Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Apakah BBB Rating Memengaruhi Peringkat Google

Di era digital yang serba cepat ini, kepercayaan menjadi mata uang yang sangat berharga bagi setiap bisnis. Konsumen semakin cerdas dan kritis dalam memilih pr...

Apakah BBB Rating Memengaruhi Peringkat Google

Di era digital yang serba cepat ini, kepercayaan menjadi mata uang yang sangat berharga bagi setiap bisnis. Konsumen semakin cerdas dan kritis dalam memilih produk atau jasa. Muncul pertanyaan di benak para pemilik bisnis dan praktisi SEO: apakah sebuah penilaian dari organisasi pihak ketiga seperti Better Business Bureau (BBB) dapat secara langsung memengaruhi peringkat website mereka di hasil pencarian Google? Mari kita bedah tuntas isu ini agar Anda mendapatkan gambaran yang jelas.

Memahami Konsep BBB Rating

BBB, atau Better Business Bureau, adalah sebuah organisasi nirlaba yang beroperasi di Amerika Utara. Tujuannya adalah untuk mempromosikan praktik bisnis yang etis dan transparan. BBB mengumpulkan dan menganalisis data tentang keluhan konsumen, ulasan, dan informasi bisnis lainnya untuk memberikan penilaian atau "rating" kepada perusahaan.

Sistem penilaian BBB menggunakan skala huruf dari A+ (tertinggi) hingga F (terendah). Penilaian ini mencerminkan persepsi BBB terhadap keandalan dan integritas sebuah bisnis. Perusahaan yang ingin mendapatkan akreditasi dari BBB biasanya harus memenuhi kriteria tertentu dan terkadang membayar biaya keanggotaan.

Faktor-faktor yang umumnya dipertimbangkan dalam penilaian BBB meliputi:

  • Jenis bisnis dan lamanya beroperasi.
  • Reputasi bisnis berdasarkan keluhan konsumen yang dilaporkan dan diselesaikan.
  • Tingkat transparansi bisnis dalam operasinya.
  • Upaya bisnis dalam menangani keluhan pelanggan.
  • Adanya lisensi atau izin yang relevan.

Klaim Potensial: Hubungan BBB Rating dengan Peringkat Google

Munculnya berbagai organisasi seperti BBB secara alami memicu spekulasi tentang dampaknya terhadap berbagai aspek bisnis, termasuk visibilitas online. Beberapa pihak berpendapat bahwa rating BBB yang baik dapat menjadi sinyal positif bagi Google mengenai kredibilitas sebuah website.

Logika di baliknya adalah Google selalu berusaha menyajikan hasil pencarian yang paling relevan dan terpercaya bagi penggunanya. Jika sebuah bisnis memiliki reputasi baik di mata organisasi independen seperti BBB, secara teoritis ini bisa menjadi indikator bahwa bisnis tersebut patut dipercaya.

Terlebih lagi, pada beberapa masa, panduan kualitas pencarian Google (Search Quality Raters Guidelines) memang pernah merujuk pada sumber-sumber eksternal yang mencerminkan reputasi bisnis. Hal ini sempat menimbulkan anggapan bahwa rating BBB bisa saja menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh algoritma Google.

Beberapa pakar SEO di masa lalu juga mengamati korelasi antara perubahan algoritma Google dan pergeseran peringkat website yang memiliki rating BBB buruk, terutama pada topik-topik yang sensitif seperti kesehatan dan medis. Observasi ini semakin memperkuat dugaan adanya hubungan.

Klaim semacam ini seringkali beredar di komunitas digital marketing, menciptakan sedikit kebingungan di kalangan pemilik bisnis yang ingin memaksimalkan potensi SEO mereka.

Mencari Bukti: Apakah BBB Rating Benar-Benar Mempengaruhi Ranking Google?

Untuk menjawab pertanyaan ini secara definitif, kita perlu merujuk pada sumber-sumber yang paling otoritatif: pernyataan resmi dari Google sendiri dan panduan kualitas pencarian mereka.

Google secara berkala menerbitkan panduan yang digunakan oleh para penilai kualitas pencarian mereka. Panduan ini menjelaskan bagaimana algoritma Google seharusnya bekerja dan bagaimana mengevaluasi kualitas hasil pencarian. Dalam panduan tersebut, memang ada pembahasan mengenai pentingnya E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) sebagai faktor penting dalam menentukan peringkat, terutama untuk situs YMYL (Your Money Your Life).

E-E-A-T adalah kerangka kerja yang digunakan Google untuk menilai kualitas konten. Ini mencakup:

  • Experience (Pengalaman): Sejauh mana pembuat konten memiliki pengalaman langsung dalam topik yang dibahas.
  • Expertise (Keahlian): Pengetahuan mendalam dan keterampilan yang dimiliki oleh pembuat konten atau website.
  • Authoritativeness (Otoritas): Sejauh mana pembuat konten atau website diakui sebagai sumber terpercaya oleh orang lain dalam bidangnya.
  • Trustworthiness (Kepercayaan): Tingkat kejujuran, keamanan, dan keandalan dari pembuat konten dan website.

Dalam konteks E-E-A-T, reputasi sebuah bisnis memang menjadi bagian penting dari "Trustworthiness". Namun, pertanyaan krusialnya adalah, apakah rating BBB secara spesifik menjadi metrik yang digunakan Google?

Seiring waktu, Google terus memperbarui panduannya. Berdasarkan analisis terbaru dan pernyataan dari perwakilan Google, peran rating BBB sebagai faktor peringkat langsung semakin diragukan.

Sanggahan dan Klarifikasi dari Google

Untuk mengklarifikasi keraguan ini, penting untuk melihat apa yang dikatakan oleh para petinggi di Google.

Pada tahun 2017, sebuah pertanyaan diajukan di platform media sosial X (saat itu Twitter) kepada Gary Illyes, seorang analis dari Google. Pertanyaannya adalah apakah menambahkan emblem akreditasi dari pihak ketiga seperti BBB bermanfaat untuk SEO. Jawaban Gary Illyes cukup lugas: "Saya dapat mengonfirmasi keraguan Anda." Ini menunjukkan bahwa Google tidak melihat penambahan emblem semata sebagai faktor positif.

Kemudian, pada tahun 2018, John Mueller, seorang Search Advocate di Google, memberikan penjelasan yang lebih mendalam saat ditanyai melalui sesi tanya jawab di YouTube Google Search Central. Pertanyaan yang diajukan adalah apakah Googlebot atau algoritma Google meneliti latar belakang keahlian penulis atau reputasi website seperti skor BBB, terutama terkait dengan core update yang terjadi.

John Mueller dengan tegas menyatakan:

"Saya berani mengatakan bahwa Anda benar bahwa kami tidak akan menggunakan skor BBB untuk hal seperti ini (core update). Sejauh yang saya tahu, memang demikian adanya."

Mueller juga menambahkan alasan mengapa hal ini tidak masuk akal dari sudut pandang Google:

"Hal ini tidak masuk akal karena BBB hanya berlaku di Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada. Saya tidak dapat membayangkan bahwa Google akan menggunakan satu sumber secara algoritmik ketika algoritmanya sebagian besar bersifat global."

Penjelasan ini sangat penting. Google beroperasi di seluruh dunia. Mengandalkan sistem penilaian yang hanya berlaku di wilayah geografis tertentu akan sangat membatasi jangkauan dan keadilan algoritmanya. Selain itu, Mueller menekankan bahwa Google lebih fokus pada relevansi sebenarnya bagi pengguna daripada sekadar mengandalkan rating pihak ketiga secara asal-asalan.

Lebih lanjut, pada tahun 2020, Danny Sullivan, yang juga merupakan perwakilan penting di Google Search Liaison, secara eksplisit membantah klaim bahwa Google menggunakan rating BBB sebagai faktor peringkat. Pernyataannya di media sosial sangat jelas: "Tidak, kami tidak menggunakan rating BBB sebagai faktor peringkat (di Google)."

Fokus Sebenarnya: Membangun Kepercayaan Pengguna Secara Holistik

Meskipun BBB rating bukanlah faktor peringkat langsung di Google Search, bukan berarti reputasi bisnis menjadi tidak penting. Justru sebaliknya.

Google sangat menekankan pada konsep E-E-A-T. Ini berarti, alih-alih berfokus pada satu badge atau skor dari organisasi tertentu, Google ingin memastikan bahwa website Anda secara keseluruhan menunjukkan:

  • Pengalaman Nyata: Konten yang dibuat berdasarkan pengalaman langsung, bukan sekadar rangkuman dari sumber lain.
  • Keahlian yang Mendalam: Informasi yang akurat, mendalam, dan disajikan oleh individu atau tim yang memang ahli di bidangnya.
  • Otoritas yang Diakui: Website atau penulisnya diakui sebagai sumber terpercaya oleh pihak lain melalui tautan berkualitas, ulasan positif, atau kutipan dari pakar lain.
  • Kepercayaan yang Kuat: Keamanan transaksi, transparansi informasi kontak, kebijakan privasi yang jelas, dan penanganan keluhan yang baik.

Jadi, bagaimana cara membangun kepercayaan ini tanpa terpaku pada BBB rating?

1. Konten Berkualitas Tinggi dan Akurat

Prioritaskan pembuatan konten yang informatif, akurat, mendalam, dan menjawab pertanyaan pengguna secara tuntas. Pastikan konten diperbarui secara berkala untuk menjaga relevansinya.

2. Tampilkan Keahlian dan Pengalaman

Kenalkan tim Anda, profil penulis, dan sertakan studi kasus atau testimoni yang menunjukkan pengalaman nyata dalam bidang Anda. Jika Anda memiliki sertifikasi atau penghargaan, tampilkan dengan jelas.

3. Kembangkan Otoritas Melalui Backlink dan Kutipan

Usahakan mendapatkan tautan balik (backlink) dari website terkemuka di industri Anda. Ini adalah sinyal kuat bahwa website Anda dianggap berharga oleh orang lain.

4. Jaga Keamanan dan Transparansi Website

Pastikan website Anda aman (menggunakan HTTPS), memiliki kebijakan privasi yang jelas, dan informasi kontak yang mudah ditemukan. Tanggapi ulasan dan komentar pelanggan dengan profesional.

5. Manfaatkan Ulasan Pihak Ketiga (Secara Strategis)

Meskipun BBB rating tidak secara langsung mempengaruhi peringkat, ulasan di platform lain yang relevan dengan industri Anda (misalnya Google Maps, platform e-commerce, atau direktori industri spesifik) bisa menjadi bagian dari gambaran reputasi bisnis Anda. Kelola ulasan ini dengan baik.

6. Bangun Kehadiran di Media Sosial

Aktif di platform media sosial yang relevan untuk berinteraksi dengan audiens Anda, berbagi informasi, dan membangun komunitas. Ini juga berkontribusi pada persepsi publik terhadap bisnis Anda.

Kesimpulan

BBB rating, meskipun dirancang untuk memberikan panduan kepada konsumen mengenai keandalan bisnis, tidak secara langsung menjadi faktor penentu peringkat sebuah website di Google Search. Google sendiri telah berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak menggunakan skor BBB sebagai metrik algoritmik untuk menentukan peringkat.

Fokus utama Google adalah pada kualitas konten, keahlian penulis, otoritas website, dan kepercayaan pengguna secara keseluruhan, yang dirangkum dalam konsep E-E-A-T. Daripada mengejar rating dari satu organisasi spesifik, lebih baik bagi pemilik bisnis untuk menginvestasikan waktu dan sumber daya dalam membangun fondasi yang kuat dari sisi konten, pengalaman pengguna, dan reputasi bisnis yang otentik.

Bagikan artikel ini jika Anda merasa informasinya bermanfaat! Tuliskan pertanyaan Anda di kolom komentar atau ajukan topik lain yang ingin kita bahas bersama.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apakah Google pernah mempertimbangkan BBB rating sebagai faktor peringkat?

Meskipun ada spekulasi di masa lalu, Google secara tegas menyatakan bahwa mereka tidak menggunakan rating BBB sebagai faktor peringkat algoritmik dalam Google Search saat ini.

2. Apa yang paling penting untuk peringkat Google jika bukan BBB rating?

Google sangat menekankan pada E-E-A-T: Experience (Pengalaman), Expertise (Keahlian), Authoritativeness (Otoritas), dan Trustworthiness (Kepercayaan). Membangun ini secara holistik jauh lebih penting.

3. Apakah ulasan di platform lain (selain BBB) penting untuk SEO?

Ulasan di platform pihak ketiga yang relevan dengan bisnis Anda dapat berkontribusi pada persepsi reputasi dan kepercayaan, yang merupakan bagian dari E-E-A-T. Namun, ini lebih ke arah reputasi bisnis secara umum daripada faktor peringkat langsung.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang