Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Tips Membuat Website yang Inclusive

Buat website inklusif! Pelajari tips membuat website yang dapat diakses semua orang, termasuk penyandang disabilitas. Tingkatkan pengalaman digital setara.

Tips Membuat Website yang Inclusive

Apakah website Anda sudah dapat diakses dan digunakan oleh semua orang, tanpa terkecuali?

Di era digital ini, memiliki website saja tidak cukup. Penting untuk memastikan bahwa setiap pengunjung, termasuk mereka dengan disabilitas, dapat berinteraksi dengan situs Anda secara optimal.

Artikel ini akan membahas secara mendalam berbagai Tips Membuat Website yang Inclusive, memastikan pengalaman digital yang setara bagi semua.

Anda akan mempelajari prinsip-prinsip dasar, praktik terbaik, dan alat yang diperlukan untuk merancang situs yang benar-benar ramah pengguna.

Mari kita mulai perjalanan menciptakan web yang lebih baik dan lebih inklusif untuk semua.

Mengapa Inklusivitas Penting dalam Desain Website?

Membangun website yang inklusif bukan hanya soal kepatuhan, tetapi juga tentang etika dan jangkauan pasar yang lebih luas.

Desain inklusif memastikan bahwa setiap orang dapat mengakses informasi dan layanan Anda.

Memperluas Jangkauan Audiens Anda

Populasi global mencakup jutaan orang dengan berbagai bentuk disabilitas.

Mereka mungkin memiliki gangguan penglihatan, pendengaran, motorik, atau kognitif.

Dengan menerapkan Tips Membuat Website yang Inclusive, Anda membuka pintu bagi segmen pasar yang besar ini.

Website yang dapat diakses menarik lebih banyak pengunjung potensial.

Ini secara langsung meningkatkan potensi konversi dan loyalitas pelanggan.

Inklusivitas juga menciptakan citra merek yang positif dan bertanggung jawab.

Kepatuhan Terhadap Standar dan Regulasi

Banyak negara memiliki undang-undang yang mewajibkan aksesibilitas digital.

Misalnya, di Amerika Serikat ada ADA (Americans with Disabilities Act).

Di Eropa ada European Accessibility Act.

Kepatuhan terhadap standar seperti WCAG (Web Content Accessibility Guidelines) adalah krusial.

WCAG adalah pedoman internasional untuk aksesibilitas web.

Mengabaikan standar ini dapat berujung pada tuntutan hukum dan denda.

Menerapkan Tips Membuat Website yang Inclusive membantu Anda menghindari risiko legal.

Ini juga menunjukkan komitmen Anda terhadap kesetaraan digital.

Meningkatkan Pengalaman Pengguna (UX) untuk Semua

Prinsip-prinsip desain inklusif sebenarnya menguntungkan semua pengguna.

Misalnya, teks kontras tinggi membantu orang dengan gangguan penglihatan.

Namun, itu juga membantu pengguna yang melihat layar di bawah sinar matahari terang.

Navigasi yang jelas dan konsisten bermanfaat bagi semua orang.

Ini termasuk pengguna baru atau mereka yang sedang terburu-buru.

Video dengan teks tertutup (closed captions) membantu tuna rungu.

Namun, itu juga berguna di lingkungan bising atau saat pengguna tidak bisa menyalakan suara.

Meningkatkan aksesibilitas berarti meningkatkan kualitas UX secara keseluruhan.

Setiap fitur yang dirancang untuk inklusivitas akan membuat website lebih baik untuk semua.

Ini adalah investasi yang menguntungkan dalam jangka panjang.

Manfaat SEO dan Performa Website

Praktik aksesibilitas seringkali sejalan dengan praktik SEO terbaik.

Misalnya, penggunaan teks alternatif (alt text) untuk gambar.

Ini membantu pembaca layar memahami konten visual.

Pada saat yang sama, alt text memberikan konteks tambahan kepada mesin pencari.

Struktur heading yang semantik dan logis membantu navigasi.

Ini juga membantu mesin pencari memahami hierarki konten Anda.

Website yang terstruktur dengan baik dan kaya akan informasi mudah diindeks.

Kecepatan loading website yang optimal sangat penting untuk aksesibilitas.

Ini juga merupakan faktor peringkat SEO yang signifikan.

Menerapkan Tips Membuat Website yang Inclusive dapat secara tidak langsung meningkatkan visibilitas website Anda di hasil pencarian.

Ini adalah keuntungan ganda yang tidak boleh diabaikan.

Prinsip Dasar Aksesibilitas Web (WCAG)

WCAG adalah fondasi utama dalam menciptakan website yang inklusif.

Pedoman ini didasarkan pada empat prinsip utama yang dikenal sebagai POUR.

Memahami prinsip-prinsip ini sangat penting untuk pengembang dan desainer.

Perceivable (Dapat Dipersepsikan)

Informasi dan komponen UI harus disajikan kepada pengguna dengan cara yang dapat mereka persepsikan.

Artinya, konten tidak boleh "tidak terlihat" oleh salah satu indra.

Misalnya, menyediakan alternatif teks untuk konten non-teks.

Semua gambar, grafik, dan video harus memiliki deskripsi teks.

Ini memungkinkan pembaca layar untuk menyampaikan informasi tersebut.

Konten berbasis waktu seperti video atau audio harus memiliki alternatif.

Ini bisa berupa teks tertutup, transkrip, atau deskripsi audio.

Informasi tidak boleh bergantung sepenuhnya pada warna.

Pengguna buta warna mungkin tidak dapat membedakan informasi penting.

Pastikan ada kontras yang memadai antara teks dan latar belakang.

Ini membantu orang dengan gangguan penglihatan dan di lingkungan terang.

Pengguna harus dapat menyesuaikan ukuran teks tanpa merusak tata letak.

Ini adalah salah satu Tips Membuat Website yang Inclusive yang paling dasar.

Operable (Dapat Dioperasikan)

Komponen UI dan navigasi harus dapat dioperasikan.

Ini berarti pengguna dapat berinteraksi dengan website.

Semua fungsionalitas harus dapat diakses melalui keyboard.

Beberapa pengguna tidak dapat menggunakan mouse.

Mereka mungkin mengandalkan keyboard atau perangkat bantu lainnya.

Fokus keyboard harus terlihat jelas saat berpindah elemen.

Ini membantu pengguna mengetahui di mana mereka berada.

Berikan waktu yang cukup bagi pengguna untuk membaca dan menggunakan konten.

Hindari batas waktu yang terlalu singkat untuk formulir atau sesi.

Berikan kontrol kepada pengguna untuk menjeda, menghentikan, atau menyembunyikan konten bergerak.

Ini termasuk animasi atau carousel otomatis.

Hindari desain yang dapat menyebabkan kejang atau reaksi fisik lainnya.

Ini biasanya terkait dengan kedipan cepat atau pola tertentu.

Navigasi harus konsisten dan mudah diprediksi.

Pengguna harus selalu tahu di mana mereka berada dan bagaimana kembali.

Sediakan mekanisme untuk melewati blok konten berulang.

Misalnya, tautan "lewati ke konten utama" di awal halaman.

Understandable (Dapat Dipahami)

Informasi dan pengoperasian UI harus dapat dipahami.

Konten harus mudah dibaca dan dipahami.

Gunakan bahasa yang sederhana dan jelas.

Hindari jargon teknis yang tidak perlu.

Sediakan glosarium jika ada istilah khusus yang harus digunakan.

Pastikan halaman web beroperasi dengan cara yang dapat diprediksi.

Elemen interaktif harus berfungsi seperti yang diharapkan.

Misalnya, tombol harus melakukan tindakan yang sesuai.

Bantu pengguna menghindari dan mengoreksi kesalahan.

Pesan kesalahan harus jelas dan memberikan saran perbaikan.

Label formulir harus deskriptif dan terkait dengan input.

Ini adalah bagian penting dari Tips Membuat Website yang Inclusive.

Instruksi untuk mengisi formulir juga harus mudah dipahami.

Robust (Tangguh)

Konten harus cukup tangguh sehingga dapat diinterpretasikan oleh berbagai agen pengguna.

Ini termasuk teknologi bantu di masa depan.

Gunakan markup HTML yang valid dan semantik.

Struktur dokumen yang benar membantu teknologi bantu.

Ini memastikan bahwa konten dapat diinterpretasikan secara akurat.

Identifikasi elemen antarmuka pengguna dengan nama, peran, dan nilai.

Ini penting untuk teknologi bantu seperti pembaca layar.

Pastikan kompatibilitas dengan berbagai browser dan perangkat.

Website harus berfungsi dengan baik di desktop, tablet, dan ponsel.

Ini juga mencakup kompatibilitas dengan versi browser yang lebih lama.

Prinsip robust ini memastikan website Anda tetap aksesibel seiring perkembangan teknologi.

Ini adalah investasi jangka panjang untuk aksesibilitas.

Desain Visual dan Konten yang Aksesibel

Aspek visual dan konten adalah hal pertama yang dilihat pengguna.

Membuatnya aksesibel adalah kunci untuk inklusivitas.

Pilihan Warna dan Kontras

Kontras warna yang memadai sangat penting.

Ini membantu pengguna dengan gangguan penglihatan.

Juga membantu mereka yang melihat layar di kondisi pencahayaan yang berbeda.

WCAG merekomendasikan rasio kontras tertentu (misalnya, 4.5:1 untuk teks biasa).

Gunakan alat pemeriksa kontras warna untuk memverifikasi.

Jangan hanya mengandalkan warna untuk menyampaikan informasi.

Misalnya, gunakan ikon atau teks tambahan untuk menunjukkan status.

Hindari kombinasi warna yang sulit dibaca.

Ini termasuk warna terang di atas latar belakang terang.

Pilihan warna yang bijak adalah salah satu Tips Membuat Website yang Inclusive yang efektif.

Ukuran Font dan Keterbacaan Teks

Gunakan ukuran font yang cukup besar dan mudah dibaca.

Hindari font yang terlalu kecil atau terlalu dekoratif.

Pastikan pengguna dapat memperbesar teks tanpa merusak tata letak.

Gunakan unit relatif seperti `em` atau `rem` untuk ukuran font.

Ini memungkinkan teks untuk menyesuaikan diri dengan preferensi pengguna.

Jaga jarak antar baris (line-height) yang memadai.

Ini meningkatkan keterbacaan teks, terutama untuk paragraf panjang.

Hindari penggunaan huruf kapital semua (all caps) untuk blok teks panjang.

Ini sulit dibaca dan dapat mengurangi kecepatan membaca.

Pilih jenis font yang jelas dan mudah dibaca.

Sans-serif fonts seringkali direkomendasikan untuk konten web.

Teks Alternatif (Alt Text) untuk Gambar

Setiap gambar yang menyampaikan informasi harus memiliki alt text.

Alt text adalah deskripsi singkat tentang isi dan fungsi gambar.

Pembaca layar akan membacakan alt text ini kepada pengguna tunanetra.

Hindari alt text yang terlalu panjang atau tidak relevan.

Jika gambar bersifat dekoratif, gunakan alt text kosong (`alt=""`).

Ini memberitahu pembaca layar untuk mengabaikan gambar tersebut.

Alt text yang baik juga bermanfaat untuk SEO.

Ini membantu mesin pencari memahami konten visual Anda.

Penerapan alt text adalah salah satu Tips Membuat Website yang Inclusive yang paling mendasar.

Aksesibilitas Multimedia (Video dan Audio)

Sediakan teks tertutup (closed captions) untuk semua video.

Ini membantu pengguna tunarungu atau di lingkungan bising.

Transkrip lengkap juga harus tersedia untuk konten audio dan video.

Transkrip dapat diakses oleh semua orang dan dapat diindeks oleh mesin pencari.

Untuk video yang kompleks, berikan deskripsi audio.

Ini menjelaskan elemen visual penting yang tidak ada dalam audio utama.

Pastikan kontrol pemutar media mudah diakses dan digunakan.

Ini termasuk tombol putar/jeda, volume, dan navigasi.

Hindari autoplay media yang mengganggu tanpa pilihan untuk menjeda.

Ini bisa sangat mengganggu bagi pengguna pembaca layar.

Struktur Konten dan Heading yang Semantik

Gunakan tag heading (<h1> hingga <h6>) secara semantik.

Mereka harus mencerminkan hierarki logis konten Anda.

Jangan gunakan heading hanya untuk tujuan styling.

Pembaca layar menggunakan heading untuk navigasi.

Struktur heading yang baik membantu pengguna memahami tata letak halaman.

Gunakan daftar (<ul>, <ol>) untuk menyajikan item terkait.

Ini membuat informasi lebih mudah dicerna dan di-scan.

Pecah blok teks panjang menjadi paragraf yang lebih kecil.

Ini meningkatkan keterbacaan dan mengurangi beban kognitif.

Penggunaan struktur yang benar adalah Tips Membuat Website yang Inclusive yang vital.

Navigasi dan Interaksi yang Ramah Pengguna

Bagian ini berfokus pada bagaimana pengguna berinteraksi dengan website.

Memastikan navigasi yang intuitif adalah kunci aksesibilitas.

Navigasi Keyboard yang Lengkap

Semua elemen interaktif harus dapat diakses dan dioperasikan dengan keyboard.

Ini termasuk tautan, tombol, formulir, dan elemen lainnya.

Pengguna harus dapat menavigasi melalui elemen menggunakan tombol Tab.

Fokus keyboard harus terlihat jelas saat berpindah elemen.

Ini sering disebut sebagai "fokus visual" atau "outline".

Jangan pernah menghapus fokus visual default browser.

Jika perlu, sesuaikan stylingnya agar lebih menonjol.

Urutan tab harus logis dan sesuai dengan urutan visual.

Pengguna tidak boleh melompat-lompat secara acak di halaman.

Menu dropdown harus dapat diakses sepenuhnya dengan keyboard.

Ini adalah Tips Membuat Website yang Inclusive yang sangat penting bagi pengguna motorik.

Formulir yang Aksesibel

Setiap bidang formulir harus memiliki label yang terkait secara programatik.

Gunakan tag <label> dengan atribut for yang sesuai.

Placeholder teks tidak boleh menggantikan label.

Placeholder menghilang saat pengguna mulai mengetik.

Berikan instruksi yang jelas untuk mengisi formulir.

Jelaskan format input yang diharapkan (misalnya, tanggal, nomor telepon).

Pesan kesalahan harus spesifik dan mudah dipahami.

Sertakan saran tentang cara memperbaiki kesalahan.

Gunakan atribut aria-describedby untuk memberikan instruksi tambahan.

Gunakan atribut aria-required untuk bidang wajib.

Pastikan tombol submit memiliki teks yang deskriptif.

Ini membantu pengguna memahami tindakan tombol tersebut.

Kelompokkan elemen formulir yang terkait menggunakan <fieldset> dan <legend>.

Ini membantu struktur formulir yang kompleks.

Tautan Deskriptif dan Jelas

Teks tautan harus deskriptif dan menjelaskan tujuan tautan tersebut.

Hindari teks tautan generik seperti "klik di sini" atau "baca lebih lanjut".

Pembaca layar dapat membuat daftar semua tautan di halaman.

Teks yang deskriptif membantu pengguna memutuskan apakah akan mengklik.

Jika tautan membuka di tab atau jendela baru, berikan peringatan.

Gunakan atribut title atau teks tersembunyi untuk informasi tambahan.

Pastikan area klik tautan cukup besar.

Ini membantu pengguna dengan keterbatasan motorik.

Tautan yang jelas adalah salah satu Tips Membuat Website yang Inclusive yang esensial.

Responsivitas dan Kompatibilitas Perangkat

Website harus responsif dan berfungsi dengan baik di berbagai ukuran layar.

Desain responsif memastikan konten dapat diakses di desktop, tablet, dan ponsel.

Konten harus menyesuaikan diri tanpa memerlukan scrolling horizontal.

Pastikan semua elemen interaktif tetap dapat dioperasikan di perangkat sentuh.

Ukuran target sentuh harus cukup besar.

Ini menghindari klik yang tidak disengaja.

Uji website di berbagai perangkat dan orientasi.

Ini termasuk mode potret dan lanskap di ponsel.

Kompatibilitas lintas browser juga sangat penting.

Pastikan website berfungsi dengan baik di Chrome, Firefox, Safari, Edge, dll.

Ini menjamin pengalaman yang konsisten untuk semua pengguna.

Memastikan Kompatibilitas dan Pengujian

Setelah merancang dan mengembangkan, langkah selanjutnya adalah pengujian.

Pengujian adalah kunci untuk memastikan inklusivitas yang sebenarnya.

Penggunaan Teknologi Bantu (Assistive Technologies)

Uji website Anda dengan berbagai teknologi bantu.

Ini termasuk pembaca layar (misalnya, NVDA, JAWS, VoiceOver).

Coba gunakan website hanya dengan keyboard.

Periksa apakah semua fungsionalitas dapat diakses tanpa mouse.

Gunakan perangkat lunak pembesar layar untuk memeriksa tata letak.

Lihat bagaimana website terlihat saat teks diperbesar.

Simulasikan kondisi buta warna menggunakan alat browser.

Ini membantu Anda melihat apakah informasi hilang karena warna.

Pahami bagaimana pengguna teknologi bantu berinteraksi dengan web.

Ini akan memberikan wawasan berharga untuk perbaikan.

Pengujian dengan teknologi bantu adalah salah satu Tips Membuat Website yang Inclusive paling efektif.

Uji Pengguna dengan Disabilitas (User Testing)

Melibatkan pengguna dengan disabilitas adalah langkah yang sangat berharga.

Mereka dapat memberikan umpan balik langsung tentang pengalaman mereka.

Pengujian ini mengungkap masalah yang mungkin terlewatkan oleh pengembang.

Rekrut peserta dengan berbagai jenis disabilitas.

Misalnya, tunanetra, tunarungu, disleksia, atau keterbatasan motorik.

Lakukan sesi pengujian dalam lingkungan yang nyaman.

Berikan tugas-tugas spesifik untuk diselesaikan di website.

Dengarkan umpan balik mereka dengan cermat dan terbuka.

Umpan balik dari pengguna nyata tidak ternilai harganya.

Ini akan membantu Anda menyempurnakan website Anda.

Pengujian pengguna adalah investasi besar dalam inklusivitas.

Alat dan Validator Aksesibilitas Otomatis

Gunakan alat otomatis untuk melakukan pemeriksaan aksesibilitas awal.

Contohnya adalah Lighthouse (Chrome DevTools), WAVE, atau AXE.

Alat ini dapat dengan cepat mengidentifikasi banyak masalah umum.

Mereka memeriksa kontras warna, alt text yang hilang, dan struktur heading.

Namun, ingatlah bahwa alat otomatis memiliki keterbatasan.

Mereka tidak dapat memahami konteks atau niat manusia.

Hasil dari alat otomatis harus selalu ditinjau secara manual.

Alat ini adalah titik awal yang baik, tetapi bukan solusi lengkap.

Kombinasikan alat otomatis dengan pengujian manual dan pengguna.

Ini adalah pendekatan terbaik untuk Tips Membuat Website yang Inclusive yang komprehensif.

Dokumentasi dan Pemeliharaan Berkelanjutan

Aksesibilitas adalah proses berkelanjutan, bukan proyek sekali jadi.

Dokumentasikan semua keputusan desain dan pengembangan terkait aksesibilitas.

Ini membantu tim Anda mempertahankan standar seiring waktu.

Rencanakan audit aksesibilitas secara berkala.

Website yang dinamis sering mengalami perubahan konten dan fungsionalitas.

Pastikan semua konten baru juga memenuhi standar aksesibilitas.

Latih tim Anda tentang praktik terbaik aksesibilitas.

Setiap orang yang terlibat dalam pembuatan konten harus sadar akan inklusivitas.

Pemeliharaan yang konsisten adalah kunci untuk website yang selalu inklusif.

Ini juga menunjukkan komitmen jangka panjang Anda terhadap kesetaraan.

Butuh jasa pembuatan website profesional? KerjaKode menyediakan layanan pembuatan website berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kunjungi https://kerjakode.com/jasa-pembuatan-website untuk konsultasi gratis.

Kesimpulan

Membangun website yang inklusif adalah sebuah keharusan di dunia digital modern.

Ini bukan hanya tentang mematuhi regulasi, tetapi juga memperluas jangkauan dan meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.

Dengan menerapkan Tips Membuat Website yang Inclusive yang telah dibahas, Anda dapat menciptakan platform yang ramah bagi semua orang.

Mari kita bersama-sama berkontribusi menciptakan web yang lebih aksesibel dan setara untuk setiap individu.

Bagikan pengalaman Anda dalam membuat website inklusif di kolom komentar, atau tanyakan jika ada hal yang masih membingungkan.

FAQ

Apa itu website yang inklusif?

Website yang inklusif adalah situs web yang dirancang dan dikembangkan agar dapat diakses dan digunakan oleh semua orang.

Ini termasuk individu dengan berbagai jenis disabilitas, seperti gangguan penglihatan, pendengaran, motorik, atau kognitif.

Mengapa aksesibilitas penting untuk SEO?

Banyak praktik aksesibilitas web tumpang tindih dengan praktik SEO yang baik.

Contohnya, penggunaan alt text, struktur heading yang semantik, dan navigasi yang jelas dapat membantu mesin pencari memahami dan mengindeks konten Anda lebih baik.

Ini juga meningkatkan pengalaman pengguna, yang merupakan faktor penting dalam peringkat SEO.

Apa itu WCAG dan mengapa itu relevan?

WCAG adalah Web Content Accessibility Guidelines, seperangkat pedoman internasional untuk membuat konten web lebih aksesibel.

WCAG relevan karena menjadi standar global yang diakui dan seringkali menjadi dasar hukum untuk aksesibilitas web di banyak negara.

Mematuhinya adalah salah satu Tips Membuat Website yang Inclusive yang paling fundamental.

Bagaimana cara menguji aksesibilitas website saya?

Anda bisa menggunakan alat otomatis seperti Lighthouse, WAVE, atau AXE untuk pemeriksaan awal.

Namun, pengujian manual dengan keyboard saja, simulasi pembaca layar, dan yang paling penting, melibatkan pengguna dengan disabilitas, akan memberikan hasil yang lebih akurat dan komprehensif.

Apa saja elemen desain visual yang perlu diperhatikan untuk inklusivitas?

Elemen kunci meliputi kontras warna yang memadai untuk teks dan elemen interaktif.

Kemudian, ukuran font yang mudah dibaca dan dapat diubah, serta penggunaan alt text yang deskriptif untuk semua gambar yang informatif.

Hindari mengandalkan warna sebagai satu-satunya cara untuk menyampaikan informasi penting.

Bagaimana cara membuat formulir web yang lebih aksesibel?

Pastikan setiap bidang formulir memiliki label yang terkait secara programatik menggunakan tag <label>.

Berikan instruksi yang jelas, pesan kesalahan yang spesifik dan membantu, serta pastikan semua elemen formulir dapat diakses dan dioperasikan sepenuhnya dengan keyboard.

Apakah website yang inklusif juga responsif?

Ya, responsivitas adalah bagian integral dari website yang inklusif.

Website yang responsif memastikan konten dapat diakses dan digunakan dengan baik di berbagai perangkat dan ukuran layar, yang juga mendukung aksesibilitas bagi pengguna dengan preferensi tampilan atau perangkat tertentu.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang