Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Website Retargeting: Strategi Marketing yang Efektif

Tingkatkan konversi dengan Website Retargeting! Strategi marketing efektif untuk membawa kembali calon pelanggan & ubah pengunjung jadi pembeli.

Website Retargeting: Strategi Marketing yang Efektif

Pernahkah Anda mengunjungi sebuah website, melihat-lihat produk, lalu pergi tanpa melakukan pembelian?

Beberapa saat kemudian, Anda mulai melihat iklan produk yang sama di platform lain.

Inilah keajaiban dari Website Retargeting: Strategi Marketing yang Efektif yang mampu membawa kembali calon pelanggan.

Banyak bisnis menghadapi tantangan pengunjung website yang tinggi namun tingkat konversi rendah.

Website retargeting hadir sebagai solusi cerdas untuk mengatasi masalah ini.

Strategi ini memastikan bahwa pengunjung yang sudah menunjukkan minat tidak akan terlupakan begitu saja.

Dalam artikel ini, kita akan menyelami lebih dalam tentang apa itu retargeting, bagaimana cara kerjanya, manfaatnya, serta strategi terbaik untuk implementasinya.

Anda akan menemukan tips praktis untuk meningkatkan efektivitas kampanye pemasaran Anda.

Mari kita mulai perjalanan untuk memahami salah satu alat pemasaran digital paling kuat ini.

Apa Itu Website Retargeting dan Mengapa Sangat Penting?

Website retargeting adalah teknik pemasaran digital yang menargetkan pengunjung website Anda sebelumnya.

Tujuannya adalah untuk menampilkan iklan yang relevan kepada mereka di platform lain setelah mereka meninggalkan situs Anda.

Strategi ini memanfaatkan fakta bahwa sebagian besar pengunjung tidak langsung melakukan pembelian pada kunjungan pertama mereka.

Dengan retargeting, Anda dapat mengingatkan mereka tentang produk atau layanan yang mereka minati.

Hal ini membantu membangun kembali koneksi dan mendorong mereka kembali untuk menyelesaikan tindakan yang diinginkan.

Website retargeting seringkali menjadi jembatan antara minat awal dan konversi akhir.

Definisi Website Retargeting

Secara sederhana, retargeting adalah upaya untuk "menarik kembali" pengunjung website yang sudah pernah datang.

Ini dilakukan dengan menampilkan iklan yang sangat spesifik dan personal di berbagai channel online.

Proses ini dimulai ketika pengunjung berinteraksi dengan situs web Anda.

Sebuah "pixel" atau kode pelacakan kecil ditempatkan di browser mereka.

Pixel ini tidak mengumpulkan informasi pribadi, melainkan hanya menandai bahwa mereka pernah mengunjungi situs Anda.

Ketika pengunjung tersebut menjelajahi situs web lain atau media sosial, platform retargeting akan mengenali "tanda" tersebut.

Kemudian, iklan Anda akan ditampilkan kepada mereka.

Ini adalah cara yang sangat efektif untuk tetap relevan di benak calon pelanggan.

Perbedaan antara Retargeting dan Remarketing

Istilah retargeting dan remarketing sering digunakan secara bergantian, namun sebenarnya ada sedikit perbedaan.

Website retargeting secara spesifik mengacu pada penggunaan iklan berbayar untuk menargetkan kembali pengunjung.

Fokusnya adalah pada cookie browser dan penayangan iklan visual.

Sementara itu, remarketing adalah istilah yang lebih luas.

Remarketing mencakup berbagai strategi untuk menjangkau kembali pelanggan, termasuk email marketing.

Misalnya, mengirim email kepada pelanggan yang meninggalkan keranjang belanja adalah bentuk remarketing.

Namun, menampilkan iklan banner kepada mereka yang sama disebut retargeting.

Keduanya memiliki tujuan yang sama: membawa kembali calon pelanggan.

Manfaat Utama Website Retargeting

Mengapa banyak bisnis menganggap website retargeting sebagai strategi marketing yang efektif?

Ada beberapa manfaat kunci yang menjadikannya investasi berharga.

Pertama, retargeting meningkatkan tingkat konversi secara signifikan.

Pengunjung yang sudah familiar dengan merek Anda lebih cenderung untuk membeli.

Kedua, strategi ini membangun brand awareness dan recall.

Iklan yang terus-menerus muncul membuat merek Anda lebih mudah diingat.

Ketiga, retargeting mengurangi biaya akuisisi pelanggan (CAC).

Menargetkan audiens yang sudah memiliki minat awal lebih murah daripada mencari prospek baru.

Keempat, retargeting memungkinkan personalisasi pesan yang tinggi.

Anda bisa menampilkan iklan yang sangat relevan berdasarkan interaksi sebelumnya.

Ini menciptakan pengalaman yang lebih baik bagi pengguna.

Kelima, ini membantu mempertahankan pelanggan yang sudah ada.

Anda bisa menargetkan pelanggan lama dengan penawaran khusus atau produk baru.

Semua manfaat ini menjadikan website retargeting sebagai elemen penting dalam strategi pemasaran digital yang komprehensif.

Bagaimana Website Retargeting Bekerja dan Jenis-Jenisnya?

Memahami mekanisme di balik website retargeting adalah kunci untuk mengoptimalkan kampanye Anda.

Prosesnya melibatkan beberapa langkah teknis yang relatif sederhana.

Namun, hasilnya bisa sangat powerful dalam meningkatkan efektivitas pemasaran.

Mari kita selami lebih dalam bagaimana strategi marketing yang efektif ini diimplementasikan.

Kita juga akan melihat berbagai jenis retargeting yang bisa Anda manfaatkan.

Proses Kerja Website Retargeting

Inti dari website retargeting adalah penggunaan "pixel pelacakan".

Pixel ini adalah potongan kode JavaScript kecil yang Anda tempatkan di semua halaman website Anda.

Ketika seorang pengunjung tiba di situs Anda, pixel ini akan "menjatuhkan" cookie anonim ke browser mereka.

Cookie ini tidak mengumpulkan data pribadi seperti nama atau email.

Sebaliknya, ia hanya mencatat bahwa browser tersebut telah mengunjungi situs Anda.

Informasi ini kemudian disimpan dalam daftar audiens retargeting Anda.

Ketika pengunjung yang sama kemudian menjelajahi internet, misalnya di media sosial atau situs berita, platform iklan akan mengenali cookie tersebut.

Platform iklan tersebut akan tahu bahwa mereka adalah bagian dari audiens retargeting Anda.

Pada titik ini, iklan yang telah Anda siapkan khusus untuk audiens ini akan ditampilkan kepada mereka.

Seluruh proses ini terjadi dalam hitungan milidetik, tanpa disadari oleh pengguna.

Ini adalah cara cerdas untuk memastikan pesan Anda menjangkau orang yang tepat, pada waktu yang tepat.

Jenis-Jenis Retargeting Populer

Website retargeting bukan hanya satu ukuran untuk semua.

Ada beberapa jenis yang bisa Anda pilih, tergantung pada tujuan kampanye Anda.

1. Retargeting Standar: Ini adalah bentuk paling dasar, menargetkan semua pengunjung situs Anda.

Iklan yang ditampilkan umumnya bersifat umum atau promosi merek.

2. Retargeting Dinamis: Jenis ini lebih canggih dan sangat personal.

Iklan yang ditampilkan secara otomatis berisi produk atau layanan spesifik yang pernah dilihat pengunjung.

Misalnya, jika seseorang melihat sepatu merah di situs Anda, iklan retargeting mereka akan menampilkan sepatu merah tersebut.

3. Retargeting Berbasis Pencarian: Menargetkan pengguna yang mencari kata kunci tertentu di mesin pencari.

Ini berguna untuk menjangkau audiens yang menunjukkan minat tinggi pada topik terkait bisnis Anda.

4. Retargeting Berbasis Email: Menggunakan daftar email pelanggan atau prospek yang sudah ada.

Daftar ini diunggah ke platform iklan untuk menargetkan mereka dengan iklan.

Ini sangat efektif untuk mempromosikan penawaran eksklusif kepada pelanggan setia.

5. Retargeting Video: Menargetkan orang yang telah menonton video Anda di YouTube atau platform lain.

Ini memungkinkan Anda untuk melibatkan kembali audiens yang sudah familiar dengan konten visual Anda.

Memilih jenis retargeting yang tepat akan sangat mempengaruhi keberhasilan kampanye Anda.

Platform Utama untuk Melakukan Website Retargeting

Untuk menjalankan kampanye website retargeting yang efektif, Anda memerlukan platform yang tepat.

Ada beberapa pemain besar di pasar yang menawarkan solusi retargeting yang canggih.

1. Google Ads: Ini adalah salah satu platform paling populer dan komprehensif.

Google Ads memungkinkan Anda menargetkan ulang pengunjung di Jaringan Display Google yang luas, YouTube, dan Gmail.

Mereka menawarkan retargeting standar dan dinamis dengan kemampuan segmentasi audiens yang mendalam.

2. Meta Ads (Facebook & Instagram): Sangat efektif untuk menargetkan audiens di platform media sosial terbesar di dunia.

Dengan Facebook Pixel, Anda dapat membuat audiens kustom berdasarkan kunjungan website dan menampilkan iklan di Facebook serta Instagram.

Meta Ads juga mendukung retargeting dinamis untuk produk e-commerce.

3. LinkedIn Ads: Ideal untuk bisnis B2B (Business-to-Business).

Anda dapat menargetkan ulang pengunjung website Anda di LinkedIn, platform jaringan profesional.

Ini memungkinkan Anda menjangkau para pengambil keputusan di perusahaan yang tepat.

4. Twitter Ads: Menawarkan kemampuan retargeting bagi mereka yang ingin menjangkau audiens di Twitter.

Meskipun jangkauannya mungkin tidak sebesar Google atau Meta, ini bisa efektif untuk niche tertentu.

5. TikTok Ads: Platform yang berkembang pesat, terutama untuk audiens yang lebih muda.

Retargeting di TikTok dapat sangat ampuh jika target pasar Anda aktif di sana.

Memilih platform yang sesuai dengan audiens target Anda adalah langkah krusial.

Setiap platform memiliki keunggulan dan demografi pengguna yang berbeda.

Strategi Efektif untuk Kampanye Website Retargeting

Mengimplementasikan website retargeting lebih dari sekadar memasang pixel dan menampilkan iklan.

Diperlukan strategi yang matang untuk memastikan kampanye Anda mencapai potensi penuhnya.

Tujuannya adalah tidak hanya menarik kembali pengunjung, tetapi juga mendorong mereka untuk berkonversi.

Mari kita bahas beberapa strategi inti yang akan membuat kampanye website retargeting Anda menjadi sangat efektif.

Ini adalah kunci untuk mengubah pengunjung yang ragu menjadi pelanggan setia.

Segmentasi Audiens yang Tepat

Salah satu kesalahan terbesar dalam retargeting adalah memperlakukan semua pengunjung sama.

Tidak semua pengunjung memiliki niat atau minat yang sama.

Oleh karena itu, segmentasi audiens adalah langkah pertama yang krusial.

Anda bisa mengelompokkan pengunjung berdasarkan berbagai kriteria:

  • Halaman yang Dikunjungi: Targetkan pengunjung yang melihat halaman produk tertentu dengan iklan produk tersebut.
  • Tindakan yang Dilakukan: Buat segmen untuk mereka yang menambahkan barang ke keranjang tetapi tidak checkout.
  • Waktu Kunjungan: Targetkan pengunjung baru dengan pesan pengantar, dan pengunjung lama dengan penawaran khusus.
  • Frekuensi Kunjungan: Orang yang sering mengunjungi situs mungkin memerlukan dorongan yang berbeda.
  • Nilai Pembelian Sebelumnya: Untuk pelanggan lama, Anda bisa menargetkan mereka dengan produk pelengkap atau upgrade.

Dengan segmentasi, Anda dapat membuat iklan yang sangat relevan.

Ini akan meningkatkan peluang konversi secara drastis.

Personalisasi adalah kunci keberhasilan dalam website retargeting.

Pesan Iklan yang Personalisasi

Setelah audiens Anda tersegmentasi, langkah selanjutnya adalah menciptakan pesan iklan yang dipersonalisasi.

Pesan ini harus sesuai dengan segmen audiens dan tahap perjalanan pelanggan mereka.

Misalnya, untuk pengunjung yang meninggalkan keranjang belanja, Anda bisa menampilkan iklan dengan:

  • Gambar produk yang mereka tinggalkan.
  • Pengingat produk tersebut.
  • Penawaran khusus seperti diskon atau gratis ongkir.
  • Call-to-action (CTA) yang jelas seperti "Selesaikan Pembelian Anda Sekarang!"

Untuk pengunjung yang hanya melihat halaman blog, Anda bisa menampilkan iklan yang mengundang mereka untuk melihat produk terkait.

Gunakan bahasa yang menarik dan visual yang berkualitas tinggi.

Pastikan pesan Anda langsung menjawab kebutuhan atau keraguan mereka.

Personalisasi yang efektif akan membuat iklan terasa seperti solusi, bukan gangguan.

Optimasi Frekuensi Tayang (Frequency Capping)

Salah satu risiko retargeting adalah "kelelahan iklan" atau ad fatigue.

Ini terjadi ketika audiens melihat iklan yang sama berulang kali hingga mereka merasa terganggu.

Untuk menghindari ini, penting untuk mengoptimalkan frekuensi tayang atau frequency capping.

Frekuensi tayang mengontrol berapa kali iklan Anda akan ditampilkan kepada pengguna dalam periode waktu tertentu.

Misalnya, Anda bisa mengatur agar iklan hanya ditampilkan 3-5 kali per hari kepada satu pengguna.

Angka optimal bervariasi tergantung industri dan platform.

Lakukan pengujian untuk menemukan titik manis yang efektif tanpa mengganggu.

Terlalu rendah mungkin tidak efektif, terlalu tinggi bisa kontraproduktif.

Keseimbangan adalah kunci untuk menjaga website retargeting tetap sebagai strategi marketing yang efektif.

Pengujian A/B dan Analisis Kinerja

Kampanye website retargeting tidak boleh dibiarkan berjalan begitu saja tanpa pemantauan.

Pengujian A/B dan analisis kinerja adalah komponen vital untuk perbaikan berkelanjutan.

Lakukan pengujian A/B pada berbagai elemen iklan Anda:

  • Judul iklan dan teks.
  • Gambar atau video kreatif.
  • Call-to-action (CTA) yang berbeda.
  • Penawaran atau insentif.

Pantau metrik kinerja utama seperti:

  • Click-Through Rate (CTR): Persentase klik terhadap tayangan.
  • Conversion Rate: Persentase konversi dari klik.
  • Cost Per Click (CPC) / Cost Per Acquisition (CPA): Biaya yang Anda keluarkan.
  • Return on Ad Spend (ROAS): Pengembalian investasi iklan Anda.

Gunakan data ini untuk mengidentifikasi apa yang berhasil dan apa yang tidak.

Kemudian, optimalkan kampanye Anda secara terus-menerus.

Analisis yang mendalam akan memastikan website retargeting Anda tetap menjadi strategi marketing yang efektif dan menguntungkan.

Tips Praktis dan Kesalahan yang Harus Dihindari dalam Website Retargeting

Setelah memahami dasar-dasar dan strategi, saatnya untuk melihat tips praktis.

Ini akan membantu Anda menjalankan kampanye website retargeting dengan lebih mulus.

Selain itu, kita juga akan membahas beberapa kesalahan umum yang sering terjadi.

Menghindari kesalahan ini akan menyelamatkan waktu dan anggaran pemasaran Anda.

Terapkan tips ini untuk memaksimalkan potensi website retargeting Anda sebagai strategi marketing yang efektif.

Membangun Audiens yang Relevan Sejak Awal

Keberhasilan retargeting sangat bergantung pada kualitas audiens yang Anda bangun.

Pastikan pixel pelacakan Anda terpasang dengan benar di semua halaman website.

Verifikasi bahwa pixel tersebut aktif dan mengumpulkan data secara akurat.

Jangan hanya mengumpulkan semua pengunjung ke dalam satu daftar besar.

Segera mulai segmentasi audiens berdasarkan perilaku mereka di situs Anda.

Misalnya, buat audiens terpisah untuk "pengunjung halaman harga" atau "pengunjung halaman kontak".

Semakin relevan audiens Anda, semakin efektif iklan retargeting yang akan Anda tayangkan.

Ini akan menghemat biaya dan meningkatkan ROAS Anda.

Menawarkan Insentif yang Menarik

Terkadang, pengunjung membutuhkan dorongan ekstra untuk kembali dan berkonversi.

Menawarkan insentif adalah cara yang sangat efektif untuk memicu tindakan tersebut.

Pertimbangkan untuk memberikan:

  • Diskon persentase atau nominal tertentu.
  • Gratis ongkir untuk pembelian berikutnya.
  • Bonus produk atau layanan tambahan.
  • Akses eksklusif ke konten atau penawaran terbatas.

Pastikan insentif tersebut relevan dengan produk atau layanan yang mereka minati sebelumnya.

Buat rasa urgensi atau kelangkaan untuk mendorong keputusan cepat.

Insentif yang tepat dapat mengubah keraguan menjadi pembelian.

Memanfaatkan Urutan Iklan (Sequencing)

Jangan hanya menampilkan iklan yang sama berulang kali kepada audiens Anda.

Gunakan konsep ad sequencing untuk menceritakan sebuah kisah atau membimbing audiens.

Misalnya, tahap pertama bisa berupa iklan yang mengingatkan mereka tentang merek Anda.

Tahap kedua bisa menampilkan fitur atau manfaat produk yang mereka lihat.

Tahap ketiga, barulah Anda memberikan penawaran atau insentif khusus.

Ini menciptakan pengalaman yang lebih dinamis dan kurang repetitif.

Sequencing membantu membangun kepercayaan dan mengatasi keberatan secara bertahap.

Strategi ini menjadikan website retargeting lebih dari sekadar pengingat visual.

Kesalahan Umum yang Perlu Dihindari

Agar website retargeting Anda benar-benar menjadi strategi marketing yang efektif, hindari beberapa jebakan umum ini:

  1. Tidak Melakukan Segmentasi: Mengirim iklan generik ke semua orang sangat tidak efektif dan membuang anggaran.
  2. Iklan yang Sama untuk Semua Orang: Gagal mempersonalisasi pesan iklan akan menurunkan relevansi dan CTR.
  3. Frekuensi Tayang Terlalu Tinggi atau Rendah: Mengganggu pengguna atau tidak cukup terlihat sama-sama buruk.
  4. Tidak Mengukur Hasil Secara Konsisten: Tanpa analisis, Anda tidak akan tahu apa yang berhasil dan apa yang perlu diubah.
  5. Mengecualikan Pelanggan yang Sudah Berkonversi: Terus menampilkan iklan produk yang sudah dibeli bisa menjengkelkan.
  6. Mengabaikan Jangka Waktu Retargeting: Audiens lama mungkin memerlukan pesan yang berbeda dari audiens baru.
  7. Tidak Menggunakan CTA yang Jelas: Pengunjung harus tahu persis apa yang Anda ingin mereka lakukan selanjutnya.

Dengan menghindari kesalahan-kesalahan ini, Anda dapat menjalankan kampanye retargeting yang jauh lebih berhasil.

Fokuslah pada relevansi, personalisasi, dan pengukuran kinerja.

Butuh jasa pembuatan website profesional? KerjaKode menyediakan layanan pembuatan website berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kunjungi https://kerjakode.com/jasa-pembuatan-website untuk konsultasi gratis.

Kesimpulan

Website retargeting adalah strategi marketing yang efektif dan tak terpisahkan dalam lanskap pemasaran digital modern.

Ini memungkinkan bisnis untuk menjangkau kembali audiens yang sudah menunjukkan minat, meningkatkan peluang konversi.

Dengan memahami cara kerjanya, menerapkan segmentasi yang cerdas, personalisasi pesan, dan optimasi berkelanjutan, Anda dapat mengubah pengunjung menjadi pelanggan.

Jangan biarkan calon pelanggan Anda pergi begitu saja; gunakan kekuatan retargeting untuk membawa mereka kembali.

Mulai terapkan strategi ini dalam kampanye Anda dan saksikan bagaimana ia meningkatkan kinerja pemasaran Anda.

Bagikan pengalaman Anda atau tanyakan jika ada pertanyaan di kolom komentar di bawah.

FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)

Apa itu pixel retargeting dan bagaimana cara kerjanya?

Pixel retargeting adalah potongan kode JavaScript kecil yang ditempatkan di situs web Anda.

Ia bekerja dengan menempatkan cookie anonim di browser pengunjung.

Ini memungkinkan platform iklan mengenali pengunjung tersebut dan menayangkan iklan yang relevan nanti.

Berapa lama sebaiknya durasi audiens retargeting?

Durasi audiens retargeting bervariasi tergantung pada siklus penjualan produk Anda.

Untuk produk dengan keputusan pembelian cepat, 30-60 hari mungkin cukup.

Produk dengan siklus panjang bisa mencapai 90-180 hari.

Apakah website retargeting efektif untuk semua jenis bisnis?

Ya, website retargeting sangat efektif untuk hampir semua jenis bisnis.

Baik itu e-commerce, B2B, layanan, atau penerbit konten.

Selama Anda memiliki lalu lintas website, retargeting dapat membantu meningkatkan konversi.

Bagaimana cara mengukur keberhasilan kampanye retargeting?

Keberhasilan diukur melalui metrik seperti Click-Through Rate (CTR), Conversion Rate, Cost Per Acquisition (CPA), dan Return on Ad Spend (ROAS).

Pantau metrik ini secara teratur di dashboard platform iklan Anda.

Apakah website retargeting melanggar privasi pengguna?

Tidak, website retargeting modern dirancang untuk mematuhi peraturan privasi data seperti GDPR dan CCPA.

Pixel hanya mengumpulkan data anonim tentang perilaku penelusuran, bukan informasi identitas pribadi.

Pengguna juga sering kali memiliki opsi untuk menolak pelacakan melalui pengaturan browser atau alat persetujuan cookie.

Apa perbedaan utama antara retargeting dan remarketing?

Retargeting secara spesifik mengacu pada penggunaan iklan berbayar untuk menjangkau pengunjung website sebelumnya.

Remarketing adalah istilah yang lebih luas, termasuk retargeting tetapi juga metode lain seperti email marketing.

Keduanya bertujuan untuk membawa kembali calon pelanggan.

Bisakah saya mengecualikan pelanggan yang sudah membeli dari kampanye retargeting?

Ya, sangat disarankan untuk mengecualikan pelanggan yang sudah membeli produk tertentu.

Ini mencegah Anda membuang anggaran untuk menargetkan orang yang sudah berkonversi.

Anda bisa menargetkan mereka dengan iklan untuk produk pelengkap atau penawaran loyalitas.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang