dibackup.
  • Tidak bergantung pada plugin atau layanan pihak ketiga.
  • Gratis, hanya memerlukan waktu dan usaha Anda.

Kekurangan Backup Manual:

  • Membutuhkan pengetahuan teknis yang lebih mendalam.
  • Proses bisa memakan waktu, terutama untuk website besar.
  • Risiko kesalahan manusia lebih tinggi jika tidak hati-hati.

2. Backup Menggunakan Fitur Bawaan Panel Kontrol Hosting (cPanel/Plesk)

Banyak penyedia layanan hosting yang menyertakan fitur backup otomatis atau manual langsung di dalam panel kontrol mereka. Ini adalah cara yang lebih ramah pengguna dibandingkan backup manual penuh.

Langkah-langkah Backup dengan cPanel (Contoh):

  1. Login ke cPanel

    Masuk ke akun cPanel hosting Anda.

  2. Temukan Bagian Backup

    Cari bagian "Files" atau "File" dan klik "Backup Wizard" atau "Backup".

  3. Pilih Opsi Backup

    Biasanya ada opsi untuk "Full Backup" (membackup seluruh akun hosting) atau "Partial Backup" (memilih file atau database tertentu).

    Untuk backup website WordPress, pilih opsi yang memungkinkan Anda mengunduh "Home Directory" (ini adalah file website Anda) dan "MySQL Databases" (ini adalah database Anda).

  4. Unduh Hasil Backup

    Ikuti instruksi untuk memulai proses backup. Setelah selesai, Anda akan diberikan tautan untuk mengunduh file backup ke komputer lokal Anda.

Kelebihan Backup via Panel Kontrol:

  • Lebih mudah diakses dan dipahami daripada backup manual penuh.
  • Prosesnya relatif cepat karena terintegrasi dengan server.
  • Beberapa penyedia hosting menawarkan backup terjadwal.

Kekurangan Backup via Panel Kontrol:

  • Ketersediaan fitur dan antarmuka bervariasi antar penyedia hosting.
  • Tidak semua penyedia mengaktifkan fitur backup otomatis secara default.
  • Opsi kustomisasi mungkin terbatas.

3. Backup Menggunakan Plugin WordPress

Ini adalah metode yang paling populer dan direkomendasikan untuk sebagian besar pengguna WordPress, baik pemula maupun profesional. Plugin backup menawarkan kemudahan, otomatisasi, dan fitur-fitur canggih.

Plugin Backup WordPress Populer:

  • UpdraftPlus

    Salah satu plugin paling komprehensif dan mudah digunakan, dengan banyak opsi penyimpanan cloud.

  • BackWPup

    Plugin gratis yang kuat dengan berbagai pilihan destinasi backup dan penjadwalan.

  • Duplicator

    Sangat berguna tidak hanya untuk backup, tetapi juga untuk migrasi website antar server.

  • VaultPress (sekarang bagian dari Jetpack Backup)

    Menawarkan backup real-time dan pemulihan yang handal, namun umumnya berbayar.

Langkah-langkah Backup dengan UpdraftPlus (Contoh):

  1. Instal dan Aktifkan Plugin

    Dari Dashboard WordPress Anda, pergi ke "Plugins" > "Add New". Cari "UpdraftPlus WordPress Backup Plugin", lalu klik "Install Now" dan "Activate".

  2. Akses Pengaturan Plugin

    Setelah diaktifkan, Anda akan menemukan menu "UpdraftPlus Backups" di bawah menu "Settings" pada Dashboard WordPress Anda.

  3. Pilih Komponen yang Akan Dibackup

    Di halaman utama UpdraftPlus, Anda bisa memilih apakah ingin membackup "Plugins", "Themes", "Uploads", "Other Dirs", dan "Database". Untuk backup penuh, pastikan semuanya terpilih.

  4. Pilih Lokasi Penyimpanan Remote

    Ini adalah fitur unggulan UpdraftPlus. Anda bisa memilih untuk menyimpan backup Anda ke layanan cloud seperti Google Drive, Dropbox, Amazon S3, atau FTP. Klik ikon pengaturan di sebelah "Choose your remote storage" dan ikuti instruksi untuk menghubungkan akun Anda.

  5. Mulai Proses Backup

    Klik tombol "Backup Now". Plugin akan membuat backup file dan database Anda, lalu mengunggahnya ke lokasi penyimpanan remote yang telah Anda pilih.

  6. Atur Jadwal Backup Otomatis

    Di tab "Settings", Anda bisa mengatur seberapa sering backup otomatis akan berjalan (harian, mingguan, bulanan) dan berapa banyak backup yang ingin Anda simpan. Ini sangat penting untuk menjaga data Anda selalu terbarui.

Kelebihan Backup Menggunakan Plugin:

  • Sangat mudah digunakan, bahkan untuk pengguna awam.
  • Otomatisasi proses backup sesuai jadwal yang ditentukan.
  • Integrasi dengan layanan penyimpanan cloud memudahkan penyimpanan backup di luar server hosting.
  • Banyak plugin menawarkan fitur tambahan seperti migrasi dan cloning website.

Kekurangan Backup Menggunakan Plugin:

  • Beberapa plugin gratis mungkin memiliki batasan fitur, dan fitur lanjutan memerlukan versi berbayar.
  • Plugin yang tidak dioptimalkan dengan baik bisa membebani performa website.
  • Ketergantungan pada pengembang plugin untuk pembaruan dan dukungan.

Tips Penting untuk Backup Website WordPress

Melakukan backup hanyalah setengah dari perjuangan. Agar backup Anda benar-benar efektif, perhatikan beberapa tips berikut:

1. Lakukan Backup Secara Teratur

Ini adalah aturan paling fundamental. Frekuensi backup tergantung pada seberapa sering website Anda diperbarui.

Jika Anda rutin mempublikasikan konten baru, update plugin, atau menerima pesanan, maka backup harian adalah pilihan terbaik.

Untuk website yang lebih statis, backup mingguan mungkin sudah cukup.

2. Simpan Backup di Lokasi yang Berbeda

Jangan pernah menyimpan semua salinan backup Anda di server hosting yang sama dengan website Anda.

Jika server hosting mengalami masalah besar atau data di server terhapus, maka semua backup Anda juga akan hilang.

Gunakan kombinasi penyimpanan lokal (komputer, hard drive eksternal) dan cloud storage (Google Drive, Dropbox, OneDrive).

3. Uji Proses Restore Anda

Memiliki backup tidak ada gunanya jika Anda tidak tahu cara menggunakannya atau jika backup tersebut rusak.

Sesekali, cobalah untuk melakukan restore sebagian data atau bahkan seluruh website di lingkungan uji coba (staging environment) untuk memastikan backup Anda berfungsi dengan baik.

4. Beri Nama File Backup yang Jelas

Saat menyimpan file backup, beri nama yang deskriptif, misalnya menyertakan tanggal dan waktu backup. Contoh: `websiteku_backup_20231027_1400.zip`.

Ini akan memudahkan Anda menemukan backup yang paling relevan saat dibutuhkan.

5. Pertimbangkan Backup Otomatis

Jika Anda sering lupa atau tidak punya waktu untuk melakukan backup manual, gunakan plugin yang menyediakan fitur penjadwalan otomatis.

Ini memastikan website Anda selalu terlindungi tanpa perlu Anda ingat setiap hari.

6. Pahami Apa yang Anda Backup

Beberapa plugin memungkinkan Anda memilih komponen mana yang akan dibackup. Pastikan Anda selalu membackup file website (termasuk uploads) dan database.

Jika Anda hanya membackup database, Anda tidak akan memiliki tampilan visual website Anda. Sebaliknya, jika hanya membackup file tanpa database, konten dinamis Anda tidak akan tersimpan.

Kesimpulan

Backup website WordPress bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan bagi setiap pemilik website yang serius.

Dengan memahami apa itu backup, mengapa itu penting, dan bagaimana cara melakukannya dengan berbagai metode yang tersedia, Anda telah mengambil langkah besar untuk melindungi aset digital Anda.

Pilihlah metode yang paling sesuai dengan kenyamanan teknis dan kebutuhan Anda, apakah itu manual, melalui panel hosting, atau menggunakan plugin.

Yang terpenting adalah menjadikan backup sebagai rutinitas yang tidak terpisahkan dari pengelolaan website Anda.

Jangan tunggu sampai musibah terjadi. Mulailah praktik backup yang baik hari ini!

Bagikan artikel ini kepada teman atau kolega Anda yang juga memiliki website WordPress.

Temukan panduan dan tips website lainnya di blog ini untuk mengembangkan kehadiran online Anda.

FAQ Seputar Backup Website WordPress

Berapa sering saya harus melakukan backup website WordPress?

Frekuensi backup idealnya disesuaikan dengan seberapa sering konten website Anda diperbarui. Untuk website yang aktif dengan konten baru setiap hari atau beberapa kali seminggu, backup harian sangat disarankan. Jika website Anda lebih statis, backup mingguan bisa jadi pilihan yang cukup.

Apa saja yang termasuk dalam backup website WordPress?

Backup website WordPress terdiri dari dua komponen utama: pertama, seluruh file website Anda (termasuk inti WordPress, tema, plugin, dan semua media yang diunggah); kedua, database WordPress Anda yang berisi semua konten dinamis, pengaturan, komentar, dan data pengguna.

Bagaimana cara menguji apakah backup website saya berfungsi?

Cara terbaik untuk menguji backup adalah dengan melakukan proses restore. Idealnya, Anda bisa membuat website "staging" (salinan website di lingkungan terpisah) dan mencoba memulihkan backup ke sana. Ini memungkinkan Anda memverifikasi integritas backup tanpa mempengaruhi website yang sedang tayang.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang