Memuat...
👋 Selamat Pagi!

5 Langkah Mudah Mengatasi User Not Found 404

Pernahkah Anda membuka sebuah tautan website yang Anda yakini benar, namun yang muncul justru pesan error yang membingungkan seperti "User Not Found"? Kondisi...

5 Langkah Mudah Mengatasi User Not Found 404

Pernahkah Anda membuka sebuah tautan website yang Anda yakini benar, namun yang muncul justru pesan error yang membingungkan seperti "User Not Found"?

Kondisi ini tentu menyebalkan, apalagi jika Anda sedang terburu-buru mencari informasi penting atau ingin mengakses layanan tertentu.

Dalam dunia digital yang serba cepat, setiap detik sangat berharga, dan error seperti ini bisa mengganggu alur kerja bahkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu "User Not Found", mengapa pesan error ini bisa muncul, dan yang terpenting, bagaimana cara mengatasinya agar website Anda tetap dapat diakses dengan lancar.

Memahami Konsep User Not Found pada Website

Secara sederhana, "User Not Found" atau yang lebih umum dikenal sebagai error 404 Not Found adalah respons dari server web yang menandakan bahwa halaman yang diminta oleh pengguna tidak dapat ditemukan di server tersebut.

Ini bukan berarti pengguna Anda tidak ada, melainkan tautan atau alamat yang mereka coba akses tidak merujuk pada sumber daya (halaman, file, atau gambar) yang ada di server.

Pesan ini seringkali muncul sebagai halaman kustom yang dirancang oleh pemilik website, namun kadang juga bisa berupa pesan bawaan dari browser atau server.

Meskipun seringkali identik dengan error 404, terkadang pesan "User Not Found" juga bisa muncul dalam konteks yang sedikit berbeda, yaitu ketika sistem tidak berhasil mengidentifikasi atau menemukan data pengguna tertentu dalam basis data. Namun, dalam konteks akses website, error 404 adalah interpretasi yang paling umum.

Bayangkan Anda mencoba menelepon nomor teman Anda, tetapi nomor tersebut ternyata sudah tidak aktif atau salah ketik. Panggilan Anda tidak akan tersambung, dan Anda akan mendapatkan pemberitahuan bahwa nomor tersebut tidak terdaftar. Mirip seperti itulah cara kerja "User Not Found" di dunia web.

Mengapa Pesan "User Not Found" Muncul? Akar Permasalahan

Ada berbagai faktor yang bisa menyebabkan munculnya pesan error "User Not Found" pada website Anda. Memahami akar permasalahannya adalah langkah awal untuk menemukan solusi yang tepat.

1. Kesalahan Pengetikan URL (Typo)

Ini adalah penyebab paling umum dan seringkali terjadi tanpa disadari, baik oleh pengguna maupun oleh pengelola website itu sendiri.

Satu karakter yang salah ketik, huruf besar kecil yang keliru, atau penambahan/pengurangan spasi bisa membuat URL menjadi tidak valid.

Contohnya, jika URL yang benar adalah `www.namadomain.com/tentang-kami`, namun pengguna mengetik `www.namadomain.com/tentang-kami-kmi`, maka server tidak akan menemukan halaman yang sesuai dan akan menampilkan error.

Bagi pemilik website, penting untuk selalu berhati-hati saat membuat tautan internal maupun eksternal.

2. Perubahan atau Penghapusan Halaman/Konten

Seiring berjalannya waktu, sebuah website mungkin mengalami pembaruan konten, reorganisasi struktur, atau bahkan penghapusan halaman tertentu.

Jika tautan lama yang mengarah ke halaman tersebut masih tersebar di internet (misalnya di media sosial, artikel lain, atau bookmark pengguna), maka ketika tautan tersebut diklik, pengguna akan diarahkan ke halaman yang sudah tidak ada.

Ini sangat krusial untuk diperhatikan, terutama jika Anda melakukan migrasi website atau mengganti struktur permalink.

3. Masalah pada Pengaturan Permalink WordPress

Bagi pengguna WordPress, pengaturan permalink sangat memengaruhi struktur URL website.

Permalink yang tidak diatur dengan benar atau mengalami kerusakan dapat menyebabkan halaman yang seharusnya ada menjadi tidak dapat diakses.

Terutama jika Anda mengubah struktur permalink secara drastis tanpa melakukan pengalihan (redirect) yang tepat, halaman-halaman lama bisa menjadi "hilang" dari pandangan server.

4. Konflik Plugin atau Tema yang Terpasang

Plugin dan tema adalah komponen penting yang memperkaya fungsionalitas dan tampilan website WordPress.

Namun, terkadang plugin atau tema yang sudah usang, memiliki kode yang buruk, atau tidak kompatibel satu sama lain dapat mengganggu cara kerja permalink atau bahkan menyebabkan error pada server.

Sebuah plugin yang seharusnya mengelola tautan, misalnya, bisa saja mengalami bug dan justru membuat tautan menjadi tidak dikenali oleh server.

5. Cache Browser yang Kedaluwarsa atau Rusak

Browser menyimpan data situs web (cache) untuk mempercepat waktu muat saat Anda mengunjungi situs tersebut kembali.

Terkadang, cache ini bisa menyimpan informasi halaman yang sudah tidak ada atau mengalami perubahan.

Ketika browser mencoba memuat halaman dari cache yang sudah kedaluwarsa, dan halaman tersebut sebenarnya sudah dihapus atau diubah lokasinya, maka pesan "User Not Found" bisa muncul.

6. Masalah pada File .htaccess

File `.htaccess` adalah file konfigurasi yang sangat penting pada server web Apache. File ini mengontrol berbagai aspek seperti pengalihan URL, pembatasan akses, dan pengaturan performa.

Jika file `.htaccess` mengalami kerusakan, salah konfigurasi, atau bahkan hilang, ini dapat menyebabkan berbagai masalah, termasuk error 404 atau "User Not Found" pada banyak halaman website.

7. Masalah Propagasi DNS

Ketika Anda baru saja mengganti server hosting atau mengubah pengaturan domain, ada proses yang disebut propagasi DNS.

Proses ini membutuhkan waktu untuk pembaruan informasi domain tersebar ke seluruh server DNS di dunia.

Selama periode propagasi ini, beberapa pengguna mungkin masih diarahkan ke server lama (yang mungkin sudah tidak aktif), sementara yang lain sudah diarahkan ke server baru.

Hal ini bisa menyebabkan pesan error "User Not Found" muncul secara sporadis.

8. Link yang Mengarah ke File yang Tidak Ada

Tidak hanya halaman, tautan yang mengarah ke file tertentu seperti gambar, dokumen PDF, atau file lainnya juga bisa menyebabkan error jika file tersebut tidak ada di lokasi yang dituju.

Ini bisa terjadi jika file tersebut terhapus, dipindahkan tanpa pembaruan tautan, atau jika URL yang mengarah ke file tersebut salah.

Strategi Jitu Mengatasi Error "User Not Found"

Menemui error "User Not Found" memang menjengkelkan, namun jangan panik.

Dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat mengidentifikasi penyebabnya dan mengembalikan akses ke halaman website Anda.

Berikut adalah langkah-langkah praktis yang bisa Anda terapkan:

1. Periksa Kembali Tautan (URL) dengan Teliti

Langkah pertama dan paling mendasar adalah melakukan verifikasi pada URL yang Anda coba akses.

  • Pastikan tidak ada kesalahan pengetikan (typo), baik pada nama domain, subdomain, maupun path halaman.
  • Perhatikan penggunaan huruf kapital dan huruf kecil, karena beberapa server sensitif terhadap case sensitivity.
  • Cek apakah ada karakter tambahan yang tidak seharusnya ada, seperti spasi atau simbol yang salah tempat.

Jika Anda mengklik sebuah tautan dari sumber lain, coba salin tautan tersebut dan tempelkan ke browser Anda untuk memastikan URL yang dituju memang benar.

2. Bersihkan Cache dan Cookies Browser

Cache dan cookies yang kedaluwarsa seringkali menjadi biang keladi munculnya error.

  • Buka pengaturan browser Anda.
  • Cari opsi "Clear browsing data" atau "Hapus riwayat penjelajahan".
  • Pilih untuk membersihkan "Cached images and files" serta "Cookies and other site data".
  • Atur rentang waktu pembersihan ke "All time" atau "Semua waktu" untuk hasil maksimal.
  • Setelah dibersihkan, tutup browser Anda, lalu buka kembali dan coba akses tautan yang bermasalah.

Terkadang, langkah sederhana ini sudah cukup untuk mengatasi masalah.

3. Coba Akses Menggunakan Perangkat atau Browser Lain

Untuk mengisolasi masalah, coba buka tautan yang sama menggunakan:

  • Perangkat lain (misalnya, dari komputer ke ponsel, atau sebaliknya).
  • Browser yang berbeda (misalnya, dari Chrome ke Firefox, atau Edge).
  • Mode Incognito/Private Window di browser Anda.

Jika tautan berhasil diakses dari perangkat atau browser lain, kemungkinan besar masalahnya ada pada pengaturan browser atau perangkat yang Anda gunakan sebelumnya.

4. Segarkan Halaman (Refresh) dan Restart Perangkat

Terkadang, masalah koneksi atau tampilan sementara bisa menyebabkan error.

  • Tekan tombol F5 (di Windows) atau Command+R (di Mac) untuk menyegarkan halaman.
  • Jika belum berhasil, coba restart komputer atau perangkat seluler Anda.

Proses restart dapat membantu membersihkan memori sementara dan memulai ulang koneksi jaringan yang mungkin bermasalah.

5. Cek Pengaturan Permalink di WordPress

Jika website Anda menggunakan WordPress, masalah pada permalink adalah penyebab yang patut dicurigai.

  • Masuk ke dashboard WordPress Anda.
  • Navigasi ke "Pengaturan" > "Permalink".
  • Tanpa mengubah apa pun, klik tombol "Simpan Perubahan".

Proses ini akan menyegarkan kembali file `.htaccess` dan aturan permalink di server Anda, yang seringkali dapat memperbaiki tautan yang rusak.

Jika Anda baru saja mengubah struktur permalink, pastikan Anda telah melakukan pengalihan 301 dari URL lama ke URL baru.

6. Nonaktifkan Plugin Satu Per Satu

Konflik plugin adalah penyebab umum error di WordPress.

  • Akses file website Anda melalui File Manager di panel hosting atau menggunakan FTP Client (seperti FileZilla).
  • Navigasi ke folder `wp-content`.
  • Ubah nama folder `plugins` menjadi sesuatu yang lain, misalnya `plugins_old`. Ini akan menonaktifkan semua plugin secara massal.
  • Periksa apakah website Anda sudah bisa diakses.
  • Jika website sudah berfungsi, berarti salah satu plugin Anda adalah penyebabnya.
  • Kembalikan nama folder `plugins` menjadi `plugins` semula.
  • Kemudian, masuk ke dashboard WordPress Anda, buka "Plugin" > "Plugin Terpasang". Nonaktifkan semua plugin, lalu aktifkan kembali satu per satu sambil memeriksa website setelah setiap pengaktifan, sampai Anda menemukan plugin yang menyebabkan error.

7. Periksa dan Atur Ulang File .htaccess

File `.htaccess` yang rusak dapat menyebabkan berbagai masalah.

  • Akses file website Anda melalui File Manager di panel hosting atau FTP Client.
  • Temukan file `.htaccess` di direktori utama website Anda (biasanya di `public_html`).
  • Ubah nama file `.htaccess` menjadi `.htaccess_old` untuk menonaktifkannya sementara.
  • Periksa apakah website Anda sudah bisa diakses.
  • Jika sudah bisa, Anda perlu membuat file `.htaccess` yang baru. Anda bisa menggunakan generator `.htaccess` online atau menyalin kode default dari dokumentasi WordPress:
# BEGIN WordPress
<IfModule mod_rewrite.c>
RewriteEngine On
RewriteRule .* - 
RewriteBase /
RewriteRule ^index.php$ - 
RewriteCond %REQUEST_FILENAME !-f
RewriteCond %REQUEST_FILENAME !-d
RewriteRule . /index.php 
</IfModule>
# END WordPress
  • Buat file baru bernama `.htaccess` dan masukkan kode di atas.
  • Simpan perubahan.

8. Periksa Log Error Server

Panel hosting Anda biasanya menyediakan akses ke log error server.

  • Masuk ke panel hosting Anda (misalnya cPanel, Plesk, atau panel kustom lainnya).
  • Cari bagian "Error Logs" atau "Log Kesalahan".
  • Periksa log untuk melihat pesan kesalahan spesifik yang muncul saat error "User Not Found" terjadi. Informasi ini bisa sangat membantu dalam mendiagnosis akar masalahnya.

9. Verifikasi Kepemilikan File dan Izin Akses (File Permissions)

Izin akses file yang salah dapat mencegah server membaca atau menampilkan konten website.

  • Melalui File Manager atau FTP Client, periksa izin akses (permissions) untuk file dan folder website Anda.
  • Direktori (folder) umumnya harus memiliki izin `755`.
  • File (seperti file PHP, HTML, CSS, JS) umumnya harus memiliki izin `644`.

Jika izin aksesnya salah, Anda bisa mengubahnya melalui fitur "Change Permissions" di File Manager atau FTP Client Anda.

10. Periksa Status Propagasi DNS

Jika Anda baru saja melakukan perubahan pada domain atau hosting, gunakan alat online seperti DNS Checker untuk memverifikasi apakah DNS Anda sudah tersebar sepenuhnya.

Jika propagasi masih berlangsung, bersabarlah menunggu hingga selesai. Anda bisa mencoba mengakses website dari waktu ke waktu.

Pentingnya Halaman 404 yang Dibuat dengan Baik

Meskipun kita berusaha keras untuk mencegah error "User Not Found" terjadi, terkadang hal tersebut tidak terhindarkan.

Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilik website untuk mendesain halaman 404 yang informatif dan ramah pengguna.

Halaman 404 yang baik seharusnya:

  • Memberi tahu pengguna bahwa halaman yang dicari tidak ditemukan.
  • Menyediakan tautan kembali ke beranda atau halaman penting lainnya.
  • Mungkin menyertakan kolom pencarian agar pengguna dapat mencari informasi yang mereka butuhkan.
  • Memiliki desain yang konsisten dengan branding website Anda, sehingga tidak terasa asing atau mengganggu.
  • Menghindari pesan teknis yang membingungkan bagi pengguna awam.

Dengan halaman 404 yang efektif, Anda dapat mengubah pengalaman negatif pengguna menjadi sesuatu yang lebih positif, bahkan mempertahankan mereka di website Anda.

Kesimpulan

Error "User Not Found" atau 404 Not Found adalah masalah umum yang bisa dihadapi oleh setiap pemilik website.

Penyebabnya bervariasi, mulai dari kesalahan sederhana seperti typo URL hingga masalah teknis yang lebih kompleks pada server, plugin, atau konfigurasi website.

Dengan memahami berbagai kemungkinan penyebabnya dan menerapkan langkah-langkah pemecahan masalah yang sistematis, Anda dapat mengatasi error ini secara efektif.

Ingatlah untuk selalu teliti, bersabar, dan jangan ragu untuk memanfaatkan log error server serta bantuan dari penyedia hosting jika diperlukan.

Bagikan artikel ini kepada rekan Anda yang mungkin juga pernah mengalami masalah serupa!

FAQ: Pertanyaan Seputar Error Website

Berapa biaya membuat website profesional?

Biaya pembuatan website sangat bervariasi, tergantung pada kompleksitas desain, fitur yang dibutuhkan, platform yang digunakan (CMS seperti WordPress, custom code, dll.), dan apakah Anda menggunakan jasa freelancer, agensi, atau membuatnya sendiri. Untuk website sederhana, biayanya bisa mulai dari ratusan ribu rupiah, sementara website korporat kompleks bisa mencapai puluhan hingga ratusan juta rupiah.

Tools apa saja yang wajib dimiliki pemilik website?

Pemilik website idealnya memiliki akses ke tools untuk analisis performa (seperti Google Analytics, Google Search Console), tools optimasi SEO (seperti SEMrush, Ahrefs, atau plugin SEO untuk CMS), tools manajemen hosting, dan mungkin tools desain dasar jika mereka terlibat dalam pembaruan konten visual.

Apakah website harus menggunakan SSL (HTTPS)?

Ya, sangat disarankan. Penggunaan SSL (Secure Sockets Layer) yang diwujudkan dengan protokol HTTPS penting untuk keamanan data pengguna, membangun kepercayaan pengunjung, dan juga merupakan salah satu faktor peringkat di mesin pencari seperti Google. Mayoritas penyedia hosting saat ini menawarkan sertifikat SSL gratis.

CMS apa yang paling direkomendasikan untuk pemula?

Untuk pemula, WordPress.org (versi self-hosted) seringkali menjadi pilihan terbaik. Ia menawarkan keseimbangan antara kemudahan penggunaan, fleksibilitas, ketersediaan tema dan plugin yang melimpah, serta komunitas dukungan yang sangat besar. Alternatif lain yang juga relatif mudah adalah Wix atau Squarespace untuk website yang lebih sederhana tanpa perlu mengelola hosting sendiri.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang