Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Subdomain Subdirektori Pengaruhi Peringkat Google?

Memilih struktur situs web yang tepat adalah langkah krusial dalam membangun kehadiran online yang kuat. Dua pendekatan umum yang sering dibicarakan adalah pen...

Subdomain Subdirektori Pengaruhi Peringkat Google?

Memilih struktur situs web yang tepat adalah langkah krusial dalam membangun kehadiran online yang kuat. Dua pendekatan umum yang sering dibicarakan adalah penggunaan subdomain dan subdirektori. Namun, muncul pertanyaan besar di benak para pebisnis online dan praktisi SEO: apakah pilihan antara subdomain dan subdirektori benar-benar memengaruhi posisi website Anda di hasil pencarian Google? Artikel ini akan mengupas tuntas perdebatan ini, memberikan panduan yang jelas, dan membantu Anda membuat keputusan strategis untuk optimasi mesin pencari Anda.

Memahami Perbedaan Mendasar: Subdomain vs Subdirektori

Sebelum melangkah lebih jauh, mari kita bedah apa sebenarnya subdomain dan subdirektori itu. Memahami perbedaannya akan menjadi fondasi penting dalam diskusi kita mengenai dampaknya terhadap peringkat Google.

Apa Itu Subdomain?

Subdomain adalah bagian dari domain utama Anda yang berdiri sendiri sebagai unit terpisah. Bayangkan domain utama Anda sebagai sebuah rumah besar, nah subdomain adalah seperti sebuah unit apartemen atau ruko yang terpisah namun masih berada dalam kompleks perumahan yang sama.

Contoh umum subdomain meliputi:

  • blog.namawebsiteanda.com (untuk bagian blog)
  • shop.namawebsiteanda.com (untuk toko online)
  • career.namawebsiteanda.com (untuk halaman karir)

Secara teknis, subdomain memiliki URL yang berbeda dari domain utama, seringkali diawali dengan kata tambahan sebelum nama domain.

Apa Itu Subdirektori?

Subdirektori, di sisi lain, lebih mirip dengan folder di dalam struktur file komputer Anda. Ini adalah bagian dari domain utama yang mengelompokkan konten serupa. Subdirektori tetap berada di bawah payung domain utama yang sama dan tidak memerlukan konfigurasi DNS terpisah seperti subdomain.

Contoh subdirektori:

  • namawebsiteanda.com/blog/ (untuk blog)
  • namawebsiteanda.com/produk/elektronik/ (untuk kategori produk elektronik)
  • namawebsiteanda.com/tentang-kami/ (untuk halaman tentang kami)

Struktur ini membuat URL terlihat lebih rapi dan terintegrasi dengan domain utama.

Perdebatan Lama: Pengaruh Subdomain dan Subdirektori pada Peringkat Google

Perdebatan mengenai mana yang lebih baik untuk SEO antara subdomain dan subdirektori telah berlangsung cukup lama di kalangan praktisi digital marketing. Ada klaim yang menyatakan bahwa salah satu pendekatan lebih unggul daripada yang lain dalam hal ranking di mesin pencari.

Klaim Awal dan Pengalaman Historis

Pada masa awal perkembangan SEO, beberapa praktisi berpendapat bahwa subdomain dianggap sebagai entitas yang terpisah oleh Google. Ini berarti otoritas atau "kekuatan" domain utama tidak secara otomatis tertransfer sepenuhnya ke subdomain. Jika sebuah website memiliki banyak konten berkualitas di subdomain, namun domain utamanya tidak memiliki otoritas yang kuat, performa subdomain tersebut mungkin terhambat.

Ada kasus-kasus di mana perusahaan memindahkan konten yang dianggap berkinerja buruk atau konten yang perlu dipisahkan secara tematik ke subdomain. Beberapa cerita sukses muncul, seperti perpindahan konten yang dihasilkan pengguna (user-generated content) ke subdomain yang kemudian diklaim membantu memulihkan lalu lintas setelah pembaruan algoritma Google. Hal ini sempat memicu spekulasi bahwa memindahkan konten ke subdomain bisa menjadi solusi untuk masalah peringkat.

Sanggahan Resmi dari Google

Namun, seiring berjalannya waktu, Google sendiri telah berulang kali memberikan klarifikasi mengenai pandangannya terhadap subdomain dan subdirektori. Inti dari semua pernyataan resmi dari Google adalah: Google tidak memiliki preferensi antara subdomain dan subdirektori dari perspektif pengindeksan dan pemeringkatan.

Pernyataan ini seringkali disampaikan oleh perwakilan Google seperti Matt Cutts (mantan kepala tim anti-spam Google) dan John Mueller (Google Search Advocate). Mereka menekankan bahwa yang terpenting bagi Google adalah bagaimana struktur tersebut memudahkan pengelolaan dan aksesibilitas konten bagi pengguna dan mesin pencari.

John Mueller pernah menjelaskan bahwa dari sisi teknis, Google memang perlu "mempelajari" cara merayapi (crawl) subdomain secara terpisah. Namun, proses ini umumnya cepat dan dianggap sebagai formalitas teknis belaka. Setelah beberapa hari, Googlebot akan dapat merayapi subdomain tersebut sama efektifnya seperti merayapi subdirektori.

Hal ini berbeda dengan bagaimana Google memproses subdirektori. Karena subdirektori merupakan bagian integral dari domain utama, server umumnya memprosesnya dengan lebih mulus, dan Googlebot dapat mengindeksnya sebagai bagian dari satu kesatuan. Namun, perbedaan teknis ini tidak diterjemahkan menjadi perbedaan signifikan dalam pemberian peringkat.

Faktor Kunci yang Sebenarnya Mempengaruhi Peringkat Google

Jika bukan subdomain atau subdirektori yang menjadi penentu utama peringkat, lalu apa saja faktor yang benar-benar diperhitungkan oleh Google?

1. Kualitas Konten yang Luar Biasa

Ini adalah raja yang tak terbantahkan dalam dunia SEO. Konten yang informatif, relevan, unik, mendalam, dan menjawab kebutuhan pengguna adalah prioritas utama Google. Baik konten tersebut berada di subdomain atau subdirektori, jika kualitasnya rendah, tidak akan mendapatkan peringkat yang baik. Sebaliknya, konten berkualitas tinggi dapat bersinar di mana pun ia ditempatkan.

2. Pengalaman Pengguna (User Experience - UX)

Google sangat peduli dengan bagaimana pengguna berinteraksi dengan sebuah website. Faktor-faktor seperti kecepatan loading halaman, kemudahan navigasi, desain responsif (mobile-friendly), dan struktur situs yang jelas sangat memengaruhi UX.

Subdirektori seringkali dianggap lebih baik dalam hal navigasi terintegrasi, yang dapat meningkatkan UX secara keseluruhan. Pengguna merasa lebih mudah untuk menjelajahi berbagai bagian website jika semuanya berada di bawah satu domain utama.

3. Otoritas Domain dan Halaman (Domain & Page Authority)

Otoritas adalah ukuran seberapa "dipercaya" sebuah website atau halaman oleh Google. Ini dibangun dari berbagai faktor, termasuk jumlah dan kualitas backlink, usia domain, serta relevansi topik.

Jika Anda menggunakan subdomain, otoritasnya mungkin perlu dibangun dari awal, terpisah dari domain utama. Namun, jika subdomain Anda terkait erat dengan domain utama dan memiliki konten yang relevan, Google dapat mengaitkan otoritas tersebut. Subdirektori, di sisi lain, secara inheren berbagi otoritas dengan domain utama, yang bisa menjadi keuntungan jika domain utama Anda sudah memiliki reputasi yang baik.

4. Struktur Internal Linking yang Efektif

Bagaimana Anda menghubungkan halaman-halaman di dalam website Anda (internal linking) sangat penting. Struktur internal linking yang baik membantu Googlebot menemukan, merayapi, dan memahami hubungan antar halaman. Ini juga membantu mendistribusikan "link juice" atau otoritas ke seluruh halaman.

Dengan subdirektori, struktur internal linking bisa lebih mudah dikelola dan dipahami karena semuanya berada dalam satu domain. Untuk subdomain, Anda perlu memastikan ada link yang jelas dari domain utama ke subdomain dan sebaliknya, serta antar halaman di dalam subdomain itu sendiri.

5. Kecepatan Website (Page Speed)

Website yang cepat memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik dan merupakan faktor peringkat yang diakui oleh Google. Baik Anda menggunakan subdomain atau subdirektori, optimasi kecepatan sangatlah penting.

6. Mobile-Friendliness

Dengan dominasi pengguna mobile, Google menjadikan mobile-friendliness sebagai faktor peringkat yang sangat penting (mobile-first indexing). Struktur situs Anda harus dirancang agar tampil sempurna di semua perangkat, termasuk smartphone dan tablet.

Keunggulan dan Kelemahan Masing-masing Pendekatan

Meskipun Google menyatakan netral, setiap pendekatan memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

Keunggulan Menggunakan Subdirektori

  • Manajemen SEO yang Lebih Terpusat: Otoritas domain utama tersebar merata ke semua subdirektori, memudahkan pembangunan otoritas keseluruhan.
  • Struktur Internal Linking yang Lebih Mudah: Membangun tautan antar halaman menjadi lebih intuitif dan kuat karena berada dalam satu domain.
  • Pengelolaan yang Lebih Sederhana: Umumnya lebih mudah diatur dan dikelola dari perspektif teknis dan administrasi.
  • Pengalaman Pengguna yang Terintegrasi: Pengguna dapat bernavigasi antar bagian situs dengan mulus.

Kelemahan Menggunakan Subdirektori

  • Potensi Konflik Konten: Jika Anda memiliki jenis konten yang sangat berbeda atau proyek sampingan, menempatkannya di subdirektori domain utama bisa terasa kurang terorganisir.
  • Perlu Hati-hati dalam Struktur: Kesalahan dalam struktur subdirektori dapat membingungkan mesin pencari dan pengguna.

Keunggulan Menggunakan Subdomain

  • Fleksibilitas Teknis: Memungkinkan penggunaan platform atau teknologi yang berbeda untuk bagian website tertentu (misalnya, menggunakan CMS yang berbeda untuk blog).
  • Pemisahan Konten yang Jelas: Sangat efektif untuk memisahkan konten yang sangat berbeda, seperti blog, forum, toko online, atau area anggota, sehingga menjaga kebersihan domain utama.
  • Pengelolaan Server yang Berbeda: Memungkinkan pengaturan server atau hosting yang terpisah untuk subdomain tertentu, yang bisa berguna untuk kinerja atau keamanan.
  • Branding Terpisah: Memungkinkan branding yang sedikit berbeda untuk unit bisnis atau konten tertentu.

Kelemahan Menggunakan Subdomain

  • Pembangunan Otoritas Awal: Subdomain seringkali perlu membangun otoritasnya sendiri dari nol, yang membutuhkan waktu dan usaha.
  • Manajemen SEO yang Terfragmentasi: Memerlukan perhatian terpisah untuk SEO, termasuk verifikasi di Google Search Console, pelacakan kinerja, dan pembangunan backlink untuk setiap subdomain.
  • Potensi Kebingungan Pengguna: Jika tidak dikelola dengan baik, pengguna mungkin merasa seperti mengunjungi website yang berbeda.

Kapan Sebaiknya Memilih Subdirektori?

Subdirektori adalah pilihan yang sangat baik untuk sebagian besar kasus, terutama jika:

  • Anda ingin membangun otoritas domain utama secara maksimal.
  • Konten Anda sangat relevan dan saling terkait.
  • Anda mengutamakan kesederhanaan dalam pengelolaan SEO dan teknis.
  • Anda ingin memberikan pengalaman pengguna yang mulus di seluruh situs.

Contohnya adalah ketika Anda ingin menambahkan blog ke website perusahaan Anda, atau membuat bagian khusus untuk portofolio produk.

Kapan Sebaiknya Memilih Subdomain?

Subdomain lebih direkomendasikan ketika:

  • Anda memiliki konten yang sangat berbeda dan perlu dipisahkan secara tematik atau fungsional (misalnya, website utama perusahaan dengan forum atau komunitas online terpisah).
  • Anda berencana menggunakan platform atau teknologi yang sangat berbeda untuk bagian tertentu dari situs Anda.
  • Anda ingin memberikan branding yang sedikit berbeda untuk produk atau layanan tertentu.
  • Anda membutuhkan kontrol teknis atau keamanan yang terpisah untuk bagian tertentu.

Contoh umum adalah website perusahaan besar yang memiliki portal berita, pusat dukungan pelanggan, atau platform e-learning terpisah.

Kesimpulan: Fokus pada Kualitas, Bukan Struktur Semata

Jawaban tegasnya adalah, penggunaan subdomain atau subdirektori itu sendiri tidak secara langsung memengaruhi peringkat di Google Search. Google telah mengklarifikasi bahwa mereka tidak memiliki preferensi teknis antara keduanya dari sudut pandang pemeringkatan.

Yang terpenting adalah bagaimana Anda membangun dan mengelola website Anda. Fokuslah pada penyediaan konten berkualitas tinggi, pengalaman pengguna yang luar biasa, struktur internal linking yang kuat, dan optimasi teknis lainnya. Pilihlah struktur (subdomain atau subdirektori) yang paling sesuai dengan tujuan bisnis Anda, kemudahan pengelolaan, dan strategi jangka panjang Anda.

Keputusan strategis yang tepat akan memberikan dampak lebih besar pada peringkat pencarian Anda daripada sekadar memilih antara subdomain atau subdirektori.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Apakah Google menganggap subdomain sebagai website yang sama dengan domain utama?

Secara teknis, Google dapat mengindeks subdomain secara terpisah dan mungkin memerlukan verifikasi terpisah di Search Console. Namun, mereka tidak menganggapnya sebagai entitas yang sepenuhnya berbeda dalam hal relevansi dan otoritas jika kontennya saling terkait.

2. Jika saya memiliki website yang besar dengan banyak kategori produk, apakah lebih baik menggunakan subdomain atau subdirektori?

Untuk kategori produk yang merupakan bagian inti dari bisnis Anda, subdirektori umumnya lebih disarankan. Ini membantu mengkonsolidasikan otoritas domain utama dan memudahkan navigasi bagi pengguna.

3. Apakah memindahkan konten dari subdomain ke subdirektori (atau sebaliknya) akan memengaruhi peringkat saya?

Ya, perpindahan besar seperti ini dapat memengaruhi peringkat Anda, terutama jika tidak dilakukan dengan benar. Anda perlu memastikan semua tautan diperbarui (melalui redirect 301) dan Googlebot dapat menemukan serta mengindeks konten baru di lokasi yang baru.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang