Table of Contents
▼Dalam dunia digital marketing, kepercayaan adalah mata uang yang sangat berharga. Para pemilik bisnis online selalu mencari cara untuk membangun kredibilitas dan meningkatkan visibilitas mereka di mata konsumen, terutama di mesin pencari seperti Google. Muncul pertanyaan klasik yang sering diperdebatkan: apakah skor atau rating dari organisasi eksternal seperti Better Business Bureau (BBB) dapat secara langsung memengaruhi peringkat sebuah website di Google Search?
Artikel ini akan mengupas tuntas hubungan antara BBB rating dan ranking Google. Kita akan menelusuri apa sebenarnya BBB itu, bagaimana sistem ratingnya bekerja, dan yang terpenting, apakah klaim bahwa rating ini menjadi faktor penentu di algoritma Google memiliki dasar yang kuat. Bersiaplah untuk mendapatkan pemahaman yang jernih dan terinformasi mengenai topik ini.
Memahami Better Business Bureau (BBB)
Sebelum melangkah lebih jauh, penting untuk mengenal apa itu Better Business Bureau (BBB) dan tujuannya.
Apa Itu BBB?
Better Business Bureau (BBB) adalah sebuah organisasi nirlaba yang berbasis di Amerika Utara. Fungsinya adalah untuk mempromosikan praktik bisnis yang etis dan membantu konsumen menemukan bisnis yang dapat dipercaya.
BBB beroperasi dengan tujuan menciptakan pasar yang lebih baik dan lebih transparan. Mereka melakukan ini dengan menyediakan ulasan bisnis, laporan keluhan, dan akreditasi untuk membantu konsumen membuat keputusan yang lebih baik saat berinteraksi dengan berbagai jenis perusahaan.
Sistem Rating BBB
Salah satu fitur paling dikenal dari BBB adalah sistem ratingnya. Organisasi ini memberikan peringkat kepada bisnis berdasarkan berbagai faktor, mulai dari skala A+ sebagai yang tertinggi hingga F sebagai yang terendah.
Sistem rating ini dirancang untuk memberikan gambaran cepat tentang reputasi dan keandalan sebuah bisnis. Namun, perlu diingat bahwa rating ini adalah penilaian dari BBB, bukan dari Google secara langsung.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Rating BBB
BBB mengevaluasi bisnis berdasarkan serangkaian kriteria yang cukup komprehensif. Meskipun detail spesifiknya bisa bervariasi, beberapa faktor umum yang menjadi pertimbangan antara lain:
- Tingkat keluhan pelanggan yang dilaporkan dan bagaimana keluhan tersebut diselesaikan.
- Durasi bisnis beroperasi.
- Transparansi bisnis dalam komunikasinya.
- Kepatuhan terhadap hukum dan peraturan bisnis.
- Tindakan periklanan dan promosi yang dilakukan.
- Informasi publik yang tersedia tentang bisnis tersebut.
Untuk mendapatkan akreditasi dari BBB, sebuah bisnis biasanya harus memenuhi persyaratan kelayakan awal dan seringkali membayar biaya keanggotaan tahunan.
Klaim: Apakah BBB Rating Memengaruhi Ranking Google?
Munculnya sistem rating seperti BBB secara alami memicu pertanyaan di kalangan pelaku bisnis online. Apakah upaya untuk mendapatkan rating tinggi dari BBB juga akan berbanding lurus dengan peningkatan peringkat di hasil pencarian Google?
Logika di Balik Klaim Tersebut
Logika yang mendasari klaim ini cukup sederhana. Google memiliki misi utama untuk menyajikan hasil pencarian yang paling relevan dan berkualitas bagi penggunanya. Kualitas ini seringkali dikaitkan dengan kepercayaan dan kredibilitas.
Organisasi seperti BBB yang secara khusus menilai kepercayaan bisnis, dianggap oleh sebagian orang sebagai sumber data yang berharga. Jika sebuah bisnis memiliki reputasi baik di mata BBB, secara teori, ini bisa menjadi sinyal positif bagi Google tentang kualitas bisnis tersebut.
Bayangkan pengguna yang mencari produk atau jasa. Mereka ingin berbisnis dengan perusahaan yang terpercaya. Jika Google dapat mengidentifikasi bisnis yang memiliki rating baik dari lembaga independen, maka secara logis, Google mungkin akan memprioritaskan bisnis tersebut.
Beberapa pakar SEO di masa lalu memang sempat mengaitkan pergerakan algoritma Google, terutama yang berkaitan dengan E-A-T (Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) dan kemudian berkembang menjadi E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness), dengan indikator reputasi eksternal.
Hal ini menimbulkan spekulasi bahwa rating BBB, bersama dengan ulasan dari platform pihak ketiga lainnya, bisa jadi salah satu dari sekian banyak sinyal yang dipertimbangkan Google untuk mengukur tingkat kepercayaan sebuah situs web.
Sejarah dan Spekulasi Awal
Pada periode tertentu, terutama setelah peluncuran pembaruan algoritma inti Google yang berfokus pada peningkatan kualitas hasil pencarian (misalnya, pembaruan "Medic" di tahun 2018 yang berdampak pada situs kesehatan), banyak pengamat SEO yang mencoba mencari korelasi.
Penurunan peringkat yang dialami oleh beberapa situs yang sebelumnya populer, dikaitkan dengan berbagai faktor, termasuk kurangnya reputasi yang terverifikasi. Dalam konteks ini, BBB rating menjadi salah satu kandidat sinyal reputasi yang dicari.
Ditambah lagi, pedoman evaluator kualitas pencarian Google (Search Quality Raters Guidelines - QRG) memang pernah merujuk pada berbagai sumber informasi eksternal untuk mengevaluasi kualitas situs web. Hal ini semakin memperkuat keyakinan bahwa metrik reputasi dari pihak ketiga bisa jadi relevan.
Namun, penting untuk dicatat bahwa referensi ini seringkali bersifat contoh atau ilustrasi dalam konteks analisis manual, bukan sebagai daftar faktor peringkat yang pasti.
Bukti Sanggahan: BBB Rating Bukan Faktor Peringkat Langsung
Meskipun ada logika yang menarik di balik klaim tersebut, para ahli dan perwakilan Google sendiri telah berulang kali memberikan klarifikasi yang membantah bahwa BBB rating adalah faktor peringkat langsung.
Pernyataan Resmi dari Google
Pihak Google telah memberikan pernyataan yang cukup jelas mengenai hal ini melalui berbagai saluran, termasuk konferensi, media sosial, dan forum komunitas.
Salah satu pernyataan yang paling sering dikutip berasal dari Gary Illyes, seorang analis dari Google, yang pernah merespons pertanyaan di media sosial mengenai apakah menambahkan emblem akreditasi BBB dapat bermanfaat untuk SEO. Jawabannya singkat namun tegas: "Saya dapat mengonfirmasi keraguan Anda." Ini mengindikasikan bahwa Google tidak melihatnya sebagai faktor SEO yang signifikan.
Lebih lanjut, dalam sebuah sesi tanya jawab di YouTube Google Search Central, John Mueller, seorang Search Advocate di Google, ditanyai langsung mengenai penggunaan rating BBB dalam pembaruan algoritma inti. Ia menjelaskan bahwa sangat tidak masuk akal bagi Google untuk mengandalkan rating dari satu sumber spesifik yang hanya berlaku di wilayah geografis tertentu (Amerika Serikat, Meksiko, dan Kanada) untuk algoritma yang bersifat global.
Mueller menyatakan, "Saya berani mengatakan bahwa Anda benar bahwa kami tidak akan menggunakan skor BBB untuk hal seperti ini (core update)." Ia menekankan bahwa Google perlu memastikan relevansi bagi pengguna daripada hanya mengandalkan rating pihak ketiga secara sembarangan.
Mengapa BBB Rating Tidak Dianggap sebagai Faktor Peringkat Langsung?
Ada beberapa alasan logis mengapa Google, meskipun peduli pada reputasi, tidak menjadikan BBB rating sebagai faktor peringkat algoritma mereka:
- Keterbatasan Geografis: BBB hanya beroperasi di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Algoritma Google bersifat global. Menggunakan rating dari satu organisasi regional sebagai faktor peringkat global akan sangat tidak adil dan tidak efektif.
- Model Bisnis: Akreditasi BBB seringkali memerlukan biaya tahunan dari bisnis. Ini bisa menciptakan bias, di mana bisnis yang mampu membayar mungkin mendapatkan rating yang lebih baik, terlepas dari kualitas layanan mereka yang sebenarnya. Google cenderung menghindari faktor peringkat yang dapat dimanipulasi oleh pembayaran.
- Fokus pada E-E-A-T: Google lebih menekankan pada prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness) yang dinilai langsung dari konten dan profil bisnis di web. Ini mencakup pengalaman pengguna, keahlian penulis, otoritas situs, dan kepercayaan secara keseluruhan yang dapat diverifikasi melalui berbagai sumber, bukan hanya satu lembaga.
- Evaluasi Kualitas yang Lebih Holistik: Google berusaha untuk mengevaluasi kualitas sebuah situs web secara lebih holistik. Ini melibatkan analisis mendalam terhadap sinyal-sinyal yang lebih luas dan lebih relevan dengan pengalaman pengguna secara umum, bukan hanya mengandalkan satu metrik eksternal.
Danny Sullivan, seorang perwakilan Google lainnya, juga pernah dengan jelas menyatakan di media sosial pada tahun 2020 bahwa Google tidak menggunakan rating BBB sebagai faktor peringkat.
Fokus yang Benar: Membangun Kepercayaan Pengguna
Meskipun BBB rating tidak secara langsung memengaruhi ranking Google, bukan berarti reputasi bisnis tidak penting. Justru sebaliknya, membangun reputasi yang kuat adalah kunci sukses jangka panjang, baik untuk SEO maupun untuk bisnis itu sendiri.
Mengapa Reputasi Tetap Penting?
Reputasi yang baik adalah fondasi dari kepercayaan pelanggan. Pelanggan yang mempercayai sebuah bisnis lebih cenderung untuk berinteraksi, melakukan pembelian, dan bahkan merekomendasikannya kepada orang lain.
Sinyal-sinyal reputasi ini, meskipun tidak secara langsung diterjemahkan menjadi "poin rating BBB" dalam algoritma Google, tetap dapat memengaruhi bagaimana Google memandang sebuah situs.
Contohnya, ulasan positif di Google Maps, testimoni di website sendiri, sebutan positif di media sosial, atau liputan media yang kredibel, semuanya berkontribusi pada persepsi otoritas dan kepercayaan sebuah bisnis.
Bagaimana Membangun Kepercayaan yang Memengaruhi SEO Secara Tidak Langsung?
Alih-alih berfokus pada rating dari satu organisasi, alihkan energi Anda untuk membangun fondasi kepercayaan yang lebih kuat dan lebih relevan dengan ekosistem online.
1. Kualitas Konten yang Luar Biasa
Konten adalah raja. Sajikan informasi yang akurat, mendalam, dan benar-benar menjawab pertanyaan atau kebutuhan audiens Anda. Tunjukkan keahlian dan pengalaman Anda melalui konten yang Anda publikasikan.
2. Pengalaman Pengguna (UX) yang Optimal
Pastikan website Anda mudah dinavigasi, cepat dimuat, dan responsif di semua perangkat, terutama seluler. Pengalaman pengguna yang positif adalah sinyal kepercayaan yang kuat.
3. Ulasan dan Testimoni Pelanggan
Dorong pelanggan yang puas untuk memberikan ulasan di platform yang relevan, seperti Google Bisnisku, media sosial, atau direktori industri. Tanggapi ulasan, baik positif maupun negatif, dengan profesionalisme.
4. Transparansi Informasi Kontak dan Bisnis
Sertakan informasi kontak yang jelas (alamat, nomor telepon, email), halaman "Tentang Kami" yang informatif, dan kebijakan privasi yang transparan. Ini membangun kredibilitas.
5. Keamanan Website (HTTPS)
Menggunakan protokol HTTPS bukan hanya untuk keamanan data, tetapi juga merupakan sinyal kepercayaan yang dihargai oleh Google.
6. Membangun Otoritas di Industri Anda
Terlibat dalam komunitas industri, berpartisipasi dalam forum, menjadi pembicara di acara, atau mendapatkan backlink dari situs web otoritatif lainnya dapat memperkuat persepsi otoritas Anda.
Semua upaya ini secara kolektif menciptakan sinyal positif yang dapat memengaruhi cara Google memandang dan menilai situs Anda, yang pada akhirnya dapat berdampak positif pada peringkat pencarian Anda.
Kesimpulan
Jadi, apakah BBB rating memengaruhi ranking di Google Search? Berdasarkan bukti dan pernyataan resmi dari Google, jawabannya adalah tidak secara langsung sebagai faktor algoritma peringkat.
Meskipun BBB adalah organisasi yang berharga untuk menilai reputasi bisnis di wilayah operasionalnya, Google tidak menggunakannya sebagai metrik peringkat algoritma karena keterbatasan geografis, model bisnis, dan fokusnya pada evaluasi kualitas yang lebih luas dan relevan secara global. Alihkan fokus Anda pada membangun kepercayaan pengguna melalui konten berkualitas, pengalaman pengguna yang baik, dan reputasi online yang kuat secara menyeluruh.
FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)
1. Apakah Google melihat BBB rating sama sekali?
Google tidak secara eksplisit menggunakan BBB rating sebagai faktor peringkat algoritma. Namun, informasi reputasi yang tersedia secara publik, termasuk ulasan dan keluhan yang mungkin tercermin di berbagai platform (termasuk yang terkait dengan BBB), dapat berkontribusi pada persepsi umum tentang sebuah bisnis.
2. Jika bukan BBB rating, apa yang Google anggap sebagai faktor kepercayaan?
Google sangat menekankan prinsip E-E-A-T (Experience, Expertise, Authoritativeness, Trustworthiness). Ini dinilai melalui kualitas konten, keahlian penulis, otoritas situs web, dan pengalaman pengguna secara keseluruhan. Sinyal-sinyal ini bisa berasal dari ulasan pelanggan, backlink dari situs terpercaya, dan informasi yang tersedia secara publik tentang bisnis.
3. Apakah saya tetap harus peduli dengan BBB jika bisnis saya beroperasi di Amerika Serikat?
Meskipun tidak memengaruhi ranking Google secara langsung, memiliki reputasi yang baik di mata organisasi seperti BBB tetap bermanfaat untuk membangun kepercayaan pelanggan di wilayah tersebut. Ini bisa menjadi salah satu dari banyak cara untuk menunjukkan kredibilitas bisnis Anda kepada audiens.