Memuat...
👋 Selamat Pagi!

5 Cara Membuat Website untuk Pemula Tanpa Coding

Membangun kehadiran online kini semakin terjangkau, bahkan bagi mereka yang awam soal pemrograman. Jika Anda punya impian memiliki website sendiri namun bingun...

5 Cara Membuat Website untuk Pemula Tanpa Coding

Membangun kehadiran online kini semakin terjangkau, bahkan bagi mereka yang awam soal pemrograman. Jika Anda punya impian memiliki website sendiri namun bingung harus mulai dari mana, artikel ini akan menjadi panduan lengkap Anda.

Kita akan mengupas tuntas bagaimana cara membuat website untuk pemula tanpa perlu menguasai bahasa coding yang rumit.

Persiapan Penting Sebelum Membuat Website

Sebelum terjun ke dalam langkah-langkah teknis, ada beberapa fondasi penting yang perlu Anda siapkan. Persiapan yang matang akan memastikan proses pembuatan website Anda berjalan lancar dan efisien.

Tentukan Tujuan dan Jenis Website

Setiap website lahir dari sebuah tujuan. Apakah Anda ingin membangun blog pribadi untuk berbagi cerita, toko online untuk menjual produk, portofolio untuk memamerkan karya, atau sekadar website profil perusahaan? Mengetahui tujuan utama akan membantu Anda menentukan fitur, desain, dan platform yang paling sesuai.

Berikut beberapa jenis website populer yang bisa menjadi inspirasi:

  • Blog Pribadi: Ideal untuk berbagi pemikiran, pengalaman, atau tutorial.
  • Toko Online (E-commerce): Platform untuk menjual produk fisik maupun digital, serta layanan.
  • Website Portofolio: Wadah bagi para profesional dan freelancer untuk memamerkan karya terbaik mereka.
  • Portal Berita: Sumber informasi terkini yang membutuhkan pembaruan konten secara rutin.
  • Landing Page: Halaman spesifik yang dirancang untuk mengkonversi pengunjung menjadi pelanggan atau prospek.
  • Forum Komunitas: Tempat berkumpulnya orang-orang dengan minat yang sama untuk berdiskusi.

Pilih Nama Domain yang Tepat

Nama domain adalah alamat unik website Anda di internet. Pilihlah nama yang mudah diingat, relevan dengan konten website Anda, dan sebisa mungkin hindari penggunaan angka atau tanda hubung yang membingungkan.

Domain yang baik akan mencerminkan brand Anda dan memudahkan pengguna untuk menemukan Anda.

Siapkan Web Hosting yang Andal

Web hosting adalah tempat penyimpanan semua file dan data website Anda agar dapat diakses secara online. Memilih penyedia hosting yang terpercaya sangat krusial untuk memastikan website Anda selalu aktif, cepat diakses, dan aman.

Pertimbangkan faktor seperti kecepatan server, kapasitas penyimpanan, bandwidth, dan dukungan pelanggan saat memilih penyedia hosting.

Pilih Platform Pembuatan Website yang Sesuai

Saat ini, ada dua pendekatan utama yang sangat populer dan efektif untuk membuat website tanpa coding, yaitu menggunakan Website Builder dan Content Management System (CMS).

Memahami Kekuatan Website Builder

Website builder adalah solusi all-in-one yang dirancang khusus untuk memudahkan pengguna awam. Platform ini menyediakan antarmuka visual yang intuitif, seringkali dengan fitur drag-and-drop, sehingga Anda bisa membangun website layaknya menyusun balok.

Kelebihan utama website builder adalah kemudahan penggunaannya. Anda tidak perlu mengurus aspek teknis seperti instalasi atau konfigurasi server, karena semua sudah terintegrasi dalam satu paket.

Biasanya, website builder menawarkan berbagai template siap pakai yang bisa Anda kustomisasi sesuai kebutuhan. Prosesnya sangat cepat dan cocok untuk proyek yang membutuhkan peluncuran segera.

Beberapa contoh website builder yang populer antara lain Wix, Squarespace, dan Shopify (khusus untuk toko online).

Menguasai Fleksibilitas CMS WordPress

Content Management System (CMS) seperti WordPress menawarkan tingkat fleksibilitas yang lebih tinggi. WordPress adalah platform gratis dan open-source yang menjadi pilihan favorit jutaan pengguna di seluruh dunia.

Meskipun awalnya terasa sedikit lebih teknis dibandingkan website builder, WordPress menawarkan kontrol penuh atas website Anda. Anda bisa mengembangkannya sesuai kebutuhan dengan ribuan tema dan plugin yang tersedia.

Kelebihan WordPress terletak pada komunitasnya yang besar dan aktif, ketersediaan sumber daya belajar yang melimpah, serta kemampuannya untuk menangani berbagai jenis website, dari blog sederhana hingga portal berita besar atau toko online yang kompleks.

Untuk memulai dengan WordPress, Anda memerlukan domain dan web hosting, lalu menginstalnya. Banyak penyedia hosting menawarkan instalasi WordPress sekali klik yang sangat memudahkan.

Langkah Demi Langkah Membuat Website dengan WordPress (Tanpa Coding)

Mari kita fokus pada salah satu metode paling populer dan fleksibel: membuat website menggunakan WordPress. Proses ini ternyata jauh lebih mudah dari yang Anda bayangkan.

1. Dapatkan Domain dan Hosting

Langkah pertama adalah membeli nama domain dan paket web hosting. Pilih penyedia yang menawarkan kemudahan dalam pengelolaan dan dukungan yang baik.

Banyak penyedia hosting juga menawarkan paket bundling domain dan hosting, yang seringkali lebih ekonomis.

2. Instalasi WordPress

Setelah memiliki domain dan hosting, saatnya menginstal WordPress. Sebagian besar penyedia hosting modern menyediakan fitur instalasi WordPress otomatis melalui panel kontrol mereka (seperti cPanel atau Plesk).

Biasanya, Anda hanya perlu mencari opsi "WordPress Installer" atau "One-Click Install", lalu mengikuti petunjuk singkat untuk memilih domain yang ingin Anda gunakan dan mengatur kredensial administrator.

Proses instalasi umumnya melibatkan langkah-langkah berikut:

  • Login ke panel kontrol hosting Anda.
  • Cari bagian "Software" atau "Website" dan temukan opsi instalasi aplikasi (misalnya Softaculous, Fantastico, atau WordPress Toolkit).
  • Pilih WordPress dari daftar aplikasi yang tersedia.
  • Pilih domain tempat Anda ingin menginstal WordPress.
  • Atur nama website, deskripsi singkat, serta username dan password untuk administrator WordPress Anda. Sangat disarankan untuk menggunakan username yang tidak umum (bukan "admin") dan kata sandi yang kuat.
  • Klik tombol "Install" dan tunggu prosesnya selesai.

Dalam hitungan menit, WordPress akan terinstal di domain Anda.

3. Akses Dashboard WordPress

Setelah instalasi selesai, Anda akan mendapatkan tautan untuk mengakses dashboard WordPress Anda. Biasanya, alamatnya adalah `namadomainanda.com/wp-admin`.

Gunakan username dan password yang telah Anda buat saat instalasi untuk masuk ke dashboard. Dashboard ini adalah pusat kendali Anda untuk mengelola seluruh aspek website.

4. Pilih dan Kustomisasi Tema (Tampilan Website)

Tampilan website Anda ditentukan oleh tema. WordPress menyediakan ribuan tema gratis yang bisa Anda jelajahi langsung dari dashboard.

Untuk mengganti tema:

  • Di dashboard WordPress, navigasikan ke "Appearance" (Tampilan) > "Themes" (Tema).
  • Klik "Add New" (Tambah Baru).
  • Jelajahi tema yang tersedia, atau gunakan fitur pencarian berdasarkan kategori atau kata kunci.
  • Setelah menemukan tema yang Anda sukai, klik "Install" lalu "Activate".

Banyak tema menawarkan opsi kustomisasi lanjutan. Anda bisa mengubah warna, font, tata letak, dan menambahkan logo melalui menu "Customize" di bawah "Appearance".

5. Instal Plugin Penting

Plugin adalah ekstensi yang menambah fungsionalitas pada website WordPress Anda. Ada plugin untuk hampir semua kebutuhan, mulai dari SEO, keamanan, formulir kontak, hingga optimasi kecepatan.

Berikut beberapa plugin esensial yang direkomendasikan untuk pemula:

  • Plugin SEO (Contoh: Yoast SEO atau Rank Math): Membantu mengoptimalkan konten Anda agar mudah ditemukan mesin pencari.
  • Plugin Keamanan (Contoh: Wordfence Security atau Sucuri Security): Melindungi website Anda dari serangan malware dan peretas.
  • Plugin Cache (Contoh: WP Super Cache atau W3 Total Cache): Mempercepat loading website Anda dengan menyimpan versi statis dari halaman.
  • Plugin Formulir Kontak (Contoh: Contact Form 7 atau WPForms): Memudahkan pengunjung untuk menghubungi Anda.
  • Plugin Backup (Contoh: UpdraftPlus): Untuk membuat cadangan data website Anda secara berkala.

Cara menginstal plugin:

  • Di dashboard WordPress, navigasikan ke "Plugins" > "Add New" (Tambah Baru).
  • Cari nama plugin yang Anda inginkan.
  • Klik "Install Now" pada plugin yang Anda pilih.
  • Setelah terinstal, klik "Activate" untuk mengaktifkannya.

6. Buat Konten Pertama Anda

Sekarang saatnya mengisi website Anda dengan konten. WordPress memiliki dua jenis konten utama: Pages (Halaman) dan Posts (Pos).

Gunakan "Pages" untuk konten statis seperti "Tentang Kami", "Kontak", atau "Layanan". Gunakan "Posts" untuk konten dinamis seperti artikel blog, berita, atau pembaruan produk.

Untuk membuat halaman atau postingan baru:

  • Navigasikan ke "Pages" > "Add New" atau "Posts" > "Add New".
  • Gunakan editor WordPress (Gutenberg) untuk menambahkan teks, gambar, video, dan elemen lainnya.
  • Setelah selesai, klik "Publish" (Terbitkan).

7. Konfigurasi Pengaturan Penting

Ada beberapa pengaturan dasar yang perlu Anda periksa untuk memastikan website Anda berjalan optimal dan ramah SEO.

Atur Permalink

Permalink adalah struktur URL permanen untuk halaman dan postingan Anda. Secara default, WordPress mungkin menggunakan struktur yang kurang SEO-friendly.

Untuk mengubahnya:

  • Navigasikan ke "Settings" (Pengaturan) > "Permalinks".
  • Pilih opsi "Post name" (Nama Postingan). Ini akan membuat URL Anda lebih pendek, lebih deskriptif, dan mengandung kata kunci.
  • Klik "Save Changes" (Simpan Perubahan).

Buat Sitemap

Sitemap adalah peta situs yang membantu mesin pencari memahami struktur website Anda dan mengindeks semua konten Anda dengan lebih baik. Plugin SEO seperti Yoast SEO atau Rank Math biasanya memiliki fitur untuk menghasilkan sitemap XML secara otomatis.

Setelah menginstal plugin SEO, ikuti panduannya untuk mengaktifkan dan mengkonfigurasi sitemap.

Tips Tambahan untuk Website yang Sukses

Membuat website hanyalah langkah awal. Agar website Anda benar-benar efektif, pertimbangkan tips-tips berikut:

Fokus pada Pengalaman Pengguna (UX)

Desain website Anda agar mudah dinavigasi, informatif, dan menyenangkan untuk dilihat. Pengguna yang memiliki pengalaman positif cenderung bertahan lebih lama dan kembali lagi.

Pastikan konten mudah dibaca, tombol navigasi jelas, dan semua elemen berfungsi dengan baik di berbagai perangkat.

Optimasi Kecepatan Website

Website yang lambat dapat membuat pengunjung frustrasi dan pergi. Gunakan plugin cache, kompresi gambar, dan pilih penyedia hosting yang cepat.

Kecepatan adalah faktor penting dalam peringkat mesin pencari dan pengalaman pengguna.

Pastikan Keamanan Website

Lindungi website Anda dari ancaman siber. Instal plugin keamanan, gunakan kata sandi yang kuat, perbarui WordPress, tema, dan plugin secara berkala, serta pertimbangkan penggunaan sertifikat SSL.

Sertifikat SSL mengenkripsi data antara browser pengguna dan server Anda, memberikan rasa aman dan meningkatkan kepercayaan.

Buat Konten Berkualitas dan Relevan

Konten adalah raja. Buatlah konten yang informatif, menarik, dan relevan dengan audiens target Anda. Gunakan kata kunci secara strategis untuk meningkatkan visibilitas di mesin pencari.

Konten yang baik tidak hanya menarik pengunjung, tetapi juga membangun otoritas dan kepercayaan.

Promosikan Website Anda

Setelah website Anda siap, jangan lupa untuk mempromosikannya. Bagikan di media sosial, gunakan email marketing, atau pertimbangkan optimasi mesin pencari (SEO) yang lebih mendalam.

Kesimpulan

Membuat website untuk pemula tanpa coding kini sangat mungkin dilakukan berkat kemajuan teknologi seperti CMS WordPress dan website builder. Dengan langkah-langkah yang tepat, Anda dapat memiliki website profesional yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jangan ragu untuk mencoba dan bereksperimen. Dunia digital menanti kreasi Anda!

Jika artikel ini bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada teman atau kolega Anda yang juga ingin membuat website.

FAQ

Berapa biaya yang dibutuhkan untuk membuat website pemula?

Biaya untuk membuat website pemula sangat bervariasi. Anda bisa memulainya dengan sangat terjangkau, bahkan nyaris gratis jika menggunakan platform seperti WordPress.org dengan hosting gratis (meskipun tidak direkomendasikan untuk jangka panjang). Namun, untuk website yang lebih serius, Anda perlu menganggarkan biaya untuk domain (sekitar Rp 100.000-200.000 per tahun) dan web hosting (mulai dari Rp 20.000-100.000 per bulan untuk paket shared hosting dasar). Tema premium dan plugin berbayar juga bisa menambah biaya.

Tools apa saja yang wajib dimiliki untuk mengelola website?

Untuk mengelola website, Anda setidaknya memerlukan akses ke panel kontrol hosting Anda, dashboard WordPress itu sendiri, serta beberapa plugin esensial seperti plugin SEO, keamanan, dan cache. Browser web yang modern juga sudah cukup untuk mengelola sebagian besar aspek website.

Apakah website harus menggunakan sertifikat SSL?

Ya, sangat direkomendasikan untuk menggunakan sertifikat SSL. SSL mengenkripsi koneksi antara pengguna dan server Anda, menjadikannya lebih aman. Browser modern juga menandai website tanpa SSL sebagai "tidak aman", yang dapat mengurangi kepercayaan pengunjung. Banyak penyedia hosting menawarkan sertifikat SSL gratis.

CMS apa yang terbaik untuk pemula?

WordPress adalah CMS yang sangat direkomendasikan untuk pemula karena kemudahan penggunaannya, fleksibilitas yang luar biasa, komunitas yang besar, serta ketersediaan sumber daya belajar yang melimpah. Alternatif lain yang lebih sederhana adalah website builder seperti Wix atau Squarespace, namun WordPress menawarkan kontrol dan skalabilitas jangka panjang yang lebih baik.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang