Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Google Ungkap Cara Sederhanakan Struktur Web Multibahasa

Mengelola situs web yang menjangkau audiens global memang memberikan peluang besar, namun juga datang dengan tantangan tersendiri, terutama dalam hal struktur....

Google Ungkap Cara Sederhanakan Struktur Web Multibahasa

Mengelola situs web yang menjangkau audiens global memang memberikan peluang besar, namun juga datang dengan tantangan tersendiri, terutama dalam hal struktur. Memiliki situs multibahasa atau internasional berarti Anda harus memastikan setiap versi bahasa dapat diakses dengan mudah oleh pengguna yang tepat, sekaligus dipahami dengan baik oleh mesin pencari. Pertanyaannya, bagaimana cara menyederhanakan struktur web multibahasa tanpa mengorbankan performa SEO? Panduan dari Google melalui John Mueller, seorang Search Advocate terkemuka, bisa menjadi kompas Anda.

Memahami struktur web yang ideal untuk situs multibahasa sangat krusial. Struktur yang buruk tidak hanya membingungkan pengunjung, tetapi juga dapat menghambat mesin pencari dalam mengindeks dan memberi peringkat konten Anda. Artikel ini akan mengupas tuntas saran-saran praktis dari Google untuk menyederhanakan struktur web internasional Anda, sehingga pengalaman pengguna meningkat dan ranking SEO Anda pun terjaga.

Menata Ulang Struktur Situs Multibahasa: Hindari Kesalahan Umum

Salah satu dilema yang sering dihadapi pengelola situs web multibahasa adalah bagaimana mengatur direktori atau subdomain untuk setiap bahasa. Banyak yang tergoda untuk melakukan perubahan drastis, seperti menggabungkan beberapa subdirektori bahasa ke dalam satu direktori baru. Namun, benarkah ini strategi yang tepat?

Kasus Perubahan Struktur dan Saran dari Google

Bayangkan sebuah skenario di mana sebuah situs web memutuskan untuk memindahkan konten dari subdirektori /fr (Prancis) dan /de (Jerman) ke dalam subdirektori baru, misalnya /eu/fr dan /eu/de. Tujuannya adalah menyederhanakan struktur, namun apakah ini langkah yang bijak dari sudut pandang SEO?

John Mueller memberikan pandangan yang cukup tegas terkait praktik ini. Ia menyarankan untuk tidak melakukan pemindahan subdirektori seperti itu. Alasannya sederhana: potensi dampak positif terhadap SEO sangat kecil, sementara pekerjaan yang dibutuhkan untuk migrasi bisa sangat besar.

Alih-alih melakukan pemindahan subdirektori yang rumit, Mueller menyarankan alternatif yang lebih masuk akal. Jika memang ada kebutuhan untuk memisahkan konten berdasarkan wilayah, pertimbangkan untuk memindahkan direktori utama (misalnya, / yang mungkin berisi konten berbahasa Inggris Amerika Serikat) menjadi folder /us.

Dengan penyesuaian ini, struktur situs akan menjadi lebih jelas:

  • /us/*: Semua konten yang spesifik untuk Amerika Serikat.
  • /fr/*: Semua konten yang spesifik untuk Prancis.
  • /de/*: Semua konten yang spesifik untuk Jerman.
  • Dan seterusnya untuk setiap bahasa atau wilayah.

Struktur yang lebih terorganisir ini membantu mesin pencari seperti Google untuk lebih mudah memahami bagian-bagian mana dari situs Anda yang ditujukan untuk audiens tertentu. Ini juga mempermudah pelacakan performa dan audiens untuk setiap segmen bahasa.

Pentingnya Hreflang untuk Situs Multibahasa

Selain struktur direktori, implementasi hreflang adalah elemen krusial yang tidak boleh dilupakan. Hreflang adalah tag HTML yang memberitahu Google versi bahasa dan regional mana dari sebuah halaman yang harus ditampilkan kepada pengguna.

Saran dari Mueller adalah menerapkan hreflang di setiap halaman situs Anda, bukan hanya di bagian tertentu atau halaman utama. Meskipun halaman utama mungkin sudah memiliki hreflang, memastikan semua halaman turunan terhubung dengan benar akan memberikan manfaat optimal.

Jika Anda mendapati adanya halaman yang sering salah dimengerti oleh mesin pencari (misalnya, pengguna dari negara yang salah diarahkan ke halaman tersebut), fokuskan penerapan hreflang pada halaman-halaman krusial tersebut terlebih dahulu. Penggunaan hreflang yang tepat memastikan bahwa pengguna mendapatkan versi situs yang paling relevan dengan bahasa dan lokasi mereka, yang pada gilirannya meningkatkan pengalaman pengguna dan sinyal positif bagi SEO.

Memahami Peran x-default dalam Pengalihan Geo-IP

Dalam konteks situs web multibahasa, x-default memegang peranan penting, terutama jika Anda menggunakan pengalihan berbasis geo-IP. Geo-IP redirect adalah fitur yang secara otomatis mengarahkan pengunjung ke versi situs yang paling relevan berdasarkan lokasi geografis mereka.

Mengapa x-default Begitu Penting?

John Mueller menekankan bahwa halaman x-default harus ditetapkan dengan benar. Halaman ini bertindak sebagai halaman "fallback" atau cadangan ketika tidak ada versi bahasa atau regional lain yang cocok untuk pengguna. Jika halaman utama situs Anda tidak dikonfigurasi sebagai x-default dari sekumpulan halaman versi bahasa lainnya, Google mungkin akan menganggap halaman utama tersebut sebagai entitas yang terpisah.

Menetapkan halaman utama yang sesuai sebagai x-default akan mencegah kebingungan bagi Google. Ini memastikan bahwa mesin pencari memahami bahwa halaman tersebut adalah bagian dari keseluruhan set halaman multibahasa dan berfungsi sebagai titik masuk umum bagi pengguna yang tidak cocok dengan segmen bahasa atau wilayah lainnya. Tanpa x-default yang benar, mesin pencari mungkin kesulitan memahami hubungan antar halaman multibahasa Anda.

Strategi Geo-Redirects yang Tepat Sasaran

Geo-redirects bisa menjadi alat yang ampuh untuk pengalaman pengguna, namun penerapannya harus dilakukan dengan bijak.

Batasi Geo-Redirects Hanya pada Halaman Utama

Saran dari Mueller adalah membatasi penggunaan geo-redirects hanya pada halaman utama situs Anda, dan tidak menerapkannya pada halaman-halaman turunan.

Mengapa demikian?

  1. Kemudahan Akses Pengguna: Ketika pengunjung mengetikkan nama domain utama Anda, mereka akan diarahkan langsung ke versi situs yang paling sesuai dengan lokasi mereka. Ini menciptakan pengalaman yang mulus sejak awal.
  2. Fleksibilitas Navigasi: Dengan geo-redirects yang terbatas pada halaman utama, pengguna masih memiliki kebebasan untuk menjelajahi versi bahasa atau wilayah lain dari situs Anda. Mereka dapat dengan mudah menemukan dan mengklik tombol atau tautan untuk beralih ke negara atau bahasa yang berbeda jika mereka menginginkannya.

Alternatif yang Perlu Dipertimbangkan

Meskipun geo-redirects pada halaman utama direkomendasikan, ada beberapa alternatif lain yang bisa dipertimbangkan, meskipun seringkali lebih kompleks atau kurang ideal dari sisi UX:

  • Mengubah Bahasa Halaman Utama Secara Dinamis: Cara ini melibatkan deteksi bahasa pengunjung dan menampilkan konten dalam bahasa tersebut secara otomatis pada halaman utama. Namun, implementasinya bisa sangat rumit dan memerlukan sumber daya teknis yang signifikan.
  • Tombol Pemilihan Negara pada Halaman Utama: Ini adalah pendekatan yang lebih sederhana, di mana pengunjung disajikan daftar negara atau bahasa untuk dipilih. Namun, jika daftar tersebut sangat panjang, ini bisa menjadi pengalaman yang kurang menyenangkan bagi pengguna, terutama jika mereka harus mencari-cari pilihan mereka.

Oleh karena itu, membatasi geo-redirects pada halaman utama seringkali menjadi keseimbangan terbaik antara kemudahan implementasi, pengalaman pengguna, dan kemampuan mesin pencari untuk memahami struktur situs Anda.

Praktik Terbaik Mengelola Situs Multibahasa: Insight Tambahan

Selain saran langsung dari John Mueller, ada beberapa praktik terbaik tambahan yang perlu dipertimbangkan saat mengelola situs web multibahasa untuk memastikan performa optimal.

Struktur URL yang Jelas dan Konsisten

Pilihlah salah satu dari tiga metode utama untuk mengelola konten multibahasa dan patuhi itu secara konsisten:

  1. Subdirektori (contoh: example.com/fr/): Ini adalah metode yang paling direkomendasikan oleh Google karena memberikan struktur yang jelas dan memudahkan pengelolaan. Mesin pencari dapat dengan mudah mengidentifikasi bahasa atau wilayah dari URL.
  2. Subdomain (contoh: fr.example.com): Metode ini memberikan pemisahan yang lebih kuat antara versi bahasa, yang mungkin berguna jika setiap versi memiliki tim manajemen yang terpisah. Namun, ini bisa sedikit lebih rumit untuk SEO jika tidak dikonfigurasi dengan benar (misalnya, otoritas domain yang terbagi).
  3. Domain Terpisah (contoh: example.fr): Ini adalah metode yang paling independen, tetapi juga yang paling mahal dan memerlukan upaya SEO terpisah untuk setiap domain.

Apapun metode yang Anda pilih, pastikan strukturnya logis dan mudah dipahami oleh pengguna maupun mesin pencari. Hindari penggunaan parameter URL untuk menandai bahasa (misalnya, ?lang=fr) karena kurang ramah SEO.

Konten yang Diterjemahkan Berkualitas dan Diadaptasi Secara Lokal

Terjemahan mesin yang mentah seringkali menghasilkan konten yang terdengar tidak alami dan bahkan bisa menyesatkan. Pastikan setiap konten diterjemahkan oleh profesional atau setidaknya ditinjau oleh penutur asli. Lebih dari sekadar terjemahan, pertimbangkan juga adaptasi lokal (lokalisasi) untuk budaya, kebiasaan, dan preferensi audiens di setiap negara.

Ini mencakup:

  • Format mata uang dan tanggal.
  • Satuan ukuran.
  • Referensi budaya yang relevan.
  • Gaya bahasa dan nada yang sesuai.

Konten yang dilokalisasi dengan baik akan jauh lebih efektif dalam menarik dan mempertahankan audiens target Anda.

Implementasi Hreflang yang Benar

Seperti yang sudah dibahas, hreflang sangat penting. Pastikan implementasinya mencakup:

  • Atribut hreflang yang benar: Gunakan kode bahasa ISO 639-1 (misalnya, en, fr, de) dan opsional kode negara ISO 3166-1 Alpha 2 (misalnya, en-US, en-GB, fr-FR).
  • Link hreflang yang saling terkait: Setiap halaman multibahasa harus memiliki tautan hreflang kembali ke semua versi bahasa lainnya, termasuk dirinya sendiri.
  • Atribut x-default yang tepat: Tentukan halaman x-default yang akan ditampilkan kepada pengguna yang tidak cocok dengan bahasa atau wilayah yang ditentukan.

Kesalahan dalam implementasi hreflang dapat menyebabkan masalah pengindeksan dan penargetan audiens yang serius.

Pengalaman Pengguna (UX) yang Konsisten Lintas Bahasa

Meskipun kontennya berbeda, pengalaman pengguna secara keseluruhan harus tetap konsisten. Ini berarti:

  • Navigasi yang intuitif: Pengguna harus dapat dengan mudah beralih antar bahasa atau versi negara.
  • Desain yang responsif: Situs harus tampil baik di semua perangkat, dari desktop hingga ponsel.
  • Kecepatan muat halaman: Situs yang lambat akan membuat pengunjung frustrasi, terlepas dari bahasanya.

Memastikan pengalaman pengguna yang positif akan meningkatkan waktu tinggal, mengurangi bounce rate, dan pada akhirnya berkontribusi pada kesuksesan SEO Anda.

Analisis dan Pemantauan Rutin

Gunakan alat seperti Google Analytics dan Google Search Console untuk memantau performa setiap versi bahasa atau negara. Perhatikan:

  • Lalu lintas organik: Dari negara mana pengunjung berasal? Bahasa apa yang mereka gunakan?
  • Perilaku pengguna: Berapa lama mereka tinggal? Halaman apa yang mereka kunjungi?
  • Peringkat kata kunci: Bagaimana performa kata kunci target di setiap pasar?

Analisis data ini akan membantu Anda mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan dan mengoptimalkan strategi Anda untuk setiap pasar.

Kesimpulan

Menyederhanakan struktur web internasional atau multibahasa bukanlah tentang melakukan perubahan besar-besaran yang rumit, melainkan tentang menciptakan kejelasan dan konsistensi. Berdasarkan saran dari Google, hindari pemindahan subdirektori yang tidak perlu. Fokuslah pada organisasi URL yang logis, implementasi hreflang yang akurat di setiap halaman, penentuan x-default yang tepat, dan penggunaan geo-redirects yang bijak hanya pada halaman utama. Dengan pendekatan yang tepat, Anda dapat memastikan situs multibahasa Anda mudah dipahami oleh mesin pencari, memberikan pengalaman terbaik bagi audiens global, dan pada akhirnya meraih kesuksesan dalam peringkat pencarian.

Jika Anda memiliki strategi unik dalam mengelola situs multibahasa, jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar. Mari kita belajar bersama untuk mengoptimalkan kehadiran online kita di kancah global!

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apakah lebih baik menggunakan subdomain atau subdirektori untuk situs multibahasa?

Secara umum, Google merekomendasikan penggunaan subdirektori (misalnya, `example.com/fr/`) karena memberikan struktur yang jelas dan memudahkan pengelolaan SEO. Namun, subdomain (misalnya, `fr.example.com`) juga bisa efektif jika dikonfigurasi dengan benar, terutama jika Anda membutuhkan pemisahan otoritas domain yang lebih kuat.

2. Kapan saya harus menggunakan geo-redirects?

Geo-redirects paling efektif jika digunakan secara bijak, yaitu terbatas pada halaman utama situs Anda. Ini membantu mengarahkan pengunjung ke versi bahasa atau regional yang paling relevan secara otomatis, namun tetap memungkinkan mereka untuk menjelajahi versi lain jika diinginkan.

3. Bagaimana cara memastikan Google memahami semua versi bahasa situs saya?

Pastikan Anda mengimplementasikan tag `hreflang` dengan benar di setiap halaman situs Anda. Tag ini memberi tahu Google versi bahasa dan regional mana dari sebuah halaman yang harus ditampilkan kepada pengguna. Selain itu, struktur URL yang jelas dan konsisten (menggunakan subdirektori atau subdomain) juga sangat membantu.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang