Memuat...
👋 Selamat Pagi!

Cara Membuat Website yang User-Friendly

Buat website user-friendly yang menarik pengunjung! Pelajari prinsip & langkah mudahnya di sini. Tingkatkan pengalaman pengguna & retensi pengunjung.

Cara Membuat Website yang User-Friendly

Pernahkah Anda merasa frustrasi saat menjelajahi sebuah website yang rumit atau lambat? Pengalaman buruk semacam itu seringkali membuat kita langsung menutup halaman dan mencari alternatif lain.

Memahami cara membuat website yang user-friendly bukan lagi pilihan, melainkan sebuah keharusan di era digital ini. Website yang mudah digunakan adalah kunci untuk menarik perhatian pengunjung dan mempertahankan mereka.

Artikel ini akan memandu Anda melalui prinsip-prinsip penting dan langkah-langkah praktis. Kita akan membahas segala hal mulai dari desain navigasi hingga optimasi kecepatan, demi menciptakan pengalaman pengguna yang luar biasa.

Memahami Konsep User-Friendly: Lebih dari Sekadar Tampilan

Website yang user-friendly adalah situs yang dirancang untuk memberikan pengalaman terbaik kepada pengunjungnya. Ini berarti mereka dapat dengan mudah menemukan informasi, berinteraksi, dan mencapai tujuan mereka tanpa hambatan.

Aspek user-friendliness jauh melampaui estetika visual semata. Ini mencakup fungsionalitas, aksesibilitas, dan efisiensi dalam setiap interaksi.

Membangun website yang user-friendly memerlukan pemahaman mendalam tentang perilaku dan kebutuhan pengguna. Fokus utama adalah pada kemudahan penggunaan dan kepuasan pengunjung.

Jika Anda ingin tahu cara membuat website yang user-friendly, mulailah dengan memahami inti dari konsep ini.

Apa Itu User Experience (UX) dan User Interface (UI)?

User Experience (UX) adalah keseluruhan pengalaman pengguna saat berinteraksi dengan website. Ini mencakup perasaan, persepsi, dan reaksi mereka terhadap penggunaan situs.

UX yang baik berarti pengguna merasa senang, mudah, dan efisien dalam mencapai tujuan mereka. Ini adalah aspek kualitatif dari interaksi pengguna.

Sementara itu, User Interface (UI) adalah antarmuka visual tempat pengguna berinteraksi. Ini meliputi semua elemen yang terlihat seperti tombol, teks, gambar, dan tata letak.

UI yang efektif akan memandu pengguna secara intuitif dan membuatnya mudah menemukan apa yang mereka cari. UI adalah bagian dari UX, namun lebih fokus pada tampilan dan interaksi visual.

Keduanya saling melengkapi; UI yang menarik tanpa UX yang baik akan sia-sia, begitu pula sebaliknya. Kunci dari cara membuat website yang user-friendly adalah menyelaraskan keduanya.

Mengapa User-Friendliness Sangat Penting?

Website yang user-friendly memiliki banyak manfaat krusial bagi pemilik situs. Pertama, ini meningkatkan kepuasan pengunjung secara signifikan.

Pengunjung yang puas cenderung bertahan lebih lama di situs Anda dan menjelajahi lebih banyak halaman. Ini juga dapat mengurangi tingkat pentalan (bounce rate) website.

Kedua, kemudahan penggunaan mendorong konversi, baik itu pembelian, pendaftaran, atau pengisian formulir. Pengguna lebih mungkin menyelesaikan tindakan jika prosesnya mudah.

Ketiga, website yang ramah pengguna mendapatkan peringkat SEO yang lebih baik dari mesin pencari. Google dan mesin pencari lainnya memprioritaskan situs yang memberikan pengalaman positif.

Keempat, ini membangun kepercayaan dan kredibilitas di mata pengunjung. Situs yang profesional dan mudah digunakan mencerminkan bisnis yang serius.

Terakhir, user-friendliness dapat mengurangi biaya dukungan pelanggan karena pengguna lebih mandiri. Mereka dapat menemukan jawaban sendiri tanpa perlu menghubungi bantuan.

Memahami pentingnya ini adalah langkah awal dalam cara membuat website yang user-friendly.

Mengenali Karakteristik Website yang User-Friendly

Ada beberapa karakteristik utama yang mendefinisikan website yang user-friendly. Salah satunya adalah navigasi yang intuitif dan jelas.

Pengguna harus dapat menemukan apa yang mereka cari dalam beberapa klik saja. Struktur menu yang logis adalah fundamental.

Karakteristik kedua adalah kecepatan loading yang cepat. Tidak ada yang suka menunggu website memuat terlalu lama.

Situs harus responsif dan memuat dengan cepat di berbagai perangkat dan koneksi internet. Ini sangat penting untuk menjaga perhatian pengunjung.

Ketiga adalah desain yang konsisten dan bersih. Elemen desain, warna, dan tipografi harus seragam di seluruh situs.

Desain yang rapi dan tidak berantakan membantu pengguna fokus pada konten. Hindari elemen yang terlalu banyak atau mengganggu.

Keempat, konten yang mudah dibaca dan relevan. Teks harus singkat, padat, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami.

Penggunaan paragraf pendek, judul, dan daftar sangat membantu keterbacaan. Konten juga harus menjawab pertanyaan pengguna.

Kelima, responsivitas di berbagai perangkat. Website harus tampil baik di desktop, tablet, maupun ponsel.

Desain responsif memastikan pengalaman yang mulus bagi semua pengguna, terlepas dari perangkat yang mereka gunakan. Ini adalah bagian penting dari cara membuat website yang user-friendly.

Karakteristik keenam adalah aksesibilitas. Situs harus dapat diakses oleh individu dengan disabilitas.

Ini termasuk menyediakan teks alternatif untuk gambar, navigasi keyboard, dan kontras warna yang memadai. Aksesibilitas memperluas jangkauan audiens Anda.

Terakhir, situs yang user-friendly seringkali memiliki fungsi pencarian yang efektif. Ini membantu pengguna menemukan informasi spesifik dengan cepat.

Memiliki semua karakteristik ini akan sangat membantu dalam cara membuat website yang user-friendly dan efektif.

Desain Navigasi Intuitif dan Struktur Konten Jelas

Navigasi adalah tulang punggung dari setiap website yang user-friendly. Pengguna harus merasa seperti mereka dipandu, bukan tersesat di situs Anda.

Struktur konten yang jelas dan navigasi yang intuitif adalah fondasi utama pengalaman pengguna yang positif. Ini memungkinkan pengunjung menemukan informasi yang mereka butuhkan dengan mudah.

Tanpa navigasi yang baik, bahkan konten terbaik pun akan sulit diakses. Oleh karena itu, perencanaan navigasi harus menjadi prioritas utama.

Memahami bagaimana merancang navigasi yang efektif adalah bagian krusial dari cara membuat website yang user-friendly.

Perencanaan Struktur Situs yang Logis

Langkah pertama dalam menciptakan navigasi yang intuitif adalah merencanakan struktur situs Anda. Ini berarti memetakan semua halaman dan bagaimana mereka saling terhubung.

Gunakan pendekatan hierarkis, mulai dari kategori umum hingga sub-kategori yang lebih spesifik. Bayangkan struktur seperti pohon, dengan halaman beranda sebagai akarnya.

Buat sitemap atau peta situs visual untuk membantu Anda memvisualisasikan struktur ini. Alat ini sangat berguna dalam tahap perencanaan.

Pastikan setiap halaman memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan kategori induknya. Hindari membuat terlalu banyak level kedalaman.

Idealnya, pengguna harus dapat mencapai halaman mana pun dalam tiga klik atau kurang dari halaman beranda. Ini dikenal sebagai "Aturan Tiga Klik".

Gunakan nama kategori yang jelas dan deskriptif, hindari jargon yang membingungkan. Pertimbangkan apa yang akan dicari oleh target audiens Anda.

Sebagai contoh, untuk toko online, kategori utama bisa berupa "Pakaian", "Aksesoris", "Elektronik", dan seterusnya. Di bawah "Pakaian" bisa ada "Pria", "Wanita", "Anak-anak".

Struktur yang logis membantu mesin pencari memahami konten situs Anda. Ini juga merupakan langkah penting dalam cara membuat website yang user-friendly.

Mendesain Menu Navigasi yang Efektif

Setelah struktur situs Anda jelas, saatnya mendesain menu navigasi. Menu utama (biasanya di header) adalah elemen navigasi terpenting.

Gunakan label menu yang singkat, jelas, dan mudah dipahami. Hindari akronim atau istilah yang tidak dikenal oleh sebagian besar pengguna.

Contoh label yang baik: "Beranda", "Tentang Kami", "Layanan", "Produk", "Blog", "Kontak". Ini adalah standar yang dikenal semua orang.

Pertimbangkan untuk menggunakan menu dropdown jika Anda memiliki banyak sub-kategori. Namun, jangan membuat dropdown terlalu dalam atau rumit.

Pastikan menu tetap terlihat dan mudah diakses di semua perangkat. Untuk perangkat seluler, menu hamburger (ikon tiga garis) adalah pilihan standar.

Posisi menu juga penting; sebagian besar pengguna mengharapkan menu utama berada di bagian atas atau samping halaman. Konsistensi adalah kuncinya.

Gunakan kontras warna yang baik antara teks menu dan latar belakangnya agar mudah dibaca. Ukuran font juga harus cukup besar.

Uji menu navigasi Anda dengan beberapa orang untuk melihat apakah mereka dapat menemukan informasi dengan mudah. Pengujian pengguna sangat berharga.

Ini adalah salah satu aspek fundamental dari cara membuat website yang user-friendly yang tidak boleh diabaikan.

Penggunaan Breadcrumbs dan Internal Linking

Selain menu utama, elemen navigasi lain seperti breadcrumbs dan internal linking sangat membantu user-friendliness. Breadcrumbs adalah jalur navigasi yang menunjukkan lokasi pengguna saat ini di situs.

Contoh breadcrumbs: "Beranda > Produk > Elektronik > Laptop". Ini memberikan orientasi visual kepada pengguna.

Breadcrumbs sangat berguna di situs dengan banyak halaman atau struktur yang dalam. Mereka membantu pengguna melacak langkah mereka dan kembali ke kategori sebelumnya.

Pastikan breadcrumbs mudah diklik dan mengarahkan kembali ke halaman yang relevan. Ini meningkatkan pengalaman navigasi secara keseluruhan.

Internal linking, di sisi lain, adalah tautan antarhalaman di dalam situs Anda sendiri. Ini membantu pengguna menemukan konten terkait dan menjelajahi lebih jauh.

Gunakan anchor text yang relevan dan deskriptif untuk tautan internal. Hindari tautan "klik di sini" yang generik.

Misalnya, dalam artikel tentang "Tips SEO", Anda bisa menautkan ke artikel lain tentang "Penelitian Kata Kunci". Ini relevan dan membantu.

Internal linking juga penting untuk SEO, karena membantu mesin pencari memahami struktur situs Anda. Ini mendistribusikan "link juice" ke seluruh situs.

Jangan berlebihan dengan internal linking; gunakan secara strategis dan hanya di tempat yang relevan. Kualitas lebih penting daripada kuantitas.

Dengan mengintegrasikan breadcrumbs dan internal linking, Anda akan secara signifikan meningkatkan cara membuat website yang user-friendly.

Optimalisasi Kecepatan dan Responsivitas Situs

Di dunia digital yang serba cepat ini, kesabaran pengguna sangatlah terbatas. Website yang lambat adalah salah satu penyebab utama pengunjung pergi.

Kecepatan loading situs dan kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai perangkat adalah faktor krusial. Ini memengaruhi pengalaman pengguna secara langsung.

Mesin pencari seperti Google juga memberikan peringkat lebih tinggi kepada situs yang cepat dan responsif. Ini adalah faktor penting dalam SEO.

Oleh karena itu, optimasi kecepatan dan responsivitas adalah bagian tak terpisahkan dari cara membuat website yang user-friendly.

Mengapa Kecepatan Website Sangat Krusial?

Setiap detik penundaan dalam loading situs dapat berdampak signifikan. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pengguna akan meninggalkan situs jika memuat lebih dari 3 detik.

Kecepatan situs memengaruhi tingkat pentalan (bounce rate) secara langsung. Situs yang lambat berarti lebih banyak pengunjung yang pergi tanpa berinteraksi.

Selain itu, kecepatan situs juga berpengaruh pada tingkat konversi. Pengguna cenderung tidak menyelesaikan pembelian atau pendaftaran di situs yang lambat.

Dari sudut pandang SEO, Google telah menjadikan kecepatan situs sebagai faktor peringkat resmi. Situs yang lebih cepat memiliki peluang lebih baik untuk muncul di hasil teratas.

Pengalaman pengguna yang buruk akibat situs lambat dapat merusak reputasi merek Anda. Ini menciptakan kesan tidak profesional dan tidak efisien.

Di era mobile-first, kecepatan situs di perangkat seluler menjadi lebih penting lagi. Banyak pengguna mengakses internet melalui koneksi yang bervariasi.

Meningkatkan kecepatan situs adalah investasi yang sangat berharga. Ini akan meningkatkan kepuasan pengguna dan kinerja bisnis Anda.

Memahami dampak ini adalah langkah pertama dalam mengoptimalkan cara membuat website yang user-friendly.

Teknik Meningkatkan Kecepatan Loading

Ada banyak teknik yang dapat diterapkan untuk mempercepat loading website Anda. Salah satu yang paling penting adalah mengoptimalkan gambar.

Gambar seringkali menjadi penyebab utama situs lambat. Kompres gambar tanpa mengurangi kualitasnya secara signifikan.

Gunakan format gambar yang tepat, seperti WebP atau JPEG progresif. Pertimbangkan untuk menggunakan lazy loading untuk gambar di bawah lipatan.

Teknik kedua adalah meminimalkan kode CSS, JavaScript, dan HTML. Hapus spasi, komentar, dan kode yang tidak perlu.

Gabungkan file CSS dan JavaScript untuk mengurangi jumlah permintaan HTTP. Ini dapat mempercepat waktu render halaman.

Ketiga, gunakan caching browser. Caching memungkinkan browser menyimpan salinan sumber daya situs Anda. Ini mempercepat kunjungan berulang.

Keempat, pilih hosting yang berkualitas tinggi. Hosting yang buruk dapat menghambat kinerja situs Anda, tidak peduli seberapa baik optimasi yang Anda lakukan.

Hosting yang cepat dan andal sangat penting untuk cara membuat website yang user-friendly.

Kelima, manfaatkan Content Delivery Network (CDN). CDN mendistribusikan konten situs Anda ke server di seluruh dunia.

Ini memungkinkan pengguna mengunduh konten dari server terdekat, yang mengurangi latensi. Sangat efektif untuk audiens global.

Keenam, kurangi jumlah plugin atau ekstensi yang tidak perlu. Setiap plugin menambahkan kode dan dapat memperlambat situs Anda.

Hapus plugin yang tidak digunakan atau ganti dengan solusi yang lebih ringan. Evaluasi kinerja setiap plugin.

Terakhir, optimalkan database Anda jika menggunakan platform CMS seperti WordPress. Bersihkan data yang tidak perlu secara berkala.

Dengan menerapkan teknik-teknik ini, Anda dapat secara signifikan meningkatkan kecepatan situs. Ini adalah bagian vital dari cara membuat website yang user-friendly.

Desain Responsif untuk Berbagai Perangkat

Desain responsif berarti website Anda secara otomatis menyesuaikan tata letak dan kontennya agar sesuai dengan ukuran layar perangkat. Ini sangat penting di era mobile-first.

Pengguna dapat mengakses situs Anda dari berbagai perangkat, mulai dari smartphone kecil hingga monitor desktop besar. Pengalaman harus konsisten.

Tanpa desain responsif, pengguna seluler mungkin harus memperbesar atau menggulir secara horizontal. Ini sangat menyebalkan dan merusak pengalaman.

Google juga memprioritaskan situs yang ramah seluler dalam hasil pencarian mobile. Ini adalah faktor SEO yang tidak bisa diabaikan.

Untuk menerapkan desain responsif, gunakan teknik seperti media queries di CSS. Ini memungkinkan Anda menerapkan gaya berbeda berdasarkan lebar viewport.

Gunakan tata letak berbasis grid atau flexbox yang fleksibel. Ini memungkinkan elemen situs untuk mengatur ulang diri mereka dengan lancar.

Pastikan gambar dan video juga responsif. Mereka harus menyesuaikan ukuran agar pas di layar tanpa terpotong atau terlalu besar.

Uji desain responsif Anda di berbagai perangkat dan ukuran layar. Gunakan alat pengembang browser atau simulator perangkat.

Perhatikan elemen interaktif seperti tombol dan formulir. Mereka harus cukup besar dan mudah diklik di perangkat sentuh.

Desain responsif bukan lagi fitur tambahan, melainkan standar. Ini adalah bagian fundamental dari cara membuat website yang user-friendly.

Konten Berkualitas, Mudah Dibaca, dan Aksesibel

Konten adalah raja, tetapi konten yang tidak dapat ditemukan atau sulit dibaca sama saja dengan tidak ada. Kualitas dan presentasi konten sangat penting.

Website yang user-friendly tidak hanya tentang desain, tetapi juga tentang bagaimana informasi disajikan. Konten harus informatif, relevan, dan mudah dicerna.

Ini memastikan bahwa pengunjung mendapatkan nilai dari kunjungan mereka. Konten yang baik juga mendorong mereka untuk kembali lagi.

Memahami bagaimana mengoptimalkan konten adalah kunci dalam cara membuat website yang user-friendly.

Menulis Konten yang Relevan dan Jelas

Setiap bagian konten di website Anda harus memiliki tujuan yang jelas dan relevan dengan audiens. Sebelum menulis, identifikasi target audiens Anda dan kebutuhan mereka.

Gunakan bahasa yang mudah dipahami dan hindari jargon teknis yang tidak perlu. Jika jargon harus digunakan, berikan penjelasan singkat.

Tulis dengan gaya yang ringkas dan langsung ke intinya. Pengguna seringkali hanya memindai, bukan membaca setiap kata.

Fokus pada manfaat atau solusi yang Anda tawarkan, bukan hanya fitur. Pengguna ingin tahu bagaimana Anda dapat membantu mereka.

Gunakan kata kunci secara natural di seluruh konten Anda. Ini membantu mesin pencari memahami topik artikel Anda.

Pastikan konten Anda akurat dan up-to-date. Informasi yang salah atau usang dapat merusak kredibilitas Anda.

Sertakan call-to-action (CTA) yang jelas di tempat yang relevan. Ini memandu pengguna ke langkah selanjutnya.

Konten yang relevan dan jelas adalah fondasi dari setiap website yang sukses. Ini adalah inti dari cara membuat website yang user-friendly.

Format Konten untuk Keterbacaan Optimal

Bagaimana konten disajikan sama pentingnya dengan apa yang dikatakan. Keterbacaan adalah kunci untuk menjaga perhatian pengunjung.

Gunakan paragraf yang sangat pendek, idealnya 1-2 kalimat saja. Ini membuat teks lebih mudah dipindai dan tidak menakutkan.

Manfaatkan judul dan sub-judul (H2, H3, H4) untuk memecah teks. Ini membantu pembaca menavigasi dan memahami struktur konten.

Gunakan daftar berpoin (bullet points) atau bernomor (numbered lists) untuk menyajikan informasi. Ini sangat efektif untuk daftar, fitur, atau langkah-langkah.

Contoh penggunaan daftar:

  • Membuat poin-poin penting lebih menonjol.
  • Meningkatkan keterbacaan secara drastis.
  • Memudahkan pengguna memindai informasi.

Sertakan banyak spasi putih (whitespace) di sekitar teks dan elemen lainnya. Ini mengurangi kekacauan visual dan membuat halaman terasa "bernafas".

Gunakan ukuran font yang cukup besar dan jenis font yang mudah dibaca. Hindari font yang terlalu dekoratif atau sulit dibaca di layar.

Pastikan ada kontras warna yang baik antara teks dan latar belakang. Teks gelap di latar belakang terang biasanya paling optimal.

Gunakan penekanan seperti bold atau italic secara bijak untuk menyoroti poin-poin penting. Jangan berlebihan agar tidak kehilangan efeknya.

Sertakan gambar, video, atau infografis yang relevan untuk memecah teks dan menjelaskan konsep. Visual dapat sangat meningkatkan pemahaman.

Format konten yang baik adalah kunci untuk membuat pengunjung betah. Ini adalah salah satu aspek penting dari cara membuat website yang user-friendly.

Memastikan Aksesibilitas untuk Semua Pengguna

Website yang user-friendly sejati juga harus dapat diakses oleh semua orang, termasuk individu dengan disabilitas. Ini bukan hanya masalah etika, tetapi juga hukum di banyak negara.

Memastikan aksesibilitas memperluas jangkauan audiens Anda dan menunjukkan komitmen Anda terhadap inklusivitas. Ini juga sejalan dengan prinsip-prinsip desain universal.

Salah satu langkah dasar adalah menyediakan teks alternatif (alt text) untuk semua gambar. Ini memungkinkan pembaca layar (screen reader) untuk menjelaskan gambar kepada pengguna tunanetra.

Pastikan semua elemen interaktif dapat diakses melalui keyboard, bukan hanya mouse. Pengguna dengan gangguan motorik mungkin mengandalkan navigasi keyboard.

Gunakan kontras warna yang memadai untuk teks dan elemen penting lainnya. Alat pemeriksa kontras dapat membantu Anda memastikan standar yang tepat.

Berikan label yang jelas untuk semua formulir dan elemen input. Ini membantu pembaca layar memahami tujuan setiap bidang.

Struktur heading (H1, H2, H3) yang benar juga membantu pengguna pembaca layar memahami hierarki konten. Jangan melewatkan level heading.

Sediakan transkrip untuk konten audio atau subtitle untuk video. Ini membantu pengguna tunarungu atau mereka yang tidak dapat mendengarkan.

Hindari penggunaan autoplay video atau audio yang mengganggu. Beri pengguna kontrol penuh atas media.

Uji website Anda dengan alat pengujian aksesibilitas. Ada banyak sumber daya daring yang dapat membantu Anda mengidentifikasi masalah.

Meningkatkan aksesibilitas adalah langkah penting dalam cara membuat website yang user-friendly secara komprehensif.

Butuh jasa pembuatan website profesional? KerjaKode menyediakan layanan pembuatan website berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kunjungi https://kerjakode.com/jasa-pembuatan-website untuk konsultasi gratis.

Kesimpulan

Menciptakan website yang user-friendly adalah investasi penting untuk kesuksesan digital Anda. Ini melibatkan kombinasi desain intuitif, kecepatan optimal, dan konten berkualitas tinggi.

Dengan memprioritaskan pengalaman pengguna, Anda tidak hanya akan menarik lebih banyak pengunjung tetapi juga meningkatkan konversi dan membangun reputasi yang kuat. Ingatlah prinsip-prinsip yang telah kita bahas.

Jangan ragu untuk terus belajar dan beradaptasi dengan tren terbaru dalam desain web dan UX. Mulailah menerapkan tips ini sekarang untuk melihat perbedaan signifikan pada website Anda.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Website User-Friendly

Apa itu user-friendly dalam konteks website?

Website user-friendly adalah situs yang mudah digunakan, dinavigasi, dan dipahami oleh pengunjung. Ini berfokus pada pengalaman pengguna yang positif dan efisien.

Mengapa website harus user-friendly?

Website harus user-friendly karena meningkatkan kepuasan pengunjung, mengurangi tingkat pentalan, meningkatkan konversi, dan mendapatkan peringkat SEO yang lebih baik dari mesin pencari.

Bagaimana cara mengetahui apakah website saya user-friendly?

Anda bisa mengetahui dengan melakukan pengujian pengguna, menganalisis data Google Analytics (misalnya, bounce rate dan waktu di situs), atau menggunakan alat audit UX online.

Apa saja elemen kunci untuk membuat website yang mudah digunakan?

Elemen kunci meliputi navigasi yang intuitif, kecepatan loading yang cepat, desain responsif, konten yang mudah dibaca, dan aksesibilitas untuk semua pengguna.

Seberapa penting kecepatan loading situs untuk pengalaman pengguna?

Sangat penting. Setiap penundaan loading dapat menyebabkan pengunjung meninggalkan situs. Kecepatan loading yang cepat adalah faktor krusial untuk mempertahankan perhatian pengguna.

Apakah desain responsif penting untuk website user-friendly?

Ya, sangat penting. Desain responsif memastikan website Anda terlihat dan berfungsi dengan baik di semua perangkat, dari desktop hingga smartphone, memberikan pengalaman yang konsisten.

Bagaimana cara meningkatkan keterbacaan konten di website?

Tingkatkan keterbacaan dengan menggunakan paragraf pendek, judul/sub-judul, daftar berpoin, spasi putih yang cukup, ukuran font yang mudah dibaca, dan kontras warna yang baik.

Apa peran SEO dalam membuat website yang user-friendly?

SEO dan user-friendliness saling terkait erat. Mesin pencari memprioritaskan situs yang memberikan pengalaman pengguna yang baik, sehingga optimasi UX juga meningkatkan peringkat SEO Anda.

Apakah saya perlu melakukan pengujian pengguna untuk website yang ramah pengguna?

Sangat disarankan. Pengujian pengguna memberikan wawasan langsung tentang bagaimana orang berinteraksi dengan situs Anda dan membantu mengidentifikasi area yang perlu perbaikan.

Bagaimana cara membuat website yang user-friendly jika saya bukan seorang desainer?

Anda dapat menggunakan platform website builder dengan template yang sudah dioptimalkan, mengikuti panduan desain UX dasar, atau menyewa profesional jasa pembuatan website.

Ajie Kusumadhany
Written by

Ajie Kusumadhany

admin

Founder & Lead Developer KerjaKode. Berpengalaman dalam pengembangan web modern dengan Laravel, Vue.js, dan teknologi terkini. Passionate tentang coding, teknologi, dan berbagi pengetahuan melalui artikel.

Promo Spesial Hari Ini!

10% DISKON

Promo berakhir dalam:

00 Jam
:
00 Menit
:
00 Detik
Klaim Promo Sekarang!

*Promo berlaku untuk order hari ini

0
User Online
Halo! 👋
Kerjakode Support Online
×

👋 Hai! Pilih layanan yang kamu butuhkan:

Chat WhatsApp Sekarang