Memuat...
👋 Selamat Pagi!

5 Tips Membuat Tampilan Under Construction Website Anda Profesional

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah situs web yang menampilkan pesan "Sedang dalam Perbaikan" atau "Segera Hadir"? Tampilan seperti ini seringkali membuat penasa...

5 Tips Membuat Tampilan Under Construction Website Anda Profesional

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah situs web yang menampilkan pesan "Sedang dalam Perbaikan" atau "Segera Hadir"? Tampilan seperti ini seringkali membuat penasaran sekaligus memberikan kesan profesional bagi pengunjung. Jika Anda sedang dalam proses membangun website baru atau melakukan perombakan besar-besaran pada situs yang sudah ada, menampilkan halaman under construction adalah langkah cerdas.

Halaman ini bukan sekadar pemberitahuan, melainkan sebuah strategi untuk menjaga pengalaman pengguna tetap positif, bahkan ketika situs Anda belum sepenuhnya siap. Artikel ini akan memandu Anda melalui berbagai cara membuat tampilan under construction yang efektif, mulai dari metode teknis hingga penggunaan alat bantu yang memudahkan.

Apa Itu Halaman Under Construction?

Halaman under construction, atau yang sering diterjemahkan sebagai "sedang dibangun" atau "dalam perbaikan", adalah sebuah halaman web sementara yang ditampilkan kepada pengunjung ketika situs utama sedang dalam tahap pengembangan, pembaruan, atau perbaikan.

Tujuan utamanya adalah untuk mencegah pengunjung melihat situs yang belum selesai atau berantakan, yang dapat merusak citra profesional Anda. Halaman ini biasanya berisi pesan singkat yang memberitahukan bahwa situs akan segera online atau kembali aktif.

Mengapa Penting Menampilkan Halaman Under Construction?

Meskipun terdengar sederhana, menampilkan halaman under construction memiliki beberapa manfaat penting bagi kelangsungan dan citra bisnis online Anda:

Menjaga Citra Profesional

Situs web yang belum selesai, dengan tautan yang rusak, konten yang belum lengkap, atau desain yang berantakan, dapat memberikan kesan negatif kepada pengunjung. Halaman under construction yang dirancang dengan baik dapat mencegah hal ini terjadi.

Mengelola Ekspektasi Pengunjung

Dengan memberikan informasi yang jelas tentang status situs, Anda membantu pengunjung memahami mengapa mereka tidak dapat mengakses konten sepenuhnya. Ini mengurangi potensi frustrasi dan kekecewaan.

Membangun Antisipasi dan Rasa Penasaran

Halaman under construction yang menarik dan informatif dapat menjadi alat pemasaran yang efektif. Pesan yang tepat dapat membuat pengunjung penasaran dan menantikan peluncuran situs Anda.

Memberikan Informasi Kontak dan Media Sosial

Meskipun situs utama belum aktif, halaman under construction bisa menjadi tempat untuk menampilkan tautan ke media sosial Anda, alamat email, atau nomor telepon. Ini memungkinkan pengunjung yang tertarik untuk tetap terhubung.

Memfasilitasi Pengumpulan Prospek (Leads)

Beberapa halaman under construction modern dilengkapi dengan formulir pendaftaran email. Anda bisa menawarkan notifikasi saat situs diluncurkan atau konten eksklusif bagi mereka yang mendaftar, sehingga Anda dapat mulai membangun daftar pelanggan potensial.

Mempermudah Proses SEO Awal

Meskipun belum ada konten utama, halaman under construction yang dioptimalkan dengan baik dapat membantu mesin pencari mengindeks keberadaan situs Anda. Ini penting untuk fondasi SEO jangka panjang.

Metode Membuat Tampilan Under Construction

Ada beberapa cara untuk menciptakan halaman under construction, mulai dari yang paling dasar hingga yang lebih canggih. Pilihan metode akan bergantung pada tingkat keahlian teknis Anda, platform website yang digunakan, dan seberapa detail Anda ingin mengkustomisasi tampilannya.

1. Menggunakan Kode HTML dan CSS Sederhana

Jika Anda memiliki pemahaman dasar tentang HTML dan CSS, membuat halaman under construction sendiri bisa menjadi solusi yang fleksibel dan hemat biaya. Metode ini sangat cocok untuk website statis atau ketika Anda ingin kontrol penuh atas tampilan.

Langkah-langkah Membuat Halaman Under Construction dengan HTML & CSS:

  1. Buka editor teks favorit Anda (seperti Notepad, VS Code, Sublime Text).
  2. Buat file baru dan beri nama, misalnya `index.html`.
  3. Salin dan tempel kode HTML dasar berikut, lalu sesuaikan isinya:
    <!DOCTYPE html>
    <html lang="id">
    <head>
        <meta charset="UTF-8">
        <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
        <title>Website Kami Sedang Dibangun</title>
        <style>
            body 
                font-family: 'Arial', sans-serif;
                background-color: #f8f9fa;
                color: #343a40;
                display: flex;
                justify-content: center;
                align-items: center;
                height: 100vh;
                margin: 0;
                text-align: center;
                flex-direction: column; /* Agar konten tersusun vertikal */
            
            .container 
                max-width: 700px;
                padding: 30px;
                background-color: #ffffff;
                border-radius: 8px;
                box-shadow: 0 4px 15px rgba(0, 0, 0, 0.1);
            
            h1 
                color: #007bff;
                font-size: 2.8em;
                margin-bottom: 20px;
            
            p 
                font-size: 1.2em;
                line-height: 1.6;
                margin-bottom: 25px;
            
            .social-links a 
                display: inline-block;
                margin: 0 15px;
                color: #007bff;
                text-decoration: none;
                font-size: 1.1em;
                transition: color 0.3s ease;
            
            .social-links a:hover 
                color: #0056b3;
            
            .logo img 
                max-width: 150px; /* Sesuaikan ukuran logo */
                margin-bottom: 30px;
            
        </style>
    </head>
    <body>
        <div class="container">
            <div class="logo">
                <!-- Ganti 'logo-anda.png' dengan nama file logo Anda -->
                <img src="logo-anda.png" alt="Logo Perusahaan Anda">
            </div>
            <h1>Situs Kami Sedang Dibangun!</h1>
            <p>Kami sedang bekerja keras untuk memberikan pengalaman terbaik bagi Anda. Nantikan peluncuran situs web baru kami yang penuh inovasi.</p>
            <p>Sementara itu, Anda bisa tetap terhubung dengan kami melalui media sosial:</p>
            <div class="social-links">
                <!-- Ganti '#' dengan tautan profil media sosial Anda -->
                <a href="#">Facebook</a>
                <a href="#">Instagram</a>
                <a href="#">LinkedIn</a>
            </div>
        </div>
    </body>
    </html>
    
  4. Simpan file `index.html`. Jika Anda ingin menambahkan logo, pastikan Anda memiliki file gambar logo (misalnya, `logo-anda.png`) di folder yang sama dengan file HTML Anda, dan sesuaikan tag `` di dalam kode.
  5. Unggah file `index.html` (dan file logo Anda jika ada) ke direktori utama server web Anda. Biasanya, ini adalah folder bernama `public_html` atau `www`.
  6. Uji halaman tersebut dengan membuka alamat website Anda di browser.

Kelebihan: Memberikan kontrol penuh atas desain dan fungsionalitas, sangat ringan, dan tidak memerlukan biaya tambahan.

Kekurangan: Membutuhkan pengetahuan dasar HTML dan CSS untuk kustomisasi. Jika Anda ingin menambahkan fitur seperti formulir pendaftaran, Anda perlu menambahkan kode tambahan.

2. Menggunakan Gambar Statis (Format PNG atau JPG)

Metode ini adalah cara tercepat jika Anda tidak ingin berurusan dengan kode sama sekali. Anda cukup membuat desain halaman under construction di software desain grafis, menyimpannya sebagai gambar, lalu menampilkannya.

Langkah-langkah Membuat Halaman Under Construction dengan Gambar:

  1. Buka software desain grafis seperti Adobe Photoshop, Canva, GIMP, atau Figma.
  2. Buat dokumen baru dengan dimensi yang sesuai untuk tampilan layar (misalnya, 1920x1080 piksel).
  3. Desain halaman Anda. Sertakan pesan seperti "Website Segera Hadir", logo Anda, dan mungkin tautan media sosial dalam bentuk teks di atas gambar atau sebagai elemen terpisah.
  4. Simpan desain Anda dalam format gambar yang dioptimalkan untuk web, seperti PNG (untuk kualitas terbaik dan dukungan transparansi) atau JPG (untuk ukuran file lebih kecil). Beri nama file, misalnya `maintenance.png`.
  5. Buat file HTML sederhana seperti contoh di bawah ini:
    <!DOCTYPE html>
    <html lang="id">
    <head>
        <meta charset="UTF-8">
        <meta name="viewport" content="width=device-width, initial-scale=1.0">
        <title>Website Dalam Perbaikan</title>
        <style>
            body 
                margin: 0;
                padding: 0;
                display: flex;
                justify-content: center;
                align-items: center;
                height: 100vh;
                background-color: #e9ecef; /* Warna latar belakang jika gambar tidak mengisi seluruh layar */
                overflow: hidden; /* Mencegah scroll bar jika gambar terlalu besar */
            
            img 
                max-width: 100%;
                max-height: 100vh; /* Pastikan gambar tidak lebih tinggi dari viewport */
                display: block; /* Menghilangkan spasi ekstra di bawah gambar */
                object-fit: contain; /* Memastikan gambar pas tanpa terdistorsi */
            
        </style>
    </head>
    <body>
        <!-- Ganti 'maintenance.png' dengan nama file gambar Anda -->
        <img src="maintenance.png" alt="Website sedang dalam perbaikan">
    </body>
    </html>
    
  6. Simpan file HTML ini sebagai `index.html` dan pastikan file gambar (`maintenance.png`) berada di folder yang sama.
  7. Unggah kedua file tersebut ke direktori utama server web Anda.

Kelebihan: Sangat mudah dibuat jika Anda terbiasa dengan software desain grafis. Tidak memerlukan keahlian coding sama sekali.

Kekurangan: Halaman bersifat statis, artinya tidak interaktif. Anda tidak dapat menambahkan formulir pendaftaran atau elemen dinamis lainnya. Pembaruan konten memerlukan pembuatan ulang gambar.

3. Menggunakan Plugin WordPress

Jika situs web Anda dibangun menggunakan WordPress, menggunakan plugin adalah cara paling praktis dan efisien. Ada banyak plugin gratis maupun berbayar yang dirancang khusus untuk membuat halaman under construction atau coming soon.

Langkah-langkah Membuat Halaman Under Construction dengan Plugin WordPress:

  1. Masuk ke Dashboard WordPress Anda.
  2. Navigasi ke menu "Plugin" > "Tambah Baru".
  3. Cari plugin dengan kata kunci seperti "under construction", "coming soon", atau "maintenance mode".
  4. Pilih plugin yang memiliki rating bagus, ulasan positif, dan pembaruan terakhir yang relevan.
  5. Klik "Pasang Sekarang" pada plugin pilihan Anda, lalu klik "Aktifkan".
  6. Setelah diaktifkan, plugin biasanya akan menambahkan menu baru di dashboard Anda atau opsi di dalam menu "Pengaturan".
  7. Buka pengaturan plugin tersebut. Di sini Anda akan menemukan opsi untuk:
    • Mengaktifkan mode under construction.
    • Memilih atau membuat halaman under construction.
    • Mengatur pengecualian IP (agar Anda atau tim Anda tetap bisa mengakses situs).
    • Menambahkan teks, logo, penghitung waktu mundur, dan tautan media sosial.
    • Mengintegrasikan dengan layanan email marketing.
  8. Konfigurasi pengaturan sesuai kebutuhan Anda, lalu simpan perubahan.
  9. Kunjungi situs Anda dari browser lain (atau gunakan mode incognito) untuk melihat hasilnya.

Rekomendasi Plugin WordPress Populer:

Berikut adalah beberapa plugin yang sering direkomendasikan:

a. UnderConstructionPage

Plugin ini sangat populer karena antarmuka drag-and-drop yang intuitif dan koleksi template yang luas. Versi gratisnya sudah cukup fungsional, sementara versi Pro menawarkan lebih banyak fitur canggih.

Fitur Unggulan: Template responsif, integrasi media sosial, penghitung mundur, penyesuaian SEO, mode maintenance.

Kelebihan: Mudah digunakan bahkan untuk pemula, banyak pilihan template, dukungan yang baik.

Kekurangan: Fitur paling canggih memerlukan versi Pro.

b. SeedProd

SeedProd adalah salah satu page builder paling kuat untuk membuat halaman coming soon, maintenance mode, dan halaman arahan (landing page). Builder visualnya sangat canggih.

Fitur Unggulan: Builder visual drag-and-drop, ratusan template siap pakai, integrasi dengan layanan email marketing populer, pelacakan prospek, SEO-friendly.

Kelebihan: Sangat fleksibel, memungkinkan kustomisasi mendalam tanpa coding, sangat baik untuk tujuan pemasaran.

Kekurangan: Versi gratisnya terbatas, dan fitur terbaik ada di versi berbayar.

c. CMP (Coming Soon & Maintenance Plugin)

Plugin ini menawarkan keseimbangan antara kemudahan penggunaan dan desain yang menarik. Anda dapat membuat halaman under construction yang profesional dengan cepat.

Fitur Unggulan: Desain minimalis, template yang bisa disesuaikan, latar belakang video, integrasi media sosial, formulir pendaftaran.

Kelebihan: Tampilan modern, mudah dikustomisasi, opsi latar belakang dinamis.

Kekurangan: Beberapa template dan fitur lanjutan hanya tersedia di versi premium.

d. WP Maintenance Mode & Coming Soon

Plugin ini menawarkan fungsionalitas dasar yang solid untuk membuat halaman maintenance atau coming soon. Sangat ringan dan mudah diatur.

Fitur Unggulan: Mode maintenance, halaman coming soon, desain responsif, dukungan SEO, integrasi media sosial.

Kelebihan: Ringan, gratis, dan mudah digunakan untuk kebutuhan dasar.

Kekurangan: Opsi kustomisasi desain lebih terbatas dibandingkan plugin lain.

Kelebihan Menggunakan Plugin: Cepat, mudah diimplementasikan, tidak memerlukan keahlian coding mendalam, dan seringkali dilengkapi fitur tambahan seperti SEO, email marketing, dan analisis.

Kekurangan Menggunakan Plugin: Tergantung pada pemeliharaan pengembang plugin, beberapa plugin bisa memengaruhi performa situs jika tidak dioptimalkan dengan baik, dan fitur terbaik biasanya memerlukan biaya.

Tips Mendesain Halaman Under Construction yang Efektif

Halaman under construction yang baik bukan hanya tentang memberi tahu pengunjung bahwa situs sedang dibangun, tetapi juga tentang meninggalkan kesan positif. Berikut beberapa tips untuk membuat halaman Anda lebih efektif:

1. Jaga Desain Tetap Sederhana dan Konsisten

Gunakan elemen desain yang konsisten dengan identitas brand Anda. Warna, font, dan logo harus sesuai dengan tampilan situs web Anda secara keseluruhan. Hindari desain yang terlalu ramai atau membingungkan.

2. Sampaikan Pesan dengan Jelas

Gunakan kalimat yang singkat, padat, dan mudah dipahami. Jelaskan mengapa situs sedang tidak aktif dan kapan kira-kira akan kembali online. Jika Anda tidak yakin kapan akan selesai, gunakan frasa seperti "Segera Hadir" atau "Nantikan Peluncuran Kami".

3. Sertakan Logo Anda

Pastikan logo perusahaan Anda terlihat jelas. Ini membantu membangun pengenalan merek dan mengingatkan pengunjung siapa Anda.

4. Tambahkan Opsi Kontak atau Media Sosial

Berikan pengunjung cara untuk tetap terhubung. Tautkan ke halaman media sosial Anda, sertakan alamat email kontak, atau bahkan nomor telepon jika relevan.

5. Pertimbangkan Penghitung Waktu Mundur (Countdown Timer)

Jika Anda memiliki tanggal peluncuran yang pasti, penghitung waktu mundur bisa sangat efektif untuk membangun antisipasi. Ini memberikan rasa urgensi dan memberi tahu pengunjung kapan harus kembali.

6. Tambahkan Formulir Pendaftaran Email

Ini adalah kesempatan emas untuk mengumpulkan prospek. Tawarkan untuk memberi tahu mereka saat situs diluncurkan atau berikan insentif bagi yang mendaftar. Ini adalah cara yang bagus untuk membangun audiens Anda sebelum situs aktif.

7. Optimalkan untuk SEO Dasar

Meskipun halaman ini sementara, Anda tetap bisa melakukan optimasi SEO dasar. Gunakan judul halaman (`

`) yang relevan dan deskriptif. Jika menggunakan plugin, pastikan ada opsi untuk menambahkan meta deskripsi. <h3>8. Pastikan Responsif di Semua Perangkat</h3> <p>Halaman <em>under construction</em> Anda harus terlihat bagus di desktop, tablet, dan ponsel. Sebagian besar plugin WordPress modern sudah responsif secara default. Jika Anda menggunakan HTML/CSS, pastikan desain Anda juga mengikuti prinsip desain responsif.</p> <h3>9. Hindari Halaman yang Terlalu Kosong</h3> <p>Halaman yang terlalu kosong tanpa informasi tambahan bisa terasa seperti situs yang ditinggalkan. Tambahkan sedikit informasi tentang apa yang akan ditawarkan situs Anda nanti, atau sedikit cerita tentang brand Anda.</p> <h3>10. Uji Coba Sebelum Mengaktifkan</h3> <p>Sebelum mengaktifkan halaman <em>under construction</em> untuk publik, uji coba terlebih dahulu. Pastikan semua tautan berfungsi, gambar tampil dengan benar, dan pesannya mudah dibaca.</p> <h2 id="heading-5">Kesalahan Umum Saat Membuat Halaman Under Construction</h2> <p>Ada beberapa kesalahan yang sering dilakukan pemilik website saat membuat halaman <em>under construction</em>. Menghindari kesalahan ini akan membantu Anda menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengunjung:</p> <h3>1. Lupa Mengaktifkan Mode Maintenance</h3> <p>Setelah selesai mendesain halaman <em>under construction</em>, pastikan Anda benar-benar mengaktifkannya. Jika tidak, pengunjung mungkin akan melihat situs yang belum selesai.</p> <h3>2. Membiarkannya Terlalu Lama</h3> <p>Halaman <em>under construction</em> seharusnya bersifat sementara. Jika dibiarkan terlalu lama, pengunjung bisa kehilangan minat dan beralih ke pesaing.</p> <h3>3. Tampilan yang Buruk atau Tidak Profesional</h3> <p>Menggunakan gambar berkualitas rendah, tata letak yang berantakan, atau pesan yang tidak jelas dapat merusak citra merek Anda.</p> <h3>4. Tidak Memberikan Informasi Alternatif</h3> <p>Jika pengunjung tidak dapat mengakses situs utama, mereka harus memiliki cara lain untuk mendapatkan informasi atau menghubungi Anda. Jangan biarkan mereka merasa "terjebak".</p> <h3>5. Mengabaikan SEO</h3> <p>Meskipun bersifat sementara, halaman ini tetap dapat diindeks. Pastikan Anda memberikan judul dan deskripsi yang baik untuk membantu mesin pencari memahaminya.</p> <h3>6. Terlalu Banyak Elemen yang Mengganggu</h3> <p>Hindari pop-up yang berlebihan, animasi yang terlalu cepat, atau musik latar yang tidak diminta. Fokus pada kejelasan dan kemudahan penggunaan.</p> <h2 id="heading-6">Studi Kasus: Bisnis <a href="https://kerjakode.com/blog/category/jasa-bikin-website" class="internal-link" title="Lihat artikel Jasa Pembuatan Website">Jasa Pembuatan Website</a></h2> <p>Sebuah agensi digital marketing yang baru saja meluncurkan layanan pembuatan website profesional, memutuskan untuk membangun situs web baru mereka dari awal. Selama proses pengembangan, mereka menggunakan plugin WordPress "SeedProd" untuk menampilkan halaman <em>coming soon</em> yang menarik.</p> <p>Halaman tersebut menampilkan logo agensi, pesan singkat tentang layanan pembuatan website yang akan mereka tawarkan, serta sebuah penghitung waktu mundur menuju tanggal peluncuran resmi. Yang paling penting, mereka menyertakan formulir pendaftaran email yang menawarkan diskon khusus untuk 10 klien pertama yang mendaftar sebelum peluncuran.</p> <p>Hasilnya, dalam dua minggu masa <em>coming soon</em>, mereka berhasil mengumpulkan lebih dari 50 prospek email. Ketika situs web resmi diluncurkan, mereka sudah memiliki audiens yang siap untuk dilayani, dan beberapa di antaranya langsung memesan layanan.</p> <p>Studi kasus ini menunjukkan bagaimana halaman <em>under construction</em> yang dirancang dengan baik, terutama dengan fitur pengumpulan prospek, dapat menjadi alat pemasaran yang sangat efektif, bahkan sebelum situs web utama beroperasi penuh.</p> <h2 id="heading-7">FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)</h2> <h2 id="heading-8">Apa Manfaat Menggunakan Halaman Under Construction?</h2> <p>Halaman <em>under construction</em> menjaga citra profesional, mengelola ekspektasi pengunjung, membangun antisipasi, dan bisa digunakan untuk mengumpulkan prospek email atau menampilkan informasi kontak alternatif.</p> <h2 id="heading-9">Apakah Halaman Under Construction Mempengaruhi SEO?</h2> <p>Halaman <em>under construction</em> yang dioptimalkan dengan baik tidak akan merusak SEO Anda. Sebaliknya, memberikan judul dan deskripsi yang relevan dapat membantu mesin pencari mengindeks keberadaan situs Anda. Namun, biarkan halaman ini aktif hanya selama periode pengembangan yang diperlukan.</p> <h2 id="heading-10">Bagaimana Cara Mengganti Halaman Under Construction dengan Situs Web Asli?</h2> <p>Jika Anda menggunakan plugin WordPress, Anda cukup menonaktifkan mode <em>under construction</em> melalui pengaturan plugin. Jika Anda membuat halaman secara manual dengan HTML, Anda perlu menghapus atau mengganti file `index.html` yang berisi halaman <em>under construction</em> dengan file situs web utama Anda.</p> <h2 id="heading-11">Kesimpulan</h2> <p>Membuat halaman <em>under construction</em> adalah bagian penting dari proses pengembangan website. Ini adalah kesempatan untuk tetap berkomunikasi dengan audiens Anda sambil membangun ekspektasi positif.</p> <p>Baik Anda memilih metode manual dengan HTML dan CSS, menggunakan gambar statis, atau memanfaatkan kekuatan plugin WordPress, pastikan halaman tersebut dirancang dengan cermat, informatif, dan mencerminkan profesionalisme brand Anda.</p> <p>Dengan perencanaan yang tepat, halaman <em>under construction</em> Anda tidak hanya berfungsi sebagai pemberitahuan, tetapi juga sebagai alat pemasaran awal yang efektif.</p> <p>Bagikan artikel ini jika Anda merasa bermanfaat, dan jangan ragu untuk membaca panduan website lainnya di blog ini untuk terus meningkatkan kualitas digital Anda.</p>
Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang