Table of Contents
▼- Pentingnya Nama Domain dan Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
- Kesalahan Terkait Branding dan Kemudahan Mengingat
- Kesalahan dalam Aspek SEO dan Ketersediaan
- Kesalahan dalam Fleksibilitas dan Pertimbangan Masa Depan
- Strategi Menghindari Kesalahan dalam Memilih Domain
- Kesimpulan
- FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Pernahkah Anda membayangkan memiliki sebuah website impian, namun ternyata nama domainnya justru menjadi bumerang?
Banyak pemilik website baru melakukan kesalahan umum dalam memilih domain untuk website mereka tanpa menyadarinya.
Pemilihan nama domain yang keliru dapat berdampak jangka panjang pada branding, SEO, dan bahkan kredibilitas bisnis Anda.
Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai kekeliruan fatal tersebut agar Anda bisa menghindarinya.
Mari kita pelajari bersama bagaimana memilih nama domain yang tepat demi kesuksesan online Anda di masa depan.
Pentingnya Nama Domain dan Kesalahan Fatal yang Sering Terjadi
Nama domain adalah alamat digital website Anda di internet.
Ini adalah identitas online yang pertama kali dilihat oleh calon pengunjung dan pelanggan.
Memilih nama domain yang tepat bukanlah sekadar formalitas, melainkan sebuah keputusan strategis.
Kesalahan fatal dalam pemilihan domain dapat menghambat pertumbuhan bisnis Anda secara signifikan.
Bahkan, seringkali biaya untuk memperbaiki kesalahan ini jauh lebih mahal daripada melakukan riset di awal.
Banyak pemula meremehkan aspek ini, padahal dampaknya bisa sangat merugikan.
Nama domain yang buruk bisa membuat website Anda sulit ditemukan dan diingat.
Ini juga dapat menurunkan kepercayaan pengunjung terhadap merek Anda.
Oleh karena itu, pemahaman yang baik tentang pentingnya nama domain sangat krusial.
Jangan sampai kesalahan umum dalam memilih domain untuk website Anda menghancurkan potensi kesuksesan.
Apa Itu Nama Domain dan Mengapa Penting?
Nama domain adalah serangkaian karakter unik yang mengidentifikasi lokasi sebuah website di internet.
Misalnya, "google.com" atau "kerjakode.com" adalah contoh nama domain.
Fungsinya mirip dengan alamat rumah fisik, memudahkan orang menemukan lokasi Anda secara online.
Tanpa nama domain, Anda harus mengingat alamat IP berupa deretan angka yang rumit.
Nama domain membuat website Anda mudah diakses dan diingat oleh audiens.
Lebih dari itu, nama domain adalah bagian integral dari identitas merek Anda.
Ini mencerminkan citra profesionalisme dan kredibilitas bisnis Anda.
Domain yang baik membantu membangun kepercayaan dan loyalitas pelanggan.
Aspek ini sangat penting dalam lingkungan digital yang kompetitif saat ini.
Merek yang kuat dimulai dengan nama domain yang kuat dan mudah dikenali.
Dampak Jangka Panjang dari Pemilihan Domain yang Buruk
Pemilihan domain yang buruk dapat menimbulkan berbagai masalah jangka panjang.
Salah satunya adalah kesulitan dalam branding dan pemasaran.
Domain yang sulit diingat atau dieja akan membuat promosi menjadi kurang efektif.
Pengunjung mungkin salah mengetik alamat, sehingga tidak sampai ke website Anda.
Selain itu, domain yang buruk juga dapat merugikan upaya SEO (Search Engine Optimization) Anda.
Mesin pencari seperti Google cenderung menyukai domain yang relevan dan mudah dipahami.
Domain yang tidak profesional juga dapat merusak citra bisnis Anda.
Pengunjung akan ragu untuk berinteraksi atau bertransaksi jika domain terlihat mencurigakan.
Ini bisa berdampak langsung pada tingkat konversi dan pendapatan Anda.
Mengubah nama domain di kemudian hari juga merupakan proses yang rumit dan mahal.
Anda berisiko kehilangan peringkat SEO, backlink, dan bahkan pelanggan setia.
Oleh karena itu, investasikan waktu dan riset yang cukup di awal.
Hindari kesalahan umum dalam memilih domain untuk website agar tidak menyesal di kemudian hari.
Kesalahan Terkait Branding dan Kemudahan Mengingat
Nama domain adalah fondasi branding online Anda.
Banyak orang tidak menyadari bahwa domain yang buruk bisa merusak upaya branding mereka.
Kesalahan dalam aspek ini seringkali berakar dari kurangnya pemikiran strategis.
Fokus utama harus pada kemudahan mengingat dan relevansi merek.
Domain yang sulit diingat akan menghambat promosi dari mulut ke mulut.
Ini juga mempersulit pelanggan untuk kembali mengunjungi website Anda.
Branding yang kuat dimulai dengan nama domain yang mudah dikenali dan profesional.
Memilih nama domain yang tepat adalah investasi jangka panjang untuk merek Anda.
Jangan biarkan kesalahan umum dalam memilih domain untuk website ini menghambat pertumbuhan merek Anda.
Memilih Nama Domain yang Sulit Dieja atau Diucapkan
Salah satu kekeliruan paling sering adalah memilih nama domain yang rumit.
Domain dengan ejaan yang tidak biasa atau pengucapan yang ambigu akan menjadi masalah.
Pengunjung mungkin salah mengetik atau kesulitan menyebarkannya kepada orang lain.
Misalnya, menggunakan kata-kata slang atau singkatan yang tidak umum.
Contohnya, jika bisnis Anda adalah "Kreatif Jaya", hindari domain seperti "kreatifj4y4.com".
Orang akan kesulitan mengingat angka "4" sebagai huruf "A".
Pilihlah nama domain yang jelas, ringkas, dan mudah dieja.
Uji nama domain Anda dengan mengucapkannya keras-keras kepada teman.
Mintalah mereka mengeja dan menuliskannya untuk melihat apakah ada kebingungan.
Kemudahan ejaan adalah kunci untuk meminimalkan kesalahan penulisan URL.
Ini juga membantu dalam komunikasi lisan dan pemasaran.
Domain Terlalu Panjang dan Sulit Diingat
Panjang nama domain juga sangat berpengaruh pada kemudahan mengingat.
Domain yang terlalu panjang cenderung sulit diingat dan tidak praktis.
Pengunjung akan malas mengetikkan URL yang panjang dan bertele-tele.
Idealnya, nama domain haruslah pendek, padat, dan jelas.
Usahakan domain Anda tidak lebih dari 15 karakter jika memungkinkan.
Hindari menggunakan terlalu banyak kata dalam satu frasa.
Misalnya, "jasapembuatanwebsitemurahberkualitas.com" jauh lebih buruk daripada "kerjakode.com".
Domain yang pendek dan relevan lebih mudah dicetak pada kartu nama atau materi promosi.
Ini juga lebih mudah dibagikan di media sosial atau melalui pesan teks.
Ingatlah bahwa tujuan utama domain adalah membuat website mudah diakses.
Maka, keringkasan adalah salah satu faktor penting yang harus dipertimbangkan.
Mengabaikan Relevansi Nama Domain dengan Konten
Nama domain harus mencerminkan isi atau tujuan utama website Anda.
Mengabaikan relevansi ini adalah kesalahan umum dalam memilih domain untuk website.
Pengunjung akan bingung jika nama domain tidak sesuai dengan apa yang mereka harapkan.
Misalnya, website tentang resep makanan dengan nama domain "teknologi-terkini.com" akan menyesatkan.
Pilihlah nama domain yang secara langsung berkaitan dengan niche atau layanan Anda.
Hal ini tidak hanya membantu pengunjung, tetapi juga baik untuk SEO.
Mesin pencari cenderung memberikan bobot lebih pada domain yang relevan.
Domain yang relevan juga memperkuat branding dan pesan merek Anda.
Ini menciptakan kesan profesionalisme dan kejelasan tujuan.
Pastikan nama domain Anda memberikan gambaran sekilas tentang apa yang ditawarkan website.
Menggunakan Angka atau Tanda Penghubung Berlebihan
Meskipun kadang diperlukan, penggunaan angka dan tanda penghubung harus dibatasi.
Angka bisa membingungkan karena orang mungkin tidak tahu apakah harus menulisnya sebagai digit atau kata.
Misalnya, "4" atau "empat" untuk domain "top4seo.com".
Tanda penghubung (-) juga dapat mempersulit pengucapan dan penulisan domain.
Terlalu banyak tanda penghubung membuat domain terlihat spammy dan tidak profesional.
Idealnya, hindari angka dan tanda penghubung sama sekali jika memungkinkan.
Jika terpaksa menggunakannya, batasi hanya satu tanda penghubung untuk kejelasan.
Misalnya, "nama-bisnis.com" lebih baik daripada "nama--bisnis--anda.com".
Prioritaskan domain yang bersih, tanpa karakter khusus yang tidak perlu.
Ini akan membuat domain Anda lebih mudah diingat dan diketik.
Kesalahan dalam Aspek SEO dan Ketersediaan
Aspek SEO adalah salah satu faktor krusial dalam pemilihan nama domain.
Banyak pemilik website mengabaikan dampak domain terhadap peringkat pencarian mereka.
Padahal, domain yang SEO-friendly dapat memberikan keuntungan signifikan.
Kesalahan di bagian ini seringkali berujung pada website yang sulit ditemukan.
Selain SEO, ketersediaan domain juga menjadi tantangan tersendiri.
Banyak domain yang bagus sudah diambil, sehingga riset mendalam diperlukan.
Jangan sampai kesalahan umum dalam memilih domain untuk website ini menghambat visibilitas online Anda.
Perencanaan yang matang akan membantu Anda mendapatkan domain yang optimal.
Tidak Mempertimbangkan Keyword dalam Nama Domain
Meskipun tidak sekuat dulu, menyertakan keyword utama dalam domain masih bisa membantu SEO.
Keyword yang relevan di domain memberikan sinyal kepada mesin pencari tentang topik website Anda.
Misalnya, jika Anda menjual kopi, domain seperti "kopi-nikmat.com" bisa lebih baik daripada "kafe-saya.com".
Namun, jangan sampai keyword stuffing atau memaksakan keyword.
Pastikan penggunaan keyword tetap natural dan relevan dengan merek.
Domain yang terlalu banyak keyword bisa terlihat spammy dan tidak profesional.
Keseimbangan antara relevansi keyword dan branding sangat penting.
Lakukan riset keyword terlebih dahulu untuk menemukan kata kunci yang paling sesuai.
Pertimbangkan bagaimana keyword tersebut dapat diintegrasikan secara elegan ke dalam nama domain.
Memilih Ekstensi Domain yang Kurang Tepat
Ekstensi domain (TLD) seperti .com, .net, .org, atau .id juga penting.
Ekstensi .com masih menjadi yang paling populer dan paling dipercaya secara global.
Banyak orang menganggap .com sebagai standar dan lebih mudah diingat.
Memilih ekstensi yang kurang umum atau tidak relevan bisa menimbulkan keraguan.
Misalnya, jika Anda menargetkan audiens di Indonesia, .id atau .co.id bisa sangat relevan.
Namun, untuk bisnis global, .com tetap menjadi pilihan terbaik.
Hindari ekstensi yang tidak dikenal atau yang memiliki reputasi buruk.
Beberapa ekstensi baru mungkin terlihat menarik, tetapi belum tentu memiliki kepercayaan yang sama.
Pikirkan audiens target dan tujuan bisnis Anda saat memilih ekstensi.
Pastikan ekstensi domain mendukung tujuan dan kredibilitas website Anda.
Mengabaikan Ketersediaan Merek Dagang dan Hak Cipta
Ini adalah kesalahan umum dalam memilih domain untuk website yang bisa berakibat fatal.
Memilih nama domain yang sudah menjadi merek dagang orang lain dapat menyebabkan masalah hukum.
Anda bisa saja digugat dan dipaksa untuk menyerahkan domain tersebut.
Ini tentu akan merugikan bisnis Anda secara finansial dan reputasi.
Selalu lakukan riset menyeluruh tentang merek dagang sebelum mendaftarkan domain.
Periksa di database merek dagang nasional dan internasional jika perlu.
Pastikan nama yang Anda pilih benar-benar unik dan tidak melanggar hak cipta siapa pun.
Meskipun domain tersedia, bukan berarti Anda bebas menggunakannya.
Perlindungan hukum merek dagang lebih kuat daripada kepemilikan domain.
Investasi waktu untuk riset ini akan menyelamatkan Anda dari masalah besar di masa depan.
Terburu-buru Membeli Domain Tanpa Riset Mendalam
Antusiasme untuk segera memiliki website seringkali membuat orang terburu-buru.
Mereka membeli domain pertama yang terlintas di pikiran tanpa riset.
Ini adalah resep untuk kesalahan umum dalam memilih domain untuk website.
Riset mendalam melibatkan pemeriksaan ketersediaan, merek dagang, dan relevansi.
Pertimbangkan juga variasi ejaan dan ekstensi domain yang berbeda.
Buat daftar beberapa pilihan domain alternatif jika pilihan utama tidak tersedia.
Diskusikan pilihan domain dengan rekan bisnis atau teman terpercaya.
Dapatkan masukan dari berbagai sudut pandang sebelum membuat keputusan akhir.
Proses ini mungkin memakan waktu, tetapi akan sangat berharga.
Keputusan domain yang terburu-buru seringkali berakhir dengan penyesalan.
Kesalahan dalam Fleksibilitas dan Pertimbangan Masa Depan
Pemilihan domain harus mempertimbangkan visi jangka panjang bisnis Anda.
Banyak pemilik website hanya memikirkan kebutuhan saat ini.
Namun, bisnis bisa berkembang dan berubah seiring waktu.
Domain yang kaku dapat menghambat pertumbuhan dan ekspansi di masa depan.
Oleh karena itu, fleksibilitas adalah kunci dalam memilih nama domain.
Pertimbangkan bagaimana domain akan relevan dalam 5 atau 10 tahun ke depan.
Hindari kesalahan umum dalam memilih domain untuk website yang membatasi potensi.
Fokuslah pada domain yang bisa tumbuh bersama merek Anda.
Memilih Nama Domain yang Terlalu Spesifik
Domain yang terlalu spesifik mungkin terlihat bagus di awal.
Namun, jika bisnis Anda berkembang, domain tersebut bisa menjadi batasan.
Misalnya, jika Anda memulai dengan "jual-sepatu-wanita.com".
Bagaimana jika nanti Anda ingin menjual sepatu pria atau aksesoris lainnya?
Domain yang lebih umum seperti "toko-sepatu-anda.com" akan lebih fleksibel.
Pilihlah nama domain yang cukup luas untuk mengakomodasi pertumbuhan di masa depan.
Ini memungkinkan Anda untuk memperluas lini produk atau layanan tanpa harus mengubah domain.
Mengubah domain berarti memulai ulang banyak upaya branding dan SEO.
Pertimbangkan visi bisnis jangka panjang Anda saat memilih domain.
Fleksibilitas adalah aset berharga dalam dunia bisnis yang dinamis.
Tidak Membeli Varian Ekstensi Domain yang Penting
Setelah mendapatkan domain .com, banyak orang berhenti di situ.
Namun, tidak mengamankan varian ekstensi lain adalah kesalahan.
Pesaing atau pihak lain bisa saja mendaftarkan domain Anda dengan ekstensi berbeda.
Misalnya, jika Anda memiliki "namabisnis.com", orang lain bisa mengambil "namabisnis.net" atau "namabisnis.org".
Ini bisa menyebabkan kebingungan bagi pelanggan dan mengarahkan lalu lintas ke pesaing.
Pertimbangkan untuk membeli setidaknya ekstensi .net dan .org jika relevan.
Jika Anda menargetkan pasar lokal, amankan juga ekstensi negara seperti .id atau .co.id.
Domain-domain ini dapat di-redirect ke domain utama Anda.
Ini melindungi merek Anda dan mencegah orang lain memanfaatkan nama Anda.
Investasi kecil ini dapat mencegah masalah besar di kemudian hari.
Mengabaikan Perlindungan Privasi Domain
Saat mendaftarkan domain, informasi pribadi Anda (nama, alamat, email) akan tercatat.
Informasi ini biasanya tersedia untuk publik melalui basis data WHOIS.
Mengabaikan perlindungan privasi domain adalah kesalahan umum dalam memilih domain untuk website.
Ini dapat membuat Anda rentan terhadap spam, telemarketing, atau bahkan penipuan.
Banyak registrar domain menawarkan layanan perlindungan privasi WHOIS.
Layanan ini menyembunyikan informasi pribadi Anda dari publik.
Sebagai gantinya, informasi registrar yang akan ditampilkan.
Pertimbangkan untuk selalu mengaktifkan layanan perlindungan privasi domain.
Ini adalah langkah sederhana namun efektif untuk melindungi diri Anda.
Keamanan dan privasi online harus selalu menjadi prioritas utama.
Tidak Memperbarui Informasi Kontak Domain Secara Berkala
Informasi kontak domain Anda harus selalu akurat dan terkini.
Ini termasuk email, nomor telepon, dan alamat fisik.
Kesalahan dalam memperbarui informasi ini bisa berakibat fatal.
Jika informasi kontak tidak valid, Anda bisa kehilangan domain Anda.
Registrar domain akan menggunakan informasi ini untuk berkomunikasi dengan Anda.
Misalnya, pemberitahuan perpanjangan domain atau masalah teknis lainnya.
Jika Anda tidak menerima pemberitahuan, domain Anda bisa kedaluwarsa.
Secara berkala, periksa dan perbarui informasi kontak di panel kontrol domain Anda.
Pastikan email yang terdaftar selalu aktif dan Anda sering memeriksanya.
Tindakan kecil ini dapat mencegah kehilangan aset digital yang berharga.
Jangan biarkan kesalahan umum dalam memilih domain untuk website ini terjadi pada Anda.
Strategi Menghindari Kesalahan dalam Memilih Domain
Setelah memahami berbagai kesalahan, kini saatnya membahas solusinya.
Ada beberapa strategi yang dapat Anda terapkan untuk memilih domain yang optimal.
Pendekatan yang terencana dan sistematis akan meminimalkan risiko.
Tujuan utamanya adalah mendapatkan domain yang mendukung tujuan bisnis Anda.
Ini akan membantu Anda membangun kehadiran online yang kuat dan berkelanjutan.
Mengikuti strategi ini akan mencegah Anda jatuh ke dalam perangkap umum.
Mari kita lihat langkah-langkah praktis untuk menghindari kesalahan umum dalam memilih domain untuk website.
Riset Keyword dan Audiens Target
Langkah pertama adalah memahami siapa audiens Anda dan apa yang mereka cari.
Lakukan riset keyword untuk menemukan kata kunci yang relevan dengan bisnis Anda.
Alat riset keyword seperti Google Keyword Planner atau Ahrefs bisa sangat membantu.
Identifikasi keyword utama yang paling sering dicari oleh calon pelanggan Anda.
Pertimbangkan bagaimana keyword ini dapat diintegrasikan ke dalam nama domain Anda.
Namun, ingatlah untuk tidak memaksakan keyword jika itu membuat domain menjadi tidak natural.
Domain yang baik adalah perpaduan antara relevansi keyword dan nama merek yang menarik.
Pikirkan juga bahasa yang digunakan audiens Anda.
Apakah mereka menggunakan istilah formal atau lebih santai?
Riset yang komprehensif akan memberikan fondasi yang kuat untuk pemilihan domain.
Memeriksa Ketersediaan dan Merek Dagang
Setelah memiliki daftar pilihan domain, langkah selanjutnya adalah memeriksa ketersediaan.
Gunakan alat pencari domain yang disediakan oleh registrar domain.
Periksa juga ketersediaan nama merek di media sosial yang relevan.
Konsistensi nama di berbagai platform akan memperkuat branding Anda.
Yang terpenting, lakukan pemeriksaan merek dagang secara menyeluruh.
Kunjungi situs web kantor paten dan merek dagang di negara Anda.
Pastikan nama domain yang Anda inginkan tidak melanggar hak orang lain.
Jangan sampai domain yang Anda pilih menimbulkan masalah hukum di kemudian hari.
Langkah ini sangat krusial untuk melindungi investasi dan reputasi Anda.
Prioritaskan domain yang benar-benar unik dan bebas dari potensi sengketa.
Pilih Ekstensi Domain yang Tepat
Pertimbangkan ekstensi domain yang paling sesuai untuk website Anda.
Untuk bisnis global atau umum, .com adalah pilihan terbaik dan paling universal.
Jika target audiens Anda spesifik di Indonesia, .id atau .co.id bisa lebih relevan.
Ekstensi .org cocok untuk organisasi nirlaba atau komunitas.
Hindari ekstensi yang terlihat tidak profesional atau kurang dikenal.
Meskipun ada banyak TLD baru, pilihlah yang sudah memiliki reputasi baik.
Jika memungkinkan, amankan juga beberapa ekstensi lain yang paling umum.
Ini akan melindungi merek Anda dari penyalahgunaan oleh pihak lain.
Pilihan ekstensi domain yang tepat akan memperkuat kredibilitas website Anda.
Prioritaskan Kemudahan Mengingat dan Mengeja
Nama domain haruslah mudah diingat dan dieja oleh siapa pun.
Hindari penggunaan angka, tanda penghubung, atau karakter khusus yang berlebihan.
Pilih nama yang pendek, ringkas, dan mudah diucapkan.
Uji domain Anda dengan mengucapkannya kepada orang lain.
Mintalah mereka untuk menuliskan atau mengeja ulang nama domain tersebut.
Jika ada kebingungan, pertimbangkan untuk mencari alternatif lain.
Kemudahan ini akan membantu promosi dari mulut ke mulut dan memudahkan pengunjung.
Domain yang mudah diingat adalah aset berharga untuk branding Anda.
Ini juga mengurangi kemungkinan kesalahan penulisan URL oleh pengguna.
Meminimalkan friksi bagi pengunjung adalah kunci keberhasilan online.
Pertimbangkan Fleksibilitas Jangka Panjang
Pikirkan tentang potensi pertumbuhan dan perubahan bisnis Anda di masa depan.
Pilih nama domain yang cukup fleksibel dan tidak terlalu spesifik.
Hindari domain yang membatasi Anda pada satu produk atau layanan saja.
Domain yang lebih umum dapat mengakomodasi ekspansi bisnis tanpa perlu perubahan.
Mengubah domain di kemudian hari adalah proses yang rumit dan mahal.
Ini dapat merugikan SEO, branding, dan basis pelanggan Anda.
Visi jangka panjang adalah kunci untuk membuat keputusan domain yang cerdas.
Investasikan waktu untuk memikirkan bagaimana domain akan relevan di masa depan.
Domain yang fleksibel adalah investasi yang bijaksana untuk keberlanjutan bisnis.
Butuh jasa pembuatan website profesional? KerjaKode menyediakan layanan pembuatan website berkualitas tinggi dengan harga terjangkau. Kunjungi https://kerjakode.com/jasa-pembuatan-website untuk konsultasi gratis.
Kesimpulan
Memilih nama domain untuk website Anda adalah langkah krusial yang tidak boleh dianggap remeh.
Berbagai kesalahan umum dalam memilih domain untuk website dapat berdampak buruk pada branding, SEO, dan kredibilitas bisnis Anda.
Mulai dari domain yang sulit dieja, terlalu panjang, hingga mengabaikan aspek merek dagang dan fleksibilitas masa depan, setiap kesalahan memiliki konsekuensi.
Dengan perencanaan yang matang, riset mendalam, dan pertimbangan jangka panjang, Anda dapat menghindarinya.
Pilihlah domain yang relevan, mudah diingat, SEO-friendly, dan mendukung pertumbuhan bisnis Anda.
Ini adalah investasi awal yang akan membuahkan hasil positif dalam jangka panjang.
Apakah Anda pernah mengalami kesulitan dalam memilih nama domain?
Bagikan pengalaman atau tips Anda di kolom komentar di bawah ini!
FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan)
Apa yang dimaksud dengan nama domain?
Nama domain adalah alamat unik website Anda di internet, contohnya "google.com" atau "kerjakode.com".
Ini berfungsi sebagai identitas digital agar pengunjung mudah menemukan situs Anda.
Mengapa pemilihan nama domain itu penting untuk SEO?
Pemilihan domain penting untuk SEO karena domain yang relevan dan mengandung keyword dapat membantu peringkat pencarian.
Domain yang mudah diingat juga meningkatkan jumlah kunjungan langsung dan sinyal positif lainnya.
Apakah ekstensi domain mempengaruhi peringkat SEO website?
Ekstensi domain (.com, .id, .net) secara langsung tidak terlalu mempengaruhi peringkat SEO jika relevan.
Namun, ekstensi populer seperti .com seringkali lebih dipercaya dan mudah diingat oleh pengguna.
Bagaimana cara memilih nama domain yang mudah diingat?
Pilih nama domain yang pendek, jelas, mudah dieja, dan tidak menggunakan angka atau tanda penghubung berlebihan.
Pastikan juga relevan dengan merek atau konten website Anda untuk kemudahan mengingat.
Apa saja yang harus dihindari saat memilih domain?
Hindari domain yang sulit dieja, terlalu panjang, menggunakan banyak angka/tanda penghubung, dan melanggar merek dagang.
Jangan juga memilih domain yang terlalu spesifik atau tidak relevan dengan bisnis Anda.
Berapa lama idealnya nama domain yang baik?
Idealnya, nama domain yang baik memiliki panjang antara 6 hingga 15 karakter.
Keringkasan ini membuatnya mudah diingat dan diketik oleh pengunjung website.
Bisakah saya mengubah nama domain saya setelah terdaftar?
Anda tidak bisa "mengubah" nama domain yang sudah terdaftar, tetapi Anda bisa mendaftarkan domain baru.
Kemudian, Anda dapat memindahkan konten website Anda ke domain baru dan melakukan redirect dari domain lama.