Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Schema Markup Pengaruh Ranking Google Cari Tahu

Di dunia digital yang kompetitif, setiap elemen yang bisa mendongkrak visibilitas website di mesin pencari menjadi sangat berharga. Salah satu istilah yang ser...

Schema Markup Pengaruh Ranking Google Cari Tahu

Di dunia digital yang kompetitif, setiap elemen yang bisa mendongkrak visibilitas website di mesin pencari menjadi sangat berharga. Salah satu istilah yang sering terdengar adalah schema markup. Banyak yang bertanya-tanya, apakah schema markup ini benar-benar memengaruhi ranking website di Google Search? Mari kita bedah tuntas misteri ini agar Anda tidak salah langkah dalam optimasi digital.

Memahami Inti Schema Markup

Schema markup, atau yang juga dikenal sebagai data terstruktur, adalah sejenis kode yang kita tambahkan ke dalam HTML website. Tujuannya sederhana: membantu mesin pencari seperti Google, Bing, dan Yandex untuk lebih memahami konteks dan makna dari setiap konten yang ada di halaman web kita.

Bayangkan Anda sedang menjelaskan sebuah resep masakan kepada teman. Tanpa penjelasan detail, teman Anda mungkin hanya tahu itu resep masakan. Namun, jika Anda merinci bahan-bahannya, langkah-langkahnya, perkiraan waktu memasak, hingga informasi nutrisi, teman Anda akan mendapatkan pemahaman yang jauh lebih kaya.

Schema markup bekerja dengan cara serupa. Dengan memberikan "petunjuk" tambahan melalui kode, kita memberi tahu mesin pencari bahwa sebuah teks adalah judul film, informasi produk, ulasan pelanggan, tanggal acara, atau bahkan resep masakan. Ini membuat mesin pencari bisa menampilkan informasi tersebut dalam format yang lebih kaya dan menarik di hasil pencarian, yang kita kenal sebagai rich snippet.

Klaim Awal: Schema Markup Sebagai Pemicu Ranking?

Perdebatan mengenai apakah schema markup berdampak langsung pada ranking Google sudah berlangsung cukup lama. Pada awal tahun 2018, muncul artikel yang mengulas perubahan formulasi di halaman dokumentasi Google mengenai data terstruktur.

Sebelumnya, Google menyatakan bahwa data terstruktur membantu mesin pencari untuk "mengatur dan menampilkannya dengan cara yang kreatif." Namun, kemudian kalimat tersebut diubah menjadi, "Google Penelusuran bekerja keras untuk memahami konten di suatu halaman. Namun, Anda dapat memberikan petunjuk eksplisit tentang arti suatu halaman pada Google dengan menyertakan data terstruktur pada halaman tersebut."

Perubahan formulasi ini sering diinterpretasikan sebagai sinyal positif. Google secara implisit mengakui bahwa dengan schema markup, kita bisa "membantu" mereka memahami konten kita lebih baik. Dari sini, timbul anggapan bahwa schema markup bisa menjadi salah satu faktor pertimbangan dalam menentukan peringkat sebuah website.

Bukti Pendukung: Bagaimana Schema Markup Membantu Mesin Pencari

Schema.org, sebuah inisiatif kolaboratif yang menyediakan kosakata terstruktur untuk web, menjelaskan secara gamblang mengapa data terstruktur itu penting. Mereka menyatakan bahwa meskipun manusia dapat memahami makna mendalam dari sebuah halaman web, mesin pencari memiliki pemahaman yang lebih terbatas.

Dengan menambahkan tag tambahan pada HTML, kita seolah-olah berteriak kepada mesin pencari, "Hei Google, informasi ini adalah tentang film!" atau "Ini adalah detail sebuah tempat!" Dengan begitu, mesin pencari dan aplikasi lain dapat memahami konten kita dengan lebih akurat dan menampilkannya dengan cara yang paling relevan bagi pengguna.

Google sendiri pernah mempublikasikan studi kasus tentang keberhasilan rakuten.com yang mengalami peningkatan traffic signifikan di mesin pencari setelah mengoptimalkan data terstruktur mereka. Peningkatan traffic mencapai 2,7 kali lipat, dan waktu yang dihabiskan pengguna di halaman (time on page) juga meningkat 1,5 kali lipat.

Lebih baru lagi, sebuah eksperimen yang dilakukan pada tahun 2020 menunjukkan bahwa website yang menerapkan schema markup mengalami peningkatan jumlah peringkat dua kali lipat dalam kurun waktu satu bulan, dibandingkan dengan penurunan peringkat.

Sanggahan: Benarkah Schema Markup Bukan Faktor Ranking Langsung?

Meskipun ada bukti yang menunjukkan dampak positif, penting untuk memahami nuance dari pernyataan para ahli SEO dan perwakilan Google. Gary Illyes dari Google pernah menyatakan pada sebuah konferensi bahwa menambahkan data terstruktur akan membantu Google memahami website Anda lebih baik.

Ia menambahkan, "Ini (structured data) akan membantu kami memahami halaman Anda dengan lebih baik, dan secara tidak langsung, ini mengarah pada ranking yang lebih baik, karena kami dapat menentukan ranking dengan lebih mudah." Kata kunci di sini adalah "secara tidak langsung".

Pernyataan serupa juga datang dari John Mueller, seorang Webmaster Trends Analyst di Google. Ia berulang kali mengkonfirmasi bahwa schema markup bukanlah faktor ranking langsung.

Danny Sullivan, yang kini menjabat sebagai Public Liaison for Search di Google, juga pernah menyatakan pada tahun 2020 bahwa data terstruktur bersifat opsional dan "tidak berdampak pada peringkat di hasil pencarian web."

Jadi, kesimpulannya adalah: schema markup sendiri tidak secara langsung menaikkan peringkat website Anda. Google tidak akan memberikan "poin bonus" hanya karena Anda memasang kode schema markup.

Peran Sebenarnya Schema Markup dalam SEO

Jika bukan faktor ranking langsung, lalu mengapa schema markup tetap penting? Jawabannya terletak pada bagaimana schema markup membantu mesin pencari memahami konten kita, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan visibilitas dan performa.

Berikut adalah beberapa cara schema markup memberikan manfaat, meskipun bukan sebagai faktor ranking langsung:

1. Memperkaya Tampilan Hasil Pencarian (Rich Snippets)

Ini adalah manfaat paling nyata dari schema markup. Dengan memberikan informasi yang terstruktur, Google dapat menampilkan informasi tambahan langsung di halaman hasil pencarian (SERP). Contohnya:

  • Rating bintang untuk produk atau ulasan.
  • Gambar thumbnail yang menarik untuk resep atau artikel berita.
  • Informasi acara seperti tanggal, waktu, dan lokasi.
  • Harga produk dan ketersediaan stok.
  • Cara atau durasi memasak untuk resep.

Tampilan yang kaya ini membuat hasil pencarian Anda lebih menonjol di antara yang lain. Pengguna cenderung lebih tertarik untuk mengklik hasil yang memberikan informasi lebih lengkap dan menarik secara visual.

2. Meningkatkan Click-Through Rate (CTR)

Rich snippets yang menarik secara visual dan informatif cenderung mendapatkan lebih banyak klik. Ketika pengguna melihat informasi yang mereka cari langsung di hasil pencarian, mereka lebih mungkin untuk mengklik tautan Anda daripada tautan lain yang memerlukan kunjungan ke halaman untuk mendapatkan informasi serupa.

CTR yang tinggi adalah sinyal positif bagi Google. Meskipun bukan faktor ranking langsung, peningkatan CTR yang dihasilkan dari rich snippets dapat secara tidak langsung berkontribusi pada perbaikan peringkat Anda. Google melihat bahwa halaman Anda relevan dan menarik bagi pengguna.

3. Membantu Google Memahami Konten Lebih Mendalam

Mesin pencari terus berusaha keras untuk memahami maksud dari setiap pencarian pengguna. Schema markup membantu mereka dalam proses ini dengan memberikan "konteks" yang jelas. Ketika Google memahami apa yang sebenarnya ditawarkan oleh halaman Anda, mereka dapat mencocokkannya dengan kueri pencarian yang paling relevan.

Ini sangat krusial untuk topik yang ambigu atau memiliki banyak makna. Misalnya, kata "apple" bisa merujuk pada buah atau perusahaan teknologi. Dengan schema markup, Anda bisa mengklarifikasi apakah konten Anda tentang "buah apel" (misalnya menggunakan schema `Product` dengan atribut `name: "Apel Fuji"`) atau tentang "Apple Inc." (misalnya menggunakan schema `Organization` dengan atribut `name: "Apple Inc."`).

4. Membuka Peluang untuk Fitur SERP Lainnya

Selain rich snippets, schema markup juga menjadi fondasi bagi banyak fitur SERP canggih lainnya, seperti:

  • Featured Snippets: Kotak jawaban yang muncul di bagian atas hasil pencarian.
  • Knowledge Graph Panels: Kotak informasi yang kaya tentang entitas (orang, tempat, organisasi).
  • Carousels: Tampilan geser untuk artikel, resep, atau produk.

Jika Anda ingin website Anda memiliki peluang untuk tampil di fitur-fitur ini, schema markup adalah langkah awal yang sangat penting.

5. Mendukung SEO Teknis dan Pengalaman Pengguna

Penerapan schema markup seringkali sejalan dengan praktik SEO teknis yang baik. Proses menambahkan kode ini memaksa Anda untuk meninjau struktur HTML website Anda, memastikan semuanya terorganisir dengan baik.

Selain itu, dengan menampilkan informasi yang lebih relevan dan mudah diakses melalui rich snippets, Anda secara tidak langsung meningkatkan pengalaman pengguna. Pengguna mendapatkan jawaban lebih cepat dan lebih mudah, yang dapat meningkatkan kepuasan dan mengurangi bounce rate.

Jenis-jenis Schema Markup yang Umum Digunakan

Ada ribuan jenis schema markup yang tersedia di Schema.org, mencakup hampir semua jenis konten yang mungkin Anda miliki. Namun, beberapa yang paling umum dan sering memberikan dampak adalah:

Schema Produk (Product)

Sangat penting untuk website e-commerce. Membantu menampilkan harga, ketersediaan, rating, dan ulasan produk langsung di hasil pencarian.

Schema Artikel (Article)

Untuk blog dan situs berita. Membantu Google memahami judul artikel, penulis, tanggal publikasi, dan gambar utama.

Schema Resep (Recipe)

Ideal untuk situs yang fokus pada kuliner. Memungkinkan tampilan waktu memasak, bahan, rating, dan gambar.

Schema Acara (Event)

Bagus untuk menampilkan informasi konser, seminar, webinar, atau pertemuan lainnya, termasuk tanggal, waktu, dan lokasi.

Schema Organisasi (Organization)

Untuk menampilkan informasi dasar tentang bisnis Anda, seperti nama, logo, alamat, dan kontak.

Schema Orang (Person)

Berguna untuk menampilkan profil individu, seperti penulis artikel atau tokoh penting.

Schema Ulasan (Review)

Memungkinkan Anda menampilkan rating dan ulasan pelanggan untuk produk, layanan, atau konten lainnya.

Bagaimana Menerapkan Schema Markup?

Menerapkan schema markup mungkin terdengar teknis, tetapi ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, mulai dari yang paling sederhana hingga yang lebih kompleks:

  1. Gunakan Plugin SEO (untuk WordPress): Banyak plugin SEO populer seperti Yoast SEO atau Rank Math memiliki fitur bawaan untuk menambahkan schema markup dasar untuk postingan blog, produk, atau organisasi.

  2. Gunakan Google Structured Data Markup Helper: Alat gratis dari Google ini memungkinkan Anda menandai elemen di halaman web Anda secara visual, lalu menghasilkan kode schema markup yang bisa Anda salin.

  3. Buat Kode Schema Sendiri: Jika Anda memiliki pemahaman yang lebih baik tentang HTML dan JSON-LD (format yang paling direkomendasikan oleh Google), Anda bisa menulis kode schema markup secara manual.

  4. Gunakan Schema Markup Generator: Ada banyak generator online yang bisa membantu Anda membuat kode schema markup berdasarkan input yang Anda berikan.

Pentingnya Validasi Schema Markup

Setelah menerapkan schema markup, sangat penting untuk memvalidasinya. Google menyediakan alat gratis bernama "Rich Results Test" yang memungkinkan Anda memasukkan URL atau cuplikan kode schema untuk memeriksa apakah ada kesalahan.

Memastikan schema markup Anda valid akan menjamin bahwa Google dapat memahaminya dengan benar dan berpotensi menampilkannya sebagai rich results.

Kesimpulan

Schema markup tidak secara langsung memengaruhi ranking website di Google Search. Namun, perannya dalam meningkatkan visibilitas, menarik lebih banyak klik, dan membantu mesin pencari memahami konten Anda secara mendalam menjadikannya salah satu taktik SEO teknis yang sangat berharga.

Dengan menampilkan informasi yang lebih kaya dan menarik melalui rich snippets, Anda berpotensi meningkatkan CTR, yang merupakan sinyal positif bagi Google. Oleh karena itu, pertimbangkan untuk mengimplementasikan schema markup yang relevan untuk website Anda agar dapat bersaing lebih efektif di dunia pencarian online.

Sudahkah Anda menerapkan schema markup? Bagikan pengalaman Anda di kolom komentar di bawah ini!

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apakah schema markup gratis untuk digunakan?

Ya, schema.org menyediakan kosakata gratis untuk menandai konten Anda. Alat bantu seperti Google Structured Data Markup Helper dan Rich Results Test juga gratis.

2. Apakah saya harus menggunakan JSON-LD untuk schema markup?

Google sangat merekomendasikan penggunaan JSON-LD karena lebih mudah diimplementasikan dan dipelihara dibandingkan format lain seperti Microdata atau RDFa.

3. Berapa lama waktu yang dibutuhkan agar schema markup saya muncul di hasil pencarian?

Setelah Anda menerapkan dan memvalidasi schema markup, Google perlu waktu untuk mengindeks ulang halaman Anda. Ini bisa memakan waktu beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung pada frekuensi crawling Google pada website Anda.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang