Table of Contents
▼Pernahkah Anda merasa mata lelah setelah berjam-jam menatap layar terang? Atau mungkin Anda mendapati baterai ponsel cepat habis saat berselancar di internet?
Fenomena ini bukan hal baru, namun kini ada solusi yang semakin digemari: Website Dark Mode: Tren atau Kebutuhan?
Artikel ini akan mengupas tuntas mengapa tampilan gelap semakin populer, dari sekadar estetika hingga menjadi fitur esensial. Mari kita selami lebih dalam manfaat, tantangan, dan strategi terbaik untuk mengimplementasikan mode gelap pada website Anda.
Apa Itu Website Dark Mode dan Mengapa Populer?
Website dark mode, atau mode gelap, adalah skema warna antarmuka pengguna yang menampilkan teks terang pada latar belakang gelap.
Ini kebalikan dari mode terang konvensional yang menggunakan teks gelap pada latar belakang putih.
Popularitasnya meroket dalam beberapa tahun terakhir, tidak hanya pada aplikasi seluler tetapi juga pada berbagai situs web.
Banyak pengguna kini secara aktif mencari opsi untuk mengaktifkan tampilan gelap di platform favorit mereka.
Tren ini didorong oleh berbagai faktor, mulai dari estetika hingga fungsionalitas yang lebih baik.
Mode gelap dianggap lebih nyaman untuk mata, terutama saat digunakan dalam kondisi pencahayaan rendah.
Selain itu, tampilan gelap juga memberikan kesan modern dan futuristik pada desain website.
Ini bukan hanya soal preferensi visual, tetapi juga tentang pengalaman pengguna yang lebih personal dan adaptif.
Banyak perusahaan teknologi besar telah mengadopsi dark mode, memperkuat posisinya sebagai fitur standar.
Pengguna dapat beralih antara mode terang dan gelap sesuai preferensi atau kondisi lingkungan mereka.
Fitur ini memberikan kontrol lebih kepada pengguna atas pengalaman digital mereka.
Definisi dan Mekanisme Kerja
Website dark mode bekerja dengan membalikkan palet warna dominan pada antarmuka.
Latar belakang yang semula terang menjadi gelap, sementara teks dan elemen interaktif menjadi lebih terang.
Mekanisme ini seringkali diimplementasikan menggunakan CSS (Cascading Style Sheets) yang berbeda.
Pengembang dapat menentukan set aturan gaya khusus untuk mode gelap.
Beberapa website menggunakan JavaScript untuk mendeteksi preferensi sistem operasi pengguna.
Ini memungkinkan website secara otomatis beralih ke dark mode jika sistem operasi pengguna mengaktifkannya.
Tombol toggle juga sering disediakan agar pengguna bisa beralih secara manual.
Penting untuk memastikan kontras warna tetap optimal di kedua mode.
Hal ini mencegah masalah keterbacaan atau kelelahan mata.
Desain mode gelap yang baik mempertimbangkan setiap elemen visual.
Mulai dari teks, ikon, gambar, hingga warna tombol interaktif.
Tujuannya adalah menciptakan pengalaman yang kohesif dan menyenangkan.
Sejarah Singkat dan Evolusi Popularitas
Konsep tampilan gelap sebenarnya sudah ada sejak era komputer awal.
Monitor CRT generasi pertama seringkali menampilkan teks hijau atau oranye pada latar belakang hitam.
Ini adalah tampilan default karena keterbatasan teknologi pada masa itu.
Kemudian, dengan munculnya antarmuka grafis (GUI), mode terang menjadi standar.
Tampilan "light mode" menyerupai kertas putih, dianggap lebih natural dan mudah dibaca.
Namun, dalam beberapa tahun terakhir, mode gelap kembali populer.
Faktor pendorongnya termasuk kesadaran akan kesehatan mata dan efisiensi baterai.
Apple memperkenalkan dark mode di macOS Mojave pada 2018, diikuti oleh iOS 13 pada 2019.
Google juga mengintegrasikan dark mode di Android 10 pada tahun yang sama.
Sejak itu, banyak aplikasi dan website besar mengikuti tren ini.
YouTube, Twitter, Instagram, dan WhatsApp adalah beberapa contohnya.
Evolusi ini menunjukkan bahwa dark mode bukan sekadar tren sesaat.
Ini adalah respons terhadap kebutuhan pengguna modern.
Preferensi pengguna terhadap tampilan gelap terus meningkat.
Terutama bagi mereka yang sering menggunakan perangkat di malam hari.
Statistik Adopsi Pengguna
Survei menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna menyukai opsi dark mode.
Sebuah studi oleh Android Authority pada 2020 menemukan bahwa 82% pengguna Android mengaktifkan dark mode.
Angka ini sangat tinggi dan menunjukkan preferensi yang kuat.
Data dari Statista juga menunjukkan peningkatan adopsi fitur dark mode secara global.
Banyak pengguna merasa tampilan gelap lebih nyaman untuk mata mereka.
Terutama saat membaca konten dalam jangka waktu lama.
Selain itu, mode gelap juga dianggap memberikan tampilan yang lebih elegan dan premium.
Hal ini mendorong desainer UI/UX untuk mempertimbangkan dark mode sebagai fitur esensial.
Bukan lagi hanya sebagai fitur tambahan.
Adopsi yang luas ini menunjukkan bahwa dark mode telah menjadi ekspektasi.
Pengguna berharap website dan aplikasi menyediakan opsi ini.
Website yang tidak menyediakan dark mode mungkin dianggap kurang modern atau kurang memperhatikan pengalaman pengguna.
Ini membuktikan bahwa website dark mode lebih dari sekadar tren, melainkan kebutuhan fungsional.
Keunggulan Website Dark Mode: Lebih dari Sekadar Estetika
Website dark mode menawarkan berbagai manfaat yang melampaui sekadar tampilan visual yang menarik.
Ini adalah fitur yang dirancang untuk meningkatkan pengalaman pengguna secara signifikan.
Manfaat-manfaat ini mencakup aspek kesehatan, efisiensi, dan aksesibilitas.
Banyak pengguna melaporkan rasa nyaman yang lebih besar saat menggunakan perangkat dengan mode gelap.
Hal ini terutama berlaku di lingkungan dengan cahaya redup.
Desain gelap juga dapat memberikan identitas merek yang unik dan modern.
Ini membedakan website Anda dari kompetitor yang masih menggunakan mode terang standar.
Penerapan dark mode yang tepat dapat menunjukkan bahwa pengembang memahami kebutuhan penggunanya.
Ini juga mencerminkan perhatian terhadap detail dalam desain.
Keunggulan ini menjadikan website dark mode sebagai investasi yang berharga.
Investasi ini tidak hanya untuk estetika, tetapi juga untuk fungsionalitas.
Mari kita bahas lebih lanjut mengenai berbagai keunggulan ini.
Manfaat untuk Kesehatan Mata
Salah satu alasan utama popularitas dark mode adalah klaim manfaatnya bagi kesehatan mata.
Cahaya terang dari layar, terutama dalam kondisi gelap, dapat menyebabkan ketegangan mata.
Ini dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS).
Gejala CVS meliputi mata kering, penglihatan kabur, dan sakit kepala.
Mode gelap mengurangi jumlah cahaya yang dipancarkan oleh layar.
Ini membuat mata tidak perlu bekerja terlalu keras untuk menyesuaikan diri.
Terutama saat membaca dalam waktu lama atau di malam hari.
Penelitian menunjukkan bahwa mengurangi paparan cahaya biru dapat meningkatkan kualitas tidur.
Cahaya biru menghambat produksi melatonin, hormon tidur.
Meskipun dark mode tidak sepenuhnya menghilangkan cahaya biru, ia dapat membantu mengurangi intensitasnya.
Beberapa pengguna dengan kondisi mata tertentu, seperti fotofobia, juga merasa lebih nyaman.
Dark mode membantu mereka melihat konten dengan lebih baik.
Ini membuat pengalaman online menjadi lebih menyenangkan dan tidak melelahkan.
Oleh karena itu, mode gelap dapat dianggap sebagai fitur yang mendukung kesehatan pengguna.
Efisiensi Baterai Perangkat
Bagi perangkat dengan layar OLED atau AMOLED, dark mode dapat menghemat daya baterai secara signifikan.
Layar-layar ini bekerja dengan menyalakan piksel secara individual.
Piksel hitam atau gelap tidak memancarkan cahaya sama sekali, atau sangat minim.
Ini berarti semakin banyak piksel gelap yang ditampilkan, semakin sedikit daya yang dikonsumsi.
Penghematan baterai ini sangat terasa pada perangkat seluler.
Pengguna ponsel dan tablet dapat menikmati masa pakai baterai yang lebih lama.
Ini sangat berguna saat bepergian atau ketika sumber daya terbatas.
Meskipun layar LCD tidak mendapatkan manfaat penghematan baterai sebesar OLED.
Namun, mode gelap tetap memberikan manfaat kenyamanan visual.
Efisiensi baterai ini menjadi nilai jual penting bagi pengguna.
Terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada perangkat mereka sepanjang hari.
Ini menunjukkan bahwa website dark mode bukan hanya tentang estetika.
Tetapi juga tentang fungsionalitas praktis.
Peningkatan Fokus dan Pengalaman Pengguna
Mode gelap dapat membantu meningkatkan fokus pengguna pada konten utama.
Latar belakang gelap mengurangi gangguan visual dari elemen-elemen di sekitarnya.
Ini menciptakan kontras yang lebih kuat antara teks dan latar belakang.
Sehingga memudahkan mata untuk memindai dan membaca informasi.
Banyak profesional dan pengembang lebih suka mode gelap.
Mereka merasa lebih produktif saat bekerja di lingkungan yang lebih tenang secara visual.
Pengalaman pengguna yang lebih personal juga menjadi nilai tambah.
Memberikan pilihan dark mode menunjukkan bahwa website menghargai preferensi individu.
Ini dapat meningkatkan kepuasan dan loyalitas pengguna.
Desain yang dipersonalisasi selalu lebih menarik bagi audiens.
Mode gelap juga dapat mengurangi silau layar di lingkungan gelap.
Ini sangat penting saat menggunakan laptop atau ponsel di malam hari.
Secara keseluruhan, dark mode menciptakan pengalaman yang lebih imersif dan nyaman.
Aspek Aksesibilitas dan Inklusivitas
Aksesibilitas adalah kunci dalam desain web modern, dan dark mode berkontribusi pada hal ini.
Beberapa individu dengan gangguan penglihatan tertentu merasa lebih mudah membaca teks pada latar belakang gelap.
Misalnya, penderita disleksia atau astigmatisme sering melaporkan kenyamanan lebih.
Kontras yang lebih rendah antara teks dan latar belakang dapat mengurangi kelelahan visual.
Ini membuat konten lebih mudah diakses oleh spektrum pengguna yang lebih luas.
Dark mode juga dapat membantu pengguna yang sensitif terhadap cahaya terang.
Hal ini menjadikan website lebih inklusif bagi semua orang.
Menyediakan opsi dark mode adalah langkah proaktif menuju desain yang lebih universal.
Ini menunjukkan komitmen terhadap prinsip-prinsip aksesibilitas web.
Dengan demikian, website dark mode bukan hanya tentang preferensi.
Tetapi juga tentang memastikan bahwa semua orang dapat mengakses dan berinteraksi dengan konten Anda.
Ini adalah fitur penting untuk menciptakan pengalaman web yang adil.
Tantangan dan Pertimbangan dalam Implementasi Dark Mode
Meskipun website dark mode menawarkan banyak keunggulan, implementasinya tidak selalu mudah.
Ada beberapa tantangan dan pertimbangan yang perlu dihadapi oleh desainer dan pengembang.
Mengabaikan aspek-aspek ini dapat menyebabkan pengalaman pengguna yang buruk.
Bahkan bisa merusak citra merek yang ingin dibangun.
Salah satu masalah utama adalah memastikan konsistensi visual di kedua mode.
Warna dan elemen desain harus berfungsi dengan baik baik di mode terang maupun gelap.
Proses ini memerlukan perencanaan dan pengujian yang cermat.
Tantangan lain adalah kompleksitas teknis dalam mengelola dua set gaya.
Ini bisa menambah waktu dan biaya pengembangan.
Namun, dengan alat dan pendekatan yang tepat, tantangan ini dapat diatasi.
Penting untuk memahami bahwa dark mode bukanlah solusi satu ukuran untuk semua.
Preferensi pengguna sangat bervariasi.
Oleh karena itu, fleksibilitas adalah kunci.
Potensi Masalah Readability dan Kontras
Salah satu risiko terbesar dalam dark mode adalah masalah keterbacaan.
Teks terang pada latar belakang gelap harus memiliki kontras yang memadai.
Namun, kontras yang terlalu tinggi juga bisa menyebabkan efek "halo" atau silau.
Ini membuat teks tampak memudar dan sulit dibaca.
Penggunaan warna putih murni (#FFFFFF) untuk teks pada latar belakang hitam murni (#000000) seringkali tidak ideal.
Sebaiknya gunakan warna abu-abu gelap untuk latar belakang.
Dan warna putih keabu-abuan untuk teks.
Ini menciptakan kontras yang lebih lembut dan nyaman bagi mata.
Warna aksen juga harus diuji untuk memastikan visibilitasnya.
Beberapa warna terlihat cerah di mode terang tetapi redup di mode gelap.
Desainer perlu memilih palet warna yang berfungsi optimal di kedua mode.
Pengujian ketat diperlukan untuk memastikan semua elemen terbaca dengan jelas.
Terutama pada berbagai ukuran layar dan kondisi pencahayaan.
Kompleksitas Desain dan Pengembangan
Mengimplementasikan dark mode berarti secara efektif mendesain dua versi antarmuka.
Setiap elemen harus dipertimbangkan ulang untuk mode gelap.
Mulai dari tipografi, ikon, ilustrasi, hingga gambar.
Gambar-gambar tertentu mungkin perlu diadaptasi agar tidak terlihat aneh di mode gelap.
Misalnya, logo dengan latar belakang putih mungkin perlu versi transparan.
Atau versi yang disesuaikan untuk mode gelap.
Dari sisi pengembangan, mengelola dua set CSS bisa menjadi rumit.
Pengembang harus memastikan transisi antara kedua mode berjalan mulus.
Tanpa menyebabkan flicker atau perubahan mendadak.
Penggunaan variabel CSS atau sistem desain token dapat membantu menyederhanakan proses ini.
Namun, ini tetap membutuhkan perencanaan arsitektur yang matang.
Kompleksitas ini bisa meningkatkan waktu dan biaya proyek.
Terutama jika tidak direncanakan dengan baik sejak awal.
Dampak pada Branding dan Emosi Pengguna
Warna memiliki dampak psikologis yang kuat dan terkait erat dengan branding.
Palet warna mode gelap dapat mengubah persepsi merek secara signifikan.
Merek yang mengandalkan warna cerah untuk menunjukkan keceriaan.
Mungkin perlu menemukan cara untuk mempertahankan esensi itu di mode gelap.
Mode gelap cenderung menciptakan kesan yang lebih serius, modern, atau premium.
Ini mungkin tidak cocok untuk semua jenis merek atau industri.
Misalnya, website untuk anak-anak mungkin lebih baik tetap dengan mode terang.
Penting untuk melakukan riset audiens untuk memahami preferensi mereka.
Dan bagaimana mereka merespons perubahan warna merek.
Desainer harus memastikan bahwa identitas merek tetap konsisten.
Meskipun skema warna keseluruhan berubah.
Ini adalah keseimbangan antara fungsionalitas dan ekspresi merek.
Sehingga website dark mode tidak merusak citra yang sudah ada.
Preferensi Pengguna yang Beragam
Meskipun dark mode populer, tidak semua orang menyukainya.
Beberapa pengguna masih lebih suka mode terang untuk alasan pribadi.
Atau karena kondisi penglihatan mereka.
Misalnya, individu dengan astigmatisme parah mungkin merasa teks terang pada latar belakang gelap lebih sulit dibaca.
Ini karena efek "blooming" atau "halation" yang membuat teks tampak menyebar.
Oleh karena itu, memberikan pilihan kepada pengguna adalah sangat penting.
Jangan memaksakan dark mode sebagai satu-satunya opsi.
Tombol toggle yang mudah diakses dan diingat preferensinya adalah solusi terbaik.
Website harus menghormati pilihan pengguna.
Dan memberikan pengalaman yang fleksibel.
Memahami keragaman preferensi ini adalah kunci sukses.
Ini memastikan bahwa website dark mode benar-benar menjadi kebutuhan, bukan hanya tren.
Strategi Terbaik Mengintegrasikan Dark Mode ke Website Anda
Mengintegrasikan dark mode ke website Anda membutuhkan perencanaan yang matang dan eksekusi yang cermat.
Ini bukan hanya tentang membalikkan warna, tetapi juga tentang mendesain ulang pengalaman.
Ada beberapa strategi kunci yang dapat membantu Anda mencapai implementasi yang sukses.
Pertama, mulailah dengan memahami audiens target Anda dan preferensi mereka.
Kedua, pilih pendekatan desain yang sesuai dengan arsitektur website Anda.
Ketiga, manfaatkan teknologi yang tepat untuk implementasi yang efisien.
Terakhir, jangan lupakan pentingnya pengujian ekstensif.
Strategi ini akan memastikan bahwa website dark mode Anda tidak hanya fungsional.
Tetapi juga menyenangkan untuk digunakan.
Mari kita bahas langkah-langkah praktisnya secara lebih rinci.
Pendekatan Desain "Dark First" atau "Light First"
Ketika merancang dark mode, Anda bisa memilih dua pendekatan utama: "dark first" atau "light first".
Pendekatan "light first" berarti Anda mendesain mode terang sebagai prioritas utama.
Kemudian, Anda menyesuaikannya untuk membuat versi dark mode.
Ini adalah metode yang paling umum karena mode terang masih menjadi standar.
Namun, pendekatan "dark first" mulai mendapatkan perhatian.
Ini berarti Anda mendesain mode gelap terlebih dahulu sebagai dasar.
Kemudian mengadaptasinya untuk mode terang.
Pendekatan ini dapat menghasilkan dark mode yang lebih kohesif dan terencana.
Karena warna gelap seringkali lebih menantang untuk dikelola.
Pilihan antara keduanya bergantung pada tim desain dan prioritas proyek Anda.
Untuk website yang sudah ada, "light first" mungkin lebih praktis.
Untuk proyek baru, "dark first" bisa memberikan keuntungan desain yang unik.
Apapun pilihannya, konsistensi visual harus selalu menjadi fokus utama.
Pilihan Teknologi dan Implementasi Teknis
Ada beberapa cara untuk mengimplementasikan dark mode secara teknis.
Cara paling umum adalah menggunakan CSS custom properties (variabel CSS).
Ini memungkinkan Anda mendefinisikan variabel untuk warna dasar.
Kemudian mengubah nilai variabel tersebut saat beralih mode.
Contohnya, `--text-color: #333` di mode terang menjadi `--text-color: #eee` di dark mode.
Media query `prefers-color-scheme` juga sangat berguna.
Ini mendeteksi preferensi dark mode dari sistem operasi pengguna secara otomatis.
JavaScript dapat digunakan untuk menambahkan tombol toggle manual.
Dan menyimpan preferensi pengguna di `localStorage`.
Sehingga pilihan mode gelap tetap tersimpan saat pengguna kembali ke website.
Pustaka atau framework UI/UX modern seperti React, Vue, atau Angular sering memiliki dukungan bawaan.
Mereka menyediakan komponen atau tema yang memudahkan implementasi dark mode.
Memilih teknologi yang tepat akan membuat proses implementasi lebih efisien.
Dan memastikan website dark mode berfungsi dengan baik di berbagai perangkat.
Pengujian dan Validasi Pengguna
Pengujian adalah langkah krusial dalam mengintegrasikan dark mode.
Anda perlu menguji tampilan dan fungsionalitas di berbagai perangkat dan browser.
Pastikan semua elemen visual terlihat jelas dan memiliki kontras yang memadai.
Perhatikan detail kecil seperti ikon, ilustrasi, dan grafik.
Apakah mereka tetap terbaca dan menarik di mode gelap?
Lakukan pengujian pengguna (user testing) dengan kelompok audiens yang beragam.
Minta umpan balik tentang kenyamanan membaca, estetika, dan kemudahan penggunaan.
Perhatikan juga bagaimana orang dengan gangguan penglihatan berinteraksi dengan dark mode Anda.
Identifikasi potensi masalah keterbacaan atau navigasi.
Dan lakukan iterasi desain berdasarkan umpan balik yang diterima.
Pengujian menyeluruh akan membantu Anda menyempurnakan implementasi dark mode.
Ini memastikan bahwa fitur ini benar-benar meningkatkan pengalaman pengguna.
Memberikan Pilihan kepada Pengguna
Seperti yang telah disebutkan, memberikan pilihan adalah kunci sukses dark mode.
Jangan berasumsi bahwa semua pengguna akan menyukai atau membutuhkan mode gelap.
Sediakan tombol toggle yang jelas dan mudah ditemukan di antarmuka website Anda.
Biasanya, tombol ini diletakkan di header, footer, atau pengaturan profil.
Pastikan website Anda mengingat preferensi pengguna.
Sehingga mereka tidak perlu mengganti mode setiap kali berkunjung.
Gunakan `localStorage` atau cookie untuk menyimpan pilihan ini.
Selain itu, deteksi preferensi sistem operasi menggunakan `prefers-color-scheme` adalah praktik terbaik.
Ini memungkinkan website Anda secara otomatis menyesuaikan diri.
Jika pengguna telah mengaktifkan dark mode di sistem mereka.
Dengan memberikan fleksibilitas ini, Anda menunjukkan rasa hormat terhadap pengguna.
Dan menciptakan pengalaman yang lebih personal dan menyenangkan.
Ini menjadikan website dark mode sebagai fitur yang benar-benar berpusat pada pengguna.
Butuh jasa pembuatan website profesional? KerjaKode menyediakan layanan pembuatan website berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kunjungi https://kerjakode.com/jasa-pembuatan-website untuk konsultasi gratis.
Kesimpulan
Website Dark Mode: Tren atau Kebutuhan? Jawabannya adalah kombinasi keduanya, namun lebih condong ke arah kebutuhan esensial.
Mode gelap bukan lagi sekadar gaya, melainkan fitur fungsional yang meningkatkan kenyamanan visual, efisiensi baterai, dan aksesibilitas. Mengimplementasikan dark mode dengan benar menunjukkan bahwa sebuah website peduli terhadap pengalaman dan preferensi penggunanya.
Meskipun ada tantangan dalam desain dan pengembangan, manfaat jangka panjangnya jauh lebih besar. Apakah website Anda sudah menyediakan opsi dark mode? Bagikan pengalaman Anda atau diskusikan tantangan yang Anda hadapi dalam mengadopsi fitur ini di kolom komentar!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
-
Apa itu website dark mode?
Website dark mode adalah skema warna antarmuka yang menampilkan teks terang pada latar belakang gelap, kebalikan dari mode terang konvensional.
-
Mengapa dark mode menjadi populer di website?
Popularitasnya didorong oleh manfaat kesehatan mata, efisiensi baterai pada layar OLED, dan preferensi pengguna untuk tampilan yang lebih modern dan nyaman di kondisi cahaya rendah.
-
Apakah dark mode benar-benar menghemat baterai di semua perangkat?
Dark mode paling efektif menghemat baterai pada perangkat dengan layar OLED atau AMOLED, di mana piksel hitam tidak memancarkan cahaya. Pada layar LCD, penghematan baterai tidak signifikan.
-
Apa saja tantangan dalam mendesain website dark mode yang baik?
Tantangannya meliputi menjaga kontras yang optimal untuk keterbacaan, menyesuaikan elemen grafis dan gambar, serta memastikan konsistensi branding di kedua mode.
-
Haruskah saya memaksakan dark mode sebagai satu-satunya pilihan di website saya?
Tidak disarankan. Selalu berikan opsi kepada pengguna untuk beralih antara mode terang dan gelap, karena preferensi visual setiap orang berbeda.
-
Bagaimana cara website mendeteksi preferensi dark mode dari sistem operasi pengguna?
Website dapat menggunakan media query CSS `prefers-color-scheme` untuk secara otomatis mendeteksi dan menerapkan preferensi dark mode dari sistem operasi pengguna.
-
Apakah dark mode lebih baik untuk kesehatan mata?
Bagi sebagian besar orang, dark mode dapat mengurangi ketegangan mata dan silau, terutama saat menggunakan perangkat dalam kondisi pencahayaan redup atau di malam hari.
-
Bisakah dark mode meningkatkan aksesibilitas website?
Ya, dark mode dapat meningkatkan aksesibilitas bagi individu dengan kondisi mata tertentu, seperti fotofobia atau sensitivitas cahaya, membuat konten lebih mudah diakses.
-
Bagaimana cara menyimpan preferensi dark mode pengguna?
Preferensi dark mode pengguna dapat disimpan menggunakan `localStorage` atau cookie di browser, sehingga pilihan mereka tetap diingat saat mereka kembali mengunjungi website.
-
Apakah semua jenis website cocok dengan dark mode?
Meskipun banyak yang cocok, beberapa jenis website, seperti yang sangat bergantung pada visual cerah atau memiliki audiens anak-anak, mungkin perlu pertimbangan lebih lanjut agar dark mode tidak mengganggu branding atau pengalaman.