Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Cara Kerja Google Crawling Website Terlengkap

Bagaimana Googlebot menjelajahi triliunan halaman web untuk menyajikan informasi terbaik bagi Anda? Memahami proses ini adalah kunci utama agar konten Anda dit...

Cara Kerja Google Crawling Website Terlengkap

Bagaimana Googlebot menjelajahi triliunan halaman web untuk menyajikan informasi terbaik bagi Anda? Memahami proses ini adalah kunci utama agar konten Anda ditemukan. Artikel ini akan mengupas tuntas seluk-beluk cara Google crawling website, sebuah topik krusial yang dibahas mendalam di Google Search Central Live Deep Dive APAC 2025.

Mengapa Crawling Website Penting untuk SEO?

Setiap pemilik website ingin kontennya dilihat oleh audiens yang tepat. Namun, sebelum konten Anda bisa muncul di hasil pencarian Google, mesin pencari ini harus tahu bahwa konten itu ada. Proses inilah yang disebut dengan crawling.

Crawling adalah langkah awal fundamental bagi Google untuk menemukan dan mengumpulkan informasi dari halaman-halaman web di seluruh internet.

Tanpa crawling yang efektif, sehebat apapun konten Anda, ia tidak akan pernah terindeks apalagi muncul di SERP (Search Engine Results Page).

Peran AI dalam Evolusi Google Search

Dunia digital terus berubah, dan Google Search pun tak luput dari evolusi. Mike Jittivanich dari Google memprediksi bahwa AI generatif akan menjadi perubahan besar berikutnya, menyamai dampak kemunculan mobile dan media sosial di masa lalu.

Misi utama Google tetap sama: mengorganisir informasi dunia dan menghubungkan pengguna dengan konten terbaik. Namun, cara mencapainya terus beradaptasi, dari daftar 10 link biru sederhana hingga kini menampilkan AI Overviews.

Gary Illyes, seorang ahli dari Google, menegaskan bahwa SEO tidak mati, melainkan berevolusi. Prinsip dasar membuat konten yang bermanfaat dan terpercaya bagi pengguna justru semakin krusial.

Konten yang fokus pada pengguna, bukan sekadar mesin pencari, akan selalu menjadi pemenang. Algoritma Google yang berbasis machine learning belajar dari konten terbaik yang dibuat oleh manusia untuk manusia.

Menariknya, Gary juga menambahkan bahwa pemahaman tentang cara kerja Google Search secara umum juga mencakup cara kerja fitur AI di Google. Artinya, untuk bisa muncul di AI Overviews, Anda tetap perlu menerapkan praktik SEO terbaik yang sudah ada.

Bagaimana Mesin Pencari Bekerja: Tiga Proses Utama

Secara garis besar, cara kerja mesin pencari seperti Google dapat dibagi menjadi tiga proses utama:

  • Crawling: Menjelajahi web untuk menemukan halaman baru dan yang diperbarui.
  • Indexing: Menganalisis dan menyimpan informasi dari halaman-halaman yang ditemukan.
  • Serving (Ranking): Menampilkan hasil yang paling relevan untuk setiap kueri pencarian.

Fokus kita hari ini adalah pada proses pertama: crawling. Memahami bagaimana Googlebot mengunjungi website Anda adalah langkah awal yang sangat penting.

Detail Cara Kerja Crawling Google

Google menggunakan infrastruktur canggih untuk menjelajahi web. Proses ini melibatkan beberapa komponen kunci:

1. Crawler (Googlebot)

Googlebot adalah nama bot yang digunakan oleh Google untuk menjelajahi web. Cara kerjanya mirip dengan bagaimana Anda membuka halaman web menggunakan browser.

Tugas utama Googlebot meliputi:

  • Mengikuti tautan dari halaman yang sudah dikenal untuk menemukan halaman baru.
  • Mengunduh konten halaman web, termasuk teks, gambar, dan elemen lainnya.
  • Menganalisis struktur halaman dan tautan internal untuk memahami peta situs.
  • Memproses file robots.txt dan meta tag untuk mematuhi instruksi pemilik situs.
  • Mendeteksi perubahan pada halaman yang sudah ada untuk memperbarui indeks.

2. Scheduler

Sebelum Googlebot mulai bekerja, bagian "scheduler" yang akan memberikan daftar URL yang harus dikunjungi. Scheduler ini juga menentukan jadwal kapan crawler harus mengunjungi setiap URL.

Penting diketahui, scheduler ini digunakan bersama oleh berbagai jenis crawler Google, tidak hanya Googlebot.

3. Crawl Queue

Scheduler mendapatkan daftar URL dari berbagai sumber sebelum penjadwalan dilakukan. Sumber-sumber ini antara lain:

  • Sitemaps yang dikirimkan pemilik website melalui Google Search Console.
  • Tautan dari halaman web lain yang sudah dikenal oleh Google.
  • Daftar URL yang sebelumnya pernah di-crawl dan perlu diperiksa kembali.

Secara sederhana, proses crawling dapat digambarkan sebagai berikut:

  1. Googlebot mendapatkan daftar URL dari berbagai sumber yang dikelola oleh scheduler.
  2. Scheduler menentukan prioritas dan jadwal kunjungan untuk setiap URL.
  3. Googlebot mengunjungi URL sesuai jadwal, mengunduh konten, dan mengikuti tautan.
  4. Informasi yang dikumpulkan kemudian dikirim untuk proses indexing.

HTTP Status Codes yang Mempengaruhi SEO

Saat Googlebot mengunjungi sebuah website, berbagai kondisi bisa terjadi. Halaman mungkin dapat diakses dengan baik, mengalami error, atau bahkan dialihkan ke halaman lain. Kondisi-kondisi ini direpresentasikan oleh HTTP Status Codes.

Ada lima kategori besar HTTP Status Codes:

  • 1xx (Informational): Permintaan diterima, proses berlanjut. Jarang ditemui dalam konteks SEO.
  • 2xx (Success): Permintaan berhasil diproses. Kode 200 OK adalah yang paling umum dan diinginkan.
  • 3xx (Redirection): Halaman telah dipindahkan. Kode 301 (Moved Permanently) dan 302 (Found/Moved Temporarily) penting untuk SEO.
  • 4xx (Client Error): Terjadi kesalahan di sisi klien (pengguna/bot). Kode 404 Not Found adalah yang paling sering ditemui.
  • 5xx (Server Error): Terjadi kesalahan di sisi server. Kode 500 Internal Server Error menandakan masalah serius.

Memahami kode-kode ini sangat penting. Misalnya, halaman 404 yang sering muncul bisa mengindikasikan masalah navigasi atau konten yang usang, yang dapat berdampak negatif pada pengalaman pengguna dan peringkat SEO.

Memahami Konsep Crawl Budget

Crawl budget adalah jumlah URL yang Googlebot mampu dan bersedia crawl di sebuah website dalam periode waktu tertentu. Bagi sebagian besar website, crawl budget tidak perlu terlalu dikhawatirkan karena Google akan mengelolanya secara otomatis.

Namun, untuk website dengan puluhan ribu atau jutaan halaman, pemahaman crawl budget menjadi krusial.

Rumus sederhananya adalah: Crawl Budget = Crawl Rate Limit x Crawl Demand.

Crawl Rate Limit (Hostload)

Ini adalah metrik yang berlaku untuk seluruh website dalam satu domain, mengukur kemampuan website untuk menangani permintaan dari crawler.

Faktor yang menentukan crawl rate limit meliputi:

  • Kualitas hosting website Anda.
  • Kemampuan server dalam merespons permintaan.
  • Kecepatan website Anda.

Crawl Demand

Crawl demand berkaitan erat dengan kualitas dan relevansi website Anda di mata Google.

Crawler Google akan lebih sering datang jika:

  • Website Anda sering diperbarui dengan konten berkualitas.
  • Halaman Anda sering di-link oleh website lain yang terpercaya.
  • Setiap halaman memiliki nilai yang unik dan informatif bagi pengguna.
  • Website Anda memiliki sitemap yang terstruktur dengan baik.

Kapan Crawl Budget "Habis"?

Google tidak akan atau tidak bisa meng-crawl sebuah website jika:

  • Website seringkali tidak merespons atau merespons dengan lambat.
  • Banyak halaman yang menghasilkan error (misalnya, 404 atau 5xx).
  • Struktur navigasi yang rumit membuat crawler sulit menemukan halaman.
  • Konten yang duplikat atau berkualitas rendah.

Google memberikan beberapa insight untuk mengelola crawl budget secara efektif:

  • Pastikan website Anda mudah dinavigasi.
  • Perbaiki halaman yang error atau berikan pengalihan yang tepat.
  • Hindari konten duplikat yang berlebihan.
  • Gunakan sitemap yang akurat dan terstruktur.
  • Optimalkan kecepatan website Anda.

Posisi Google Terhadap LLM.txt

Terkait dengan proposal baru dari IETF bernama LLMs.txt, Gary Illyes dan Amir Taboul menegaskan bahwa Google Search tidak menggunakan LLM.txt. Bagi Google, robots.txt tetap menjadi standar utama yang sukarela untuk mengatur perilaku crawler.

Anda dapat menggunakan robots.txt untuk memblokir bot AI tertentu, namun perlu diingat, tidak semua bot AI akan mematuhi aturan ini.

Memanfaatkan Google Search Console (GSC) untuk Crawling

Google Search Console (GSC) adalah alat vital untuk memantau performa website Anda di Google Search. GSC memiliki fitur-fitur yang dapat membantu Anda memahami proses crawling:

  • Coverage Report: Menunjukkan halaman mana saja yang terindeks, mana yang tidak, dan alasan mengapa tidak.
  • Sitemaps: Memungkinkan Anda mengirimkan sitemap untuk membantu Google menemukan halaman Anda.
  • URL Inspection Tool: Memungkinkan Anda memeriksa status crawling dan indexing halaman spesifik.
  • Removals Tool: Untuk meminta Google menghapus URL dari hasil pencarian.

GSC juga memiliki fitur "Recommendations" yang dirancang untuk membantu pemilik website yang awam SEO memahami performa situs mereka.

Baru-baru ini, GSC juga meluncurkan logo barunya, yang mencerminkan filosofi untuk terus beradaptasi dan memberikan wawasan yang lebih baik kepada pengguna.

Kesimpulan

Memahami bagaimana Google melakukan crawling terhadap website Anda adalah langkah fundamental dalam strategi SEO. Dari peran AI yang terus berkembang hingga detail teknis seperti HTTP Status Codes dan Crawl Budget, setiap aspek berkontribusi pada visibilitas online Anda.

Dengan memanfaatkan alat seperti Google Search Console dan menerapkan praktik terbaik, Anda dapat memastikan bahwa Googlebot dapat menjelajahi dan mengindeks konten Anda secara efisien, sehingga konten tersebut dapat ditemukan oleh audiens yang Anda tuju.

Bagaimana pendapat Anda tentang cara kerja crawling Google? Bagikan pandangan Anda di kolom komentar atau bergabunglah dengan komunitas kami untuk diskusi lebih lanjut!

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apa yang terjadi jika Googlebot tidak bisa mengakses website saya?

Jika Googlebot tidak bisa mengakses website Anda, halaman Anda tidak akan terindeks dan tidak akan muncul di hasil pencarian Google. Ini bisa disebabkan oleh masalah teknis pada server, konfigurasi robots.txt yang salah, atau firewall.

2. Seberapa sering Googlebot mengunjungi website saya?

Frekuensi kunjungan Googlebot bervariasi tergantung pada beberapa faktor, termasuk seberapa sering Anda memperbarui konten, seberapa penting website Anda di mata Google, dan seberapa banyak tautan yang mengarah ke website Anda.

3. Bagaimana cara memastikan Googlebot meng-crawl semua halaman penting di website saya?

Pastikan Anda memiliki sitemap yang terstruktur dengan baik dan mengirimkannya melalui Google Search Console. Selain itu, pastikan navigasi website Anda jelas dan tautan internal antar halaman berfungsi dengan baik.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang