Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Schema Markup Resep Wajib Tepat Waktu Peringkat Tinggi

Para pengelola situs resep masakan, pernahkah Anda merasa ada yang kurang dari optimasi konten Anda di mesin pencari? Khususnya ketika resep-resep lezat Anda t...

Schema Markup Resep Wajib Tepat Waktu Peringkat Tinggi

Para pengelola situs resep masakan, pernahkah Anda merasa ada yang kurang dari optimasi konten Anda di mesin pencari? Khususnya ketika resep-resep lezat Anda tampil di hasil pencarian Google, apakah informasinya sudah optimal? Jika Anda bergelut dengan situs yang menyajikan panduan memasak, memahami perubahan terbaru pada schema markup resep menjadi kunci penting. Google baru-baru ini melakukan pembaruan signifikan yang berdampak langsung pada cara kita mengimplementasikan data terstruktur untuk resep. Artikel ini akan mengupas tuntas apa saja perubahan tersebut, mengapa ini krusial bagi SEO situs resep Anda, dan bagaimana cara mengadaptasinya agar resep Anda semakin mudah ditemukan dan disukai mesin pencari.

Perubahan Krusial Schema Markup Resep: Dari Rentang Waktu ke Waktu Spesifik

Sebagai praktisi SEO atau webmaster yang mengelola konten resep, perubahan pada dokumentasi schema markup resep oleh Google bukanlah sekadar detail teknis. Ini adalah penyesuaian yang mengharuskan kita untuk berpikir lebih akurat dalam memberikan informasi. Dulu, kita memiliki fleksibilitas untuk memasukkan rentang waktu, misalnya "persiapan 15-20 menit" atau "memasak 30-45 menit". Namun, kini Google secara tegas menyatakan bahwa rentang waktu tersebut tidak lagi didukung untuk properti prepTime, cookTime, dan totalTime.

Fokus kini bergeser total ke penggunaan waktu yang spesifik. Ini berarti, alih-alih memberikan rentang, kita wajib memberikan satu nilai waktu yang tepat. Misalnya, jika sebelumnya Anda menulis "prepTime": "15M-20M", kini Anda harus mengubahnya menjadi "prepTime": "PT15M" atau "PT20M", tergantung pada durasi yang paling representatif. Begitu pula untuk cookTime dan totalTime.

Mengapa Perubahan Ini Penting untuk Situs Resep?

Perubahan ini bukan tanpa alasan. Google selalu berusaha menyajikan informasi yang paling relevan dan akurat kepada penggunanya. Dengan mengharuskan waktu yang spesifik, Google ingin memastikan data yang ditampilkan di hasil pencarian (seperti di rich snippet) benar-benar mencerminkan realitas waktu yang dibutuhkan untuk memasak suatu hidangan. Informasi yang lebih presisi ini akan membantu pengguna membuat keputusan yang lebih baik saat mencari resep.

Bagi Anda yang mengelola situs resep, ini berarti:

  • Peningkatan Akurasi Informasi: Pengguna akan mendapatkan gambaran waktu yang lebih jelas, mengurangi potensi kekecewaan jika waktu yang dibutuhkan ternyata jauh berbeda dari perkiraan rentang waktu.
  • Pengalaman Pengguna yang Lebih Baik: Ketika informasi waktu akurat, pengguna merasa lebih percaya dan kembali lagi ke situs Anda.
  • Potensi Peningkatan Peringkat: Mesin pencari seperti Google sangat menghargai situs yang patuh terhadap panduan mereka. Mengimplementasikan schema markup yang sesuai standar terbaru dapat memberikan sinyal positif untuk peringkat Anda.
  • Keunggulan Kompetitif: Situs yang cepat beradaptasi dengan pembaruan ini akan memiliki keunggulan dibandingkan kompetitor yang masih menggunakan format lama.

Format Waktu yang Benar Sesuai Standar ISO 8601

Dalam implementasi schema markup, waktu harus mengikuti format ISO 8601. Format ini menggunakan awalan "PT" yang berarti "Period Time" atau durasi waktu. Setelah "PT", Anda akan menambahkan angka dan satuan waktunya:

  • M untuk Menit (Minute)
  • H untuk Jam (Hour)
  • D untuk Hari (Day)
  • W untuk Minggu (Week)

Contoh:

  • PT15M: Durasi 15 menit.
  • PT1H30M: Durasi 1 jam 30 menit.
  • PT2H: Durasi 2 jam.

Pastikan Anda konsisten menggunakan format ini untuk properti prepTime, cookTime, dan totalTime. Properti totalTime sendiri merupakan penjumlahan dari prepTime dan cookTime, ditambah waktu istirahat atau pendinginan jika ada dan relevan.

Strategi Implementasi Schema Markup Resep yang Tepat

Mengadopsi perubahan ini memerlukan pendekatan yang terstruktur. Berikut adalah langkah-langkah dan pertimbangan penting yang bisa Anda terapkan:

1. Audit Schema Markup yang Ada

Langkah pertama adalah melakukan audit menyeluruh terhadap schema markup resep yang sudah ada di situs Anda. Identifikasi semua halaman yang menggunakan schema markup resep dan periksa properti waktu yang digunakan. Apakah Anda masih menggunakan rentang waktu (misalnya, 15-20 menit) atau sudah menggunakan waktu spesifik?

Anda bisa menggunakan alat bantu seperti Google Rich Results Test atau Schema Markup Validator dari Schema.org untuk menguji halaman-halaman resep Anda. Alat-alat ini akan membantu mendeteksi kesalahan atau ketidaksesuaian dengan panduan Google.

2. Perbarui Nilai Waktu Menjadi Spesifik

Setelah mengidentifikasi halaman yang perlu diperbaiki, mulailah memperbarui nilai waktu. Kumpulkan data yang paling akurat untuk setiap resep. Jika sebuah resep biasanya memakan waktu persiapan 20 menit, gunakan PT20M. Jika waktu memasaknya adalah 30 menit, gunakan PT30M.

Penting untuk menetapkan waktu yang realistis. Jangan terlalu optimis atau terlalu pesimis. Tujuannya adalah memberikan informasi yang paling membantu bagi pengguna.

3. Gunakan Struktur JSON-LD

Format yang paling direkomendasikan oleh Google untuk schema markup adalah JSON-LD (JavaScript Object Notation for Linked Data). Format ini lebih mudah dibaca oleh mesin dan lebih fleksibel untuk diimplementasikan. Pastikan schema markup resep Anda disematkan dalam tag <script type="application/ld+json"> di bagian <head> atau <body> halaman Anda.

Contoh implementasi JSON-LD:

<script type="application/ld+json">

  "@context": "https://schema.org/",
  "@type": "Recipe",
  "name": "Nasi Goreng Spesial",
  "image": ,
  "author": 
    "@type": "Person",
    "name": "Chef Budi"
  ,
  "datePublished": "2023-10-27",
  "description": "Nasi goreng dengan bumbu rahasia yang lezat dan menggugah selera.",
  "prepTime": "PT15M",
  "cookTime": "PT20M",
  "totalTime": "PT35M",
  "recipeYield": "4 porsi",
  "recipeCategory": "Main Course",
  "recipeCuisine": "Indonesian",
  "nutrition": 
    "@type": "NutritionInformation",
    "calories": "350 kalori"
  ,
  "recipeIngredient": ,
  "recipeInstructions": 

</script>

4. Perhatikan Properti Lain yang Tetap Penting

Selain properti waktu, jangan lupakan properti schema markup resep lainnya yang juga krusial untuk SEO. Ini termasuk:

  • name: Nama resep yang jelas dan deskriptif.
  • image: Gambar resep berkualitas tinggi.
  • author: Informasi penulis resep.
  • description: Deskripsi singkat namun menarik tentang resep.
  • recipeYield: Jumlah porsi yang dihasilkan.
  • recipeCategory: Kategori resep (misalnya, Sarapan, Makan Siang, Kue).
  • recipeCuisine: Jenis masakan (misalnya, Indonesia, Italia).
  • recipeIngredient: Daftar bahan-bahan lengkap.
  • recipeInstructions: Langkah-langkah memasak yang jelas, sebaiknya menggunakan tipe HowToStep.
  • nutrition: Informasi nutrisi jika tersedia.

Semua elemen ini bekerja sama untuk memberikan pemahaman yang komprehensif kepada mesin pencari tentang konten resep Anda.

5. Gunakan Plugin atau CMS yang Mendukung

Jika Anda menggunakan platform seperti WordPress, banyak plugin SEO atau plugin khusus resep yang sudah mendukung implementasi schema markup. Pastikan Anda menggunakan plugin yang selalu diperbarui dan mendukung format JSON-LD serta properti waktu yang spesifik.

Beberapa plugin populer yang mungkin menawarkan fitur ini antara lain Yoast SEO (dengan addon-nya), Rank Math, WP Recipe Maker, atau Recipe Card Blocks. Selalu periksa fitur dan update terbaru dari plugin yang Anda gunakan.

Manfaat Jangka Panjang Schema Markup yang Tepat

Mengapa bersusah payah mengimplementasikan schema markup yang tepat? Jawabannya terletak pada manfaat jangka panjang yang akan Anda dapatkan. Selain yang sudah disebutkan sebelumnya, berikut adalah beberapa keuntungan tambahan:

1. Peningkatan Visibilitas di Hasil Pencarian

Schema markup yang benar memungkinkan Google untuk menampilkan resep Anda dalam bentuk "rich results". Ini bisa berupa tampilan rating bintang, gambar resep, waktu persiapan, dan informasi penting lainnya langsung di halaman hasil pencarian. Tampilan yang lebih kaya ini sangat menarik perhatian pengguna dan cenderung mendapatkan klik lebih tinggi dibandingkan hasil pencarian biasa.

2. Pemahaman yang Lebih Baik oleh Mesin Pencari

Mesin pencari seperti Google semakin pintar, tetapi mereka masih membutuhkan bantuan untuk memahami konteks sebuah halaman. Schema markup bertindak sebagai bahasa universal yang membantu mesin pencari mengindeks dan memahami konten Anda secara lebih akurat. Untuk resep, ini berarti Google akan lebih mudah mengenali mana bagian bahan, mana langkah memasak, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan.

3. Potensi Muncul di Fitur Google Lain

Data terstruktur yang akurat tidak hanya membantu peringkat di pencarian reguler. Ini juga membuka peluang untuk tampil di fitur-fitur Google lainnya, seperti Google Discover atau bahkan Google Assistant. Bayangkan resep Anda direkomendasikan langsung melalui suara!

4. Membangun Otoritas dan Kepercayaan

Situs yang menyajikan informasi akurat dan terstruktur dengan baik cenderung membangun kepercayaan di mata pengguna dan mesin pencari. Ketika pengguna mendapatkan pengalaman positif dari pencarian resep Anda, mereka akan lebih mungkin untuk kembali dan merekomendasikan situs Anda.

5. Adaptasi Terhadap Perkembangan AI

Di era kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang, data terstruktur menjadi semakin penting. AI membutuhkan data yang terorganisir dan dapat diinterpretasikan dengan mudah untuk menghasilkan jawaban yang relevan. Schema markup adalah fondasi penting untuk memastikan konten Anda siap menghadapi masa depan pencarian berbasis AI.

Kesimpulan

Perubahan pada schema markup resep yang mengharuskan waktu spesifik adalah penyesuaian penting bagi setiap pengelola situs resep. Dengan beralih dari rentang waktu ke nilai waktu yang tepat dan mengikuti format ISO 8601, Anda tidak hanya mematuhi panduan Google tetapi juga meningkatkan akurasi informasi yang disajikan kepada pengguna. Implementasi yang benar akan berdampak positif pada visibilitas, peringkat, dan pengalaman pengguna situs resep Anda secara keseluruhan. Segera lakukan audit dan perbarui schema markup Anda agar resep lezat Anda semakin mudah ditemukan dan dicicipi oleh audiens.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apakah saya harus mengubah schema markup resep saya jika belum ada error di Google Search Console?

Sangat disarankan untuk melakukan perubahan meskipun belum ada error. Google seringkali mengumumkan pembaruan panduan sebelum mereka secara aktif menegakkannya dengan error. Bertindak proaktif akan memastikan situs Anda selalu terdepan dan menghindari masalah di masa mendatang.

2. Bagaimana jika satu resep memiliki variasi waktu persiapan yang cukup besar?

Pilihlah waktu yang paling representatif atau rata-rata yang paling sering dicapai. Anda juga bisa mempertimbangkan untuk memberikan catatan tambahan di deskripsi resep mengenai faktor-faktor yang bisa mempengaruhi waktu, namun untuk properti prepTime, cookTime, dan totalTime, tetap berikan satu nilai spesifik.

3. Apakah perubahan ini hanya berlaku untuk Google atau juga mesin pencari lain?

Schema markup adalah standar yang diadopsi oleh berbagai mesin pencari dan platform. Meskipun Google sering menjadi pendorong utama perubahan, mengimplementasikan schema markup yang sesuai standar umum seperti Schema.org akan memberikan manfaat yang lebih luas, termasuk untuk Bing, Pinterest, dan platform lain yang mendukung data terstruktur.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang