Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Nisrina Salma Eufrasia Joan Bicara SEO Content

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah artikel bisa begitu mudah ditemukan di halaman pertama Google, bahkan saat Anda baru memikirkannya? Rahasia di b...

Nisrina Salma Eufrasia Joan Bicara SEO Content

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana sebuah artikel bisa begitu mudah ditemukan di halaman pertama Google, bahkan saat Anda baru memikirkannya? Rahasia di baliknya seringkali terletak pada strategi SEO content yang matang. Di tengah geliat perkembangan digital marketing, pemahaman mendalam tentang bagaimana membuat konten yang tidak hanya disukai pembaca tapi juga mesin pencari menjadi krusial. Artikel ini akan membawa Anda menyelami percakapan mendalam mengenai SEO content yang dibagikan oleh dua perempuan inspiratif, Nisrina Salma dan Eufrasia Joan, dalam sebuah forum bergengsi.

SEOCon Jakarta 2022 menjadi saksi bisu diskusi menarik seputar dunia optimasi mesin pencari. Di antara berbagai sesi teknis yang membedah seluk-beluk SEO, ada dua pembicara perempuan yang berhasil menarik perhatian, terutama bagi para content writer dan pegiat SEO yang fokus pada konten. Nisrina Salma dari Kumparan dan Eufrasia Joan dari Toffedev hadir membawa wawasan berharga tentang bagaimana menyusun strategi konten yang efektif. Mereka tidak hanya berbagi pengalaman, tetapi juga membongkar rahasia di balik konten yang mampu bersaing di ranah digital.

Perdebatan Abadi: Kualitas vs Kuantitas dalam Konten SEO

Salah satu dilema terbesar yang dihadapi oleh para pembuat konten adalah memilih antara menghasilkan konten berkualitas tinggi dengan jumlah yang terbatas, atau memproduksi konten dalam jumlah banyak namun dengan kedalaman yang bervariasi. Nisrina Salma, dengan pengalamannya di Kumparan, sebuah platform berita yang membutuhkan produksi konten masif, memberikan pandangan yang mencerahkan mengenai hal ini.

Membedah Strategi Konten Berkualitas (Quality)

Nisrina menjelaskan bahwa konten berkualitas tinggi, seringkali disebut sebagai konten 'quality', mengacu pada artikel yang mendalam dan komprehensif. Artikel semacam ini biasanya memiliki panjang yang signifikan, seringkali mencapai 1000 kata atau lebih. Tujuannya adalah untuk menyajikan wawasan yang luas, menjawab pertanyaan pembaca secara tuntas, dan memposisikan diri sebagai sumber otoritatif.

Keunggulan utama dari strategi ini adalah kemampuannya untuk memberikan nilai tambah yang luar biasa bagi pembaca. Dengan menyajikan informasi yang kaya dan mendalam, konten berkualitas tinggi dapat membangun kepercayaan, meningkatkan retensi pembaca, dan berpotensi menjadi referensi bagi konten lain. Ini juga sangat disukai oleh Google karena mencerminkan pemahaman yang mendalam tentang topik.

Namun, Nisrina juga tidak menutup mata terhadap tantangan yang menyertainya. Proses pembuatan konten berkualitas membutuhkan waktu dan dedikasi yang lebih besar. Riset yang mendalam, pengumpulan referensi dari berbagai sumber, analisis data, dan penulisan yang cermat adalah bagian tak terpisahkan. Hal ini bisa menjadi hambatan bagi tim yang memiliki sumber daya terbatas atau tenggat waktu yang ketat.

Memaksimalkan Jangkauan dengan Konten Kuantitas (Quantity)

Di sisi lain, strategi kuantitas menawarkan pendekatan yang berbeda. Konten yang diproduksi dengan pendekatan ini umumnya lebih ringkas, berkisar antara 300-500 kata. Fokus utamanya adalah pada kecepatan produksi dan volume untuk menjangkau audiens yang lebih luas dalam waktu singkat.

Nisrina menyoroti bahwa strategi kuantitas sangat efektif bagi bisnis media atau platform yang memang dituntut untuk terus-menerus memproduksi konten setiap hari. Dengan menghasilkan banyak artikel, peluang untuk menangkap berbagai macam kata kunci dan topik menjadi lebih besar, yang pada gilirannya dapat mendatangkan lonjakan traffic dalam waktu cepat.

Namun, kelemahan dari strategi ini adalah potensi dangkalnya kedalaman informasi. Pembaca mungkin tidak mendapatkan jawaban yang komprehensif atau wawasan yang mendalam. Bagi mesin pencari, konten yang terlalu singkat tanpa kedalaman yang memadai mungkin kurang dihargai dibandingkan dengan konten yang lebih kaya informasi.

Menemukan Keseimbangan yang Tepat

Menariknya, Nisrina tidak memandang kedua strategi ini sebagai pilihan yang saling meniadakan. Keduanya memiliki tempat dan fungsi masing-masing dalam strategi SEO content yang holistik. Kunci keberhasilannya terletak pada pemahaman mendalam tentang tujuan bisnis dan audiens yang dituju.

Misalnya, untuk topik yang kompleks atau pertanyaan yang membutuhkan penjelasan mendalam, konten berkualitas tinggi adalah jawabannya. Sementara itu, untuk merespons tren terkini, memberikan berita singkat, atau menargetkan kata kunci bervolume tinggi yang tidak membutuhkan penjelasan panjang, strategi kuantitas bisa sangat efektif.

Tahapan Krusial dalam Perencanaan Konten SEO

Lebih dari sekadar memilih antara kualitas dan kuantitas, Nisrina Salma juga menggarisbawahi pentingnya proses perencanaan yang matang. Tanpa perencanaan yang baik, upaya pembuatan konten bisa menjadi sia-sia. Ia memaparkan beberapa langkah fundamental yang wajib diikuti:

  1. Menentukan Tujuan Bisnis yang Jelas: Sebelum menulis satu kata pun, penting untuk memahami apa yang ingin dicapai oleh bisnis melalui konten tersebut. Apakah tujuannya meningkatkan brand awareness, menghasilkan leads, mendorong penjualan, atau membangun komunitas?

  2. Mengidentifikasi Metrik yang Tepat: Setelah tujuan bisnis ditetapkan, langkah selanjutnya adalah menentukan bagaimana keberhasilan akan diukur. Metrik ini bisa berupa traffic website, tingkat konversi, engagement rate, atau ranking kata kunci.

  3. Membuat Strategi Konten yang Terarah: Berdasarkan tujuan dan metrik, susunlah sebuah strategi konten yang mencakup jenis konten yang akan dibuat, formatnya, target audiens, serta platform distribusi.

  4. Melakukan Riset Kata Kunci (Keyword Research) yang Mendalam: Ini adalah tulang punggung dari SEO content. Memahami kata kunci apa yang dicari audiens target Anda akan membantu Anda membuat konten yang relevan dan berpeluang menduduki peringkat teratas di mesin pencari.

Dengan mengikuti tahapan ini, para pembuat konten dapat memastikan bahwa setiap artikel yang mereka hasilkan tidak hanya menarik bagi pembaca, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif pada tujuan bisnis.

Menyelami Kecerdasan Bahasa dalam SEO Content: Peran NLP

Jika Nisrina Salma membekali para content writer dengan kerangka strategi dan pemahaman tentang kualitas vs kuantitas, Eufrasia Joan dari Toffedev membawa perspektif yang lebih futuristik dan teknis. Ia memperkenalkan konsep Natural Language Processing (NLP) sebagai alat penting untuk meningkatkan pemahaman mesin pencari terhadap konten yang kita buat.

Bagi banyak orang, NLP mungkin terdengar seperti teknologi canggih yang hanya digunakan oleh para ilmuwan data. Namun, Eufrasia menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip NLP dapat diterapkan secara praktis oleh para SEO content writer untuk menciptakan konten yang lebih cerdas dan relevan.

Tiga Pilar NLP dalam Penulisan Konten

Eufrasia memecah penerapan NLP dalam penulisan menjadi tiga elemen kunci yang perlu diperhatikan:

1. Entity: Mengenali Objek Penting dalam Teks

Entity merujuk pada frasa atau kata yang mewakili objek, konsep, atau entitas spesifik yang dapat dikategorikan atau diidentifikasi. Ini bisa berupa nama orang (misalnya, "Nisrina Salma"), nama acara ("SEOCon 2022"), organisasi ("Kumparan", "Toffedev"), lokasi, atau bahkan konsep abstrak. Dalam konteks SEO, pemahaman entity membantu mesin pencari mengidentifikasi secara tepat topik utama yang dibahas dalam sebuah konten.

Eufrasia menjelaskan bahwa melalui NLP, mesin pencari seperti Google dapat mengidentifikasi entity yang disebar oleh content writer dalam sebuah konten. Informasi ini kemudian digunakan untuk menyajikan hasil pencarian yang paling sesuai dengan *search intent* atau niat pencarian pengguna. Jika sebuah artikel membahas tentang "teknik SEO", dan secara konsisten menyebutkan entity seperti "kata kunci", "backlink", "on-page SEO", maka Google akan lebih mudah mengkategorikan konten tersebut sebagai relevan untuk topik SEO.

2. Salience: Menilai Tingkat Kepentingan Entitas

Salience berkaitan dengan seberapa penting atau menonjolnya sebuah entitas dalam suatu teks. Mesin pencari tidak hanya mengenali entitas, tetapi juga berusaha memahami mana yang paling signifikan. Semakin sering dan relevan sebuah entitas muncul dalam konteks yang tepat, semakin tinggi salience-nya.

Eufrasia berpendapat bahwa dengan NLP, Google dapat mengkategorikan konten berdasarkan seberapa kuat keterkaitan entitas-entitas yang ada di dalamnya. Jika sebuah konten tentang "resep kue coklat" secara konsisten membahas bahan-bahan seperti "coklat bubuk", "tepung terigu", "telur", dan "gula", maka entitas-entitas tersebut memiliki salience tinggi. Ini menunjukkan bahwa konten tersebut benar-benar berfokus pada resep kue coklat dan bukan topik lain yang hanya menyentuh sedikit tentang kue coklat.

Relevansi tinggi ini akan membuat Google menilai konten tersebut memiliki nilai yang bagus dan sangat cocok untuk ditampilkan kepada pengguna yang mencari informasi terkait resep kue coklat.

3. Sentiment: Memahami Nuansa Emosi dalam Konten

Terakhir, tapi tak kalah penting, adalah sentiment. Dalam dunia digital, konten seringkali mengandung nuansa emosi, baik positif maupun negatif. Eufrasia memberikan contoh pengalaman sehari-hari saat kita membaca ulasan hotel, di mana ada yang memuji fasilitasnya dan ada pula yang mengeluhkan pelayanannya.

Melalui analisis sentiment, mesin pencari dapat memahami bagaimana audiens bereaksi terhadap suatu topik atau produk tertentu. Eufrasia menyarankan agar para content writer dapat memanfaatkan data-data sentiment ini. Dengan mengumpulkan informasi tentang frasa atau kata-kata yang sering digunakan pengguna untuk mengungkapkan sentimen positif atau negatif terkait topik tertentu, kita bisa mendapatkan wawasan berharga.

Data sentiment ini bisa menjadi strategi SEO yang ampuh. Misalnya, jika banyak ulasan negatif tentang fitur tertentu dari sebuah produk, seorang content writer bisa membuat artikel yang membahas solusi atau alternatifnya, sekaligus menyajikan informasi yang lebih objektif. Sebaliknya, jika ada sentimen positif yang kuat terhadap aspek tertentu, itu bisa menjadi fokus untuk konten promosi atau testimoni.

NLP: Jembatan Antara Manusia dan Mesin Pencari

Eufrasia Joan menyimpulkan bahwa dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip NLP, para content writer dapat menciptakan konten yang tidak hanya memenuhi kebutuhan informasi pengguna, tetapi juga mampu "berbicara" dalam bahasa yang lebih dimengerti oleh mesin pencari. Ini adalah cara untuk membuat konten yang lebih cerdas, lebih relevan, dan pada akhirnya, lebih berpeluang untuk menduduki peringkat teratas di SERP (Search Engine Results Page).

Pesan yang disampaikan sangat jelas: SEO content bukan lagi sekadar tentang menjejalkan kata kunci. Ini adalah tentang memahami audiens, menyediakan informasi yang bernilai, dan menggunakan teknologi yang ada untuk memastikan konten kita dapat ditemukan dan dihargai oleh mesin pencari.

Kesimpulan

Diskusi antara Nisrina Salma dan Eufrasia Joan di SEOCon 2022 menyoroti dua aspek krusial dalam SEO content: strategi perencanaan yang matang dengan pertimbangan kualitas vs kuantitas, serta pemanfaatan teknologi canggih seperti NLP untuk meningkatkan pemahaman mesin pencari. Keduanya memberikan wawasan praktis yang berharga bagi para content writer dan pegiat SEO untuk menciptakan konten yang lebih efektif dan berdampak. Dengan menggabungkan keduanya, kita dapat membangun strategi konten yang kokoh dan relevan.

Bagikan artikel ini jika Anda merasa informasinya bermanfaat! Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar mengenai strategi SEO content favorit Anda.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apa perbedaan utama antara strategi konten 'quality' dan 'quantity' dalam SEO?

Konten 'quality' fokus pada kedalaman informasi, biasanya lebih panjang (1000+ kata), dan bertujuan memberikan wawasan komprehensif. Sementara konten 'quantity' fokus pada volume produksi, biasanya lebih pendek (300-500 kata), dan bertujuan menjangkau audiens lebih luas dalam waktu singkat.

2. Bagaimana Natural Language Processing (NLP) membantu SEO content writer?

NLP membantu content writer memahami bagaimana mesin pencari memproses bahasa. Dengan memperhatikan 'entity' (objek penting), 'salience' (tingkat kepentingan entitas), dan 'sentiment' (nuansa emosi), writer dapat membuat konten yang lebih relevan dan mudah dipahami oleh Google, sehingga meningkatkan peluang peringkat.

3. Langkah apa saja yang harus dilakukan dalam perencanaan konten SEO yang efektif?

Perencanaan konten SEO yang efektif meliputi: menentukan tujuan bisnis yang jelas, mengidentifikasi metrik yang tepat untuk mengukur keberhasilan, membuat strategi konten yang terarah, dan melakukan riset kata kunci yang mendalam.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang