Table of Contents
▼Pernah nggak sih kamu nyasar di sebuah website? Bingung mau cari apa, klik sana-sini nggak ketemu juga? Frustrasi, kan? Nah, itu dia pentingnya navigasi yang jelas.
Website yang navigasinya amburadul itu sama aja kayak labirin tanpa peta. Pengunjung langsung kabur sebelum sempat lihat penawaran kamu. Padahal, website itu gerbang utama bisnis kamu di dunia maya.
Di artikel ini, kita akan bongkar rahasia 10 langkah membuat website yang memiliki navigasi yang jelas. Jadi, pengunjung betah, konversi naik, dan bisnis kamu makin ciamik! Siap? Yuk, mulai!
10 Langkah Membuat Website yang Memiliki Navigasi yang Jelas
1. Pahami Target Audiens Kamu
Siapa sih yang akan mengunjungi website kamu? Apa yang mereka cari?
Memahami target audiens adalah fondasi utama dalam mendesain navigasi yang efektif.
Bayangkan kamu membuka restoran. Menu untuk anak-anak tentu beda dengan menu untuk orang dewasa, kan? Sama halnya dengan website.
Dengan memahami target audiens, kamu bisa menyusun informasi dan menu navigasi yang relevan dan mudah dipahami.
Misalnya, jika target kamu adalah anak muda, bahasa yang digunakan bisa lebih santai dan visual yang menarik.
2. Buat Struktur Website yang Logis
Pikirkan struktur website kamu seperti pohon.
Ada batang utama, cabang-cabang besar, dan ranting-ranting kecil.
Batang utama adalah halaman utama (Homepage).
Cabang-cabang besar adalah kategori utama (Misalnya: Produk, Layanan, Blog, Kontak).
Ranting-ranting kecil adalah sub-kategori atau halaman detail (Misalnya: Detail Produk, Artikel Blog).
Pastikan setiap halaman terhubung secara logis dan mudah diakses.
Gunakan sitemap untuk memvisualisasikan struktur website kamu. Ini akan membantu kamu melihat gambaran besar dan memastikan tidak ada halaman yang "nyasar".
3. Gunakan Menu Navigasi yang Sederhana dan Jelas
Menu navigasi adalah "peta" bagi pengunjung website kamu.
Buatlah menu yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami.
Hindari menggunakan terlalu banyak item menu.
Cukup fokus pada kategori utama yang paling penting.
Gunakan bahasa yang mudah dimengerti oleh target audiens kamu.
Hindari jargon teknis atau istilah yang ambigu.
Letakkan menu navigasi di tempat yang mudah dilihat, biasanya di bagian atas (header) atau samping (sidebar) website.
Pertimbangkan untuk menggunakan sticky menu, yaitu menu yang tetap terlihat saat pengunjung scroll ke bawah. Ini memudahkan mereka untuk berpindah halaman tanpa harus kembali ke atas.
4. Manfaatkan Dropdown Menu dengan Bijak
Dropdown menu bisa menjadi solusi untuk menampilkan lebih banyak item menu tanpa membuat menu utama terlalu penuh.
Namun, gunakan dropdown menu dengan bijak.
Pastikan dropdown menu tidak terlalu kompleks dan mudah dinavigasi.
Hindari dropdown menu bertingkat (nested dropdown), karena bisa membuat pengunjung bingung.
Gunakan dropdown menu hanya untuk sub-kategori yang relevan dengan kategori utama.
Pastikan setiap item di dropdown menu memiliki deskripsi yang jelas.
5. Gunakan Breadcrumbs untuk Memudahkan Navigasi
Breadcrumbs adalah "jejak" yang menunjukkan lokasi pengunjung di dalam website.
Breadcrumbs biasanya terletak di bagian atas halaman, di bawah menu navigasi.
Contoh: Homepage > Produk > Kategori A > Detail Produk
Breadcrumbs membantu pengunjung memahami struktur website dan memudahkan mereka untuk kembali ke halaman sebelumnya.
Breadcrumbs juga bermanfaat untuk SEO, karena membantu mesin pencari memahami struktur website kamu.
6. Tambahkan Fitur Pencarian (Search Bar)
Fitur pencarian sangat penting, terutama untuk website dengan banyak konten.
Fitur pencarian memungkinkan pengunjung untuk mencari informasi spesifik dengan cepat dan mudah.
Letakkan fitur pencarian di tempat yang mudah dilihat, biasanya di bagian atas (header) website.
Pastikan fitur pencarian berfungsi dengan baik dan memberikan hasil yang relevan.
Pertimbangkan untuk menambahkan fitur autocomplete atau suggestions untuk membantu pengunjung menemukan apa yang mereka cari.
7. Perhatikan Desain Visual Navigasi
Desain visual navigasi juga memegang peranan penting.
Gunakan warna, font, dan ikon yang konsisten dengan branding website kamu.
Pastikan tombol dan link navigasi mudah dibedakan dari teks biasa.
Gunakan ruang (white space) yang cukup agar menu navigasi tidak terlihat berantakan.
Pastikan navigasi responsif dan terlihat baik di semua perangkat (desktop, tablet, dan mobile).
8. Optimalkan Navigasi untuk Perangkat Mobile
Semakin banyak orang mengakses internet melalui perangkat mobile.
Oleh karena itu, penting untuk mengoptimalkan navigasi website kamu untuk perangkat mobile.
Gunakan menu hamburger (ikon tiga garis horizontal) untuk menyembunyikan menu navigasi di perangkat mobile.
Pastikan menu hamburger mudah diakses dan berfungsi dengan baik.
Gunakan tombol dan link yang cukup besar agar mudah diklik di layar sentuh.
Hindari menggunakan dropdown menu bertingkat di perangkat mobile.
9. Gunakan Internal Link Secara Strategis
Internal link adalah link yang menghubungkan satu halaman dengan halaman lain di dalam website kamu.
Internal link membantu pengunjung menemukan informasi yang relevan dan meningkatkan engagement.
Internal link juga bermanfaat untuk SEO, karena membantu mesin pencari memahami struktur website kamu dan meningkatkan otoritas halaman.
Gunakan internal link secara strategis untuk menghubungkan halaman-halaman yang relevan.
Misalnya, jika kamu menulis artikel blog tentang "tips memilih hosting", kamu bisa menambahkan internal link ke halaman layanan hosting kamu.
Seperti yang sedang kamu baca ini, kami merekomendasikan KerjaKode.com sebagai jasa pembuatan website yang profesional dan terpercaya. Mereka dapat membantu kamu mewujudkan website impian dengan navigasi yang jelas dan user-friendly. Jangan lupa juga untuk membaca artikel kami lainnya tentang 10 Langkah Membuat Website yang Memiliki Navigasi yang Jelas, agar website kamu semakin optimal.
10. Uji dan Evaluasi Navigasi Secara Berkala
Setelah menerapkan semua langkah di atas, jangan lupa untuk menguji dan mengevaluasi navigasi website kamu secara berkala.
Mintalah feedback dari teman, kolega, atau pengguna website kamu.
Gunakan tools analytics (seperti Google Analytics) untuk memantau perilaku pengguna di website kamu.
Perhatikan metrik seperti bounce rate, time on site, dan conversion rate.
Jika kamu menemukan masalah dengan navigasi website kamu, segera perbaiki.
Navigasi yang baik adalah investasi jangka panjang untuk kesuksesan website kamu.
Kesimpulan
Membuat website dengan navigasi yang jelas itu nggak sesulit yang dibayangkan, kan? Dengan mengikuti 10 langkah di atas, kamu bisa menciptakan website yang user-friendly, meningkatkan engagement, dan mendongkrak konversi. Ingat, navigasi yang baik adalah kunci untuk memberikan pengalaman yang menyenangkan bagi pengunjung website kamu.
Punya pengalaman menarik tentang navigasi website? Atau punya pertanyaan seputar topik ini? Yuk, bagikan di kolom komentar! Kami senang mendengar cerita dan pendapat kamu.
FAQ
1. Apa yang dimaksud dengan navigasi website yang baik?
Navigasi website yang baik adalah navigasi yang mudah dipahami, mudah digunakan, dan membantu pengunjung menemukan informasi yang mereka cari dengan cepat dan mudah.
2. Mengapa navigasi website penting?
Navigasi website penting karena memengaruhi pengalaman pengguna, engagement, dan konversi. Website dengan navigasi yang buruk akan membuat pengunjung frustrasi dan meninggalkan website kamu.
3. Bagaimana cara menguji navigasi website?
Kamu bisa menguji navigasi website dengan meminta feedback dari teman atau kolega, menggunakan tools analytics untuk memantau perilaku pengguna, dan melakukan user testing.