Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Panduan Lengkap Menemukan dan Memperbaiki Broken Link Website

Pernahkah Anda mengklik sebuah tautan di website, hanya untuk disambut oleh halaman error yang membuat frustrasi? Itulah yang disebut dengan broken link atau t...

Panduan Lengkap Menemukan dan Memperbaiki Broken Link Website

Pernahkah Anda mengklik sebuah tautan di website, hanya untuk disambut oleh halaman error yang membuat frustrasi? Itulah yang disebut dengan broken link atau tautan rusak. Bagi pemilik website, masalah kecil ini bisa menimbulkan dampak besar, mulai dari pengalaman pengguna yang buruk hingga kerugian dalam upaya optimasi mesin pencari (SEO). Jangan khawatir, artikel ini akan menjadi panduan praktis Anda untuk menemukan dan memperbaiki broken link secara efektif, memastikan website Anda tetap berjalan mulus dan disukai pengunjung serta mesin pencari.

Mengapa Broken Link Merusak Pengalaman Pengguna dan SEO?

Bayangkan Anda sedang mencari informasi penting, lalu Anda mengklik sebuah tautan yang menjanjikan. Alih-alih menemukan apa yang Anda cari, Anda malah diarahkan ke halaman 404 Not Found. Pengalaman seperti ini tentu sangat mengecewakan. Pengunjung cenderung tidak sabar dan akan segera meninggalkan website Anda, mencari sumber informasi lain yang lebih andal.

Selain itu, broken link juga menjadi musuh bagi optimasi mesin pencari (SEO). Mesin pencari seperti Google menggunakan crawler untuk menjelajahi dan mengindeks halaman-halaman di website Anda. Ketika crawler menemukan tautan yang rusak, mereka menganggapnya sebagai tanda bahwa website Anda kurang terawat. Hal ini dapat menurunkan otoritas dan peringkat website Anda di hasil pencarian.

Secara garis besar, broken link dapat dibedakan menjadi dua jenis utama:

  • Internal Link: Tautan yang mengarah dari satu halaman ke halaman lain dalam website yang sama.
  • External Link: Tautan yang mengarah dari website Anda ke website lain.

Kedua jenis tautan ini sama pentingnya. Internal link membantu mesin pencari memahami struktur website Anda dan mendistribusikan otoritas halaman. Sementara itu, external link yang relevan dapat meningkatkan kredibilitas konten Anda dan memberikan nilai tambah bagi pembaca.

Dampak Negatif Broken Link yang Perlu Anda Ketahui

Membiarkan broken link bersarang di website Anda ibarat membiarkan lubang kecil yang bisa menggerogoti pondasi bangunan. Berikut adalah dampak negatif utama yang bisa ditimbulkan:

1. Pengalaman Pengguna yang Buruk dan Tingkat Pentalan Tinggi

Seperti yang telah disebutkan, pengunjung yang mengklik tautan rusak akan langsung dihadapkan pada pesan error. Hal ini menciptakan kesan negatif dan tidak profesional, mendorong mereka untuk segera menutup tab dan tidak kembali lagi. Tingkat pentalan (bounce rate) yang tinggi seringkali menjadi indikator awal dari masalah ini.

2. Hilangnya Potensi Traffic dan Otoritas Halaman

Internal link berfungsi sebagai jembatan bagi mesin pencari untuk menemukan dan mengindeks halaman-halaman baru atau yang kurang terjangkau di website Anda. Ketika tautan ini rusak, mesin pencari kesulitan untuk menjangkau halaman tersebut, yang berarti Anda kehilangan potensi traffic organik.

Lebih jauh lagi, internal link yang baik membantu menyebarkan "otoritas" atau "link juice" antar halaman. Jika tautan yang menyebarkan otoritas tersebut rusak, halaman-halaman penting Anda bisa kehilangan nilai SEO yang seharusnya mereka terima.

3. Merusak Reputasi SEO Website Anda

Mesin pencari mengutamakan pengalaman pengguna yang positif. Website yang penuh dengan tautan rusak dianggap tidak berkualitas dan kurang terawat. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi kemampuan website Anda untuk mendapatkan peringkat tinggi di hasil pencarian.

Bahkan, external link yang rusak pun bisa berdampak negatif. Jika Anda sering menautkan ke sumber yang sudah tidak valid, mesin pencari mungkin akan menilai website Anda kurang dapat diandalkan sebagai sumber informasi.

Penyebab Umum Munculnya Broken Link

Memahami akar permasalahan adalah langkah pertama untuk mencegahnya terulang. Berikut adalah beberapa penyebab umum mengapa broken link bisa muncul di website Anda:

1. Perubahan URL Halaman Tanpa Pengalihan

Saat Anda melakukan pembaruan konten atau restrukturisasi website, terkadang URL halaman perlu diubah. Misalnya, dari `/tentang-kami` menjadi `/tentang-kami-perusahaan`.

Jika Anda tidak melakukan pengalihan (redirect) dari URL lama ke URL baru, semua tautan internal maupun eksternal yang masih mengarah ke URL lama akan menjadi broken link.

2. Kesalahan Pengetikan atau Penyalinan URL

Kesalahan manusiawi seringkali menjadi biang keladi. Terkadang, saat membuat tautan, terjadi salah ketik pada URL, lupa menambahkan `https://` atau `http://`, atau bahkan menambahkan spasi yang tidak perlu.

Contohnya, menulis `namadomain.com/konten` padahal seharusnya `namadomain.com/konten-artikel`.

3. Halaman yang Dihapus atau Dipindahkan

Ketika sebuah halaman dihapus dari website, semua tautan yang mengarah ke halaman tersebut secara otomatis akan menjadi broken link. Hal yang sama terjadi jika halaman tersebut dipindahkan ke lokasi lain tanpa dilakukan pengalihan.

4. Struktur URL yang Berubah Secara Drastis

Perubahan besar pada struktur URL website, seperti mengubah dari format `namadomain.com/tahun/bulan/judul-artikel` menjadi `namadomain.com/kategori/judul-artikel`, tanpa pengalihan yang memadai, akan menciptakan banyak broken link.

Setiap tautan lama yang masih mengikuti struktur lama akan gagal dimuat.

5. Masalah pada Elemen Halaman (Plugin, Script, dll.)

Terkadang, broken link bukan disebabkan oleh tautan teks biasa, melainkan oleh elemen lain dalam halaman web. Plugin yang bermasalah, skrip JavaScript yang gagal dimuat, atau bahkan elemen media sosial yang tidak berfungsi dengan baik bisa menyebabkan tautan di dalamnya menjadi tidak aktif.

6. Perubahan Eksternal pada Website Lain

Jika Anda menautkan ke website lain (external link), dan website tersebut kemudian mengubah struktur URL mereka, menghapus halaman, atau bahkan menutup websitenya, maka tautan Anda akan menjadi broken link.

Cara Efektif Menemukan Broken Link

Mencari broken link satu per satu secara manual di seluruh halaman website Anda akan sangat memakan waktu dan tenaga. Untungnya, ada beberapa alat dan metode yang bisa Anda gunakan untuk melakukannya dengan lebih efisien:

1. Manfaatkan Google Search Console

Google Search Console (GSC) adalah alat gratis dari Google yang sangat berharga untuk memantau kinerja website Anda di hasil pencarian. Salah satu fungsinya adalah melaporkan kesalahan perayapan (crawling errors) yang ditemukan Googlebot.

Cara menggunakannya:

  • Masuk ke akun Google Search Console Anda.
  • Navigasi ke bagian "Coverage" atau "Cakupan".
  • Periksa laporan "Error" atau "Error" di bawah tab "Excluded" atau "Dikecualikan".
  • Cari kode status seperti "404 Not Found" atau "5xx Server Error".
  • Klik pada error tersebut untuk melihat daftar URL yang mengalami masalah.
  • Untuk mengetahui halaman mana saja yang menautkan ke URL bermasalah tersebut, gunakan fitur "Inspect URL" pada bilah pencarian GSC, masukkan URL yang bermasalah, lalu lihat bagian "Referring pages" atau "Halaman yang merujuk".

GSC sangat efektif untuk menemukan broken internal link yang terdeteksi oleh Google saat proses crawling.

2. Gunakan Screaming Frog SEO Spider

Screaming Frog adalah salah satu crawler website paling populer yang digunakan oleh para profesional SEO. Alat ini dapat menjelajahi website Anda dan mengumpulkan berbagai data penting, termasuk broken link.

Cara menggunakannya:

  • Unduh dan instal Screaming Frog (tersedia versi gratis dengan batasan 500 URL dan versi berbayar).
  • Masukkan URL website Anda di kolom yang tersedia dan klik "Start".
  • Setelah proses crawling selesai, masuk ke tab "Response Codes".
  • Filter berdasarkan "Client Error (4xx)" atau "Server Error (5xx)". Anda akan melihat daftar URL yang bermasalah.
  • Untuk melihat halaman mana saja yang menautkan ke URL bermasalah tersebut, klik pada salah satu URL yang terdeteksi, lalu lihat tab "Inlinks" di bagian bawah.

Screaming Frog memberikan gambaran yang sangat detail dan komprehensif mengenai semua tautan di website Anda.

3. Manfaatkan Alat Online Gratis

Selain GSC dan Screaming Frog, ada banyak alat online gratis yang bisa membantu Anda menemukan broken link. Beberapa di antaranya:

  • Ahrefs Broken Link Checker
  • SEMrush Site Audit (memiliki fitur broken link checker)
  • Online Broken Link Checker

Alat-alat ini biasanya meminta Anda memasukkan URL website, lalu akan memindai dan memberikan laporan broken link yang ditemukan.

4. Periksa Tautan Eksternal Secara Berkala

Untuk external link, alat seperti Ahrefs atau SEMrush juga sangat membantu. Anda bisa melihat tautan keluar (outbound links) dari website Anda dan memantau apakah ada yang mengarah ke halaman tidak tersedia.

Selain itu, Anda juga bisa secara manual memeriksa tautan-tautan penting yang sering Anda gunakan sebagai referensi.

Solusi Praktis Memperbaiki Broken Link

Setelah Anda berhasil menemukan daftar broken link beserta penyebabnya, saatnya menerapkan solusi yang tepat:

1. Lakukan Pengalihan (Redirect)

Ini adalah solusi paling umum dan efektif, terutama untuk broken internal link yang disebabkan oleh perubahan URL halaman atau penghapusan halaman.

  • Redirect 301 (Permanent Redirect): Gunakan ini jika halaman telah pindah secara permanen. Ini memberi tahu mesin pencari bahwa halaman telah berpindah dan otoritasnya harus ditransfer ke URL baru.
  • Redirect 302 (Temporary Redirect): Gunakan jika perpindahan bersifat sementara.

Pengalihan bisa dilakukan melalui file `.htaccess` (untuk server Apache) atau menggunakan plugin pengalihan jika Anda menggunakan CMS seperti WordPress (misalnya, plugin "Redirection").

2. Perbarui Tautan yang Salah

Jika broken link disebabkan oleh kesalahan pengetikan atau penyalinan URL yang salah, solusinya adalah mengedit tautan tersebut secara langsung di halaman sumbernya.

Buka halaman tempat tautan bermasalah berada, edit tautan tersebut dengan URL yang benar, lalu simpan perubahan.

3. Hapus Tautan yang Tidak Lagi Relevan

Apabila halaman yang ditautkan sudah benar-benar dihapus dan tidak ada pengganti yang relevan, atau jika tautan tersebut sudah tidak memberikan nilai tambah bagi pembaca, maka solusinya adalah menghapus tautan tersebut.

Ini memastikan bahwa pengunjung tidak lagi diarahkan ke halaman yang tidak ada.

4. Ganti dengan Tautan Baru yang Relevan

Jika Anda menautkan ke sumber eksternal yang sudah tidak valid, carilah sumber informasi baru yang sejenis dan relevan, lalu perbarui tautan Anda.

Ini menjaga agar konten Anda tetap informatif dan kredibel.

5. Perbaiki Elemen Halaman yang Rusak

Jika broken link berasal dari elemen halaman yang bermasalah (misalnya, galeri gambar, formulir kontak yang gagal), Anda perlu mengidentifikasi dan memperbaiki elemen tersebut. Ini mungkin melibatkan pembaruan plugin, perbaikan kode, atau konfigurasi ulang elemen.

Menjadwalkan Pemeriksaan Rutin

Menemukan dan memperbaiki broken link bukanlah tugas sekali seumur hidup. Sebaiknya jadwalkan pemeriksaan rutin untuk website Anda, misalnya sebulan sekali atau dua bulan sekali.

Dengan menjaga kesehatan tautan website Anda, Anda tidak hanya meningkatkan pengalaman pengguna tetapi juga memperkuat fondasi SEO Anda. Website yang terawat baik akan lebih disukai oleh pengunjung dan mesin pencari, yang pada akhirnya akan mendatangkan lebih banyak traffic dan peluang.

Kesimpulan

Broken link adalah masalah umum namun krusial yang dapat merusak pengalaman pengguna dan upaya SEO Anda. Dengan memahami penyebabnya dan memanfaatkan alat yang tepat seperti Google Search Console atau Screaming Frog, Anda dapat menemukan tautan rusak dengan mudah. Solusi seperti pengalihan, pembaruan tautan, atau penghapusan tautan yang tidak relevan dapat diterapkan untuk memperbaiki masalah ini. Jadwalkan pemeriksaan rutin untuk memastikan website Anda selalu dalam kondisi prima.

FAQ (Pertanyaan Sering Diajukan)

1. Seberapa sering saya harus memeriksa broken link di website saya?

Idealnya, lakukan pemeriksaan broken link setidaknya sebulan sekali. Untuk website yang sering diperbarui atau memiliki banyak konten, pemeriksaan lebih sering mungkin diperlukan.

2. Apakah broken link hanya memengaruhi SEO, atau ada dampak lain?

Broken link sangat memengaruhi pengalaman pengguna, yang kemudian berdampak pada tingkat pentalan (bounce rate) dan reputasi website. Pengalaman pengguna yang buruk juga secara tidak langsung memengaruhi SEO.

3. Apakah memperbaiki broken link eksternal sama pentingnya dengan internal link?

Ya, sama pentingnya. Broken external link dapat membuat pengunjung frustrasi dan mengurangi kredibilitas konten Anda. Namun, broken internal link memiliki dampak yang lebih langsung terhadap struktur SEO website Anda.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang